Home / Young Adult / Bara di Hati Mikha / 9. Pilihan yang sulit

Share

9. Pilihan yang sulit

last update publish date: 2026-06-17 08:31:25

Mikhaila Ameera Violetta POV

Setiap hari aku berusaha melupakan kenangan gila yang terjadi seminggu lalu itu. Namun setiap kali aku melihat iklan di televisi, berita gosip dan siang ini saat aku meminum air mineral kemasan, wajah Bara Nareswara masih muncul di sana, seketika rasa emosi muncul kembali di dalam diriku. Saat isi botol air mineral itu berpindah ke dalam tubuhku, aku langsung meremasnya hingga gepeng, kemudian aku buang di lantai. Tidak puas hanya melakukan itu pada laki-laki kuran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bara di Hati Mikha   110. Kabar mengejutkan

    Mikhaila Ameera Violetta POVSeharusnya aku merasa bahagia karena bisa pergi meninggalkan Bara, namun yang ada kenapa dadaku semakin sesak saja. Terlebih saat aku keluar dari halaman rumah. Memang aku berhasil kabur dari Bara dan mengabaikan teriakannya. Entah aku harus menangis atau tersenyum bahagia karena untuk pertama kalinya di hidupku, ada laki-laki yang kekeh mempertahankan hubungannya denganku. Meskipun laki-laki itu adalah seorang Bara Nareswara. Laki-laki yang terkenal sebagai seorang players dan tidak pernah memiliki hubungan dalam jangka waktu yang lama dengan mantan-mantan pacarnya dulu.Mengingat ini masih pagi buta, aku tidak mungkin langsung ke apartemen. Kini aku melajukan mobilku menuju ke salah satu hotel berbintang empat yang lokasinya tidak jauh dari tempat aku be

  • Bara di Hati Mikha   109. Tol

    Bara Nareswara POVSial ....Aku tidak tahu apa yang terjadi sampai Mikha tega mengatakan semua itu kepadaku. Apa Mikha pikir pernikahan itu sama dengan orang berpacaran? Ketika konflik terjadi maka ia bebas untuk pergi kapan saja seenak jidatnya? Oh, tentu saja tidak. Tidak bisa begitu. Pernikahan kami tidak hanya menyatukan aku dan Mikha saja, tapi dua keluarga besar kami yang saat ini sedang kebakaran jenggot. Kepalaku bahkan hampir pecah kala mendengar handphone milikku bergetar terus menerus. Ingin aku matikan saja namun aku sadar konsekuensi setelah itu saat aku bertemu dengan mereka, kemungkin besar aku akan di cincang habis-habisan.Apalagi saat Mikha memilih keluar begitu saja menuju ke mobilnya, aku segera menyusulnya tanpa berpamitan kepada Bintang. Aku berhasil masuk

  • Bara di Hati Mikha   108. Mari kita bercerai

    Mikhaila Ameera Violetta POVAku menatap Bara yang kali ini tengah tertidur dalam posisi tengkurap di sampingku. Sejak siang sampai sore hari tadi kami terus menerus memuja satu sama lain secara maraton di dalam kamar ini. Ya, mungkin aku sedikit gila tapi aku butuh dosis sentuhan akhir Bara di tubuhku. Setidaknya aku akan mengingatnya sebelum aku mengajaknya berpisah untuk selama-lamanya.Kini aku memilih untuk bangun dari atas ranjang dan langsung menuju ke arah kamar mandi. Aku tinggalkan Bara di atas ranjang kamar ini. Kala aku sudah berada di dalam kamar mandi, aku tatap diriku di depan cermin yang ada di dekat wastafel. Aku langsung menarik napas dalam-dalam dan pelan-pelan aku embuskan perlahan kala melihat tubuhku kali ini. Tanda kissmark yang Bara torehkan di atas tubuhku ben

  • Bara di Hati Mikha   107. Yang penting sudah bertemu dengan Mikha.

    Bara Nareswara POVAku mempertimbangkan permintaan seorang laki-laki yang bernama Bintang ini. Dia meminta tiga puluh juta rupiah untuk informasi tentang Mikha yang sangat valid. Berkali-kali sejak kemarin aku sudah mengelilingi Bandung bersama dengan Kafka. Kami datangi beberapa tempat dan tidak ada Mikha sama sekali. Jika benar memang Bintang memiliki informasi yang valid mengenai keberadaan Mikha, maka aku tidak akan keberatan untuk membayarnya sesuai dengan permintaannya.Bagiku uang bisa dicari, tetapi Mikha tidak akan terganti. Rasa khawatir sudah menyelimuti diriku selama tiga hari ini. Rasanya aku juga tidak akan sanggup jika rasa ini berdiam cukup lama di dalam diriku.

  • Bara di Hati Mikha   106. Hadapi daripada lari dari masalah.

    Mikhaila Ameera Violetta POV Kali ini aku menatap Maureen yang sedang mengoceh tiada henti di depanku. Terlebih ketika kami berhasil cek out dari resort tempat kami menginap di Lembang. Hal paling gila adalah kami memilih meminta bantuan om Andi untuk menginap di rumahnya yang ada di Bandung. Jika tanpa bantuan Kania, mana bisa kami berada di sini saat ini. Setidaknya punya teman seperti Kania yang memiliki cukup banyak koneksi sesekali bisa mempermudah kami saat memiliki masalah."Sumpah, laki lo sudah gila! Bisa-bisanya dia buat sayembara untuk cari bininya. Ini nih intinya cuma mau mempekerjakan orang tanpa keluar duit banyak. Bayar detektif lebih menguras kantong daripada buat sayembara.""Bukannya lo tadi sudah kasihan sa

  • Bara di Hati Mikha   105. Kedatangan Chava ke Rumah

    Bara Nareswara POVSejak semalam aku terus mencari Mikha bersama Kafka. Setiap sudut kota Jakarta dari ujung Utara sampai selatan, barat sampai timur tidak ada yang terlewati, namun hasilnya nihil. Sumpah, aku lebih memilih Mikha yang menghujaniku dengan amarahnya daripada kabur seperti ini. Terlebih dia kabur dalam keadaan berbadan dua. Mengingat apa yang baru saja terjadi, aku takut jika Mikha justru akan berbuat hal-hal di luar batas tanpa berpikiran panjang.Aku mencoba menceritakan semua ini kepada Maureen namun Maureen tetap mengatakan jika ia tidak tahu Mikha berada di mana saat ini. Kania juga sama saja. Bahkan aku sampai menanyakan keberadaan Mikha kepada Julien dan Zema karena aku sempat meragukan jawaban dari Kania. Sepertinya mereka semua tidak berbohong kali ini tentang ketidaktah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status