Anak Sang Konglomerat Yang Hilang

Anak Sang Konglomerat Yang Hilang

last updateLast Updated : 2026-09-10
By:  Author MarsUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Dijual oleh keluarganya sendiri, Chloe Shen terpaksa melarikan diri dan tanpa sengaja memasuki kamar seorang pria misterius. Satu malam itu membuat hidupnya berubah selamanya. Pria tersebut ternyata Vincent Lu, seorang konglomerat yang ingin bertanggung jawab dan menikahinya. Namun Chloe menolak karena menganggap Vincent telah menghancurkan hidupnya. Saat mengetahui dirinya hamil, Chloe justru diculik dan disembunyikan oleh keluarga tirinya. Sembilan bulan kemudian, ia melahirkan anak kembar yang diam-diam dirampas darinya. Akankah Vincent menemukan Chloe dan mengetahui kedua anak itu adalah darah dagingnya?

View More

Chapter 1

Chapter 1

Sebuah hotel mewah di Kota S.

Seorang gadis berlari menyusuri koridor dengan napas memburu. Wajahnya pucat dipenuhi ketakutan. Di belakangnya, beberapa pria berjas hitam terus mengejar.

"Hei! Jangan lari!" teriak salah satu pria.

"Keluarganya sudah menerima uang itu. Jangan sampai dia lolos!" bentak pria lainnya.

Gadis itu segera berbelok ke koridor sebelah. Dengan tangan gemetar, ia mencoba membuka setiap gagang pintu yang dilewatinya.

Setelah beberapa kali mencoba, salah satu pintu akhirnya terbuka.

Tanpa berpikir panjang, ia segera masuk lalu menguncinya dari dalam.

Gadis itu bersandar di balik pintu sambil mengatur napas. Ia menoleh ke sekeliling. Kamar hotel itu begitu luas, tetapi gelap gulita. Tidak tampak seorang pun.

"Semoga mereka tidak menemukanku..." bisiknya pelan. "Siapa sebenarnya mereka?"

Tok... tok... tok...

Suara ketukan pintu membuat tubuhnya menegang.

Ia mundur selangkah demi selangkah.

Tiba-tiba sebuah tangan besar menarik lengannya dengan kasar.

"Ah!"

Tubuhnya terdorong hingga jatuh ke atas ranjang empuk.

Seorang pria bertubuh tinggi menindihnya. Wajahnya tidak terlihat karena cahaya kamar begitu redup.

"Siapa yang mengirimmu?" tanyanya dengan suara dingin.

"T-Tuan... ada orang yang mengejarku. Tolong... biarkan aku bersembunyi sebentar," pinta gadis itu sambil berusaha melepaskan cengkeraman di pergelangan tangannya.

Pria itu, yang wajahnya tidak terlihat karena suasana kamar yang gelap, tiba-tiba mencengkeram leher gadis itu.

"Berani masuk ke kamarku, masih banyak alasan?" ucap pria itu dengan suara dingin.

"T-Tuan, aku tidak sengaja mendekatimu. Aku sedang dikejar seseorang," kata gadis itu sambil berusaha melepaskan diri.

Tiba-tiba tubuh pria itu terasa aneh. Suhu tubuhnya meningkat dan napasnya mulai tidak teratur.

"Sial... obatnya mulai bekerja," gumamnya.

Dari luar kamar terdengar suara teriakan.

"Di mana Chloe Shen? Cepat cari sampai dapat!"

"Tuan, tolong jangan sakiti aku. Aku benar-benar tidak sengaja mengganggumu," ujar gadis itu panik. "Aku dijual oleh keluargaku sendiri, jadi aku melarikan diri. Karena pintu kamar ini tidak terkunci, aku masuk untuk bersembunyi."

"Namamu Chloe Shen?"

"I-iya."

Pria itu menatapnya tajam.

"Tidak peduli siapa dirimu, apakah kau dikirim oleh orang itu atau tidak..." ucapnya dingin. "Karena kau sudah datang ke sini, kau harus membantuku."

Pria itu mencium bibirnya dengan brutal, kedua tangannya ditahan sehingga ia tidak mampu untuk melawan.

Gadis bernama Chloe Shen itu membelalakkan matanya. Ia tetap berusaha melawan dan menjauh, tetapi pria itu masih menahannya.

Malam itu, Chloe Shen tidak pernah menyangka bahwa pelariannya justru membawanya bertemu dengan seorang pria misterius yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Akibat efek obat tersebut pria yang tidak dikenal melampiaskan hasratnya pada gadis malang itu.

Chloe yang kesakitan hanya bisa menangis pasrah. Sementara pria tersebut melakukan aksinya dan mengabaikan tangisannya.

Keesokan harinya.

Pintu kamar terbuka. Seorang pria bersetelan rapi masuk dengan langkah cepat.

"Tuan Lu!" serunya melihat pria itu yang masih belum sepenuhnya sadar.

Beberapa saat kemudian, pria itu perlahan membuka matanya. Ia mengerutkan kening lalu bangkit duduk di ranjang.

Tatapannya langsung mencari ke sekeliling kamar.

"Dia sudah pergi..." gumamnya saat menyadari gadis itu tidak ada lagi di sana.

"Siapa dia?" tanya asistennya, Jack.

Ia terdiam sejenak, mengingat kejadian malam tadi. "Seorang gadis yang bersamaku semalam. Periksa CCTV hotel dan cari tahu semua latar belakangnya," perintahnya dingin.

Jack terlihat ragu.

"Tapi, bagaimana jika dia adalah orang yang dikirim musuh kita untuk menjebak Anda?"

"Cari tahu dulu kebenarannya."

Ia menarik selimut dari tubuhnya lalu berdiri.

"Jika dia memang bagian dari rencana mereka, aku tidak akan melepaskannya. Tapi jika dia tidak terlibat... aku akan bertanggung jawab."

Saat ia merapikan pakaiannya, matanya menangkap sesuatu di sisi ranjang.

Ada sebuah bercak darah kecil di sana.

Ekspresinya langsung berubah serius.

"Ternyata dia masih perawan, kelihatannya aku salah paham padanya," ucapnya.

Jack menghampiri ranjang dan melihat sesuatu yang terjatuh di lantai.

Ia membungkuk lalu mengambil sebuah kalung kecil.

"Tuan Lu, sepertinya kalung ini milik gadis itu," ujar Jack sambil menyerahkannya kepada atasannya.

Pria itu menerima kalung tersebut. Ia membuka liontin kecil yang tergantung di sana.

Di dalamnya terdapat sebuah foto.

Foto seorang gadis muda dengan senyum cerah yang terlihat penuh kebahagiaan.

"Chloe Shen...aku akan menemukanmu."

***

Mansion Keluarga Shen.

Chloe yang baru kembali ke rumah langsung menerima tamparan keras dari ayahnya.

Plak!

"Kurang ajar! Berani sekali kau kabur dari pertemuan semalam!" bentak pria paruh baya itu. Dialah Mike Shen, ayah kandung Chloe.

Di sampingnya, ibu tiri Chloe dan putrinya, Rinny Shen, saling bertukar pandang dengan senyum puas.

Chloe mengangkat wajahnya perlahan. Bekas tamparan itu masih terasa perih.

"Pa, Papa menjual putri Papa sendiri kepada pria lain. Apa Papa tidak merasa bersalah?" tanyanya dengan mata memerah.

"Perusahaan kita sedang membutuhkan dana. Hanya satu malam saja, kenapa kau tidak mau berkorban demi keluarga ini?" bentak Mike. "Lalu, apa gunanya aku membesarkanmu selama ini?"

Chloe tertawa pahit.

"Dia juga putri Papa." Chloe menunjuk ke arah Rinny. "Kenapa selalu aku yang dijadikan korban? Masalah perusahaan tidak ada hubungannya denganku."

Sebelum Mike sempat menjawab, Rinny melangkah maju.

"Pa, sebenarnya sejak awal aku sudah bilang, biar aku saja yang berkorban. Papa sudah membesarkanku dengan penuh kasih sayang. Sudah seharusnya aku membalas budi Papa."

Mike menatap Rinna dengan penuh kebanggaan.

"Lihat adikmu! Dia jauh lebih mengerti daripada dirimu. Tidak sepertimu yang hanya tahu melawan."

Mendengar pujian itu, sudut bibir Rinny terangkat tipis.

Saat itulah ibu tiri Chloe, Linda Mu. berpura-pura menyeka air matanya.

"Mike, sudah kuduga Chloe masih menyimpan dendam kepada kami berdua. Karena itulah dia tidak pernah mau membantu keluarga ini." Suaranya terdengar lirih. "Kalau kehadiran kami hanya membuatnya membenci keluarga ini, lebih baik aku dan Rinna pergi dari rumah ini."

"Linda, jangan sedih. Selama aku masih hidup, tidak ada seorang pun yang bisa mengusirmu dari rumah ini," ujar Mike sambil menepuk bahu istrinya.

Tatapannya kemudian beralih kepada Chloe.

"Chloe, kenapa kau selalu membuat mereka menangis? Apa kau masih belum puas?" bentaknya.

Chloe tertawa getir.

"Pa, mereka baru menangis sebentar saja, Papa sudah tidak tega. Lalu bagaimana denganku?" Air matanya mulai menggenang. "Papa tega menjualku kepada pria lain. Apa aku bukan putri Papa?"

Mike terdiam sesaat, tetapi wajahnya tetap dingin.

Saat itulah Rinny tanpa sengaja melihat bekas kemerahan di leher Chloe.

Matanya langsung berbinar.

"Kak, itu... apa yang ada di lehermu?" tanyanya dengan suara dibuat-buat terkejut.

Semua orang sontak menoleh ke arah leher Chloe.

Chloe panik dan buru-buru menutupi lehernya dengan tangan.

Rinny tersenyum tipis sebelum kembali bersandiwara.

"Kakak, semalam sebenarnya kau bersama pria mana?" tanyanya. "Bukankah Kakak menolak saat Papa memintamu membantu keluarga? Kenapa sekarang justru menyerahkan diri kepada pria lain?"

Ucapan itu membuat wajah Mike berubah murka.

"Kurang ajar!"

Plak!

Sebuah tamparan keras kembali mendarat di pipi Chloe hingga tubuhnya terhuyung.

"Kau benar-benar mempermalukan keluarga Shen!" bentak Mike dengan mata dipenuhi amarah.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status