Share

Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru
Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru
Author: Sansan

Bab 1

Author: Sansan
Pada hari ketiga dinas di luar provinsi, grup WhatsApp wali murid putraku yang sudah lama sepi tiba-tiba kedatangan seorang anggota baru.

Saat aku mengeklik pesan suara yang dikirimnya, terdengar suara wanita yang asing dan manis.

"Halo semuanya, saya guru bahasa Indonesia baru di sekolah ini, sekaligus ibunya Daniel. Mohon bimbingannya, semuanya!"

Seluruh tubuhku kaku. Aku mengeklik daftar anggota grup dan membandingkannya berulang kali.

Putraku bernama Daniel. Dia adalah ibu Daniel, lalu aku ini siapa?

Aku segera menelepon suamiku, "Apa ada orang yang salah masuk ke grup wali murid anak kita?"

Di ujung telepon, suaranya sempat terhenti sejenak, lalu dia tertawa seolah tidak terjadi apa-apa. "Oh, mungkin salah masuk. Ada banyak anak di sekolah, nama yang sama itu wajar. Ada apa memangnya?"

Aku menjawab tidak ada apa-apa sambil tersenyum. Namun, setelah menutup telepon, malam itu juga aku langsung memesan tiket pesawat dan terbang menuju sekolah putraku.

Begitu pesawat mendarat, aku langsung naik taksi menuju sekolah dasar putraku.

Tahun ini, dia berusia tujuh tahun dan baru duduk di kelas satu.

Sekarang pukul 13.40 siang, pelajaran pertama baru saja dimulai.

Petugas keamanan di sana sangat bertanggung jawab. Begitu tahu aku adalah orang tua murid, dia segera menghubungi wali kelas.

Beberapa menit kemudian, seorang gadis mengenakan kemeja putih dan rok hitam, yang tampak seperti baru saja lulus kuliah, berlari keluar dengan cepat.

Parasnya biasa saja, paling mentok bisa dibilang manis, tapi bicaranya sangat lembut dan halus.

Insting wanita memberitahuku bahwa dialah orang yang kucari.

Benar saja, saat pertama kali melihatku, dia tampak panik.

Wajahnya pucat pasi, tangan dan kakinya gemetar tak terkendali. Seolah-olah dia baru saja melihat monster yang mengerikan.

"I-Ibu wali murid, ada urusan apa Anda datang ke sekolah?" tanyanya dengan suara bergetar saking takutnya.

Padahal, dia punya nyali besar untuk mengumumkan secara terang-terangan di grup wali murid bahwa dia adalah ibu dari putraku.

"Aku sudah melihat pesan di grup," kataku langsung berterus terang di depan petugas keamanan.

"Anda bilang Anda adalah ibunya Daniel? Aku jadi penasaran."

Tangan gadis itu yang terkulai di atas lutut seketika mengepal erat.

Dengan wajah kalut, dia melirik ke arah petugas keamanan, lalu memaksakan senyum tipis untuk menjelaskan, "Oh, itu ... karena sekolah akan segera mengadakan rapat orang tua murid. Ayah Daniel bilang dia dan istrinya sangat sibuk dan nggak punya waktu."

"Biar Daniel nggak sedih, dia memintaku khusus untuk berpura-pura menjadi ibunya."

"Saya minta maaf kalau ini membuat Anda terganggu!"

Penjelasan yang sungguh mulus. Tidak hanya melepaskan diri dari tuduhan, dia juga sempat-sempatnya menyindirku yang sedang sibuk dinas di luar kota.

Jika aku tidak menyelidiki akun media sosialnya dengan saksama, mungkin aku akan memercayainya.

Rabu malam pukul delapan, di gedung teater besar.

Dia mengunggah foto punggung seorang pria yang sedang membeli bunga mawar.

Keterangan fotonya adalah: [Orang yang kucintai bukan seorang Pangeran, tapi seorang Raja.]

Keesokan harinya, aku masuk rumah sakit karena alergi serbuk sari.

Jumat sore pukul enam, saat kota diguyur hujan deras.

Dia mengunggah foto swafoto sedang berteduh di bawah atap sekolah.

Keterangan fotonya adalah: [Kapan Rajaku akan menjemputku pulang?]

Tiga menit kemudian, Axel mengirimiku pesan.

[Sayang, malam ini aku lembur, jadi nggak bisa menjemput anak kita. Tolong jemput dia.]

Saat menerima pesan itu, aku sedang diinfus di rumah sakit dan merasa sangat mengantuk karena pengaruh obat.

Aku baru melihat pesan itu dua jam kemudian.

Tidak ada yang menjemput anakku.

Dia terpaksa menunggu di pos keamanan sambil kedinginan ditiup angin selama dua jam penuh.

Malam itu juga, Daniel demam tinggi hingga 39 derajat Celsius.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, Axel terus menghela napas, menyalahkanku secara tersirat karena tidak mengecek ponsel.

Aku pun benar-benar mengira bahwa aku bukan ibu yang baik. Sambil mengusap wajah putraku yang memerah karena panas, aku membisikkan kata maaf sepanjang malam.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 12

    Mungkin karena itulah, Yulia menghalalkan segala cara untuk mendekati Axel. Ada banyak jalan dalam hidup. Namun, jika memilih jalan pintas, dia harus siap menanggung konsekuensi pahitnya.Setelah Yulia, giliran Axel yang datang. Dia menghadangku di taman favorit putra kami, berusaha menggunakan "kasih sayang seorang ayah" yang sebenarnya tidak ada, untuk membuatku berubah pikiran."Serly, selama bertahun-tahun menikah, aku hanya melakukan satu kesalahan ini. Daniel masih kecil, dia nggak bisa hidup tanpa ayahnya. Demi anak kita, maafkan aku sekali ini saja!"Aku menatap pria yang terasa asing di depanku ini dengan perasaan getir. Dulu, demi anak, aku sudah memberinya kesempatan yang tak terhitung jumlahnya. Aku pun tersenyum pahit."Axel, bagiku ini sudah nggak ada artinya. Kalau salah, ya tetap saja salah, kenapa kamu berpikir aku akan memaafkanmu?" "Sebagai suami, kamu selingkuh. Sebagai Ayah, kamu membiarkan anakmu ditindas.""Apa hakmu minta maaf?"Mata Axel memerah, wajahnya

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 11

    [Tadi Yulia sengaja menggiring kita untuk menghujat orang ini. Astaga, aku tadi membelanya, ternyata aku cuma dimanfaatkan!] [Nona Serly jadi pengasuh? Astaga, kudengar saat Nona Serly masih SD saja, pengasuhnya ada seratus orang. Ngapain dia jadi pengasuh?]Dalam sekejap, reputasi influencer besar itu runtuh. Beberapa kisah pribadiku mulai terungkap. Kisah tentang wanita yang berani mencintai dan berani membenci pun diketahui publik. Berani melawan keluarga demi cinta, tetapi justru dikhianati dan difitnah oleh orang yang dicintainya.Teman-teman di daftar kontak Yulia mulai mengambil tangkapan layar dari momen-momen di media sosialnya dan mengunggahnya ke internet. Dia pun dijuluki netizen sebagai "Mbak Ratu". Dia memanen buah pahit dari perbuatannya sendiri. Perundungan di internet kini berbalik menyerang Yulia seperti banjir bandang.Sedangkan Axel, setelah tahu aku adalah putri Perusahaan Tirtana, dia segera menunjukkan kesetiaannya. "Serly, ternyata kamu diam-diam sudah b

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 10

    Ada orang yang memercayai kata-katanya, tapi tentu saja banyak juga yang tidak. Kegaduhan di luar menarik perhatian Axel, yang kemudian berjalan ke arah kami.Saat pertama kali melihatku, matanya menunjukkan binar kekaguman sesaat. Sebuah detail yang langsung ditangkap oleh Yulia. Wanita itu menggertakkan giginya, wajahnya terlihat sangat mengerikan karena sangat marah."Kak Axel, dia sengaja datang ke sini untuk merusak acara kenaikan jabatanmu!"Kekaguman di mata Axel lenyap seketika, digantikan oleh rasa jijik dan tidak sabar. "Serly, apa yang kamu lakukan di sini?"Harus kuakui, mereka memang pasangan serasi. Kalimat pertama yang mereka ucapkan padaku sama persis. "Ikut rapat," jawabku singkat.Mendengar itu, amarah Axel meledak. Dia melangkah maju dan melayangkan tamparan keras ke wajahku. Plak!"Apa belum cukup kamu menghancurkan Yulia? Sekarang kamu mau menghancurkanku juga?"Axel refleks menganggapku datang untuk membuat kekacauan. Kalimat "ikut rapat" tadi seolah menjad

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 9

    Bagi orang pintar, makna tersirat dari perintah itu sangat jelas. Siapa lagi yang bisa melakukan siaran langsung selain Yulia?Axel merasa sangat senang dalam hati. Ternyata Wakil Presiden yang baru ini sangat mengenal orang-orang di sekitarnya. Dia membatin, 'Sepertinya hadiah-hadiah itu nggak sia-sia. Posisi Direktur Pemasaran kali ini pasti jadi milikku!'Aku melihat ekspresi kegembiraan Axel melalui kamera pengawas, sudut bibirku sedikit terangkat. Sambil meminta sekretaris untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan, aku mengeluarkan ponsel dan mengiriminya pesan.[Axel, setelah beberapa hari ini, apa nggak ada yang mau kamu jelaskan?]Balasannya sangat tegas. [Jelaskan apa? Semuanya hanya kesalahpahaman, tapi kamu malah perhitungan. Serly, aku beri tahu kamu, kalau kau nggak meminta maaf kepada Yulia, aku nggak akan pernah memaafkanmu seumur hidup! Kalau bukan karena kamu yang lalai menjaga anak, Yulia nggak akan bersusah payah menjadi ibu untuk Daniel!]Tidak kusangka, pria

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 8

    "Bukannya seharusnya suami istri melewati suka dan duka bersama? Saat Pak Axel paling membutuhkannya, dia memilih pergi. Kenapa sekarang setelah Pak Axel sukses, dia ingin kembali?" "Nona Serly kemudian menggunakan identitas pengasuh untuk menempel secara nggak tahu malu. Karena kami nggak mau memberi pengaruh buruk pada anak, kami mengatakan kepada publik bahwa Nona Serly adalah pengasuh di rumah." "Lalu tentang Daniel ... aku sudah berusaha keras untuk menjadi ibu yang baik. Tapi aku tetap ditolak. Baru sekarang aku sadar betapa sulitnya menjadi ibu tiri. Sangat susah untuk masuk ke dalam hati seorang anak." "Hari itu, Nona Serly mengamuk di sekolah karena gagal merayu Pak Axel, yang akhirnya membuatku kehilangan pekerjaan. Tapi aku akan tetap menghadapi hidup dengan positif, karena pasanganku membutuhkanku."....Banyak sekali omong kosong yang dia katakan. Aku hanya bisa tertawa melihat isi videonya. Di saat yang sama, Axel juga mengunggah pernyataan di X.[Jalan di depan mema

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 7

    Wajah Yulia memerah karena marah, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian, tubuhnya tampak limbung dan terhuyung mundur. Axel segera merangkulnya dan membentakku, "Apa kamu nggak tahu kalau Yulia punya penyakit jantung?""Lalu apa hubungannya denganku?" jawabku dingin.Axel mengangkat Yulia dengan gaya bridal style. Saat melewatiku, dia berbisik dengan gigi terkatup rapat, "Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yulia, aku nggak akan melepaskanmu!" "Serly, kamu benar-benar membuatku kecewa!"Melihat punggung Axel yang pergi dengan tergesa-gesa, hatiku terasa sangat getir. Aku tidak menyangka akan mendengar kalimat ancaman keluar dari mulutnya.Kecewa? Axel, Axel. Sebenarnya aku sudah lama kecewa padamu. Hanya saja, kenangan selama bertahun-tahun ini membuatku masih menyimpan sedikit harapan.Aku harus berterima kasih pada Yulia, karena telah membantuku melihat wajah asli Axel dan menghancurkan imajinasi terakhirku. Kasih sayang yang dulu hanya milikku, kini telah be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status