Share

Bab 2

Author: Sansan
Namun ternyata, orang yang seharusnya meminta maaf bukanlah aku.

Genggamanku pada tas tangan begitu erat hingga jemariku memutih. Tatapanku perlahan menyapu wajah gadis di depanku yang tampak merasa bersalah sekaligus bingung.

Mataku tertuju pada warna biru yang mencolok di telinganya, lalu aku tersenyum getir.

"Anting Bu Yulia bagus sekali. Apa itu hadiah dari pacar? Pasti sangat mahal."

Bulan lalu saat Hari Valentine, aku melihat sendiri catatan belanja Axel.

Sebuah gelang emas murni dan sepasang anting safir.

Gelang seharga sepuluh juta rupiah itu melingkar di tanganku.

Namun, anting seharga tujuh puluh enam juta rupiah itu, ternyata diberikan kepada gadis di hadapanku ini.

Mendengar perkataanku, wajah Yulia seketika memucat. Bibirnya gemetar hebat untuk waktu yang lama, tetapi tak satu kata pun keluar dari mulutnya.

Sampah.

Kata itu tiba-tiba terlintas di benakku.

Tanpa memandangnya lagi, aku berbalik dan pergi.

Dalam perjalanan pulang, aku menelepon ayahku. Dia adalah atasan langsung Axel sekaligus pemegang kekuasaan di Perusahaan Tirtana.

"Ayah, bantu aku."

Aku mengganti wallpaper ponselku dari foto keluarga menjadi foto berdua dengan putraku. Suaraku terdengar sangat tenang, bahkan tidak wajar.

"Posisi Direktur Pemasaran yang rencananya akan diberikan kepada Axel, batalkan saja. Lalu, carikan aku pengacara perceraian terbaik. Aku ingin bercerai dengan Axel."

"Ya, dia berselingkuh dengan guru bahasa Indonesia anakku."

Ayahku bergerak sangat cepat.

Belum sampai setengah jam, pengacara perceraian sudah menghubungiku dan mengirimkan data serta bukti-bukti sebesar 3 GB.

Aku membukanya. Selain unggahan Yulia yang bisa kulihat sebelumnya, ternyata ada juga akun video pendek yang belum pernah kulihat. Ada delapan puluh tiga video, di setiap video itu selalu ada bayang-bayang Axel.

Kini aku tahu, saat Natal tahun lalu, Axel beralasan lembur dan tidak pulang. Ternyata dia terbang ke sisi Yulia untuk menemaninya menggambar bintang-bintang kecil di atas salju.

Aku tahu, saat ulang tahun ketujuh putraku, hadiah yang diberikan Axel padanya dipilih bersama Yulia.

Sebuah boneka beruang. Dalam video itu, Yulia memasukkan foto mesranya bersama Axel ke dalam perut boneka tersebut sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Kejutan untuk putra tersayang Pak Axel."

"Benar-benar nggak sabar saat foto ini ditemukan."

Di kolom komentar, ada orang asing yang bertanya karena tidak mengerti situasinya.

[Apa pacar Kakak adalah duda?]

Yulia yang menggunakan foto profil kucing, membalas, [Ya, tapi sebentar lagi aku akan menggantikan posisi ibunya.]

Dia menambahkan deretan emoji malu-malu.

Ada juga video terbaru yang diunggah tepat pada hari aku pergi dinas. Berlatar belakang gudang rumah kami, Yulia bersandar di pintu sambil memegang tongkat swafoto, tersenyum polos ke arah kamera.

"Anak Pak Axel nakal sekali, jadi aku akan mengurungnya di ruangan gelap sebagai hukuman."

Suara latar video itu adalah tangisan ketakutan putraku yang berusia tujuh tahun, yang memohon ampun.

Tanganku yang memegang tetikus komputer seketika menegang. Aku berdiri dengan sentakan keras, teringat kembali malam saat aku mendarat di luar kota.

Aku menelepon ke rumah belasan kali, dan baru pada panggilan ke-17 telepon itu diangkat. "Kenapa kamu lama sekali angkat? Mana Daniel?" Aku sangat cemas, takut terjadi sesuatu di rumah.

Di ujung telepon, napas Axel terdengar memberat. Setelah beberapa saat, dia baru menjelaskan dengan terbata-bata, "Daniel ... dia tadi mimpi buruk. Aku baru saja berhasil membujuknya tidur. Ada apa-apa kita bicarakan besok saja, ya."

Saat itu, aku tidak berpikir macam-macam dan memercayai omong kosongnya.

Sekarang jika diingat kembali, ternyata semuanya sudah ada jejaknya.

Hatiku terasa seperti berlubang besar yang ditembus angin dingin.

Aku sedih bukan karena pengkhianatan Axel, melainkan karena aku tidak menyangka dia akan membiarkan orang lain menyakiti anak kami sendiri.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 12

    Mungkin karena itulah, Yulia menghalalkan segala cara untuk mendekati Axel. Ada banyak jalan dalam hidup. Namun, jika memilih jalan pintas, dia harus siap menanggung konsekuensi pahitnya.Setelah Yulia, giliran Axel yang datang. Dia menghadangku di taman favorit putra kami, berusaha menggunakan "kasih sayang seorang ayah" yang sebenarnya tidak ada, untuk membuatku berubah pikiran."Serly, selama bertahun-tahun menikah, aku hanya melakukan satu kesalahan ini. Daniel masih kecil, dia nggak bisa hidup tanpa ayahnya. Demi anak kita, maafkan aku sekali ini saja!"Aku menatap pria yang terasa asing di depanku ini dengan perasaan getir. Dulu, demi anak, aku sudah memberinya kesempatan yang tak terhitung jumlahnya. Aku pun tersenyum pahit."Axel, bagiku ini sudah nggak ada artinya. Kalau salah, ya tetap saja salah, kenapa kamu berpikir aku akan memaafkanmu?" "Sebagai suami, kamu selingkuh. Sebagai Ayah, kamu membiarkan anakmu ditindas.""Apa hakmu minta maaf?"Mata Axel memerah, wajahnya

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 11

    [Tadi Yulia sengaja menggiring kita untuk menghujat orang ini. Astaga, aku tadi membelanya, ternyata aku cuma dimanfaatkan!] [Nona Serly jadi pengasuh? Astaga, kudengar saat Nona Serly masih SD saja, pengasuhnya ada seratus orang. Ngapain dia jadi pengasuh?]Dalam sekejap, reputasi influencer besar itu runtuh. Beberapa kisah pribadiku mulai terungkap. Kisah tentang wanita yang berani mencintai dan berani membenci pun diketahui publik. Berani melawan keluarga demi cinta, tetapi justru dikhianati dan difitnah oleh orang yang dicintainya.Teman-teman di daftar kontak Yulia mulai mengambil tangkapan layar dari momen-momen di media sosialnya dan mengunggahnya ke internet. Dia pun dijuluki netizen sebagai "Mbak Ratu". Dia memanen buah pahit dari perbuatannya sendiri. Perundungan di internet kini berbalik menyerang Yulia seperti banjir bandang.Sedangkan Axel, setelah tahu aku adalah putri Perusahaan Tirtana, dia segera menunjukkan kesetiaannya. "Serly, ternyata kamu diam-diam sudah b

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 10

    Ada orang yang memercayai kata-katanya, tapi tentu saja banyak juga yang tidak. Kegaduhan di luar menarik perhatian Axel, yang kemudian berjalan ke arah kami.Saat pertama kali melihatku, matanya menunjukkan binar kekaguman sesaat. Sebuah detail yang langsung ditangkap oleh Yulia. Wanita itu menggertakkan giginya, wajahnya terlihat sangat mengerikan karena sangat marah."Kak Axel, dia sengaja datang ke sini untuk merusak acara kenaikan jabatanmu!"Kekaguman di mata Axel lenyap seketika, digantikan oleh rasa jijik dan tidak sabar. "Serly, apa yang kamu lakukan di sini?"Harus kuakui, mereka memang pasangan serasi. Kalimat pertama yang mereka ucapkan padaku sama persis. "Ikut rapat," jawabku singkat.Mendengar itu, amarah Axel meledak. Dia melangkah maju dan melayangkan tamparan keras ke wajahku. Plak!"Apa belum cukup kamu menghancurkan Yulia? Sekarang kamu mau menghancurkanku juga?"Axel refleks menganggapku datang untuk membuat kekacauan. Kalimat "ikut rapat" tadi seolah menjad

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 9

    Bagi orang pintar, makna tersirat dari perintah itu sangat jelas. Siapa lagi yang bisa melakukan siaran langsung selain Yulia?Axel merasa sangat senang dalam hati. Ternyata Wakil Presiden yang baru ini sangat mengenal orang-orang di sekitarnya. Dia membatin, 'Sepertinya hadiah-hadiah itu nggak sia-sia. Posisi Direktur Pemasaran kali ini pasti jadi milikku!'Aku melihat ekspresi kegembiraan Axel melalui kamera pengawas, sudut bibirku sedikit terangkat. Sambil meminta sekretaris untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan, aku mengeluarkan ponsel dan mengiriminya pesan.[Axel, setelah beberapa hari ini, apa nggak ada yang mau kamu jelaskan?]Balasannya sangat tegas. [Jelaskan apa? Semuanya hanya kesalahpahaman, tapi kamu malah perhitungan. Serly, aku beri tahu kamu, kalau kau nggak meminta maaf kepada Yulia, aku nggak akan pernah memaafkanmu seumur hidup! Kalau bukan karena kamu yang lalai menjaga anak, Yulia nggak akan bersusah payah menjadi ibu untuk Daniel!]Tidak kusangka, pria

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 8

    "Bukannya seharusnya suami istri melewati suka dan duka bersama? Saat Pak Axel paling membutuhkannya, dia memilih pergi. Kenapa sekarang setelah Pak Axel sukses, dia ingin kembali?" "Nona Serly kemudian menggunakan identitas pengasuh untuk menempel secara nggak tahu malu. Karena kami nggak mau memberi pengaruh buruk pada anak, kami mengatakan kepada publik bahwa Nona Serly adalah pengasuh di rumah." "Lalu tentang Daniel ... aku sudah berusaha keras untuk menjadi ibu yang baik. Tapi aku tetap ditolak. Baru sekarang aku sadar betapa sulitnya menjadi ibu tiri. Sangat susah untuk masuk ke dalam hati seorang anak." "Hari itu, Nona Serly mengamuk di sekolah karena gagal merayu Pak Axel, yang akhirnya membuatku kehilangan pekerjaan. Tapi aku akan tetap menghadapi hidup dengan positif, karena pasanganku membutuhkanku."....Banyak sekali omong kosong yang dia katakan. Aku hanya bisa tertawa melihat isi videonya. Di saat yang sama, Axel juga mengunggah pernyataan di X.[Jalan di depan mema

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 7

    Wajah Yulia memerah karena marah, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian, tubuhnya tampak limbung dan terhuyung mundur. Axel segera merangkulnya dan membentakku, "Apa kamu nggak tahu kalau Yulia punya penyakit jantung?""Lalu apa hubungannya denganku?" jawabku dingin.Axel mengangkat Yulia dengan gaya bridal style. Saat melewatiku, dia berbisik dengan gigi terkatup rapat, "Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yulia, aku nggak akan melepaskanmu!" "Serly, kamu benar-benar membuatku kecewa!"Melihat punggung Axel yang pergi dengan tergesa-gesa, hatiku terasa sangat getir. Aku tidak menyangka akan mendengar kalimat ancaman keluar dari mulutnya.Kecewa? Axel, Axel. Sebenarnya aku sudah lama kecewa padamu. Hanya saja, kenangan selama bertahun-tahun ini membuatku masih menyimpan sedikit harapan.Aku harus berterima kasih pada Yulia, karena telah membantuku melihat wajah asli Axel dan menghancurkan imajinasi terakhirku. Kasih sayang yang dulu hanya milikku, kini telah be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status