Compartir

Bab 20

Autor: Lailiela
last update Fecha de publicación: 2026-02-20 15:18:52

Soma membuka laci meja dengan gerakan tenang. Ia mengeluarkan sebuah amplop tebal berwarna coklat, lalu meletakkannya di atas meja dengan suara pelan tapi tegas.

“Ini. Ambil.”

Amplop itu tampak berat.

“Total tujuh juta rupiah,” lanjutnya. “Karena dia hanya pemain pemula. Bukan pemenang bertahan di sini. Jadi bagian yang didapat tentu tidak banyak.”

Kata “tidak banyak” terdengar ironis di ruangan itu. Jumlah itu sangat sedikit bagi mereka yang terbiasa memegang uang banyak.

Bayu menatap amplop t
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 206

    Mendengar itu Bayu tentu langsung merespon. “Masa sih, perasaan aku melihatnya dia tadi biasa aja. Aku juga nggak sehebat itu cuma pas beruntung aja menang. Waktu itu aku juga sering kalah kan?”“Emm … oh iya, yang waktu itu tapi seterusnya kan kamu menang!” Basri terus berbicara dengan Bayu sementara Ria duduk ikut tersenyum saat keduanya asik tertawa. Namun, sedari tadi pandangan matanya terus diam-diam melirik ke arah Bayu.Baik wajah dan secara fisik Bayu memang sangat jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan Basri. Dari ukuran tubuh Bayu juga lebih besar, tinggi dan tampan. Tetapi berbanding terbalik dengan Basri yang sudah tidak lagi berbadan atletis karena sudah lama tidak berolahraga, tingginya juga di atas rata-rata. Dengan wajah yang memang terbilang biasa.Membuat mata Ria jadi menyipit saat mengamati kedua pria di hadapannya. Jika saja sedari awal ia bertemu dengan Bayu mungkin dirinya tidak akan menjalin hubungan dengan Basri. Namu

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 205

    Tapi Bayu baru saja teringat akan janjinya pada Rara. Seketika itu Bayu langsung mengubah topik.“Oh iya, Abang Bas. Tau nggak tempat tinggal yang aman buat wanita?” tanya Bayu.Mendengar itu Basri langsung melihat Bayu dengan seksama. Ia bahkan memegang kedua pundak Bayu.“Apa mungkin kamu melarikan diri dengan pacarmu karena hubungan kalian tidak direstui?”“Hah? Bukan begitu sebenarnya di tempat dulu aku tinggal. Ada seorang wanita cantik yang bekerja sebagai pelacur, beberapa tahun terakhir dia berusaha melunasi dirinya tapi mucikari yang menjadi atasannya tidak mau melepaskannya.” Bayu segera menjelaskannya.“Lalu apa dia melarikan diri?” Basri sudah bisa menebak kelanjutannya.Tebakan Basri membuat Bayu langsung mengangguk. “Itu benar, karena tidak tahan dan merasa tidak bisa bebas dia akhirnya memilih kabur. Tapi permasalahannya tidak sampai di situ.”“Apa yang terjadi, bukankah hanya tinggal mencari tempat tingga

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 204

    Bayu yang kebingungan dengan kondisinya saat ini karena pertarungannya ternyata sudah berakhir. Sedangkan dirinya merasa tidak ingat saat pertarungan barusan tahu-tahu ternyata sudah berakhir dan semua penonton sedang bersorak atas kemenangannya.Jantung Bayu berdegup kencang dengan suara dengungan masih terdengar di telinga meski tidak sekeras tadi. Bayu memegang dadanya karena jantung terasa seakan mau meledak.Di hadapan orang lain Bayu tidak terlihat begitu senang meski baru saja memenangkan pertarungan. Namun, wajahnya malah terlihat sangat kebingungan. “Ikut saja dulu denganku, ayo!” Basri yang melihat itu segera membawa Bayu meninggalkan arena. Tanpa menjawab Bayu tetap mengikuti Basri dari belakangnya. Mereka masuk ke ruangan tadi yang tepat di depan loker tempat baju Bayu berada. “Apa kau baru saja sadar dengan apa yang kamu lakukan?” tanya Basri.Mata Basri menatap Bayu dengan serius sembari memegang kedua pundaknya.

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Ban 203

    Hanya dengan satu gerakan tangan aba-aba dari wasit pertarungan di atas arena dimulai saat itu juga. Bayu beberapa saat lalu sempat menoleh ke arah Basri karena ia mengenali suara teriakannya barusan.Namun, karena pertarungan sudah dimulai maka Bayu kini fokus menatap lawannya. Kali ini pria yang menjadi lawannya adalah Arham salah satu petarung handal. Usianya sepantaran dengan Bayu mungkin hanya beda sedikit.Arham menatap tajam Bayu sambil meju dan mereka saling ancang-ancang akan menyerang satu sama lain. Saat kepalan tangan Arham mulai diarahkan pada Bayu dengan kekuatan penuh semangat dan cepat.Sebaliknya Bayu yang sadar akan serangan yang baru saja diarahkan padanya. Gerakan Arham begitu cepat jika dilihat oleh orang lain tapi berbeda dengan Bayu melihat gerakan itu jadi lambat. Gerakan santai Bayu hanya bergeser pelan sudah bisa menghindari pukulan.Merasakan pukulannya yang baru saja melesat hanya mengenai udara kosong. Membuat Arham se

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 202

    Matanya terus menangkap pergerakan dan menyimak seperti biasa yang ia lakukan selama ini. Setiap kali sebelum bertarung Bayu selalu mempelajari beberapa trik di atas arena yang sedang berlangsung. “Bentar lagi aku dengar kamu yang naik ke sana.” Basri menoleh pada Arjuna. Mendengar itu Arjuna langsung mengangguk. “Benar aku akan bertarung habis ini. Sekarang kamu nggak lihat aku sedang mempersiapkan diri?” “Ya … lihat kok, dari tadi kamu diam di sampingku,” singgung Basri sambil menatap malas. “Hehehe … ini juga lagi bersiap kok.” Arjuna sambil tertawa lalu menoleh ke samping. “Bayu kamu giliran kamu kapan?” “Aku nggak tahu, ini cuma lagi nunggu dipanggil ajalah. Males tanya,” jawab Bayu. Basri langsung mengusulkan, “Kalau begitu biar aku yang tanyakan dulu ke tempat boss Soma.” “Tapi Bang—” “Nggak apa lagian aku ada urusan juga di sana,” potong Basri.

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 201

    “Apa kamu masih takut?” tanya Bayu saat melihat wajah Rara. “Ya … aku hanya takut jika anak buahnya datang ke sini. Dan …” “Sudah tenang saja, tidak perlu takut. Aku tidak akan membiarkan mereka dengan mudah mendekatimu.” Sekali lagi Bayu menenangkannya. Dengan wajah tertunduk sambil menutupi sisi lain dari pipinya. Rara mengikuti Bayu masuk ke dalam. Bayu berbicara dengan seorang pria yang bekerja sebagai staff di depannya. Tidak lama kemudian kunci kamar tadi diberikan kepala mereka. Setelah berjalan sebentar di lorong akhirnya sampai di depan pintu kamar yang dituju. Sesuai dengan nomor kamar dan ketika kunci dimasukkan pintu langsung terbuka tanpa menunggu lama. “Ayo masuk! Untuk sementara kamu hanya perlu menungguku di sini sebentar. Karena nanti malam aku pasti akan datang lagi.” Bayu melangkah masuk lebih dulu. Mendengar itu Rara hanya mengangguk lalu mengikuti Bayu denga

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status