Share

Bab 295

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-07-05 17:44:32

“Ternhata pemandangan di sini luar biasa, jika kita berada di lantai dua maka bisa menikmati pemandangan ini kapan saja!” Bayu berdiri di depan jendela besari itu.

Matanya berbinar-binar saat melihat keluar tapi di depannya ternyata ada balkon. Selvi menggeser sliding pintu kaca tepat di samping Bayu hingga membuatnya menoleh.

“Ayo kesini Bayu, lihat di depan sana kamu bisa melihat pantai atau saat sore bisa menikmati sunset di sini.”

Selvi membawa Bayu berdiri di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 337

    Makanan yang dipesan Bayu tadi koni sudah diletakkan di atas meja dengan sangat rapi. Setelah itu barulah pelayan hotel keluar dari kamar mereka.Klek!Di saat yang sama Rara pun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang sengaja belum mengelap karena membiarkan sisah air.“Sini cepat duduk di sini kita mau makan. Sebaiknya kamu cepat ke sini b_-_–;¡¡iar nanti aku bantu keringkan rambutmu.” Bayu menggeser kursi di depannya agar Rara bisa langsung duduk.Drek!Suara tarikan kursi yang baru saja digeser Bayu, kemudian Rara akhirnya mendudukinya kursi tersebut Mereka mulai menikmati makan malamnya sambil menikmati pemandangan kota dari balik jendela.“Gimana, makanannya?” Bayu bertanya setelah dirinya selesai makan.Rara mengangguk. “Enak, banget rasanya. Aku sampai kenyang sekali setelah makan.” “Karena makannya sudah selesai sini aku akan batu kamu mengeringkan rambutmu.” Bayu segera mengambil handuk kecil lalu berdiri di belakang Rara yang masih duduk di kursinya.Den

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 336

    “Aku baiklah kalau begitu sesi pijatnya sudah selesai. Sekarang kamu bisa beristirahat dan tidur di sini karena waktu cek out dari hotel seharusnya besok siang. Aku sudah memesan layanan makan untukmu.”Bayu turun dari ranjangnya dan kembali berpakaian rapi. Rara yang melihat itu langsung duduk ia tahu Bayu hendak pergi dari sana.Karena sebelum pergi sudah Bayu sudah bilang pada Teo kalau ia akan pulang saat sore atau malam. Sekarang sudah malam jadi ia berniat untuk pulang ke asrama.Tangan Bayu memeriksa saku celananya merogoh ponsel yang disimpannya. Dengan cepat ia menyalakan layar ponsel dan ternyata ada beberapa pesan dari Teo kalau hari ini ia juga sedang keluar dan tidak pulang. “Eh, apa dia pergi berkencan juga?” Bayu bergumam kecil lalu kembali memasukkan ponselnya.Namun, saat Bayu hendak melangkah dari sisi ranjang Rara dengan cepat meraih tangannya.“Apa kamu mau pergi? Kenapa tidak menginap saja di sini bersamaku?

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 335

    Karena akibat rangsangan yang terlalu nikmat membuat sebagian otot di kaki Rara jadi lemas. Kakinya terlihat gemetar saat kenikmatan setiap tusukan yang menusuknya menembus lubang yang semakin mengetat. “Berhenti? Bukannya kamu yang tidak mau melepaskan milikku? Lihat, kamu bahkan mengeratkan cengkraman bagian dalammu lagi!” Bayu menekan bagian perut dan klitoris Rara hingga menambah sensitif terhadap rangsangan. Namun, ia juga sudah berada di ambang batas. Plok, plok! Pinggulnya memompa lebih keras sampai akhirnya Bayu akan mengeluarkan cairan lalu dengan cepat ia hendak mencabutnya agar keluar di luar. Namun, Rara dengan cepat menahannya. “Tidak, Bayu tolong keluarkan di dalam saja!” pintanya sambil menaikkan pinggulnya lagi. Pantulan wajah Rara yang sedang bergairah bercampur malu. Namun, ia tetap menginginkan Bayu mengeluarkannya di dalam. Bayu pun mengambilnya keinginannya karena nanti ia bisa memberikannya obat kontrasepsi. Splurrt! “Ahhnghh … ahh!” Rara merasakan Cai

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Ban 334

    Jawaban Rara membuat Bayu tenang. “Sekarang apa kita bisa lanjut?” tanya Bayu.Kedua kaki Rara kembali dilebarkannya menghadap Bayu, sambil membuka kembali lubang miliknya ia berharap Bayu lanjut memasuki dirinya lagi.Namun, Bayu tidak mendekat sebaliknya ia segera turun dari ranjang. Hal itu membuat Rara kembali terduduk di ranjang.“Mau kemana?” tanya Rara dengan wajah bingung.“Ayo ke sini aku ingin kita melakukannya di sini. Cepat!” Bayu menunjuk ke jendela besar.Cahaya sunset sore dengan beberapa bangunan gedung tinggi tapi masih ada celah untuk sunset terlihat dari kamar hotel tempat mereka berada. Pemandangan itu terlihat indah dan Rara juga penasaran dengan rasa bercinta sambil melihat pemandangan sunset. Jadi ia pun segera turun dari ranjangnya dan berjalan dengan tubuh polos tanpa sehelai benang yang menutupi.“Terus apa yang harus aku lakukan?” Sensasi ini pertama kalinya bagi Rara dan ini sangat mendebarkan sekali jadi ia akan mengikuti permainan Bayu.“Menunduk sampai

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 333

    Bahkan Rara sampai melepaskan jepitan antara kedua kakinya dengan melebarkan kaki lalu membuka bibir bawahnya dan memperlihatkan lubang erotis miliknya yang sudah sangat basah.“Kamu sudah tidak bisa tahan ya!” Bayu memegang erat kedua kaki Rara lalu menaikkan satu-satu ke sisi dua pundaknya. Hingga area depan dan pinggang Rara terangkat di saat yang sama pulang batang Bayu pun akhirnya …Jleb!Menusuk lubang yang terus meneteskan air. Berada di dalam Rara terasa hangat dan licin saat dinding bagian dalam menjepit miliknya, itu membuat Bayu keenakan bahkan batangnya sampai membesar di dalam sana.Bola mata Rara membulat saat merasakan sensasi penuh dan panas menghujam dalam perutnya. Plok, plok, plok!“Ahh hnghhh … aah!”Setiap Bayu menghentakkan pinggulnya membuat Rara terperanjat karena nikmat yang dirasakannya. “Hnggg haah … ahh, akhh!”Guncangan dari hentakan batang Bayu membuat tubuh Rara gemetar, sampai-sampai ia menarik sprei kasur dan berpegangan di sana.Payudara Rara ikut

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 332

    “Tuh kan nggak dengerin. Tadi aku jawab kalau semalam aku baru saja menyelesaikan misi jadi makanya sekarang aku bisa ada waktu luang.” Di depan pintu lift sudah kembali terbuka Bayu segara menggenggam tangan Rara agar mereka cepat keluar dari sana. Berjalan melalui lorong dan akhirnya sampai di depan kamar yang akan mereka tempati. Hanya dengan kartu kunci yang diberikan tadi mereka sudah bisa membuka kamar. Ketika pintu sudah terbuka Rara masuk lebih dulu, ia melihat kamar yang luas dari kamar yang mereka pakai sebelumnya.“Waah … ini luas! Ada jendela besarnya!” Rara berlari sampai membuka tirai tingginya yang menutupi jendela dengan pemandangan kota. Meski baru jam tiga sore tapi suasana di sana sangat bagus dari atas dan lagi mereka bisa melihat sunset sore dari sana.“Bayu, lihat di sini semua jalanan terlihat mengecil. Ini pertama kalinya aku berada di kamar seperti ini!” Tangannya melambai ke arah Bayu lalu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status