Share

Bab 328

Penulis: Lailiela
last update Tanggal publikasi: 2026-07-22 11:33:52

Kekuatan supernatural juga tidak bisa dipakai terlalu banyak karena selama beberapa hari Bayu belum berhubungan dengan wanita.

“Aku juga sudah lama tidak bertemu Mila ataupun Rara. Emm … apa aku pergi menemui mereka ya?”

Kemudian Bayu mengingat dirinya yang pernah bercinta dengan Ningsih di air terjun. 'Entah kapan aku juga bisa datang ke desa itu lagi dan bertemu dengannya atau Welas juga,’ pikir Bayu lama hati.

Tidak lama kemudian Teo yang sudah selesai mandi berj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 335

    Karena akibat rangsangan yang terlalu nikmat membuat sebagian otot di kaki Rara jadi lemas. Kakinya terlihat gemetar saat kenikmatan setiap tusukan yang menusuknya menembus lubang yang semakin mengetat. “Berhenti? Bukannya kamu yang tidak mau melepaskan milikku? Lihat, kamu bahkan mengeratkan cengkraman bagian dalammu lagi!” Bayu menekan bagian perut dan klitoris Rara hingga menambah sensitif terhadap rangsangan. Namun, ia juga sudah berada di ambang batas. Plok, plok! Pinggulnya memompa lebih keras sampai akhirnya Bayu akan mengeluarkan cairan lalu dengan cepat ia hendak mencabutnya agar keluar di luar. Namun, Rara dengan cepat menahannya. “Tidak, Bayu tolong keluarkan di dalam saja!” pintanya sambil menaikkan pinggulnya lagi. Pantulan wajah Rara yang sedang bergairah bercampur malu. Namun, ia tetap menginginkan Bayu mengeluarkannya di dalam. Bayu pun mengambilnya keinginannya karena nanti ia bisa memberikannya obat kontrasepsi. Splurrt! “Ahhnghh … ahh!” Rara merasakan Cai

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Ban 334

    Jawaban Rara membuat Bayu tenang. “Sekarang apa kita bisa lanjut?” tanya Bayu.Kedua kaki Rara kembali dilebarkannya menghadap Bayu, sambil membuka kembali lubang miliknya ia berharap Bayu lanjut memasuki dirinya lagi.Namun, Bayu tidak mendekat sebaliknya ia segera turun dari ranjang. Hal itu membuat Rara kembali terduduk di ranjang.“Mau kemana?” tanya Rara dengan wajah bingung.“Ayo ke sini aku ingin kita melakukannya di sini. Cepat!” Bayu menunjuk ke jendela besar.Cahaya sunset sore dengan beberapa bangunan gedung tinggi tapi masih ada celah untuk sunset terlihat dari kamar hotel tempat mereka berada. Pemandangan itu terlihat indah dan Rara juga penasaran dengan rasa bercinta sambil melihat pemandangan sunset. Jadi ia pun segera turun dari ranjangnya dan berjalan dengan tubuh polos tanpa sehelai benang yang menutupi.“Terus apa yang harus aku lakukan?” Sensasi ini pertama kalinya bagi Rara dan ini sangat mendebarkan sekali jadi ia akan mengikuti permainan Bayu.“Menunduk sampai

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 333

    Bahkan Rara sampai melepaskan jepitan antara kedua kakinya dengan melebarkan kaki lalu membuka bibir bawahnya dan memperlihatkan lubang erotis miliknya yang sudah sangat basah.“Kamu sudah tidak bisa tahan ya!” Bayu memegang erat kedua kaki Rara lalu menaikkan satu-satu ke sisi dua pundaknya. Hingga area depan dan pinggang Rara terangkat di saat yang sama pulang batang Bayu pun akhirnya …Jleb!Menusuk lubang yang terus meneteskan air. Berada di dalam Rara terasa hangat dan licin saat dinding bagian dalam menjepit miliknya, itu membuat Bayu keenakan bahkan batangnya sampai membesar di dalam sana.Bola mata Rara membulat saat merasakan sensasi penuh dan panas menghujam dalam perutnya. Plok, plok, plok!“Ahh hnghhh … aah!”Setiap Bayu menghentakkan pinggulnya membuat Rara terperanjat karena nikmat yang dirasakannya. “Hnggg haah … ahh, akhh!”Guncangan dari hentakan batang Bayu membuat tubuh Rara gemetar, sampai-sampai ia menarik sprei kasur dan berpegangan di sana.Payudara Rara ikut

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 332

    “Tuh kan nggak dengerin. Tadi aku jawab kalau semalam aku baru saja menyelesaikan misi jadi makanya sekarang aku bisa ada waktu luang.” Di depan pintu lift sudah kembali terbuka Bayu segara menggenggam tangan Rara agar mereka cepat keluar dari sana. Berjalan melalui lorong dan akhirnya sampai di depan kamar yang akan mereka tempati. Hanya dengan kartu kunci yang diberikan tadi mereka sudah bisa membuka kamar. Ketika pintu sudah terbuka Rara masuk lebih dulu, ia melihat kamar yang luas dari kamar yang mereka pakai sebelumnya.“Waah … ini luas! Ada jendela besarnya!” Rara berlari sampai membuka tirai tingginya yang menutupi jendela dengan pemandangan kota. Meski baru jam tiga sore tapi suasana di sana sangat bagus dari atas dan lagi mereka bisa melihat sunset sore dari sana.“Bayu, lihat di sini semua jalanan terlihat mengecil. Ini pertama kalinya aku berada di kamar seperti ini!” Tangannya melambai ke arah Bayu lalu

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Ban 331

    “Iya juga sih, merek suka pakai yang pendek-pendek begini. Ayo di depan sana mobil grab yang aku pesan sudah sampai.Ketika sampai di depan kosan dan menunjuk ke depannya mobil yang dipesan Bayu sudah sampai di sana.Bayu segera membukakan pintu untuk Rata agar bisa masuk ke mobil duluan lali barulah dirinya uang masuk.“Oh iya, kita mau ke hotel mana nih?” tanya Rara sembari menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.Mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah kos. Di perjalanan Bayu menjawab pertanyaan Rara tadi. “Di hotel tempat biasa yang kadang kita datangi,” jawab Bayu.Selama beberapa kali saat mereka tidak bisa berhubungan di kos karena ibu kos selalu mengganggu dengan sering berjalan mondar-mandir di depan kamar.Jadi karena itu mereka sering pergi keluar seperti ini agar saat melakukan adegan mantap-mantap jadi tidak ada yang akan mengganggu dan lagi di hotel Rara bebas mendesah denga keras tanpa haru menahannya.Tidak lama kemudian mobil berhenti di depan hotel, Bayu dengan

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 330

    Dengan cepat Bayu berjalan menuju kosan Rara, saat baru masuk dan hendak naik ke lantai dua karena kosan Rara di sana. Namun, Bayu melihat Rara ternyata sedang menunggunya di tangga.Rara duduk jongkok memakai celana pendek sepaha dan baju kaos ketat lengan pendek dan bagian perutnya crop top. Membuat bagian pusarnya dan perut rata, serta pinggang rampingnya.“Akhirnya kamu sampai juga, mampir kemana saja sih tadi kok lama banget!” protes Rara sambil menatap malas keluar rumah yang panas.“Kalau aja nggak panas, aku pasti jemput kamu!” tambahnya sambil berjalan cepat di tangga dengan kaki sengaja dihentak-hentakkan.“Itu karena tadi aku sempat mampir ke minimarket buat beli minuman.” Bayu mengingat kalau ia juga sempat dicegat di jalan. “Dan … tadi aku ada masalah sedikit sama beberapa orang jadi terlalu lama di sana.”“Pantas saja kamu lambat datang, aku sampai berpikir kalau kamu tidak jadi datang ke sini.” Karena tidak fokus

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status