Short
Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain

Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain

By:  PenyihirCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku menikah tujuh kali dengan wanita yang sama. Demi cinta pertamanya, dia juga bercerai denganku tujuh kali. Saat pertama kali menikah, dia berkata kepadaku, "Aku hanya akan mencintaimu seorang dalam sisa hidupku." Namun, setiap kali cinta pertamanya pulang ke negara ini, dia langsung mengubah narasinya, "Bisa nggak kamu lebih dewasa sedikit? Apa kamu harus buat Roderick menanggung tuduhan menggoda istri orang?" Saat perceraian pertama, aku mengiris pergelangan tanganku untuk memaksanya tetap tinggal. Aku dibawa ambulans ke rumah sakit, tapi dia bahkan tidak datang menjengukku sekali pun. Saat perceraian ketiga, aku merendahkan gengsiku dan melamar sebagai asisten di perusahaannya, hanya agar punya kesempatan untuk lebih sering melihatnya. Saat perceraian keenam, aku sudah belajar untuk membereskan barang-barangku sendiri dengan patuh dan pindah dari rumah pernikahan kami. Sikapku yang kehilangan kendali, semua pengorbanan dan kepatuhanku ... hanya berujung dengan keputusannya untuk rujuk denganku berulang kali. Trik lama itu terus-menerus digunakannya berkali-kali. Sampai kali ini, setelah aku menerima kabar bahwa cinta pertamanya akan segera kembali, aku sendiri yang menyerahkan surat perjanjian cerai ke tangannya. Seperti biasa, dia menetapkan waktu untuk menikah lagi denganku. Namun dia tidak tahu, kali ini aku akan benar-benar pergi.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Roderick sudah pulang, kita cerai saja."

Dengan wajah tanpa ekspresi, aku menyerahkan surat perjanjian cerai yang sudah kutandatangani ke tangan istriku, Bianca.

Ekspresi Bianca sempat membeku sesaat, tapi dia segera kembali sadar. Dengan gerakan yang sudah sangat terbiasa, dia menandatangani namanya di atas perjanjian itu.

Lalu seperti enam kali sebelumnya, dia berkata ringan kepadaku, "Satu bulan lagi Roderick pergi, aku akan menikah lagi denganmu."

Kalau dulu, kalimat itu sama sekali tidak bisa memberiku rasa aman yang kuinginkan. Aku bahkan mungkin akan memaksanya bersumpah atau membuat perjanjian tertulis. Namun kali ini, hatiku tidak terpengaruh sedikit pun. Sampai-sampai aku bahkan tidak punya keinginan untuk menanggapi.

"Firza, kamu dengar nggak aku ngomong?" Bianca mengerutkan kening. Dia jelas tidak puas dengan keheninganku.

Aku hanya bisa mengangguk. "Mm."

Tanganku tetap bergerak, melipat pakaian satu per satu lalu memasukkannya ke dalam koper. Kalau Bianca berkata kapan akan menikah lagi, dia pasti akan menepati ucapannya.

Di dunia bisnis, dia terkenal sebagai orang yang menepati janji. Itu tidak perlu diragukan. Kebetulan sekali, hubungan aku dan dia memang tidak seperti suami istri.

Kami lebih seperti pihak A dan pihak B yang harus memutus dan memperbarui kontrak secara berkala, wajib menandatangani lembar demi lembar dokumen bernama akta nikah dan akta cerai sesuai jadwal.

Dalam setahun ada dua lembar kontrak seperti itu. Sampai sekarang, aku sudah menandatangani 12 lembar.

Aku masih ingat waktu di pernikahan dulu, dia pernah berkata kepadaku bahwa dia tidak akan mengkhianatiku selama masa pernikahan.

Memang, dia menepatinya.

Karena setelah bercerai, dia bebas bersama siapa pun yang diinginkannya.

Konsekuensi yang harus kuterima hanya satu. Aku menjadi mainan yang dikenal sebagai seseorang yang bisa dipanggil dan dibuangnya sesuka hati di kalangan mereka.

Namun, sikapku yang tidak biasa hari ini tampaknya membuat Bianca sedikit kehilangan akal. Bagaimanapun juga, aku pernah histeris saat perceraian sebelumnya, bahkan sampai melukai diri sendiri. Gambaran itu masih terus terbayang di benaknya.

Dia menatap gerakanku yang kali ini jauh lebih cepat dan lebih terampil saat membereskan koper dibanding sebelumnya. Dengan sedikit canggung dia berkata, "Kalau begitu, kali ini biar aku saja yang pindah keluar ...."

Terdengar suara koper besar yang kututup, sekaligus memotong ucapannya yang belum selesai. "Aku sudah bilang sama temanku, aku akan tinggal di rumahnya beberapa hari."

Ekspresi Bianca semakin buruk, lalu dia seolah teringat sesuatu. "Jangan-jangan kamu mau pakai trik lama lagi, pura-pura jadi asisten lalu diam-diam ke perusahaan untuk mengawasiku?"

"Firza, apa kamu nggak punya urusan sendiri? Apa kamu memang nggak bisa hidup tanpa wanita?"

Aku langsung memahami maksud tersembunyi di balik ucapannya. Dia hanya tidak ingin aku pergi ke perusahaannya dan mengganggu kemesraannya dengan Roderick.

Bagaimanapun juga, Roderick jarang sekali pulang ke negara ini. Tentu Bianca berharap Roderick bisa menemani di sisinya sebagai asisten eksekutif dan tidak terpisah sedetik pun.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status