Short
Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

By:  FistCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada bulan ketiga sejak suamiku dinyatakan hilang secara misterius, aku justru melihatnya di sebuah bar. Ia sedang merangkul bahu sahabat wanitanya dan tertawa lepas tanpa beban. “Untung saja kamu kasih ide itu. Kalau tidak, aku hampir lupa rasanya kebebasan.” Teman-teman di sekelilingnya mengangkat gelas dan bersulang satu demi satu, sambil bertanya kapan ia berencana muncul kembali. Ia menunduk sejenak, berpikir. “Mungkin seminggu lagi. Tunggu sampai dia benar-benar mencariku sampai gila baru aku muncul.” Aku berdiri di sudut gelap, memandangnya menikmati kebebasan itu. Lalu, aku menelepon seorang teman yang bekerja di bagian administrasi kependudukan.

View More

Chapter 1

Bab 1

Pada bulan ketiga sejak suamiku dinyatakan hilang secara misterius, aku justru melihatnya di sebuah bar.

Ia sedang merangkul bahu teman baiknya dan tertawa lepas tanpa beban. “Untung saja kamu kasih ide itu. Kalau tidak, aku hampir lupa rasanya kebebasan.”

Teman-teman di sekelilingnya mengangkat gelas dan bersulang satu demi satu, sambil bertanya kapan ia berencana muncul kembali.

Ia menunduk sejenak. “Mungkin seminggu lagi. Tunggu sampai dia benar-benar mencariku sampai gila baru aku muncul.”

Aku berdiri di sudut gelap, memandangnya menikmati kebebasan itu. Lalu, aku menelepon seorang teman yang bekerja di bagian administrasi kependudukan.

“Aku sudah memutuskan untuk menghapus status kependudukan Sean Gena.”

“Tidak mau mencarinya lagi?” tanya temanku dari seberang telepon dengan ragu-ragu.

Aku mengangkat pandangan, menatap Sean yang sedang merangkul Sella Mona sambil berbisik pelan di telinganya. Mataku terasa perih, suaraku tercekat. “Tidak akan ketemu lagi.”

Jika seseorang memang berniat bersembunyi, bahkan jika ditemukan, apa gunanya?

Setelah menutup telepon, aku berbalik dan kembali ke ruang VIP.

Sahabatku melihat wajahku yang muram, lalu menyelipkan segelas alkohol ke tanganku.

“Wilona, Sean sudah hilang tiga bulan. Hampir tidak ada kemungkinan dia masih hidup. Kamu harus tetap melanjutkan hidup.”

Aku menunduk, menatap cairan berwarna-warni di dalam gelas, lalu meminumnya dalam satu tegukan.

Rasa pedas yang membakar langsung memaksa air mataku keluar. Aku terus berkedip, menahan perih di dada, lalu bertanya lirih, “Apa ada orang yang pura-pura menghilang untuk menipu istrinya sendiri?”

Ia menatapku dengan kesal, seolah aku masih belum sadar. “Apa-apaan itu? Orang yang tega melakukan itu bukan manusia. Lebih baik benaran mati saja!”

Aku menghapus air mata dan mengambil tas di sofa.

“Kamu benar. Aku harus melepaskan Sean Gena.”

Setelah berkata demikian, aku berbalik dan pulang.

Rumah masih sama seperti biasa kesunyiannya. Selama tiga bulan ini, aku selalu takut pada kesunyian seperti ini. Setiap pulang, aku selalu menyalakan semua lampu, menyeduh secangkir teh yang biasa diminum Sean, lalu meletakkannya di atas meja. Seolah-olah ia masih ada di rumah.

Aku tidak mengerti. Jika ia tidak ingin melanjutkan kehidupan bersamaku, ia bisa saja bercerai. Mengapa harus berpura-pura mengalami kecelakaan ski dan menghilang?

Aku duduk di sofa, mengambil pajangan figur chibi kami berdua yang terletak di meja.

Dulu, Sean pernah bersandar di sampingku, menunjuk kedua figur kecil itu sambil tersenyum. “Nanti kalau aku tidak ada, biarkan mereka berdua menggantikanku untuk menemanimu.”

Kata-kata masa lalu itu bertabrakan dengan suara jengkel yang kudengar darinya di bar hari ini.

“Dulu Wilona Alisa lembut dan menyenangkan. Entah kenapa setelah menikah, dia jadi semakin manja. Kali ini aku pura-pura mati sekalian memberinya pelajaran, supaya dia tidak terus-terusan menempel padaku.”

Sella yang duduk di sampingnya, menuangkan segelas alkohol untuknya. “Aku lebih baik, kan? Kita sudah lama berteman. Aku nggak pernah menempel terus padamu.”

“Iya, iya. Kamu temanku yang terbaik.”

Mereka berbicara atas nama persaudaraan, tapi kaki mereka saling terpaut erat.

Mengingat adegan itu, rasa mual kembali bergejolak di dadaku.

Aku melempar pajangan itu ke tempat sampah, lalu mengambil ponsel dan mengirim pesan massal.

[Sean Gena meninggal dunia akibat kecelakaan tiga bulan lalu. Upacara pemakaman akan dilaksanakan satu minggu lagi.]

Tak lama kemudian, pesan balasan dari sahabat-sahabat dekat Sean masuk secara bertubi-tubi.

[Jenazahnya belum ditemukan, bagaimana bisa kamu mengadakan pemakaman?]

[Wilona, kamu sudah gila? Kak Sean belum mati!]

[Kalau Kak Sean kembali dan melihat pemakamannya sendiri, dia pasti akan marah besar! Wilona, pikirkan itu baik-baik. Kamu berani membuatnya marah?]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status