Mag-log inSuamiku, Roni Jatmiko, yang menggunakan kornea mataku, memaksaku berlutut dan menirukan suara anjing. Putriku yang di dalam tubuhnya berdetak jantungku, dengan lantang berkata bahwa aku tidak pantas menjadi ibunya. Sebelum jantung buatan di tubuhku berhenti berdetak, aku menelepon suamiku. Namun dia justru membentak aku dengan dingin, “Luna, bisakah kamu berhenti buat keributan?! Kalau memang mau mati, pergi saja jauh-jauh! Aku tidak mau mengurus mayatmu!” Saat itu, di tengah hamparan salju, aku hanya bisa menutup satu-satunya mata kiriku yang tersisa. Kemudian, suami yang tak pernah mencintaiku itu menggali keluar bola matanya sendiri. Putri yang tak mau mengakui aku itu berkali-kali mencoba bunuh diri, hanya demi bisa menemuiku sekali saja. Namun aku ... sudah tak lagi menantikan cinta dari mereka.
view more"Pokoknya kita putus, Edward!" ketus seorang gadis bernama Ranti yang baru ketahuan berselingkuh oleh kekasihnya sendiri.
"Apa kamu bilang, Ranti? Kita putus? Apakah kamu sudah gila? Jangan berpikiran macam-macam kamu!" seru Edward, pemuda yang menjadi pacarnya. "Aku sedang tidak bercanda Edward! Aku menginginkan kita putus sekarang juga!" seru sang gadis lantang. "Apa?" kaget pria itu bukan kepalang. Pasalnya Ranti lah yang telah ketahuan berselingkuh dengan pesaing bisnisnya. Akan tetapi malah gadis itu yang meminta untuk memutuskan hubungan dengannya. "Ranti, apakah kamu tidak berpikir dengan lamanya hubungan kita telah terjalin?" tanya pria itu sambil memegang erat tangan gadis itu. "Aku ... aku akan memperbaiki diriku. Aku tidak akan sibuk-sibuk lagi. Aku akan membagi waktuku untuk dapat bersamamu. Please, Ranti. Aku tahu kamu sedang khilaf saat ini." Edward sampai memohon kepada sang pacar yang terang-terangan telah berselingkuh darinya. Pria itu bepikir jika pacarnya berselingkuh dan dekat dengan pria lain, karena dirinya yang selalu sibuk setiap hari di perusahaan miliknya. Sehingga tidak ada waktu banyak dengan sang kekasih. Senaif itu pemikiran Edward saat ini demi untuk mempertahankan hubungan percintaannya dengan Ranti. Sang pria tidak sadar jika hubungannya dengan gadis itu dapat dikategorikan sebagai suatu hubungan toxic. Namun bukannya berempati kepada permohonan Edward. Dengan cepat Ranti menghempas tangan pria itu yang sedang menggenggam tangannya dengan erat. Lalu dengan ketus, dia pun berkata, "Kamu tidak perlu merayuku! Asal kamu tahu dari awal aku tidak pernah mencintaimu! Kamu harus tahu itu!" ucap Ranti sinis. "Apa yang kamu barusan katakan Ranti?" tanya Edward sangat terkejut dengan perkataan pacarnya yang sungguh menusuk itu. "Oh ... ternyata kamu budek rupanya, Edward? Baiklah! Aku akan mengulangnya kembali! Aku tidak pernah mencintaimu sama sekali Edward! Sejak dulu sampai sekarang! Apakah kamu sudah mendengar semuanya?" ujarnya setengah berteriak. Saat ini keduanya sedang berada di sebuah taman. Untung saja di sana hanya ada mereka berdua. Sehingga semua teriakan Ranti hanya dapat di dengar oleh Edward. "Kamu?" Edward tak menyangka dengan semua perkataan yang terlontar dari bibir gadis itu. "Kamu jangan main-main dengan perkataan mu, Ranti. Telah bertahun-tahun kita bersama, tapi kamu malah mengatakan tidak pernah mencintaiku? Cih! Jangan ngarang kamu!" serunya lagi. "Aku tidak sedang mengarang cerita Edward! Semua yang kukatakan adalah kebenaran! Aku tidak pernah mencintaimu!" "Ranti! Jika kamu tidak mencintaiku, kenapa kamu mau menjadi pacarku dan menjalin hubungan yang cukup lama denganku?" teriak Edward mulai emosi. "Ha-ha-ha! Karena aku ingin mempermainkan mu!" Lalu tiba-tiba, gadis itu melempar sebuah foto seorang gadis di hadapan Edward. "Lihat baik-baik perempuan di dalam foto itu! Biar kamu lebih mengenalnya dengan jelas!" tutur Ranti sengit. Karena penasaran Edward pun segera mengambil beberapa lembar foto yang tadi dilempar oleh Ranti di hadapannya. Pria itu mulai menatap dalam-dalam wanita di dalam foto itu. "Ini kan mantanku yang sangat matre," gumamnya dalam hati. "Apakah kamu mengenal gadis itu Edward Kenneth?" tanya Ranti ketus. "Ya, aku mengenalnya. Dia salah satu mantanku. Kami telah lama putus. Memangnya kenapa? Apa urusannya gadis ini dengan hubungan kita, Ranti?" tanya Edward penansaran. "Tentu saja ada! Dia adalah sepupuku! Sekarang dia depresi gara-gara kamu putuskan! Aku menjalin hubungan denganmu untuk membalaskan dendamnya kepadamu!" "Apa? Tari, sepupumu?" "Iya! Dia sepupuku! Kenapa? Kamu kaget? Tega-teganya kamu memutuskan hubungan dengannya Edward! Padahal Tari cinta mati kepadamu!" seru Ranti lantang. "Hei! Tunggu dulu! Kamu jangan menuduhku sembarangan begitu!" Edward jelas tidak terima dengan semua tuduhan Ranti kepadanya. "Tuan Muda Edward Kenneth yang terhormat! Aku tidak menuduh Anda! Akan tetapi aku mengatakan hal yang sebenarnya terjadi! Berhenti lah berpura-pura bodoh seperti itu!" tukas Ranti tak mau kalah. "Asal kamu tahu! Tari saat ini telah resmi menjadi penghuni salah satu rumah sakit jiwa! Dasar pecundang! Pemain wanita! Beraninya menyakiti hati kaum hawa! Pengecut kamu Edward!" Begitu tajamnya omongan Ranti kepada Edward. Bahkan gadis itu terdengar beberapa kali memaki-maki Edward dan mengucapkan beberapa kalimat kotor kepada pria itu. Sepertinya Ranti sangat puas telah memaki-maki Edward. Bahkan pun dengan sengaja dia berselingkuh dengan musuh Edward demi untuk menjatuhkan mental pemuda itu dan membuatnya semakin terpuruk dalam kehidupannya. "Ranti, tolong dengarkan dulu penjelasanku. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Tolong tenanglah dulu dan biarkan aku menjelaskan semuanya," serunya lagi. "Tidak perlu! Aku tidak sudi lagi mendengarkan semua perkataan mu yang bulshit! Akhirnya dendam Tari terbalaskan dengan sempurna! Sungguh aku tidak pernah menyangka, ya! Selamat tinggal Edward! Semangat menikmati hari-hari kelam mu mulai dari sekarang!" ucap sang gadis lalu mulai bergegas pergi dari taman itu. "Tunggu, Ranti! Jangan tinggalkan aku! Aku sangat mencintaimu! Please .... Aku juga akan memaafkanmu kali ini! Tolong Ranti! Dengarkan aku dulu." Edward mencoba mengejar kekasihnya. Namun tiba-tiba muncul sebuah mobil mewah yang berhenti tepat di hadapan keduanya. Bersamaan dengan itu Edward akhirnya berhasil meraih kembali tangan Ranti dalam genggamannya. Lalu kaca mobil itu mulai terbuka. Di dalam mobil terlihat sosok Rian, musuh bebuyutan Edward, yang paling dirinya benci di dunia ini. "Selamat siang, Tuan Edward!" sapa Rian penuh ejekan kepada Edward. Lalu pemuda itu melihat tangan Ranti yang sedang digenggam erat oleh Edward. Emosinya seketika memuncak, Rian pun segera berkata, "Hei ... Edward Kenneth! Lepaskan tanganmu darinya! Dasar bajingan! teriaknya lantang dari dalam mobil. "Lho memangnya kenapa jika aku menggenggam tangan pacarku sendiri?" jawab Edward tak mau kalah. Mendengar ucapan pria itu, Ranti malah tertawa terbahak-bahak saat ini, "Edward, kita sudah putus! Aku bukan siapa-siapa mu, lagi!" ujar Ranti tajam lalu menghempas tangan Edward dengan sangat keras. "Ranti! Kamu ...?" Edward lagi-lagi kaget dengan perkataan sang gadis. Edward sudah sangat menyayangi Ranti. Sepertinya pria itu telah cinta mati kepadanya. Dia tidak mungkin melepaskan Ranti begitu saja. Edward mencoba kembali meraih tangan Ranti mengisyaratkan kepada gadis itu, untuk mendengar penjelasannya terlebih dahulu. Akan tetapi Rian yang baru saja ke luar dari dalam mobil lebih dulu meraih tangan Ranti dan membawanya di dalam pelukannya. "Anda jangan memaksa! Ranti pacar gue!" "Apa?" Edward tak semakin tak percaya. "Ranti! Kamu ...?" Lagi-lagi Edward kaget dengan apa yang terjadi saat ini kepadanya. "Iya! Rian adalah pacarku! Kami telah lebih lama berpacaran dan menjalin hubungan! Dia menginzinkanku untuk mendekatimu hanya demi untuk balas dendam!" seru Ranti tajam. Namun Edward yang telah dibutakan oleh cinta terus saja memohon kepada Ranti untuk mendengar penjelasannya. Rian yang tersulut emosi ingin menghajar Edward saat ini juga. Dia mulai memasang kuda-kuda untuk melakukan penyerangan. Namun sebuah teriakan dari Aksa, sang asisten pribadi dari Edward, menciutkan nyalinya. "Tuan Rian! Jika Anda berani menyentuh kulit Tuan Muda Edward sedikit pun! Saya pasti kan Anda akan segera lenyap dari muka bumi ini sekarang juga!"Pada hari jenazahku dikremasi, Ara berdiri terpaku di samping Roni. Baru beberapa hari berlalu, namun wajah kecil yang dulu aku rawat hingga tampak merah muda dan berisi itu kini sudah tampak mengering dan pucat.Ara menatap batu nisanku, lalu bertanya dengan suara lirih, “Papa, apa setelah ini aku benar-benar tidak akan bisa melihat Mama lagi?”Roni hanya merespons dengan usapan di kepala Ara, ia tak tega mengatakan bahwa orang mati tak mungkin hidup kembali.Seolah sedang merajuk, Ara mengerucutkan bibirnya.“Kenapa dia tega meninggalkanku?”“Jelas-jelas dia kabur dengan orang lain. Bibi Farah bilang Mama tidak mencintaiku.”Suara Roni tercekat, air mata besar jatuh dari matanya. Ia berjongkok, meniru caraku dulu saat menenangkan Ara, lalu mencubit lembut pipinya.“Mama bukan tidak menginginkanmu.”“Dia pergi untuk meninggalkan jantungnya padamu.”“Dia kehilangan satu matanya agar Ayah masih bisa melihat dunia ini.”“Ara, Mama adalah orang yang paling mencintaimu di dunia ini.”Namun
“Ada retakan pada tulang kering.”“Di bagian belakang betis terdapat bekas sayatan sepatu es sepanjang 10 sentimeter, berbentuk melengkung, ini adalah luka yang disengaja oleh manusia.”“Di bawah tulang rusuk rongga dada terdapat titik-titik perdarahan, disebabkan oleh tekanan benda tajam.”“Jantung buatan berhenti berfungsi akibat terpapar suhu rendah dalam waktu lama.”Polisi mengangkat kepala, menatap Roni yang tampak linglung dengan sorot penuh simpati. “Istri Anda meninggal di Negara Es karena dibunuh.”Alis Roni langsung berkerut, dadanya naik turun dengan hebat seiring napasnya yang terasa berat.“Pasti dibunuh oleh pria selingkuhannya!”“Sudah ditemukan siapa orang terakhir yang bersamanya?!”Polisi menghela napas pelan. “Apa Anda punya bukti konkret tentang pria selingkuhan yang Anda maksud?”“Saat Nyonya Luna lari keluar dari vila sebelum meninggal, dia tidak membawa apa pun.”“Ketika Anda membereskan barang-barangnya, apa Anda tidak menyadari bahwa dia sama sekali tidak memb
Setelah menutup telepon, Rino tersenyum ke arah Farah yang wajahnya tampak agak pucat.“Sepertinya Luna ingin kembali. Dia sampai menyewa orang untuk mengujiku.”“Farah, jangan khawatir. Begitu dia pulang, aku akan langsung menceraikannya.”“Hanya membayangkan wajahnya saja sudah membuatku mual. Sudah buta sebelah, masih juga tak bisa menahan diri untuk berselingkuh. Perempuan murahan seperti dia memang seharusnya segera enyah!”Roni terus berbicara tentang aku, namun Farah tampak tidak sepenuhnya fokus dan hanya menanggapi dengan seadanya. Setelah itu, Ara berlari menghampiri Farah sambil memeluk buku dongeng, meminta Farah membacakan cerita sebelum tidur.Wajah Farah justru mengeras. Saat ceritanya sampai pada kisah "Putri Duyung Kecil", ia berkata dengan nada dingin dan kejam, “Putri duyung seharusnya membunuh sang putri. Lagi pula pangeran sama sekali tidak mencintainya.”“Hanya orang yang saling mencintai yang pantas bersama. Sang putri cuma menang karena latar belakang keluargany
Saat Roni kembali, ia mendapati pintu vila terbuka lebar. Aku yang seharusnya terbaring di tempat tidur karena patah tulang kaki, tidak bisa ditemukan di mana pun. Aku menghilang tanpa jejak.Entah mengapa, hati Roni mendadak diliputi rasa gelisah. Ia naik turun lantai beberapa kali, memanggil namaku, namun tak ada satu pun jawaban.Ara mengerucutkan bibir, seraya bicara, “Papa, telepon saja Mama… maksudku, telepon saja dia.”Mata bening Roni terlihat berkaca-kaca, ia tampak ketakutan oleh kepergianku yang tiba-tiba. Roni mencoba menghubungiku, namun ponselku telah membeku dan mati otomatis. Melihat Roni mengernyit sambil menurunkan ponselnya, Farah justru tersenyum tipis.“Kak Roni, Ara, jangan khawatir.”“Kemarin aku melihat Kak Luna akrab sekali dengan seorang instruktur ski. Sepertinya hari ini mereka sudah janjian pergi bermain.”Mendengar itu, urat di pelipis Roni seketika menegang. Roni pun marah dan membanting ponsel ke lantai.“Aku mengkhawatirkannya? Perempuan tak tahu malu i












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu