Share

Bab-26

Author: AgathaQuiin20
last update Last Updated: 2025-10-21 21:25:55

Mobil berhenti mendadak di depan rumah Jesslyn. Suara mesin langsung padam, menyisakan keheningan menyesakkan. Lampu jalan menyorot samar wajah Jesslyn yang masih keras kepala, tapi matanya bergetar.

Christian bersandar di setir sebentar, mengusap wajahnya kasar, lalu menoleh padanya. Rahangnya tegang, matanya merah karena menahan terlalu banyak amarah dan juga kesabaran. Entah harus sabar apa yang Christian lakukan untuk menghadapi Jesslyn yang terus menolaknya.

“Kenapa Lo selalu bikin gue gila, Jess? Kenapa harus dia—Sabian—yang Lo biarin ada disamping lo?!” ucap Christian, suaranya berat dan penuh amarah yang tertahan.

“Karena dia nggak pernah bikin gue ngerasa hancur kayak lo. Karena dia nggak pernah bikin gue jadi pilihan kedua—”

Belum sempat kalimat itu selesai, Christian mendekat dengan cepat, tangannya mencengkeram dagu Jesslyn dan bibirnya menekan bibir Jesslyn dengan brutal.

Ciuman itu bukan lembut. Itu marah, penuh luka, penuh ketakutan. Jesslyn meronta, menahan dengan ked
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Behind the Ring   Bab-103

    Pagi itu terlalu tenang untuk sesuatu yang sebentar lagi akan pecah. Cahaya matahari menembus jendela besar mansion keluarga Tian, memantul di lantai marmer yang mengkilap, menciptakan pantulan yang indah — tapi dingin. Di tengah ruang tamu megah itu, Yoora duduk di kursi utama, dengan wajah tegang dan tangan menggenggam secangkir teh yang sudah lama tak disentuh.Di depannya, keluarga Hanna — ayah, ibu, dan Hanna sendiri — tampak berusaha menjaga wibawa, meski ketegangan di udara bisa dipotong dengan pisau. Hanna mengenakan dress pastel rapi, tapi matanya sembab.Lalu terdengar langkah tegas dari arah tangga.Christian Tian muncul dengan jas abu muda, rambut sedikit acak, tapi ekspresinya begitu tenang hingga terasa berbahaya. Ia menatap satu per satu orang di ruangan itu sebelum membuka suara.“Terima kasih sudah datang pagi-pagi,” ucapnya datar. “Aku ingin bicara langsung bia

  • Behind the Ring   Bab-102

    “Lo serius El?” Rhea nampak ragu dengan cerita itu, tapi dari cara bicara Elina dan raut wajah yang serius membuat Rhea mempertimbangkan cerita itu.“Demi Tuhan Mbak Rhea. Gue rela jomblo seumur hidup kalau gue bohong sama Lo.” Rhea mengangguk kecil. “Masa iya sejahat itu dia, El?” “Heh Mbak Rhea Lo yang setelah ini bakalan jadi sepupuan sama dia, masa iya nggak tau sikapnya macam mana?”Masalahnya selama ini Hanna menunjukkan diri yang cukup baik. Hanna juga mengenal Rhea meskipun tidak sedekat Elina dan juga Jesslyn. Mereka hanya bertemu jika Hanna main ke kantor Sabian, atau mungkin dalam acara keluarga Miller yang mengharuskan Hanna datang. Dan selama ini yang dia tunjukkan sikap baik, manis dan perhatiannya pada keluarga Miller. Tidak ada yang aneh, bahkan jika di bilang curiga jika dia orang jahat tidak akan terlintas dipikiran Rhea dan yang lain. Wanita itu cukup baik, topengnya cukup baik sehingga Rhea ragu dengan apa yang dibicarakan oleh Elina barusan. Tidak mungkin rasany

  • Behind the Ring   Bab-101

    Suasana kantor tampak biasa — rapat, tumpukan berkas, aroma kopi pagi. Tapi di ruang HRD, Jesslyn menatap surat di tangannya dengan alis berkerut.Kertas putih dengan kop resmi, tanda tangan dewan direksi, dan tulisan jelas:Penempatan sementara ke cabang Sabian Asia (Singapore Division)Sebagai bentuk pengembangan profesional dan tanggung jawab baru.“Singapore?” gumam Jesslyn pelan. “Gue bahkan nggak pernah apply untuk overseas post…”Elina yang duduk di meja seberang ikut menatap kertas itu, wajahnya kaget. “Gila, itu posisi tinggi, tapi… tiba-tiba banget, Jess. Lo yakin bukan ada yang salah sistem?”Jesslyn tidak menjawab. Di dadanya ada sesuatu yang tidak tenang, meski di permukaan ia berusaha tersenyum. “Ya mungkin keberuntungan aja kali…” katanya lemah. Tapi ada untungnya juga dia harus pergi ke Singapore, setidaknya dia bisa menenangkan diri apalagi adegan semalHari itu langit mendung. Jesslyn turun ke basement dengan langkah cepat, membawa berkas penting untuk rapat sore. I

  • Behind the Ring   Bab-100

    “Apa yang kamu lihat kemarin belum cukup untuk membuatmu sadar, Nona Jesslyn?”Langkah kaki Jesslyn terhenti langsung, tanpa menoleh pun dia tahu siapa yang berbicara padanya siang ini. Noah? Yang melihat hal itu hanya mengintip dari kejauhan dan tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.Dengan telat dan keberanian yang mendalam. Wanita itu membalik badannya dan tersenyum kecil. “Jadi anda sudah tau Nyonya Yoora?”“Ya … aku tahu segala hal, Jesslyn.” Katanya dengan elegant.Jesslyn tertawa kecil. “Segitunya ya Anda ingin saya hancur?”Dengan perkataan itu Yoora tidak suka. Dia melemparkan tatapan tajam dan menusuk untuk Jesslyn. Seolah tatapan itu sebuah peringatan kalau Jesslyn tidak akan memiliki celah untuk kembali pada Christian. Wanita itu hanya ingin yang terbaik untuk Christian, tidak ada

  • Behind the Ring   Bab-99

    Udara malam itu berat. Langit Ibukota gelap tapi tak hujan, hanya kelam dan pengap seperti menyimpan sesuatu yang ingin meledak. Jesslyn memandangi pesan singkat dari Christian di layar ponselnya — hanya satu baris.“Datang ke apartemen dulu, aku perlu bicara.” ucap Jesslyn membuka pesan masuk dari Christian.“Kenapa Jess?” Tanya Rhea yang melihat wajah Jesslyn berubah total.“Gue harus pergi, nanti gue balik lagi.” Tidak ada emoji, tidak ada nada lembut seperti biasanya. Datar, dingin. Tapi justru itu yang membuat dada Jesslyn bergetar hebat. Ia tak tahu kenapa, tapi langkah kakinya terasa berat menuju lift rumah Rhea. Seakan setiap detik mendekatkan dirinya pada sesuatu yang tidak siap dihadapi.Begitu pintu apartemen itu terbuka, aroma ruangan langsung memukul memorinya. Dulu, tempat ini menjadi rumah Christian bersama Hanna — sebelum semuanya berantakan, sebelum Christian memilih tinggal bersamanya. Jesslyn menatap dinding yang masih menyimpan bingkai foto lama yang belum dicopot

  • Behind the Ring   Bab-98

    “Sumpah ya Jes kayaknya akhir-akhir ini Lo hobi banget ngasih bahan gosip semua orang.” ucap Elina.Saat ini mereka tengah beras di pantry kantor. Jesslyn yang duduk tenang sambil meneguk kopinya, menatap semua orang yang mulai menatapnya kembali. Entah apa yang mereka pikir dan bicarakan, Jesslyn sama sekali tidak peduli lagi. Yang ada dipikirannya sekarang, bagaimana cara Jesslyn menyadarkan Yoora jika tidak semua yang dia inginkan akan terpenuhi. Apapun yang wanita itu inginkan tidak semuanya dia dapat. Ada banyak hal yang diluar kendali dia, dan ada banyak juga yang endingnya tidak sesuai dengan apa yang Yoora inginkan. Itu, itu yang Jesslyn pikirkan sekarang. Dia harus membuat Yoora berpikir kehidupan tidak hanya tahta, kehormatan dns juga harta. Tapi tentang kehidupan, makan dan juga tujuan. Itu yang harus Yoora ingat. Hanya saja sepertinya begitu sulit untuk menembus Yoora, sampah Jesslyn harus memikirkan ulang.“Iya, sampai ke ruangan gue mereka masih bicarain Jess yang dipang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status