Share

Kabar Buruk

Author: Erdin Xes
last update Last Updated: 2025-09-29 16:17:09

"Maaf, Pak Rudi dan Ibu Amanda. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Pak Rudi mengalami cidera pada testis, sehingga kemungkinan besar tidak bisa memiliki keturunan," ucap dokter kandungan, suaranya lembut tapi jelas.

Amanda dan Rudi saling menatap, kecewa dan sedih terukir di wajah mereka. Mereka telah berharap untuk memiliki anak selama ini, dan sekarang harapan itu hancur.

"Tapi, dokter, apa ada cara lain? Apa ada harapan?" tanya Amanda, suaranya bergetar. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa suaminya tidak bisa memiliki anak.

Dokter kandungan menggelengkan kepala. "Maaf, Ibu Amanda. Kemungkinan besar tidak ada harapan. Tapi, Anda bisa mempertimbangkan adopsi."

"Bahkan bayi tabung sekalipun tidak bisa, Dok?" tanya Amanda penasaran.

"Kecil kemungkinannya Bu. Cidera ini cukup serius. Saya hanya khawatir, jika pilihan ini diambil. Itu hanya akan membuang tenaga dan biaya untuk Ibu dan Bapak. Saya tidak merekomendasikan pilihan itu," jawab sang dokter.

Rudi sadar ini adalah takdir buruk di hidupnya. Ia sudah tidak mampu berkata. Matanya berderai air mata. Lelucon orang-orang perihal kemandulan dirinya, kini terjawab. Ia memang terlahir mandul. Takdir yang terasa seperti kutukan.

Amanda mencoba menyemangati suami tercinta. Ia memeluk Rudi dari arah samping. Menyatakan dirinya akan terus bersama dengan Rudi. Ini cobaan berat, tetapi Amanda masih bisa menerima semuanya. "Jangan takut. Ini bukan akhir dari pernikahan kita. Aku yakin, kita bisa melewati ini dengan baik."

Rudi memeluk Amanda. Perlahan, namun pasti. Pakaian Amanda mulai dibasahi air mata Rudi. Merasa dirinya sudah tidak layak untuk Amanda saat ini. "Jika kamu ingin mengakhirinya. Aku siap. Ini takdir burukku. Aku tidak ingin membaginya bersamamu."

Sekali lagi Amanda menunjukkan sikap positif. "Kita bisa. Kita akan melewati ini semua!"

"Saya harap kalian akan mempertimbangkan untuk mengadopsi seorang anak. Jika kalian butuh rekomendasi. Saya akan memberikan rekomendasi pada kalian berdua," ucap sang dokter.

Amanda menyambut baik. "Baik Dok. Tapi saya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarga besar saya dan suami. Ini bukan perkara mudah. Perlu banyak pertimbangan." ucap Amanda dengan mata yang mulai berderai.

"Baik. Saya berharap ada keajaiban untuk kalian berdua. Memang tidak mudah untuk menerima semua ini. Tetapi saya yakin, kalian bisa melewatinya. Kuncinya kalian berdua harus saling terbuka satu sama lain," ucap dokter dengan penuh keyakinan.

Amanda kembali menggenggam tangan Rudi. Menguatkan Rudi dengan kondisi dirinya yang hampir jatuh ke dalam jurang. Sekuat tenaga menahan air matanya tidak jatuh. Tidak ingin melihat Rudi merasa bersalah.

"Aku memang tidak berguna sebagai suami. Seharusnya aku bisa memberikan kamu keturunan. Sehingga kami tidak akan pernah mendapatkan hinaan dari orang-orang lagi. Namun aku tidak bisa melakukan itu," ucap Rudi sembari menangis.

Fakta yang sulit dibantah, tetapi Amanda berusaha untuk tetap tegar. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Rudi. Berusaha tidak menangis seperti yang terjadi pada Rudi. Amanda tahu, jika ia menangis. Itu akan menunjukkan bagaimana Rudi berperan besar dalam takdir buruk mereka sebagai sepasang suami istri.

"Ini bukan kabar buruk Sayang. Ini hanya cobaan kecil dalam rumah tangga kita. Aku tidak akan pergi untuk apapun. Selalu bersama kamu. Ingat itu. Aku ada di sini," ucap Amanda menenangkan Rudi.

Rudi masih belum bisa tenang. Ia tahu apa yang mungkin akan terjadi pada dirinya. Ibunya akan sulit menerima kenyataan ini. Mengingat harapan besar telah diberikan pada Rudi dan Amanda.

"Bagaimana kita memberikan kabar ini pada Ibu?" tanya Rudi dengan lirih. "Aku takut ia tidak bisa menerima semuanya."

"Untuk itu. Aku mungkin akan memberikan penjelasan pada Ibu. Siapa tahu ia akan mau mendengar penjelasanku," jawab Amanda dengan tenang.

Amanda mengambil beberapa lembar tissue. Ia mulai mengeringkan setiap tetesan air mata di wajah Rudi. Berharap kekuatan besar akan ada pada Rudi. Sehingga Rudi bisa kembali kuat menerima takdir ini.

"Kita harus kuat. Aku akan selalu bersamamu dalan kondisi apapun. Kamu tidak akan sendiri. Aku akan bersamamu," ucap Amanda sembari memeluk Rudi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Alex Menolak Lagi

    Malam nampak biasa, Alex dan Nina berbincang layaknya suami istri di atas ranjang. Membahas perkembangan anak mereka yang tumbuh dengan begitu cepat. Alex bahagia memuji Nina sebagai ibu yang luarbiasa. Nafkah batin pun di harapkan oleh Nina. Ia mulai menggoda dengan kata-kata yang sedikit jorok. Tetapi Alex tidak langsung terpancing. Alex masih cukup kuat. Nina yang terlihat begitu berharap bisa bercinta di malam ini. Akhirnya menggunakan cara yang lebih ekstrim. Tanpa berkata-kata, Nina mulai menjamah bagian sensitif dari Alex. Ia meraba dengan perlahan. Mulai menggunakan tangannya untuk melemahkan iman dari Alex. Alex merasa dirinya mulai terpengaruh, tapi tiba-tiba wajah Amanda muncul di benaknya. Ia segera menghentikan rasa ingin bercinta dalam dirinya. Seolah Amanda meminta Alex untuk tidak melakukannya dengan Nina. Menjaga perasaan dari Amanda sekali lagi. "Nina, stop. Aku tidak bisa malam ini," Alex berkata dengan suara yang lembut, tapi tegas. Nina merasa diriny

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Rudi Menjemput Amanda

    Rudi terlihat kesal saat menjemput Amanda di kantor sekuriti, wajahnya merah karena malu. "Amanda, apa yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa seperti ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terjebak, ia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Alex yang berdiri di sebelahnya, mencoba membela Amanda. "Rudi, ini semua salahku. Aku yang salah, jangan salahkan Amanda," Alex berkata dengan suara yang tenang. Rudi memandang Alex dengan mata yang tajam. "Kamu? Apa yang kamu lakukan dengan Amanda?" Rudi bertanya dengan suara yang keras. Alex tidak mundur, ia memandang Rudi dengan mata yang teguh. "Aku yang salah, Rudi. Aku yang salah dalam memperlakukan Amanda. Jangan salahkan dia," Alex berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terharu, Alex membelanya di depan Rudi. Tapi Rudi tidak bisa menerima penjelasan itu, ia masih merasa kesal. "Amanda, kita harus bicara tentang ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas, lalu memegang tangan Amanda dan membawany

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Parkiran Mobil

    Alex dengan lembut mengusap wajah Amanda, membersihkan sedikit debu yang ada. Amanda merasa nyaman dengan sentuhan Alex, dan ia tidak bisa menahan perasaannya yang mulai berubah. Tiba-tiba, Alex melepaskan kendali dan dengan berani mencium romantis bibir Amanda. Amanda hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang Alex lakukan, merasa jantungnya berdetak kencang. Ciuman itu terasa seperti mimpi bagi Amanda, dan ia tidak bisa menolak perasaan yang mulai tumbuh di hatinya. Alex membalas perasaan Amanda, dan ciuman itu menjadi semakin intens. Amanda merasa dirinya terbawa oleh perasaan yang kuat, dan ia tidak bisa menahan diri lagi. Ia membalas ciuman Alex dengan penuh gairah, merasa dirinya hidup kembali. Tiba-tiba, Amanda sadar apa yang sedang terjadi dan ia langsung melepaskan diri dari Alex. "Alex... apa yang kita lakukan?" Amanda bertanya dengan suara yang bergetar, merasa sedikit panik. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh kasih, dan ia tidak bisa menyembunyikan perasa

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Curhat Lagi Pada Alex

    Amanda dan Alex duduk di kafe, dengan secangkir kopi di depan mereka. Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum mulai menceritakan semua yang terjadi. "Alex, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Aku merasa sangat tidak dihargai oleh Rudi," Amanda berkata dengan suara yang lembut, mata yang sedikit berkaca-kaca. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh perhatian. "Apa yang terjadi, Amanda? Kamu bisa cerita padaku," ia berkata dengan suara yang lembut. Sekali lagi, Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum melanjutkan ucapannya. "Rudi selalu membuat aku merasa tidak penting. Dia tidak pernah mendengarkan aku, tidak pernah memberikan aku untuk berbicara. Dia selalu membuat keputusan sendiri, tanpa mempertimbangkan aku," Amanda berkata dengan suara yang sedikit bergetar. Alex terlihat begitu iba dengan apa yang terjadi pada Amanda. Ia memandang Amanda dengan mata yang penuh kekecewaan. "Itu tidak benar, Amanda. Kamu adalah istri yang hebat, kamu pantas mendapatkan yang le

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Bertolakbelakang

    Rudi rebahan sembari terus memainkan handphone, tersenyum gembira membaca komentar-komentar di postingan Instagram-nya. "Wah, aku benar-benar pria idaman!" ia berkata pada dirinya sendiri, sambil terus menggulir komentar-komentar yang memujinya."Rudi, kamu adalah suami yang sempurna!" "Rudi, aku ingin menjadi seperti kamu!" "Rudi, kamu adalah contoh suami yang baik!" Komentar-komentar itu terus bermunculan, membuat Rudi merasa semakin percaya diri dan bahagia.Tiba-tiba, Rudi melihat komentar dari seorang pengguna Instagram yang bernama "AmandaRudiIstriku". "Rudi, aku sangat bahagia memiliki suami seperti kamu. Terima kasih atas kesabaran dan cintamu" Rudi tersenyum, merasa semakin bahagia."Amanda benar, aku adalah suami yang sempurna," Rudi berkata pada dirinya sendiri. "Aku sabar, aku baik, aku kaya... apa lagi yang bisa diinginkan seorang wanita?"Rudi terus membaca komentar-komentar itu, merasa semakin percaya diri. Ia merasa bahwa ia telah melakukan yang terbaik untuk Amanda, d

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Podcast Rudi Dan Amanda

    Rudi dan Amanda duduk di sofa studio podcast, dengan senyum yang manis. Host podcast, seorang influencer muda, menyambut mereka dengan hangat. "Selamat datang, Rudi dan Amanda! Aku sangat senang memiliki kalian berdua di podcast aku hari ini."Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Terima kasih, aku senang berada di sini. Aku berharap bisa berbagi cerita tentang kesuksesan aku dan Amanda."Host podcast tersenyum, dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Baiklah, mari kita mulai. Rudi, aku tahu kamu adalah salah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan kamu menjadi pengusaha?"Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Aku mulai dari bawah, dengan modal yang kecil. Aku bekerja keras dan tidak pernah menyerah. Aku selalu percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita bisa mencapai apa saja."Amanda hanya mengangguk, dengan senyum yang lembut, sementara Rudi terus berbicara tentang kesuksesannya. Host podcast terus mengajukan pertanyaan,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status