แชร์

Cemooh Orangtua

ผู้เขียน: Erdin Xes
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-29 16:17:40

"Apa? Kamu mandul, Rudi?" tanya Robert, ayah kandung Rudi.

Rudi tidak mampu menatap wajah ayahnya. Ia menunduk seraya berkata, "Iya Ayah. Aku dinyatakan tidak bisa memiliki keturunan. Aku mandul."

Amanda yang duduk di samping Rudi, mencoba menguatkan suaminya. Ia mengelus lembut pundak Rudi. Memberikan kekuatan untuk bisa kembali bangkit dengan takdir pahitnya.

Margareth, ibu dari Rudi mulai terlihat kecewa. Wajahnya ditekuk, merasa hidupnya sudah tidak ada artinya. Tidak ada lagi pewaris yang diharapkan.

"Jika tahu kamu akan mandul. Mama mungkin mau punya tiga anak. Jika kamu tidak bisa memiliki keturunan, masih ada anak lain yang bisa memberikan Mama keturunan. Kamu memang laki-laki payah Rudi," ucap Margareth dengan wajah sinis.

Amanda terhentak mendengar ibu mertuanya mencela Rudi. "Bu, ini bukan kemauan Mas Rudi. Tapi ini kehendak yang Maha Kuasa. Kita tidak bisa menolak semua ini."

"Terus siapa yang akan menjadi penerus keluarga kita, kalau Rudi tidak bisa memiliki anak? Kamu bisa membelah diri seperti amuba?" tanya Margareth semakin kesal. "Cepat jawab!"

"Apa kamu mau, ayah yang buahi. Supaya kamu bisa hamil. Daripada suami kamu tidak bisa melakukannya," ucap Robert sembari tertawa.

Amanda bukan lagi terkejut. Tetapi ia benar-benar heran dengan kedua mertuanya. Selama ini mereka bersikap begitu lembut pada dirinya dan Rudi. Tetapi ketika takdir buruk datang. Mereka justru terlihat bukan lagi tidak senang. Malah mengolok-olok Amanda dan Rudi.

Sakit hati, tetapi Rudi hanya bisa menahannya. Patuh kepada kedua orangtuanya. Merupakan prinsip teguh yang dipegang oleh Rudi. Sekalipun pelecehan itu dilakukan pada istrinya sendiri.

Melihat Rudi yang tidak melakukan apapun. Amanda sedikit kecewa. Tetapi ia sadar, jika memang Rudi adalah seorang yang patuh. Untuk berkata tidak pada kedua orangtuanya. Rasanya itu tidak mungkin. Walaupun Amanda merasa harga dirinya sudah diinjak oleh kedua mertuanya.

"Apa kalian tidak bisa program bayi tabung?" tanya Robert dengan wajah serius.

Rudi mulai mengangkat kepalanya. Matanya mulai menatap tajam ayahnya. "Kemungkinan berhasilnya cuman 1 persen saja. Aku rasa itu hanya akan membuang waktu dan tenaga saja."

Robert dan Margareth semakin berani menghina Rudi. Mereka tidak peduli perasaan Rudi. Merasa Rudi adalah anak yang gagal.

"Terus punya kamu itu, cuman buat buang air kecil saja. Tidak ada fungsi lain?" tanya Robert dengan nada meledek.

"Ya gimana lagi. Bisanya cuman buat itu saja haha," timpa Margareth sembari tertawa.

Amanda semakin tidak terima melihat suaminya dipermalukan. Ia memukul keras meja makan, lalu berdiri dengan wajah marah. "Cukup! Hentikan semua hinaan Ibu dan Ayah." Amanda menunjuk ke arah Margareth dan Robert. "Apa Ibu dan Ayah tidak memikirkan perasaan Mas Rudi. Seharusnya Ibu dan Ayah memberikan dukungan pada Mas Rudi. Bukan malah menyalahkannya."

Bukannya membela dirinya. Rudi justru malah terlihat marah pada Amanda. Ia meminta Amanda untuk tidak berbicara kasar pada kedua orangtuanya. Sopan santun seharusnya ditunjukkan oleh Amanda pada kedua orangtua Rudi. Bukan malah bersikap kurang ajar.

"Aku mohon Sayang. Kamu jangan berbicara seperti itu sama kedua orangtuaku. Aku tahu, mereka hanya kecewa. Dan itu memang wajar. Seharusnya sebagai anak satu-satunya. Aku bisa memberikan keturunan untuk mereka, sebagai penerus generasi. Tetapi aku justru mendapat takdir kurang baik. Biarkan aku mendapatkan hinaan ini," ucap Rudi dengan suara lirih.

Berat bagi Amanda untuk bisa membela Rudi di hadapan kedua orangtuanya. Mengingat Rudi sendiri begitu patuh pada mereka berdua. Rudi sangat menjaga perasaan kedua orangtuanya. Walaupun mereka sama sekali tidak peduli dengan perasaan Rudi. Amanda hanya bisa menenangkan dirinya. Berharap ia akan bisa bersabar dalam pernikahan ini.

Margareth dan Robert mulai mencari cara lain, demi menyelamatkan nama keluarga mereka. Sehingga kemandulan dari Rudi tidak akan bocor kemana-mana. Sehingga nama baik keluarga akan tetap terjaga. Uang ratusan juta juga sudah disiapkan mereka, untuk membuat para dokter tutup mulut akan persoalan Rudi. Sehingga mereka tidak akan bicara banyak ke hadapan semua orang.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Rudi Menjemput Amanda

    Rudi terlihat kesal saat menjemput Amanda di kantor sekuriti, wajahnya merah karena malu. "Amanda, apa yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa seperti ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terjebak, ia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Alex yang berdiri di sebelahnya, mencoba membela Amanda. "Rudi, ini semua salahku. Aku yang salah, jangan salahkan Amanda," Alex berkata dengan suara yang tenang. Rudi memandang Alex dengan mata yang tajam. "Kamu? Apa yang kamu lakukan dengan Amanda?" Rudi bertanya dengan suara yang keras. Alex tidak mundur, ia memandang Rudi dengan mata yang teguh. "Aku yang salah, Rudi. Aku yang salah dalam memperlakukan Amanda. Jangan salahkan dia," Alex berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terharu, Alex membelanya di depan Rudi. Tapi Rudi tidak bisa menerima penjelasan itu, ia masih merasa kesal. "Amanda, kita harus bicara tentang ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas, lalu memegang tangan Amanda dan membawany

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Parkiran Mobil

    Alex dengan lembut mengusap wajah Amanda, membersihkan sedikit debu yang ada. Amanda merasa nyaman dengan sentuhan Alex, dan ia tidak bisa menahan perasaannya yang mulai berubah. Tiba-tiba, Alex melepaskan kendali dan dengan berani mencium romantis bibir Amanda. Amanda hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang Alex lakukan, merasa jantungnya berdetak kencang. Ciuman itu terasa seperti mimpi bagi Amanda, dan ia tidak bisa menolak perasaan yang mulai tumbuh di hatinya. Alex membalas perasaan Amanda, dan ciuman itu menjadi semakin intens. Amanda merasa dirinya terbawa oleh perasaan yang kuat, dan ia tidak bisa menahan diri lagi. Ia membalas ciuman Alex dengan penuh gairah, merasa dirinya hidup kembali. Tiba-tiba, Amanda sadar apa yang sedang terjadi dan ia langsung melepaskan diri dari Alex. "Alex... apa yang kita lakukan?" Amanda bertanya dengan suara yang bergetar, merasa sedikit panik. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh kasih, dan ia tidak bisa menyembunyikan perasa

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Curhat Lagi Pada Alex

    Amanda dan Alex duduk di kafe, dengan secangkir kopi di depan mereka. Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum mulai menceritakan semua yang terjadi. "Alex, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Aku merasa sangat tidak dihargai oleh Rudi," Amanda berkata dengan suara yang lembut, mata yang sedikit berkaca-kaca. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh perhatian. "Apa yang terjadi, Amanda? Kamu bisa cerita padaku," ia berkata dengan suara yang lembut. Sekali lagi, Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum melanjutkan ucapannya. "Rudi selalu membuat aku merasa tidak penting. Dia tidak pernah mendengarkan aku, tidak pernah memberikan aku untuk berbicara. Dia selalu membuat keputusan sendiri, tanpa mempertimbangkan aku," Amanda berkata dengan suara yang sedikit bergetar. Alex terlihat begitu iba dengan apa yang terjadi pada Amanda. Ia memandang Amanda dengan mata yang penuh kekecewaan. "Itu tidak benar, Amanda. Kamu adalah istri yang hebat, kamu pantas mendapatkan yang le

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Bertolakbelakang

    Rudi rebahan sembari terus memainkan handphone, tersenyum gembira membaca komentar-komentar di postingan Instagram-nya. "Wah, aku benar-benar pria idaman!" ia berkata pada dirinya sendiri, sambil terus menggulir komentar-komentar yang memujinya."Rudi, kamu adalah suami yang sempurna!" "Rudi, aku ingin menjadi seperti kamu!" "Rudi, kamu adalah contoh suami yang baik!" Komentar-komentar itu terus bermunculan, membuat Rudi merasa semakin percaya diri dan bahagia.Tiba-tiba, Rudi melihat komentar dari seorang pengguna Instagram yang bernama "AmandaRudiIstriku". "Rudi, aku sangat bahagia memiliki suami seperti kamu. Terima kasih atas kesabaran dan cintamu" Rudi tersenyum, merasa semakin bahagia."Amanda benar, aku adalah suami yang sempurna," Rudi berkata pada dirinya sendiri. "Aku sabar, aku baik, aku kaya... apa lagi yang bisa diinginkan seorang wanita?"Rudi terus membaca komentar-komentar itu, merasa semakin percaya diri. Ia merasa bahwa ia telah melakukan yang terbaik untuk Amanda, d

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Podcast Rudi Dan Amanda

    Rudi dan Amanda duduk di sofa studio podcast, dengan senyum yang manis. Host podcast, seorang influencer muda, menyambut mereka dengan hangat. "Selamat datang, Rudi dan Amanda! Aku sangat senang memiliki kalian berdua di podcast aku hari ini."Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Terima kasih, aku senang berada di sini. Aku berharap bisa berbagi cerita tentang kesuksesan aku dan Amanda."Host podcast tersenyum, dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Baiklah, mari kita mulai. Rudi, aku tahu kamu adalah salah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan kamu menjadi pengusaha?"Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Aku mulai dari bawah, dengan modal yang kecil. Aku bekerja keras dan tidak pernah menyerah. Aku selalu percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita bisa mencapai apa saja."Amanda hanya mengangguk, dengan senyum yang lembut, sementara Rudi terus berbicara tentang kesuksesannya. Host podcast terus mengajukan pertanyaan,

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Margareth Mengabarkan

    Margareth berlari ke tempat arisan, dengan wajah yang berseri-seri. "Hai, hai, aku punya kabar baik!" ia berkata, dengan suara yang lantang.Rekan-rekannya di arisan memandang Margareth, dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Apa itu, Margareth? Jangan tegang-tegang amat!" salah satu dari mereka berkata, dengan suara yang santai.Margareth tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Amanda hamil! Aku baru saja mendapat kabar dari Rudi. Aku tidak bisa percaya!" ia berkata, dengan suara yang penuh kegembiraan.Rekan-rekannya di arisan berteriak, dengan wajah yang penuh kejutan. "Wah, selamat ya, Margareth! Rudi dan Amanda akhirnya punya anak!" salah satu dari mereka berkata, dengan suara yang lantang.Margareth tersenyum, dengan mata yang penuh kebanggaan. "Ya, aku sangat senang. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa cucu. Dan kabar ini juga membantah semua kabar yang mengatakan Rudi mandul," ia berkata, dengan suara yang tegas.Rekan-rekannya di arisan memandang satu sama lain, dengan w

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status