แชร์

Suara Bergairah Di Kamar Sebelah

ผู้เขียน: Erdin Xes
last update วันที่เผยแพร่: 2025-09-29 12:07:06

"Jangan sekarang, aku mohon Sayang," pinta Nina sedikit panik.

Alex menatap wajah Nina dengan heran. "Kenapa tidak?" Alex semakin dalam menatap Nina.

Nina segera melepaskan pelukan dari Alex. Dia khawatir, jika malam ini mereka bercinta seperti biasanya. Kegiatan mereka akan didengar oleh Amanda.

"Aku tidak mau kak Amanda mendengar kita bercinta," ucap Nina.

"Kok bisa seperti itu? Memang haram kalau Kakak kamu dengar. Aku pikir wajar saja," tegas Alex.

Nina sudah tidak bisa membantah ucapan suaminya. Ia pun pasrah saat Alex melepaskan pakaiannya. Memulai adegan ranjang mereka dengan begitu intim.

Alex begitu menikmati setiap inci tubuh Nina. Ini bagian yang sudah sering Alex jamah, tetapi ia selalu menikmati kenikmatan.

Alex dengan sigap memangku tubuh Nina ke atas ranjang. Menikmati ranjang itu berdua seperti malam biasanya. Alex tidak ingin kesempatan ini hilang begitu saja. Apalagi Alex merasa ini adalah malam sempurna untuk kedua.

Suasana hening malam, seketika berubah menjadi panas. Saat Nina dan Alex mulai bersuara. Mereka bersuara dengan begitu keras. Hingga suara keduanya bisa terdengar oleh Amanda yang berada di kamar sebelah.

Mendengar keintiman dari sang adik bersama suami. Amanda mulai merasa iri. Ia tidak pernah merasakan sensasi seperti yang Nina dapat. Jauh dari harapan, Rudi tidak begitu romantis. Itu cukup membuat Amanda puas.

Suara Nina dan Alex yang semakin sempurna merambat ke sela-sela kamar. Seketika membuat Amanda berpikir jorok. Dia mulai membayangkan Rudi menjamah tubuhnya. Mulai nakal dengan kedua tangannya.

Suara kenikmatan di dalam kamar Nina dan Alex yang semakin terdengar nyaring. Semakin membuat Amanda tidak kuasa. Ia segera melepas celananya. Mulai meraba lembah kenikmatan. Menjelajah dengan jari-jarinya. Merasakan seperti yang sedang Nina rasakan di dalam kamar sebelah.

Alex bermain dengan baik di setiap malam. Dengan durasi yang cukup panjang. Itu cukup memberikan rasa kenikmatan pada Nina. Kenikmatan yang juga dirasakan oleh Amanda di dalam kamar sebelah.

Hampir setengah jam, momen manis itu segera berakhir. Alex tidak lupa mengatakan kata-kata manis untuk istrinya. "Aku mencintaimu. Selalu mencintaimu." Nina tersenyum, lalu segera membalas dengan kata-kata yang tidak kalah romantis. "Aku juga mencintaimu, Sayang."

Rudi selalu tidur setelah bercinta, tidak pernah bisa romantis seperti Alex. Itu yang membedakan Rudi dengan Alex. Sehingga menimbulkan pemikiran akan Rudi yang gagal dalam program hamil yang sudah mereka rancang.

"Nina sudah berulang kali hamil. Walaupun ia sering keguguran." pikir Amanda.

"Apa mungkin semua ini, karena Rudi yang tidak bisa bermain sebaik Alex dalam bercinta?" tanya Amanda pada dirinya sendiri.

Terdengar Nina membuka pintu kamarnya. Mulai berjalan menuju dapur. Amanda tidak ingin kehilangan momen. Ia segera merapikan pakaiannya untuk menjumpai Nina.

Tidak ada keraguan bagi Amanda. Ia segera menghampiri Nina yang sedang mengambil minum di lemari pendingin.

Nina langsung terkejut saat melihat keberadaan sang kakak. Khawatir kakaknya tahu momen ia bercinta dengan Alex.

"Kakak belum tidur?" tanya Nina dengan wajah panik.

Amanda menarik kursi, lalu duduk dengan manis. Satu buah kerupuk langsung diambil olehnya dari toples. Dengan perlahan ia mulai menikmati kerupuk tersebut, "Tadi Kakak dengar kamu bercinta dengan Alex." Nina langsung terkejut. Ia sedikit malu, mengingat momen itu adalah momen yang cukup krusial.

"Seandainya Mas Rudi seperti Alex. Beringas, gagah dan penuh gairah. Kakak rasa, akan ada jabang bayi yang menghiasi rumah tangga Kakak," ucap Amanda dengan penuh kesedihan.

Nina yang tidak ingin membuat sang kakak bersedih. Langsung menghampirinya. Memberikan semangat untuk tidak patah semangat. "Aku rasa waktunya yang belum tepat Kak. Mungkin saat itu Mas Rudi lagi capek. Alex juga kalau lagi capek tidak akan sebaik itu."

Amanda begitu mengapresiasi semangat yang diberikan oleh Nina. Dia langsung memeluk Nina dengan pelukan hangat. Merasa begitu dihargai oleh Nina.

Amanda merasa kegagalan mereka dalam program kehamilan, disebabkan oleh stamina Rudi yang kurang ganas. Tetapi Amanda selalu menjadi pihak yang disalahkan oleh keluarga Rudi. Sehingga Amanda sedikit stres dengan tuduhan yang datang padanya.

"Besok akan jadi hari yang bersejarah buat Kakak dan Rudi," ucap Amanda melepaskan pelukannya.

"Hari apa itu?" tanya Nina penasaran.

"Hasil pemeriksaan kesuburan Kakak dan Mas Rudi akan muncul. Semuanya akan terjawab. Siapa yang selama ini tidak subur. Sehingga Kakak tidak akan disalahkan terus menerus oleh keluarga Rudi," terang Amanda.

Nina langsung mengangkat kedua tangan. Lalu dia mendoakan agar Rudi dan Amanda dinyatakan subur. Sehingga mereka bisa memiliki keturunan segera. "Ya Tuhan, semoga Kakak aku paling cantik ini dinyatakan subur. Begitu juga dengan kakak iparku. Semoga hasilnya bagus. Aamiin."

Doa Nina langsung disambut baik oleh Amanda. Dia segera mengucap "aamiin" untuk doa Nina tersebut. Lalu keduanya kembali berpelukan hangat.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Akhir Hidup Amanda

    Dinding-dinding beton ruang kunjungan penjara itu tampak lembap, memantulkan cahaya lampu neon yang berkedip-kedip tidak stabil. Bau pembersih lantai murahan bercampur dengan aroma keringat manusia menciptakan suasana pengap yang seolah mengurung harapan. Amanda duduk di balik pembatas kaca yang dingin, jemarinya yang gemetar menyentuh permukaan kaca itu, menatap sosok pria di seberangnya yang kini mengenakan rompi oranye dengan nomor tahanan di dada. Rudi, pria yang dulu selalu tampil dengan setelan jas seharga puluhan juta dan aroma parfum Italia yang eksklusif, kini tampak seperti bayangan dari dirinya yang dulu. Rambutnya dicukur pendek, matanya cekung, dan ada gurat kekalahan yang mendalam di wajahnya. Setelah bukti CCTV dari apartemen Bella tidak bisa lagi dibantah, dan kesaksian para petugas keamanan yang memisahkan mereka menjadi paku terakhir, Rudi resmi ditetapkan sebagai terpidana kasus kekerasan dan perbuatan tidak menyenangkan. Penyesalan yang Terlambat "Kamu puas seka

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Nina Mengakui

    Gema sirine polisi yang meraung di kegelapan malam akhirnya memudar, digantikan oleh kesunyian yang mencekam di depan rumah yang kini telah dipasangi garis kuning polisi. Di dalam mobil patroli, Nina duduk dengan tatapan kosong. Tangannya yang masih menyisakan bekas darah yang mulai mengering kini terbelenggu oleh logam dingin borgol. Tidak ada pemberontakan, tidak ada tangisan histeris, bahkan tidak ada upaya untuk melarikan diri.Bagi Nina, hidupnya sudah berakhir di detik jantung Alex berhenti berdetak di atas lantai ruang tamu mereka.Kematian Alex segera meledak menjadi berita nasional yang mengguncang publik. Jika sebelumnya masyarakat disuguhi drama perselingkuhan dan kekerasan Rudi, kini mereka dihadapkan pada sebuah tragedi berdarah: seorang istri yang menghabisi nyawa suaminya sendiri akibat pengkhianatan dalam selimut keluarga. Foto Nina yang digiring masuk ke kantor polisi dengan wajah pucat namun tenang menjadi tajuk utama di semua portal berita.Pengakuan di Ruang Intero

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Nina Membunuh Alex

    Malam itu, Jakarta seolah menahan napas. Di dalam rumah yang dulu merupakan istana kecil penuh tawa bagi Alex dan Nina, udara kini terasa beracun. Lampu ruang tamu yang berpijar kekuningan memantulkan bayangan yang tajam dan tak beraturan di dinding, mencerminkan jiwa Nina yang telah hancur total. Logika, empati, dan rasa kasih sayang yang selama ini menjadi identitas Nina telah menguap, digantikan oleh amarah murni yang dingin dan mematikan. Di atas meja dapur, sebuah pisau pemotong daging berkilat tertimpa cahaya. Nina menatap bilah baja itu dengan mata yang kosong namun fokus. Baginya, pisau itu bukan lagi alat dapur; itu adalah instrumen keadilan. Pengkhianatan Amanda bukan sekadar perselingkuhan biasa; itu adalah penikaman dari dalam selimut, sebuah tindakan yang menghapus status "kakak" dan menggantinya dengan "musuh bebuyutan". "Dia harus mati," bisik Nina, suaranya terdengar asing, seperti berasal dari dasar jurang yang paling dalam. "Jika dia bisa mengambil suamiku, aku aka

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Bella Melaporkan Rudi

    Malam di Jakarta terasa lebih dingin dari biasanya, namun bagi Bella, hawa dingin itu tidak lagi berasal dari pendingin ruangan, melainkan dari sisa-sisa trauma yang membeku di sumsum tulangnya. Di dalam ruang penyidik yang diterangi lampu neon putih yang kaku, ia duduk dengan bahu yang masih sedikit gemetar. Di hadapannya, seorang polwan senior menatapnya dengan pandangan yang tenang namun tajam, sementara di atas meja, sebuah flash drive kecil berisi rekaman CCTV dari apartemennya menjadi pusat gravitasi dari seluruh pembicaraan mereka. Bella telah mengambil keputusan. Rasa cintanya pada Rudi telah mati bersamaan dengan vas bunga yang dihancurkan pria itu di lantai apartemennya. Yang tersisa kini hanyalah insting bertahan hidup dan keinginan membara untuk melihat pria yang menganggap dirinya tak tersentuh itu bersimpuh di hadapan hukum. "Bisa Anda jelaskan kembali apa yang terjadi setelah Saudara Rudi memasuki unit Anda?" tanya penyidik dengan nada profesional. Bella menarik napa

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Nina Menolaka Mendengarkan

    Lampu belakang mobil SUV putih milik Nina yang menyala merah terang adalah hal terakhir yang dilihat Alex sebelum kendaraan itu melesat membelah kemacetan jalanan Jakarta. Suara deru mesinnya terdengar seperti raungan kemarahan yang memekakkan telinga, meninggalkan Alex yang terpaku di trotoar depan toko bunga miliknya. Asap knalpot yang tersisa seolah-olah menjadi simbol dari segala janji suci yang kini telah menguap, berubah menjadi polusi yang menyesakkan dada. "Nina! Tunggu! Dengarkan aku dulu!" teriakan Alex hanya memantul di dinding-dinding beton gedung di sekitarnya. Ia sempat berlari beberapa meter, mencoba mengejar logam berjalan itu dengan tangan kosong, namun sia-sia. Langkahnya terhenti saat paru-parunya mulai terasa terbakar oleh udara panas dan rasa putus asa. Di belakangnya, pintu toko bunga masih terbuka lebar, menunjukkan pemandangan interior yang kini tampak seperti medan perang—pecahan vas bunga, kelopak matahari yang hancur, dan Amanda yang masih terduduk lemas d

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Ketahuan

    Aroma bunga lili yang manis biasanya memberikan ketenangan bagi siapa pun yang melangkah masuk ke dalam Petals & Soul. Namun bagi Alex, wangi itu kini terasa menyesakkan, seperti aroma duka yang mendahului sebuah kematian. Ia duduk di balik meja kasir dengan kepala tertumpu pada kedua tangannya. Matanya yang sembab menatap nanar ke arah meja kosong milik Gadis. Kepergian Gadis bukan sekadar kehilangan manajer terbaik; itu adalah runtuhnya benteng pertahanan terakhir Alex. Ia baru menyadari betapa besarnya peran Gadis dalam menutupi celah-celah hidupnya yang mulai retak. Tanpa Gadis, toko itu terasa asing, dan rahasianya terasa jauh lebih telanjang. Pintu toko berdenting pelan, dan langkah kaki yang sangat dikenalnya mendekat. Amanda masuk dengan raut wajah yang tak kalah kuyu. Kabar tentang kemandulan Rudi dan amukan suaminya di apartemen Bella telah menguras seluruh energinya. Namun, melihat Alex yang biasanya tegap kini tampak hancur, insting protektif Amanda bangkit. "Lex..." bi

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Margareth Dipermalukan

    Siang itu, matahari Jakarta bersinar terik, namun udara di dalam penthouse mewah milik Shinta terasa jauh lebih dingin bagi Margareth. Sebagai ibu kandung Rudi, Margareth telah menghabiskan dua minggu terakhir mengurung diri di dalam rumah besarnya di kawasan Menteng. Ia merasa seperti buronan. Set

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Klarifikasi Rudi

    Udara di ruang konferensi pers salah satu hotel bintang lima di Jakarta Pusat terasa begitu menyesakkan. Aroma pengharum ruangan yang mahal bercampur dengan bau keringat puluhan awak media yang telah berdesakan sejak pagi. Kamera-kamera profesional dengan lensa panjang sudah terpasang di atas tripo

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Usaha Alex

    Sejak fajar menyingsing, ponsel Amanda tak berhenti bergetar. Rentetan pesan dari Alex masuk seperti teror yang dibungkus kata-kata rindu. Amanda hanya menatap layar itu dengan jantung berdegup kencang, lalu membaliknya ke atas meja seolah benda itu adalah bara api yang bisa membakar jemarinya. Ia

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Ambisi Margareth

    Margareth tidak bisa tidur selama dua malam. Suara tawa meremehkan dari teman-teman arisannya di grup WhatsApp terus terngiang seperti tawon yang menyengat harga dirinya. Tuduhan bahwa kehamilan Amanda hanyalah rekayasa untuk menutupi skandal keluarga benar-benar membuat darahnya mendidih."Siapkan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status