แชร์

Paksaan

ผู้เขียน: Erdin Xes
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-29 16:18:07

"Amanda, Ibu ingin kamu tidur dengan pria lain. Dengan seperti itu, kamu bisa hamil dan kita bisa membuktikan bahwa Rudi tidak mandul pada semua orang,"

Rudi terkejut mendengar perkataan ibunya. "Bu, apa kamu tidak berpikir tentang perasaan kami? Kami tidak bisa melakukan itu!"

Amanda juga terkejut dan marah. "Tidak, Bu! Aku tidak bisa melakukan itu! Aku mencintai Rudi dan aku tidak bisa tidur dengan pria lain."

Robert, memasuki ruang makan. Lalu ia duduk di samping Margareth, dan mendukung keputusan Margareth. "Ya, anakku. Ini adalah satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa kamu tidak mandul."

Rudi dan Amanda saling menatap, merasa tidak percaya dengan keputusan orang tua mereka. "Tidak, Ayah! Kami tidak bisa melakukan itu!" kata Rudi dengan tegas.

Margareth memukul meja dengan keras. "Dengar Rudi. Ibu tidak ingin semua orang tahu. Jika kamu mandul. Semua orang akan mencemooh Ibu. Kamu harus pikirkan perasaan Ibu."

"Tapi Ibu juga harus pikirkan perasaan kami. Apa Ibu tega, melihat menantu Ibu tidur dengan laki-laki lain," timpa Amanda dengan tegas.

Margareth terdiam dengan wajah datar. "Jika itu demi menyelamatkan nama baik keluarga ini. Ibu ikhlas dan rela melihat kamu tidur dengan pria lain. Reputasi keluarga ini harus dijaga sebaik mungkin."

Air mata Amanda pun jatuh. Ibu mertua yang selama ini dianggap baik. Nyatanya tidak memiliki hati nurani sama sekali. Lebih memilih untuk menjaga reputasi pribadi keluarga, daripada perasaan Amanda dan Rudi sebagai sepasang suami istri.

Rudi mencoba menenangkan Amanda. Ia berusaha membuat Amanda kuat menerima kenyataan ini. Rudi tidak bisa melawan permintaan kedua orangtuanya. Sehingga ia meminta Amanda untuk patuh juga dengan keputusan dari ibunya tersebut.

"Aku mohon kamu bersedia dengan permintaan Ibu ini. Aku hanya tidak ingin melihat Ibu kecewa. Mungkin ini jalan satu-satunya buat kita. Jadi, aku mohon kamu ikuti permintaan Ibu ini," pinta Rudi.

Dengan wajah marah, Amanda dengan tegas menolak permintaan Rudi. Ia ingin berbakti layaknya seorang menantu. Tetapi permintaan Margareth jauh dari apa yang dibayangkan. Tentu permintaan Margareth harus ditolak oleh Amanda.

"Tidak akan pernah ada laki-laki lain yang tidur denganku. Aku tidak ingin mengkhianati suamiku sendiri. Apalagi aku menikah dibawah janji Tuhan. Tentu tidak akan pernah ada yang bisa membuatku pergi dari suamiku saat ini," ucap Amanda menggebu-gebu.

Rudi merasa berada di persimpangan. Satu sisi ia ingin berbakti pada kedua orangtuanya. Tetapi ia juga tidak ingin menyakiti perasaan Amanda sebagai istrinya. Hingga ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini.

Margareth tetap pada pendiriannya. Ia tetap meminta Amanda tidur dengan pria lain. Seorang yang dianggap subur. Sehingga Amanda bisa hamil.

Robert yang sama gilanya dengan Margareth. Juga terus mendesak Amanda untuk setuju pada ide gila Margareth. Bahkan Robert siap membantu Amanda mencari pria sehat dan subur untuk tidur dengan Amanda. Sehingga Amanda akan segera mendapatkan keturunan.

"Tenang saja Manda. Ayah akan bantu kamu mencari pria sejati. Dia sudah pasti tampan, serta perkasa. Tidak seperti Rudi," tandas Robert.

Amanda semakin tertekan mendengar pernyataan kedua mertuanya. Ini bukan lagi gila. Tetapi sudah sangat gila. Ia hampir tidak bisa mencerna pikiran sehat kedua mertuanya. Ditambah dengan Rudi yang patuh akan kedua orangtuanya sendiri. Itu semakin membuat mental Amanda jatuh. Padahal seharusnya Rudi bisa menjaga marwah rumah tangga. Bukan terus-menerus setuju dengan ide gila kedua orangtuanya.

Amanda menenangkan diri di dalam kamar. Mungkin dengan sendiri ia bisa lebih tenang untuk menghadapi kedua mertuanya. Apalagi Rudi sepertinya sudah tidak bisa diharapkan lagi.

Melihat Rudi sudah sendirian. Robert dan Margareth terus mendesak Rudi. Ia meminta Rudi untuk terus meminta Amanda tidur dengan pria lain. Jika tidak dilakukan oleh Rudi, bukan tidak mungkin mereka akan mengganti posisi Amanda sebagai menantu mereka. Mencari perempuan lain yang lebih patuh pada setiap perintah.

"Ceraikan istrimu, jika ia tidak mau menuruti permintaan Ibu. Kamu harus segera punya anak Rudi. Salah satu caranya, Amanda tidur dengan pria lain. Sehingga ia akan segera hamil. Pikirkan itu," tegas Margareth.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Rudi Menjemput Amanda

    Rudi terlihat kesal saat menjemput Amanda di kantor sekuriti, wajahnya merah karena malu. "Amanda, apa yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa seperti ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terjebak, ia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Alex yang berdiri di sebelahnya, mencoba membela Amanda. "Rudi, ini semua salahku. Aku yang salah, jangan salahkan Amanda," Alex berkata dengan suara yang tenang. Rudi memandang Alex dengan mata yang tajam. "Kamu? Apa yang kamu lakukan dengan Amanda?" Rudi bertanya dengan suara yang keras. Alex tidak mundur, ia memandang Rudi dengan mata yang teguh. "Aku yang salah, Rudi. Aku yang salah dalam memperlakukan Amanda. Jangan salahkan dia," Alex berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terharu, Alex membelanya di depan Rudi. Tapi Rudi tidak bisa menerima penjelasan itu, ia masih merasa kesal. "Amanda, kita harus bicara tentang ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas, lalu memegang tangan Amanda dan membawany

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Parkiran Mobil

    Alex dengan lembut mengusap wajah Amanda, membersihkan sedikit debu yang ada. Amanda merasa nyaman dengan sentuhan Alex, dan ia tidak bisa menahan perasaannya yang mulai berubah. Tiba-tiba, Alex melepaskan kendali dan dengan berani mencium romantis bibir Amanda. Amanda hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang Alex lakukan, merasa jantungnya berdetak kencang. Ciuman itu terasa seperti mimpi bagi Amanda, dan ia tidak bisa menolak perasaan yang mulai tumbuh di hatinya. Alex membalas perasaan Amanda, dan ciuman itu menjadi semakin intens. Amanda merasa dirinya terbawa oleh perasaan yang kuat, dan ia tidak bisa menahan diri lagi. Ia membalas ciuman Alex dengan penuh gairah, merasa dirinya hidup kembali. Tiba-tiba, Amanda sadar apa yang sedang terjadi dan ia langsung melepaskan diri dari Alex. "Alex... apa yang kita lakukan?" Amanda bertanya dengan suara yang bergetar, merasa sedikit panik. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh kasih, dan ia tidak bisa menyembunyikan perasa

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Curhat Lagi Pada Alex

    Amanda dan Alex duduk di kafe, dengan secangkir kopi di depan mereka. Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum mulai menceritakan semua yang terjadi. "Alex, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Aku merasa sangat tidak dihargai oleh Rudi," Amanda berkata dengan suara yang lembut, mata yang sedikit berkaca-kaca. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh perhatian. "Apa yang terjadi, Amanda? Kamu bisa cerita padaku," ia berkata dengan suara yang lembut. Sekali lagi, Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum melanjutkan ucapannya. "Rudi selalu membuat aku merasa tidak penting. Dia tidak pernah mendengarkan aku, tidak pernah memberikan aku untuk berbicara. Dia selalu membuat keputusan sendiri, tanpa mempertimbangkan aku," Amanda berkata dengan suara yang sedikit bergetar. Alex terlihat begitu iba dengan apa yang terjadi pada Amanda. Ia memandang Amanda dengan mata yang penuh kekecewaan. "Itu tidak benar, Amanda. Kamu adalah istri yang hebat, kamu pantas mendapatkan yang le

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Bertolakbelakang

    Rudi rebahan sembari terus memainkan handphone, tersenyum gembira membaca komentar-komentar di postingan Instagram-nya. "Wah, aku benar-benar pria idaman!" ia berkata pada dirinya sendiri, sambil terus menggulir komentar-komentar yang memujinya."Rudi, kamu adalah suami yang sempurna!" "Rudi, aku ingin menjadi seperti kamu!" "Rudi, kamu adalah contoh suami yang baik!" Komentar-komentar itu terus bermunculan, membuat Rudi merasa semakin percaya diri dan bahagia.Tiba-tiba, Rudi melihat komentar dari seorang pengguna Instagram yang bernama "AmandaRudiIstriku". "Rudi, aku sangat bahagia memiliki suami seperti kamu. Terima kasih atas kesabaran dan cintamu" Rudi tersenyum, merasa semakin bahagia."Amanda benar, aku adalah suami yang sempurna," Rudi berkata pada dirinya sendiri. "Aku sabar, aku baik, aku kaya... apa lagi yang bisa diinginkan seorang wanita?"Rudi terus membaca komentar-komentar itu, merasa semakin percaya diri. Ia merasa bahwa ia telah melakukan yang terbaik untuk Amanda, d

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Podcast Rudi Dan Amanda

    Rudi dan Amanda duduk di sofa studio podcast, dengan senyum yang manis. Host podcast, seorang influencer muda, menyambut mereka dengan hangat. "Selamat datang, Rudi dan Amanda! Aku sangat senang memiliki kalian berdua di podcast aku hari ini."Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Terima kasih, aku senang berada di sini. Aku berharap bisa berbagi cerita tentang kesuksesan aku dan Amanda."Host podcast tersenyum, dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Baiklah, mari kita mulai. Rudi, aku tahu kamu adalah salah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan kamu menjadi pengusaha?"Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Aku mulai dari bawah, dengan modal yang kecil. Aku bekerja keras dan tidak pernah menyerah. Aku selalu percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita bisa mencapai apa saja."Amanda hanya mengangguk, dengan senyum yang lembut, sementara Rudi terus berbicara tentang kesuksesannya. Host podcast terus mengajukan pertanyaan,

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Margareth Mengabarkan

    Margareth berlari ke tempat arisan, dengan wajah yang berseri-seri. "Hai, hai, aku punya kabar baik!" ia berkata, dengan suara yang lantang.Rekan-rekannya di arisan memandang Margareth, dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Apa itu, Margareth? Jangan tegang-tegang amat!" salah satu dari mereka berkata, dengan suara yang santai.Margareth tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Amanda hamil! Aku baru saja mendapat kabar dari Rudi. Aku tidak bisa percaya!" ia berkata, dengan suara yang penuh kegembiraan.Rekan-rekannya di arisan berteriak, dengan wajah yang penuh kejutan. "Wah, selamat ya, Margareth! Rudi dan Amanda akhirnya punya anak!" salah satu dari mereka berkata, dengan suara yang lantang.Margareth tersenyum, dengan mata yang penuh kebanggaan. "Ya, aku sangat senang. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa cucu. Dan kabar ini juga membantah semua kabar yang mengatakan Rudi mandul," ia berkata, dengan suara yang tegas.Rekan-rekannya di arisan memandang satu sama lain, dengan w

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status