Partager

Part 139 Keresahan Rian

Auteur: Lisani
last update Date de publication: 2025-12-20 12:22:36

"Sama seperti kejahatan yang lambat laun akan tercium bau busuknya. Rahasia tidak memiliki tempat. Pada akhirnya akan muncul ke permukaan," ucap Rian menoleh menatap Yudha.

Pria galak dan dingin itu, kini tampak resah dan tidak berdaya. Rasa bersalah dan kebohongan yang ia tutupi serapat mungkin, kini sudah terbongkar.

Meski hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya, tapi Yudha merasa jika sebentar lagi semua orang akan tahu. Ini hanya masalah waktu. Saat semua orang tahu anak dalam kandun
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 160 Aku Cinta Padamu

    Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam. Yudha, Tari, dan ajudannya Samil tiba di kediaman Giriandra. Ajudannya itu sampai terbengong melihat rumah besar atasannya."Mang, tolong antarkan Samil ke kamar tamu. Siapkan juga beberapa pakaian ganti untuknya," pinta Yudha yang menggendong istrinya yang sudah pulas masuk ke dalam rumah."Baik, Tuan Muda," sahut pria paruh baya itu. "Mari, Nak Samil!""Ini rumah apa istana?" batin ajudan Yudha itu tercengang.Sementara itu, Yudha beranjak ke kamar orang tuanya setelah memastikan Tari tidur dengan nyaman. Artama memeluk Rudi, sementara Rania memeluk Lusiana. Yudha kembali naik, tapi bukan langsung ke kamarnya. Pria itu masuk ke kamar Kayla. "Ke mana dia?" batin Yudha.Yudha kembali keluar dan mendapati Bi Darmi. Wanita itu mengulurkan segelas susu jahe sembari berkata, "Belakangan si Nona Kecil mengeluh kalau ayahnya sibuk terus. Minum dulu, biar besok tetap bugar ""Terima kasih, Bi. Maaf sudah merepotkan Bibi malam-malam begini," u

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 159 Balasan Sebuah Ketulusan

    Minggu dan suara riuh senam pagi sudah menjadi salah satu ciri khas batalyon ini. Sejak dua tahun lalu pindah ke tempat ini, Tari merasa jika hidupnya banyak berubah. Ia tidak pernah menduga akan menjadi salah satu wanita yang dihormati karena pangkat dan jabatan suaminya.Tak seperti di Batalyon Rajawali tempat dinas Yudha sebelumnya yang terdiri dari lebih 1000 personil. Batalyon yang sekarang lebih kecil dengan jumlah personil hanya sekitar 700 orang saja. Akan tetapi, Yudha menduduki jabatan vital, bukan lagi sebagai ketua Tim Alfa, melainkan wakil komandan batalyon.Hari ini, seragam mereka didominasi dengan seragam olahraga. Kali ini diadakan berbagai jenis lomba. Semua elemen terlibat dalam memastikan agar kegiatan tahunan itu berjalan lancar. Semangat itu hadir bukan hanya karena hadiah yang dijanjikan. Pemenang akan mewakili batalyon ini dalam ajang perlombaan perayaan HUT kemerdekaan. Brownies Bukap menjadi sponsor utama yang menyediakan berbagai jenis hadiah menarik. Karen

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 158 Pembohong

    Yudha bangun dan mengulum senyum. Putri kecilnya berkacak pinggang dan buang muka. Keduanya sama sekali tidak menyadari mereka sudah pulang. Bibir manyunnya yang mungil, mirip seperti ketika Tari cemberut. Akan tetapi, matanya yang sinis, lebih mirip dengan sang mama. Tak lama kemudian, senyum Yudha luntur. Artama muncul dengan menjinjing satu ember eskrim berukuran satu liter. Di belakangnya ada Lusiana yang menjinjing sekotak pizza sepanjang satu meter. Tari dan Yudha tahu kalau Lusiana tidak pernah menolak keinginan cucu-cucunya. Tapi, menurut mereka berdua, anak-anaknya juga tidak akan memesan makanan sebanyak itu."Rania sama Kakak dari mana?" tanya Yudha. Meski ia sudah bisa menebak dari makanan yang mereka beli, Yudha tetap ingin mendengar jawaban putra-putrinya."Dari mall, Ayah," sahut Artama."Jangan kepo!" sahut Rania.Yudha mendongak menatap mamanya. Lusiana merespon hanya mengedikan bahu. "Adek, ayo cuci tangan dulu!" ajak Artama menarik tangan adiknya.Dari celah tir

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 157 Rania Annisa Giriandra

    "Rania kenapa? Cucu nenek kenapa cemberut?" tanya Lusiana. Hari ini ia sengaja berkunjung ke kota tempat Yudha dimutasi. Niatnya adalah ingin menjemput kedua cucunya untuk liburan ke Surabaya. Mumpung saat ini sedang masa libur sekolah, sehingga tidak akan mengganggu jadwal belajar Artama.Belakangan Tari kewalahan menghadapi Rania yang terlampau aktif dan banyak maunya, sementara Tari sedang hamil delapan bulan. Bocah cilik berusia tiga tahun itu tidak pernah bisa diam. Sangat berbeda dengan kakaknya Artama yang tenang dan kalem. "Tadi subuh, ayah pelgi cepat-cepat, Nenek. Ayah bilang mau lapat. Ayah sibut telus. Ditelpon nda dijawab," keluhnya manyun.Lusiana tersenyum mendengar cucunya menghela napas panjang. Gadis kecil itu seperti wanita tua yang sedang menghawatirkan nasib anak bujangnya.Sejak Yudha menjadi seorang Mayor, putranya memang jauh lebih sibuk dari sebelumnya. Dua tahun setelah kenaikan pangkat, Yudha dimutasi ke batalyon lain dan menjabat sebagai wakil komandan ba

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 156 Surat Ancaman Lagi

    Aqiqah putra Yudha digelar besar-besaran di kediaman keluarga Giriandra. Awalnya Yudha ingin acara itu digelar di Batalyon Rajawali saja. Akan tetapi, Rudi dan Lusiana tidak mengizinkan dan bersikukuh akan menggelar acara itu di rumah mereka. Salah seorang yang berbaur di antara para tamu undangan terus saja membagikan informasi kepada Ayana. Dibayar dengan sejumlah uang, wanita yang bekerja sebagai salah satu karyawan catering itu mengirimkan foto bahagia dari sang pemilik acara. Dalam hitungan detik, foto-foto itu kini berada di tangan Ayana. Wanita yang tengah bersembunyi di kota lain itu meremas ponselnya. Harusnya, dia yang berdiri di posisi Yudha. "Semua gara-gara kalian! Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia selamanya. Lihat saja, apa yang akan kulakukan untuk menghancurkan kalian!" gumam Ayana memekik kesal. Sejak dua bulan terakhir, ia bahkan berusaha menghindari keluarganya. Meski semua orang tuanya mencemaskan dirinya, Ayana tahu kalau mereka tidak benar-benar menc

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 155 Tidak Ada Masa Depan

    Rudi dan Lusiana menyambut kedatangan para tamunya. Pasangan itu sampai meneteskan air mata melihat senyum lebar Yudha. Bahkan, kini putra mereka itu sudah mau tidur di rumah ini lagi. Semua atas keinginan Tari, sehingga Yudha mau mengalah. Tari mengungkapkan jika ia menolak permintaan Lusiana dan Rudi, mungkin saja mertuanya berpikir dirinya belum benar-benar memaafkan dan melupakan kejadian buruk di masa lalu. Yudha pun akhirnya melunak. Meski pasangan itu sudah tahu tentang fakta kalau cucu yang mereka nanti bukan darah daging mereka, tapi Rudi dan Lusiana menerimanya dengan sepenuh hati. Dunia hanya tahu bahwa, putra pertama Yudha dan Tari adalah cucu pertama Rudi dan Lusiana. "Sepertinya, Anda jadi terlihat lebih muda sejak jadi kakek," puji salah seorang kolega bisnisnya. Rudi tertawa sembari mengangguk. "Sepertinya begitu. Saya belakang ini memang lebih sering olahraga biar lutut saya masih kuat. Waktu cepat berlalu dan tidak lama lagi, saya pasti kewalahan mengejar langka

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 112 Firasat Buruk

    "Kau mau ke mana, Kapten Yudha? Rapat akan segera dimulai!" tegur Mayor Daffa. "Sial!" batin Yudha mengumpat dan terpaksa berbalik menuju tempat duduk Tim Alfa. Ia hampir saja lupa tujuannya datang ke sini. Kenapa harus disaat seperti ini? Yudha sama sekali tidak bisa tenang. Para atasannya sud

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 111 Di Antara Dua Pilihan

    Yudha lega karena rapat bersamaan atasannya sudah berakhir. Malam nanti akan ada dua orang mentri yang datang ke kota ini untuk menghadiri acara gala dinner dan meninjau proyek pemerintah besok. Karena itulah, Tim Alfa akan ikut dalam satuan pengamanan. Kesibukannya itu membuat Yudha tidak punya c

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 110 Aku Ingin Memeluknya

    Menikmati makan siang dengan tatapan sinis sang adik, adalah hal yang tak pernah Yudha bayangkan sebelumnya. Namun, setelah kesadarannya benar-benar pulih, Yudha bisa mengingat beberapa hal yang terjadi semalam. Selain ambruk di dapur, ia juga ambruk di ruang tamu. Ia terbangun dan berniat menjemp

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 109 Kuat Tapi Rapuh

    Kembali merasakan hal yang sama seperti beberapa hari terakhir. Yudha pulang tanpa ada yang menyambutnya. Rumdis yang dulu selalu membuat ingin cepat pulang dan menikmati kehangatan dan perhatian, kini hanya seperti tempat untuk sekedar tidur dan bersembunyi. Bersembunyi dari rasa penasaran merek

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status