Home / Rumah Tangga / Benih Rahasia Kapten Yudha / Part 36 Kapten Dapat Cinderella

Share

Part 36 Kapten Dapat Cinderella

Author: Lisani
last update Huling Na-update: 2025-01-13 15:25:12
Yudha dan Tari telah tiba di markas kesatuan tempat Yudha selama ini dinas. Selama sesi wawancara, Tari tak mampu menyembunyikan degub jantungnya. Organnya yang satu ini tak bisa tenang.

Berbanding terbalik dengan Yudha. Pria itu menjalani sesi wawancara seolah hanya ngobrol dengan teman-temannya. Padahal, beberapa pria berseragam resmi di hadapan mereka itu memiliki pangkat dan jabatan yang lebih tinggi.

Hampir dua jam, sesi tersebut akhirnya selesai. Tari dan Yudha lega karena semuanya berjalan lancar. Yudha akui Tari gadis cerdas yang mampau memberikan jawaban lugas dan realistis.

Atasannya sampai terkesan. Mengira jika selama ini ia dan Tari memang diam-diam menjalni LDR. Mereka pun mengisi beberapa berkas yang diperlukan sebelum keluar dari kantor.

“Akhirnya Kapten Hot batalion ini sold out juga,” goda salah satu istri atasan Yudha.

Rekan kapten yang menjalani sesi wawancara dengan Yudha dan Tari tadi ikut terkekeh. Pasalnya, banyak kowad dan staf di satuan mereka yang patah hati.
Lisani

Maaf ya, baru bisa update lagi. Selamat membaca ...

| 2
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 159 Balasan Sebuah Ketulusan

    Minggu dan suara riuh senam pagi sudah menjadi salah satu ciri khas batalyon ini. Sejak dua tahun lalu pindah ke tempat ini, Tari merasa jika hidupnya banyak berubah. Ia tidak pernah menduga akan menjadi salah satu wanita yang dihormati karena pangkat dan jabatan suaminya.Tak seperti di Batalyon Rajawali tempat dinas Yudha sebelumnya yang terdiri dari lebih 1000 personil. Batalyon yang sekarang lebih kecil dengan jumlah personil hanya sekitar 700 orang saja. Akan tetapi, Yudha menduduki jabatan vital, bukan lagi sebagai ketua Tim Alfa, melainkan wakil komandan batalyon.Hari ini, seragam mereka didominasi dengan seragam olahraga. Kali ini diadakan berbagai jenis lomba. Semua elemen terlibat dalam memastikan agar kegiatan tahunan itu berjalan lancar. Semangat itu hadir bukan hanya karena hadiah yang dijanjikan. Pemenang akan mewakili batalyon ini dalam ajang perlombaan perayaan HUT kemerdekaan. Brownies Bukap menjadi sponsor utama yang menyediakan berbagai jenis hadiah menarik. Karen

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 158 Pembohong

    Yudha bangun dan mengulum senyum. Putri kecilnya berkacak pinggang dan buang muka. Keduanya sama sekali tidak menyadari mereka sudah pulang. Bibir manyunnya yang mungil, mirip seperti ketika Tari cemberut. Akan tetapi, matanya yang sinis, lebih mirip dengan sang mama. Tak lama kemudian, senyum Yudha luntur. Artama muncul dengan menjinjing satu ember eskrim berukuran satu liter. Di belakangnya ada Lusiana yang menjinjing sekotak pizza sepanjang satu meter. Tari dan Yudha tahu kalau Lusiana tidak pernah menolak keinginan cucu-cucunya. Tapi, menurut mereka berdua, anak-anaknya juga tidak akan memesan makanan sebanyak itu."Rania sama Kakak dari mana?" tanya Yudha. Meski ia sudah bisa menebak dari makanan yang mereka beli, Yudha tetap ingin mendengar jawaban putra-putrinya."Dari mall, Ayah," sahut Artama."Jangan kepo!" sahut Rania.Yudha mendongak menatap mamanya. Lusiana merespon hanya mengedikan bahu. "Adek, ayo cuci tangan dulu!" ajak Artama menarik tangan adiknya.Dari celah tir

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 157 Rania Annisa Giriandra

    "Rania kenapa? Cucu nenek kenapa cemberut?" tanya Lusiana. Hari ini ia sengaja berkunjung ke kota tempat Yudha dimutasi. Niatnya adalah ingin menjemput kedua cucunya untuk liburan ke Surabaya. Mumpung saat ini sedang masa libur sekolah, sehingga tidak akan mengganggu jadwal belajar Artama.Belakangan Tari kewalahan menghadapi Rania yang terlampau aktif dan banyak maunya, sementara Tari sedang hamil delapan bulan. Bocah cilik berusia tiga tahun itu tidak pernah bisa diam. Sangat berbeda dengan kakaknya Artama yang tenang dan kalem. "Tadi subuh, ayah pelgi cepat-cepat, Nenek. Ayah bilang mau lapat. Ayah sibut telus. Ditelpon nda dijawab," keluhnya manyun.Lusiana tersenyum mendengar cucunya menghela napas panjang. Gadis kecil itu seperti wanita tua yang sedang menghawatirkan nasib anak bujangnya.Sejak Yudha menjadi seorang Mayor, putranya memang jauh lebih sibuk dari sebelumnya. Dua tahun setelah kenaikan pangkat, Yudha dimutasi ke batalyon lain dan menjabat sebagai wakil komandan ba

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 156 Surat Ancaman Lagi

    Aqiqah putra Yudha digelar besar-besaran di kediaman keluarga Giriandra. Awalnya Yudha ingin acara itu digelar di Batalyon Rajawali saja. Akan tetapi, Rudi dan Lusiana tidak mengizinkan dan bersikukuh akan menggelar acara itu di rumah mereka. Salah seorang yang berbaur di antara para tamu undangan terus saja membagikan informasi kepada Ayana. Dibayar dengan sejumlah uang, wanita yang bekerja sebagai salah satu karyawan catering itu mengirimkan foto bahagia dari sang pemilik acara. Dalam hitungan detik, foto-foto itu kini berada di tangan Ayana. Wanita yang tengah bersembunyi di kota lain itu meremas ponselnya. Harusnya, dia yang berdiri di posisi Yudha. "Semua gara-gara kalian! Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia selamanya. Lihat saja, apa yang akan kulakukan untuk menghancurkan kalian!" gumam Ayana memekik kesal. Sejak dua bulan terakhir, ia bahkan berusaha menghindari keluarganya. Meski semua orang tuanya mencemaskan dirinya, Ayana tahu kalau mereka tidak benar-benar menc

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 155 Tidak Ada Masa Depan

    Rudi dan Lusiana menyambut kedatangan para tamunya. Pasangan itu sampai meneteskan air mata melihat senyum lebar Yudha. Bahkan, kini putra mereka itu sudah mau tidur di rumah ini lagi. Semua atas keinginan Tari, sehingga Yudha mau mengalah. Tari mengungkapkan jika ia menolak permintaan Lusiana dan Rudi, mungkin saja mertuanya berpikir dirinya belum benar-benar memaafkan dan melupakan kejadian buruk di masa lalu. Yudha pun akhirnya melunak. Meski pasangan itu sudah tahu tentang fakta kalau cucu yang mereka nanti bukan darah daging mereka, tapi Rudi dan Lusiana menerimanya dengan sepenuh hati. Dunia hanya tahu bahwa, putra pertama Yudha dan Tari adalah cucu pertama Rudi dan Lusiana. "Sepertinya, Anda jadi terlihat lebih muda sejak jadi kakek," puji salah seorang kolega bisnisnya. Rudi tertawa sembari mengangguk. "Sepertinya begitu. Saya belakang ini memang lebih sering olahraga biar lutut saya masih kuat. Waktu cepat berlalu dan tidak lama lagi, saya pasti kewalahan mengejar langka

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 154 Artama Hamizan Giriandra

    Tangisan bayi yang melengking membuat belasan orang itu bersorak. Mereka sejak tadi menunggu kelahiran bayi Tari dan Yudha. Rian meneteskan air mata mendengar suara tangisan keponakannya. Rasanya sungguh luar biasa. Bahkan saat ini, perasaannya lebih sulit dijelaskan dibanding soal matematika rumit.Yudha baru saja bangkit dari sujud syukurnya. Pria itu lekas berbalik memeluk Rian sampai seragam Rian juga ikut kotor karenanya. Keduanya saling berbisik mengucap selamat."Akhirnya dia lahir. Selamat, Bang," bisik Rian."Aku jadi ayah, Yan," bisik Yudha.Arbian menepuk pundak Yudha sembari berkata, "Akhirnya akan ada yang berani memarahimu."Kamil dan Prasetyo tertawa. Dua pria paruh baya itu setuju akan hal itu. Yudha dan keras kepalanya bahkan berani melawan senior dan atasannya sendiri. Sejauh ini, Yudha hanya akan mengalah pada anak kecil saja. Pintu ruang bersalin terbuka. Semua mata menoleh menunggu siapapun yang hendak keluar. Mereka tak sabar ingin tahu."Selamat, bayinya laki-

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status