INICIAR SESIĂNKejaran rentenir membuat Tisya masuk ke dalam mobil pria asing untuk bersembunyi. Namun, siapa sangka pria itu justru meminta imbalan dalam bentuk pernikahan!!
Ver mĂĄsNyraâs POV
The thump of loud music hit me even from a distance. In the glittering heart of Vegas, where humans and werewolves lived side by side, everyone had gathered for what was easily the biggest event of the year.
It was my birthday bash.
My name is Nyra Virellion, the only daughter of my father, Vaelor Virellion, and my mother, Elyndra. Theyâre the kind of parents anyone would dream of having. For my eighteenth birthday today the day everything in my life might shift for good theyâd gone all out and thrown the most extravagant party the world had probably ever seen.
Every news channel Iâd caught that morning was buzzing about it, running stories and live updates on my grand birthday celebration. I still couldnât believe how lucky I was to have this kind of luxury and attention in my life. I really love my parentsâŚ
Even though they still hadnât shown up at the venue. I couldnât sense them anywhere nearby. Maybe they were caught in traffic or had taken a different route?
I turned to Sylphae, one of my closest werewolf friends, and smiled as we clinked our glasses in a toast to me. We were riding in a sleek, custom-ordered black Lamborghini stretch limo made just for nights like this.
âThis birthday, our youngest girl finally turns eighteen. Iâm so excited I can barely hold it in, Nyra. Iâm really happy for you,â Sylphae said warmly, pulling me into a gentle side hug and planting a friendly kiss on my cheek.
Then my eyes drifted to the woman quietly sipping her champagne in the corner seat. It was so unlike her to be this reserved. Sheâd also chosen a surprisingly simple yet elegant outfit tonight, which only made me more curious.
âSo, Kaelith, arenât you going to say something? Itâs my birthday, come on!â I teased. I knew she was usually the quiet one in our group, but not tonight.
Kaelith gave a small shrug. âWhat do you want me to say, Miss Richie-Rich? Your fatherâs so loaded that heâs throwing the most over-the-top party the planet has ever seen. How about this congratulations on turning eighteen, Nyra. I hope you like the big gift I have for you tonight. I really mean it.â
I gasped, genuinely surprised. âA grand gift from you? That would mean everything to me, Kaelith! Thank you!â
Of course I was excited, but something about the slight, fake-looking smile playing on her lips left me feeling a little uneasy. At that moment, I had no idea that her so-called gift would completely change my destiny.
When we finally pulled up to the venue, I was instantly hit by a storm of flashing cameras. Celebrities and powerful figures from all over had shown up, filling the air with electric energy.
Suddenly the lights dimmed, and a bright spotlight landed right on me. I couldnât help grinning from ear to ear as the MC started hyping me up in front of the crowd.
Fifteen minutes into the party, though, I was already starting to feel bored. The older crowd just wasnât my vibe. While my three friends wandered off to grab food and entertain themselves, I still hadnât even cut the cake yet.
âHello, miss.â
The voice carried a strong, commanding presence, but I didnât recognize it. I turned around with my glass of wine still in hand and found myself staring up at a tall man. Iâd never seen anyone so strikingly elegant in my life.
âCare for a dance? The show is just about to begin⌠for you.â
âIâd love to, but you see, I already have a fiancĂŠ.â I flashed him my engagement ring, expecting that to settle it. Instead, a bright grin spread across his face. Whoa⌠what was that about?
âIâm a man, youâre a woman. Whatâs wrong with a small, carefree dance? Your fiancĂŠ can find you anytime and steal you back.â
Every word out of his mouth was starting to annoy me. âExcuse me, sir. I donât know who you are, and you clearly seem powerful, but please stop making me uncomfortable at my own party.â
His smile didnât fade even a little.
âAlright, Nyra Virellion. Just so you know, a kind man like me only wanted to keep the birthday girl company. If it bothers you, Iâll leave you be.â He gave a polite bow and walked away, immediately finding a charming dance partner right in front of me.
He was dancing with KaelithâŚ
Iâd never seen her smile that wide before, like she felt truly honored to be in his arms. Who was heâŚ?
Suddenly, a familiar, comforting scent washed over me from behind. It calmed me almost instantly.
A small gasp escaped my lips as strong hands gently held my waist. It was my fiancĂŠ.
Zephyros Lupus, Alpha of the Frostmoon pack.
He had proposed to me in the most romantic way three months ago, and I couldnât help choosing him over anyone else who might come into my life as a mate. After all, love could make a wolf like me reject anyone who wasnât worthy. And Zephyros⌠he was more than worthy.
âLooking so stunning that I almost didnât recognize you, sweetheart,â he said, spinning me around and placing a soft kiss on my lips.
âYouâre going to ruin my lipstick, Zephyros. You know better than to break my rules.â
He quickly raised his hands in mock defense. âI wonât do it again, babe. And look at youâŚâ My smile returned at his flirtatious tone. âStunning in gold and maroon. I knew only you could pull off that combination, sweetheart.â
âDonât be ridiculous. I know I can pull off anything. Besides, whereâs my gift?â I extended my hand playfully, asking for it without shame.
He gave me that grin again, the one that always twisted my stomach in the best way. âYouâll see, baby girl.â
The people around us cheered as Zephyros suddenly twirled me and kissed me passionately.
My lipstick, Zephyros! Jeez, was it that hard to control yourself around me?
Thatâs when the mind link hit me it was from Beta Dravok.
I knew it was serious because I could hear the panic in his voice.
âLeave everything youâre doing right now and come back home, Nyra Virellion⌠Itâs about your parents.â
My smile vanished in an instant.
"Jangan ke mana-mana!" Derren kembali memperingati Tisya untuk tetap di tempatnya. Di sini ada banyak rekan bisnisnya, tetapi tak sedikit musuhnya pun ada di sana. Mereka pasti akan mencari celah untuk bisa mendekati Tisya dan menjadikannya sebagai kelemahan Derren. Derren dengan sengaja menjauh dari Tisya dengan mata elangnya yang tak melepaskan perempuan itu dari jangkauan matanya. "Tidak usah panik, saya di sini," ucap Derren lewat pesan singkat yang dia kirim. Tisya mulai mengamati sekitar dan ya, dia menemukan Derren di ujung ballroom tersebut sedang menikmati minuman. Tisya langsung menarik kedua sudut bibirnya, berusaha terlihat tenang dan menikmati keadaan di sana. "Kau benar-benar gila, Tuan!" cibir Tisya. Seseorang menepuk pundak polos Tisya yang membuatnya langsung berbalik. Di sana berdiri seorang laki-laki muda dengan setelan jas hitam, tampak cukup tampan, dia tersenyum manis. "Hai, Nona. Kau istrinya Tuan Derren?" tanyanya sambil mengulurkan tangan. Tisya tak mem
Derren mengerutkan keningnya, saat Tisya hanya mengaduk-aduk minuman matcha yang dibelikannya tadi. "Saya membeli itu untuk kamu cicip, supaya kamu bisa membuatnya sendiri!" ujar Derren. "Aku lagi tidak selera makan, Tuan. Rasanyaâ" Derren langsung menyimpan sendok ke meja, menimbulkan suara yang membuat Tisya meliriknya. Derren bangun dari duduknya dengan wajah tanpa ekspresi. Tisya hanya bisa diam menatap, mencoba menganalisa apa yang akan dilakukan Derren. "Mau ikut atau tidak? Ayo!" ajak Derren. "Kita mau ke mana? Kalau mau cari makan aku tidak mau!" tolak Tisya sambil melipat kedua tangannya di dada. Lihatlah, Tisya benar-benar berkamuflase menjadi seorang istri manja yang ingin dibujuk oleh suaminya. Derren memutar bola matanya dengan jengah, kemudian membuang napasnya dengan kasar. "Nanti malam akan ada pesta penting yang dihadiri oleh para petinggi perusahaan besar di sini. Kau harus ikut, Nona Tisya!" tegas Derren. Tisya menekuk wajahnya, terlihat kalau dia malas untuk
Derren mengaduk-aduk pasta yang dibuat Tisya dengan sepenuh hati. Dari penampilannya, ini sama sekali tidak menggugah selera. "Kamu tidak pernah membuat pasta sebelumnya?" tanya Derren dan Tisya hanya menarik kedua sudut bibirnya. Derren membuang napasnya dengan kasar, merasa tak yakin untuk bisa melahap makanan itu. Tisya melirik jam di pergelangan tangannya, dia membulatkan mata, sadar kalau beberapa menit lagi busway akan lewat. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Tisya bergegas pergi dengan membawa tote bag miliknya. Derren membuka mulut, hendak menahan Tisya, tetapi perempuan itu sudah jauh melangkah. Tisya berlari sekuat tenaga, mengejar busway yang sebentar lagi akan tiba di halte. Dia akan kena masalah kalau sampai terlambat masuk kerja, sementara Derren adalah pemimpin di perusahan jadi walaupun terlambat tidak akan ada yang menggunjingnya. "Astaga, maaf saya tidak sengaja!" ucap Tisya sambil sedikit membungkuk. Sosok itu hanya melirik sinis, kemudian duduk di kursi kosong
Supermarket berada tak jauh dari kawasan mansion. Derren juga hanya pergi dengan pakaian santainya, cukup serasi dengan penampilan biasa dari Tisya. "Harganya mahal banget? Bukannya sama-sama matcha, ya?" tanya Tisya dengan heran saat melihat harga matcha. Ini memang kualitas terbaik, tak heran harganya mahal. Namun, Tisya tak menyangka kalau akan semahal ini dan lagi dia yang akan membuatnya. Tisya merasa dia akan menghamburkan uang Derren untuk hal tabu. "Kita beli dari brand biasa aja, ya!" Tisya kembali bernegosiasi. "Kenapa? Kamu takut saya kehabisan uang hanya karena membeli satu matcha?" Derren langsung memberi tatapan sinis. "Tuan, matcha bubuk dijual per gram danâ" "Nona, tolong bungkus matcha kualitas terbaik di sini. Dia mau belajar membuat cookies!" Derren langsung memanggil penjaga toko dan di sana Tisya hanya bisa membuang napasnya dengan kasar. Tisya menenteng semua bahan yang dia butuhkan untuk membuat berbagai minuman dan makanan dari matcha. Kini keduanya sedang
"TâTuan tahu dari mana?" gagap sudah suara Tisya, akibat rasa syok yang dia terima dari suaminya. Dari mana pria di atasnya ini tahu semua tentang masa lalu Tisya? Padahal Tisya menutupnya serapat mungkin. Dia pun memutuskan pindah ke London, ikut bersama nenek kandungnya, karena ingin menghindar
Beberapa menit sebelumnya, Derren tiba di parkiran rumah sakit swasta, tempat nenek mertuanya dirawat. Pria 31 tahun itu keluar dari kendaraan roda empat, tangan dimasukan ke saku coat dengan langkah lebar nyaris tak sabaran. "Aku tidak akan melepaskanmu!" gumam Derren dengan mata membara menata
"Kapan kalian beecerai?" Sania menatap ngeri ke arah Derren, ini bukan kali pertama putranya meminta ia mengakhiri pernikahan bersama Luis, suami mudanya. Namun, sekali lagi, Sania tak ingin membuang waktu untuk berdebat dengan sang putra mengenai masalah rumah tangganya. Karena sampai kapan pun D
"Siapa wanita ini, Derren?!" Teriakan tersebut membuat tubuh sepasang suami istri itu menegang sempurna. Yang lebih parahnya, Tisya sudah gemetaran, serta mencengkram seragam kerjanya dengan gelisah. Ya, Tisya tahu suara itu. Sebuah suara yang pernah merendahkan dirinya tadi malam, ketika diri












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseĂąas