Share

🖤 EPISODE 53

last update publish date: 2025-11-05 23:41:13

.

Rani mengangguk pelan, berusaha tersenyum di tengah guncangan yang menyesakkan. Ia segera mengambil beberapa merek tes kehamilan berbeda, lalu bergegas ke kasir—ingin cepat-cepat pergi sebelum tatapan simpatik sang apoteker membuatnya runtuh.

Sambil menunggu struk, rasa bersalah menyelusup seperti duri di dadanya. Ia tahu apa yang telah terjadi salah, sangat salah. Ia telah mengkhianati kepercayaan Tasya dengan cara yang tak termaafkan. Dan sekarang… mungkin ada konsekuensinya.

Pikiran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   Episode 102

    Tasya berlutut perlahan di samping keranjang sampah yang tersembunyi. Jemarinya yang dingin dan kaku menaruh kembali alat tes kehamilan itu di antara tisu bekas dan sampah lain, menyusunnya sedemikian rupa seolah benda itu tak pernah disentuh, seolah tak ada rahasia besar yang baru saja terkuak. Ia meratakan lipatan sampah, memastikan tidak ada jejak gangguan yang terlihat, lalu berdiri tegak dengan gerakan anggun yang dipaksakan. Namun, topeng di wajahnya kini tak lagi sama. Senyum tipis yang terukir di bibirnya bukan lagi senyum manis kakak yang penuh perhatian, melainkan senyum miring yang menyeramkan, matanya menyala dengan kilatan niat jahat yang pekat. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi rasa bersalah. Hanya ada kebencian murni dan tekad untuk menghancurkan apa yang berani merebut miliknya. Ia berbisik pelan, suaranya terdengar lembut namun menusuk hingga ke tulang, seolah sedang mengucapkan ucapan selamat pada tamu yang akan berangkat ke kematian. "Kalau begitu... selam

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 101

    Udara di kamar Rani terasa hening, hanya berbau samar sabun bayi dan wangi bunga melati yang lembut. Tasya melangkah masuk tanpa suara, gerakannya pelan namun penuh niat buruk, matanya menyapu setiap sudut ruangan seolah sedang memburu jejak musuh. Ia tahu Rani sering ceroboh, sering lupa menyembunyikan barang-barang pribadi di tempat yang seharusnya aman. Dan hari ini, nasib benar-benar berpihak pada keburukannya—atau mungkin justru membuka pintu neraka yang selama ini tertutup rapat.Saat ia menunduk memeriksa keranjang sampah yang tersembunyi di balik lemari pakaian, tangannya tiba-tiba berhenti bergerak. Di antara tisu bekas dan kemasan permen, tergeletak sebuah benda plastik kecil yang bentuknya terlalu ia kenal.Dengan jari gemetar menahan rasa ingin tahu yang bercampur ketakutan, Tasya meraih benda itu. Ia mengangkatnya perlahan ke arah cahaya jendela.Detik itu juga, napasnya tercekat.Di sana, terlihat jelas dua garis merah yang tegas dan mencolok. Garis yang menandakan satu

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 100

    "Tapi ini salah, Kak..." isaknya tertahan, suaranya parau dan menyakitkan. "Kita salah. Ini haram. Kakak suami Kak Tasya... dan aku... aku merasa seperti merusak segalanya. Aku merasa jahat sekali, Kak... kenapa rasanya enak tapi salah? Kenapa aku merasa bersalah setiap kali menatapnya?" Ia menangis sejadi-jadinya, menumpahkan semua beban yang menekan dadanya selama berbulan-bulan ini. Rasa takut, rasa bersalah, dan kebingungan bercampur aduk menjadi satu Mendengar itu, alis Dimas mengerut rapat. Ia tidak suka mendengar kata-kata itu. Ia tidak suka Rani menganggap apa yang mereka miliki sebagai kesalahan. Dengan cepat ia menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya, memeluknya sangat erat seolah ingin menyatukan tulang mereka. Tangan besarnya mengusap rambut panjang Rani dengan gerakan menenangkan, sementara bibirnya mendekat ke telinga gadis itu, membisikkan kata-kata yang terasa seperti mantra penenang sekaligus racun halus. "Dengar aku baik-baik, Sayang," bisiknya rendah, tegas,

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 99

    Di Citra Asmarayudha Residence, kemewahan sering kali menjadi penutup bagi kisah-kisah yang rumit. Dan bagi Dimas Elvano Satya, kemewahan itu kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan alat untuk menandai wilayahnya—terutama ketika menyangkut satu-satunya wanita yang mampu menggetarkan hatinya: Rani. Ke mana pun mereka pergi, siapa pun yang mereka temui, satu pemandangan selalu berulang dan menjadi pusat perhatian. Tangan besar Dimas hampir tak pernah lepas dari perut Rani. Gerakannya lembut, penuh kelembutan yang jarang ia tunjukkan pada orang lain, namun tekanan telapak tangannya mengandung makna yang jauh lebih dalam. Saat berjalan di taman kompleks, saat menerima tamu di ruang tamu yang luas, atau bahkan saat sedang berbicara dengan staf di ruang makan, lengan Dimas selalu melingkar di pinggang gadis itu, tangannya dengan alami merambat naik dan beristirahat lembut di perut Rani. Ketika tetangga atau tamu menatap bingung, bertanya-tanya tentang kebiasaan aneh itu, Dimas selalu menj

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 98

    Api di dada Tasya tidak lagi sekadar membara, melainkan telah melahap seluruh akal sehatnya. Meski waktu dan perhatiannya banyak tersita oleh Elano dan permainan bisnis yang rumit, insting seorang wanita—terutama wanita yang haus akan kekuasaan—tidak pernah buta. Ia mendengar bisikan-bisikan di kompleks, ia melihat video yang viral itu berulang kali hingga layar ponselnya hampir retak, dan yang paling menyakitkan, ia bisa melihat perubahan itu dengan mata kepalanya sendiri. Dimas yang dulu dingin, kaku, dan jarang tersenyum, kini mulai meleleh. Dan sumbernya jelas sekali: Rani. Sore itu, Tasya memutuskan pulang lebih awal. Bukan karena rindu, melainkan karena rasa curiga yang menggerogoti isi kepalanya. Ia masuk tanpa suara, melepas sepatu hak tingginya dengan gerakan lambat. Sepatu stiletto itu diletakkan dengan hati-hati, seolah ia adalah predator yang sedang mengendap-ngendap mendekati sarang mangsa. Langkah kakinya yang dibalut stoking su

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 97

    Sore itu langit Citra Asmarayudha tampak keemasan, memantulkan cahaya matahari terbenam ke permukaan aspal yang mengkilap. Suasana terasa tenang, namun di balik ketenangan itu, lensa kamera selalu mengawasi. Zafla, resepsionis gerbang yang tak pernah lepas dari ponselnya, sedang asyik menguji kualitas kamera barunya. Jari-jarinya lincah mengatur sudut, berniat membuat konten aesthetic tentang "Keindahan Sore di Elite Residence". Ia merekam gerbang besi, pepohonan trembesi yang rindang, hingga mobil-mobil mewah yang berlalu lalang. "Hmm, kurang angle yang bagus nih..." gumamnya pelan, matanya terus mengintip lewat layar. Tiba-tiba, sebuah sedan hitam mewah meluncur pelan dan berhenti tepat di depan pos satpam. Itu mobil Dimas. Zafla otomatis mengarahkan kameranya, berniat mengambil gambar mobilnya saja. Namun, apa yang terekam layar ponselnya membuat jari yang sedang menekan tombol record itu berhenti mendadak. Di layar kecil itu, terlihat jelas pintu sisi penumpang terbuka. Dimas t

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 43

    Namun, ketenangan itu segera terganggu. Suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari luar ruangan. Rani dan Dimas membeku, jantung mereka berdegup kencang, telinga mereka menangkap setiap hentakan. Langkah itu semakin keras, berhenti tepat di luar pintu. Napas Rani tersangkut saat ia mengenali suar

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 44

    Keesokan harinya, bel pintu berbunyi di penthouse, menandakan kedatangan Shakila, guru piano Afqlah. Rani yang sedang merapikan beberapa majalah di meja kopi menoleh ketika mendengar langkah kaki Tasya menuju pintu. "Aku yang bukain," panggil Tasya dari lorong. Rani mendengar suara pintu terbuk

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 45

    Rani kembali ke perpustakaan untuk melanjutkan pekerjaannya. Saat menaiki tangga kecil yang bergoyang, ia hampir kehilangan keseimbangan. Dimas dengan sigap menahan pinggangnya. Ia masih mengenakan pakaian kantor, dasinya sedikit longgar, tampak lelah. Ia kebetulan melewati perpustakaan dan la

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 35

    Rani berdiri canggung di sudut ruang tamu yang mewah, merasa tidak pada tempatnya di tengah para wanita glamor yang sibuk mengobrol dan tertawa keras. Adzkiya, Khalisa, Cattleya, dan Meisya adalah sahabat terdekat Tasya, dan malam itu mereka semua berkumpul untuk acara girls

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status