Share

Bab 6

Penulis: Dixie
Monica menatapku dengan ragu. Satu tangannya segera menyeka air mata di wajahnya. Namun, begitu air mata itu terhapus, air mata baru kembali mengalir. Dia menunduk. Tetesan air mata jatuh satu per satu ke lantai.

"Aku lihat kamu begitu terburu-buru, takut kamu kenapa-napa sendirian. Setelah kupikir-pikir, akhirnya aku mencarimu sampai di sini."

Aku berhenti sejenak, lalu menyentuh leherku dengan agak canggung. "Aku sudah keliling ke beberapa rumah sakit. Kukira aku nggak akan menemukanmu. Aku sampai takut kamu kenapa-napa. Benar-benar membuatku panik."

Di mata Monica berkilat cahaya aneh. Dia berdiri, merapikan roknya.

Aku menunjuk ke arah ruang rawat di belakangnya. "Kenapa kamu nangis di sini? Apa orang tuamu ...."

Aku belum selesai berbicara, Monica sudah mengangguk.

"Sejak kecil setelah orang tuaku cerai, aku ikut ayahku. Beberapa tahun kemudian ayahku juga meninggal. Di dunia ini, tinggal nenek dan aku yang hidup saling bergantung. Sekarang beliau ...."

Monica menangis tersedu-sed
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta   Bab 8

    Di jalan yang sepi, mobil itu terus bergoyang.Suhu di dalam mobil sangat tinggi. Rasa pengap hampir membuat orang sulit bernapas. Setelah segalanya berlangsung dengan memuaskan, aku dan Monica bersandar di sandaran kursi, tak mampu menenangkan napas kami yang kacau untuk waktu lama.Aku menatap semua yang ada di hadapanku dengan linglung, tak berani percaya pada apa yang baru saja terjadi. Aku menoleh, melihat Monica yang duduk di sampingku. Kami sama-sama terdiam. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan dan menyentuh bahunya.Bahu Monica terasa agak dingin. Aku menghangatkannya dengan telapak tanganku yang hangat. Monica perlahan memalingkan kepala, lalu tersenyum manis ke arahku."Sekarang kita pacaran ya?"Aku mengangguk, tetapi ragu sejenak. Kemudian, aku tiba-tiba mengubah arah pembicaraan.Melihat ekspresiku, Monica tampak sedikit panik. Dia berkata, "Nggak apa-apa. Meskipun kamu nyesal sekarang, juga nggak masalah. Lagi pula, aku sudah menjadi orang seperti ini. Aku nggak nyesal."P

  • Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta   Bab 7

    Aku tidak menjawab, melainkan menggenggam erat pergelangan tangan Monica, menekannya ke sandaran kursi. Jemari kami saling bertaut.Perlahan, Monica memejamkan mata.Suhu di dalam mobil semakin meningkat. Keringat mengalir dari dahiku.Pakaian Monica berangsur-angsur menjadi berantakan dan bagian dadanya terbuka lebar. Dia terengah-engah dengan gugup, tetapi tetap mengambil inisiatif melingkarkan lengannya di leherku.Dia mendekat ke telingaku, menggigit daun telingaku, lalu berbisik, "Gendong aku ke kursi belakang."Mendengarnya, aku menjilat bibirku. Memanfaatkan saat di luar tak ada orang, aku menggendongnya ke kursi belakang.Monica berbaring di sana. Matanya masih kemerahan. Bekas air mata di wajahnya terlihat jelas. Dia menggigit bibirnya, mengangkat ujung roknya dengan inisiatif sendiri, lalu menarik tanganku dan perlahan-lahan melepas stokingnya yang sudah rusak."Maaf, tadi aku sudah gegabah. Sampai merobek stokingmu. Di luar dingin ya?"Monica menggeleng pelan. "Nggak apa-apa

  • Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta   Bab 6

    Monica menatapku dengan ragu. Satu tangannya segera menyeka air mata di wajahnya. Namun, begitu air mata itu terhapus, air mata baru kembali mengalir. Dia menunduk. Tetesan air mata jatuh satu per satu ke lantai."Aku lihat kamu begitu terburu-buru, takut kamu kenapa-napa sendirian. Setelah kupikir-pikir, akhirnya aku mencarimu sampai di sini."Aku berhenti sejenak, lalu menyentuh leherku dengan agak canggung. "Aku sudah keliling ke beberapa rumah sakit. Kukira aku nggak akan menemukanmu. Aku sampai takut kamu kenapa-napa. Benar-benar membuatku panik."Di mata Monica berkilat cahaya aneh. Dia berdiri, merapikan roknya.Aku menunjuk ke arah ruang rawat di belakangnya. "Kenapa kamu nangis di sini? Apa orang tuamu ...."Aku belum selesai berbicara, Monica sudah mengangguk."Sejak kecil setelah orang tuaku cerai, aku ikut ayahku. Beberapa tahun kemudian ayahku juga meninggal. Di dunia ini, tinggal nenek dan aku yang hidup saling bergantung. Sekarang beliau ...."Monica menangis tersedu-sed

  • Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta   Bab 5

    "Kak Ferdi, hari ini Monica lagi-lagi numpang mobilmu, 'kan?" Nada suara sahabatku di seberang telepon terdengar sangat cemas.Aku jadi agak bingung mendengarnya. Aku mengiakan, lalu menjawab, "Akhir-akhir ini dia memang selalu numpang mobilku. Bukannya kamu sudah tahu?""Aku juga baru dengar. Monica pernah pinjam 20 juta dari seorang rekan kerja pria yang dulu dekat dengannya dan sampai sekarang belum dikembalikan."Begitu kata-kata itu keluar, jantungku langsung berdegup kencang. Saat mengatakan ini, suaraku bahkan sedikit bergetar. "Serius? Monica kelihatannya bukan orang seperti itu."Walaupun 40 juta bukan jumlah yang terlalu besar, bagiku yang baru saja punya sedikit tabungan dan membeli mobil, kehilangan 40 juta begitu saja benar-benar berat.Di seberang sana, Laurence menghela napas. "Dulu pria itu juga begitu. Setiap hari dikejar Monica dan Monica terus bilang suka padanya. Pada akhirnya dia nggak bisa menahan diri dan uang 20 juta itu diambil, tapi dia nggak dapat keuntungan

  • Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta   Bab 4

    Belum sempat aku merasakan panas yang begitu memuncak, dering telepon yang menusuk telinga tiba-tiba memutus semuanya.Monica mengangkat telepon dengan panik. Setelah mendengar jelas apa yang dikatakan pihak seberang, ekspresinya berubah agak kaku dan canggung.Dia merapatkan bibirnya. Seolah-olah sedang menghadapi sesuatu yang mendesak, ekspresinya menjadi sangat serius.Aku tak bisa mendengar apa yang dibicarakan di seberang sana, hanya tahu itu suara seorang pria. Setelah telepon ditutup, Monica duduk tegak, merapikan ujung roknya, lalu mengambil tas dan bersiap pergi.Melihat semua itu, aku menjadi agak panik. Bagaimanapun juga, aku masih tergoda olehnya sampai tak bisa menahan diri. Kalau begini terus, bagaimana jadinya nanti?Lagi pula, mana ada orang yang cuma gara-gara satu telepon, lalu meninggalkan pria begitu saja? Bebek yang sudah sampai di mulut tentu tak bisa kubiarkan terbang.Namun, aku tak menyangka mata Monica akan memerah. Dia menatapku dan berkata, "Kak Ferdi, di ru

  • Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta   Bab 3

    Melihat perempuan jelita kelas satu di hadapanku, aku mengertakkan gigi, lalu membalikkan tangan dan menggenggam tangannya. "Kamu menggoda setiap pria di perusahaan seperti ini?"Aku mencengkeram pergelangan tangannya dan menatapnya tajam. Monica tidak langsung menjawab, melainkan terengah-engah sambil bersandar ke belakang, menggesekkan bagian di antara kedua kakinya ke tanganku.Rambut hitam keritingnya yang tebal seperti sulur liar yang tak terjinakkan, terurai begitu saja di bahunya. Sepasang mata indah yang panjang dan sipit itu terangkat sudutnya, sedikit menyipit, membawa kesan lelah yang santai sekaligus godaan yang samar.Monica menatapku sambil membalas dengan ringan, "Menurutmu kamu bukan yang spesial?"Aku melepaskan genggaman di pergelangan tangannya, benar-benar tak mengerti. "Kenapa aku yang spesial?"Meskipun nadaku dingin, aku tetap tak bisa mengendalikan mataku, terus melirik ke arah dada Monica. Kemudian, pandanganku turun, jatuh pada ujung rok yang terangkat karena

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status