Short
Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta

Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta

By:  DixieCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8Chapters
70views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sejak membeli mobil baru, rekan kerja cantik yang jalur pulangnya tidak searah menumpang mobilku setiap hari. Aku sudah tak tahan lagi. Untuk menakut-nakutinya, aku langsung meraba payudaranya yang berukuran 36E hingga hampir merobek atasan. Tak disangka, rekan kerja perempuan itu bukan saja tidak menghindar, malah menggenggam tanganku dan menyelipkannya ke dalam kerah. Wajahnya memerah saat mendesah pelan. Dia menghadapku sambil membuka kedua kakinya yang sejak tadi sudah basah.

View More

Chapter 1

Bab 1

Sejak membeli mobil baru, rekan kerja cantik yang jalur pulangnya tidak searah menumpang mobilku setiap hari.

Aku sudah tak tahan lagi. Untuk menakut-nakutinya, aku langsung meraba payudaranya yang berukuran 36E hingga hampir merobek atasan.

Tak disangka, rekan kerja perempuan itu bukan saja tidak menghindar, malah menggenggam tanganku dan menyelipkannya ke dalam kerah.

Wajahnya memerah saat mendesah pelan. Dia menghadapku sambil membuka kedua kakinya yang sejak tadi sudah basah.

....

Namaku Ferdinan. Setelah lulus kuliah, aku bergulat di perusahaan selama beberapa tahun, akhirnya berhasil menabung dan membeli mobil pertamaku dalam hidup.

Namun, setelah punya mobil, masalah pun bertambah. Entah kenapa, di kantor ada seorang rekan kerja perempuan yang setiap hari menempel ingin menumpang mobilku pulang kerja.

Setiap kali aku harus memutar jalan lebih jauh. Aku sangat sayang biaya bensin, tetapi juga sungkan untuk mengatakannya.

"Laurence, saran yang kamu berikan padaku itu benar-benar bagus?"

Di seberang telepon, temanku menjawab dengan penuh keyakinan, "Tenang saja. Begitu pakai cara ini, aku jamin perempuan itu nggak akan berani numpang mobilmu lagi."

Begitu kata-kata itu selesai, sosok tinggi yang familier berjalan mendekat ke arahku. Aku buru-buru menutup telepon, lalu perempuan itu naik ke mobil.

Perempuan yang sering menumpang mobilku bernama Monica, terkenal sebagai kecantikan nomor satu di perusahaan.

Monica duduk di kursi penumpang depan, melengkungkan bibirnya dan tersenyum ke arahku. Wajahnya yang halus dihiasi sepasang mata yang tajam. Saat dia tersenyum, sudut matanya sedikit terangkat, bulu matanya bergetar, meninggalkan bayangan kecil di bawah mata.

Wajah yang begitu memesona itu dipadukan dengan payudara 36E yang cukup membuat siapa pun mimisan hanya dengan sekali lihat. Dada besar, pinggang ramping, kaki panjang.

Stoking hitam membungkus erat kakinya yang indah, memancarkan kilau samar. Rok mini ketat merah yang membungkus pinggulnya membentuk kontras tajam dengan interior mobilku yang serba hitam, justru menambah sedikit suasana ambigu.

Melihatku melamun, Monica menyipitkan mata sambil menoleh ke arahku. "Kak Ferdi, kok belum jalan? Masih nunggu orang?"

Mendengar itu, barulah aku tersadar dan langsung menyalakan mobil.

Saat lampu merah, hatiku gelisah, tetapi aku tetap mengikuti saran sahabatku. Aku dengan ragu mengulurkan tangan dan menyentuh paha Monica.

Sentuhan stoking hitam yang licin, masih menyisakan sedikit kehangatan. Paha yang samar terlihat di balik stoking itu terasa lembut. Saat tanganku menyentuhnya, dia bergetar sesaat, tetapi tidak menghindar.

Monica sepertinya terkejut. Dia berseru kecil. Sepasang mata indahnya menatap lurus ke arah tanganku yang menutupi pahanya.

Lampu hijau menyala. Aku pura-pura meminta maaf dan segera menarik tanganku. "Maaf, aku baru belajar nyetir mobil manual, jadi nggak sengaja nyentuh pahamu."

Monica menggigit bibirnya, menatap tanganku seolah-olah memikirkan sesuatu, lalu menggeleng pelan. "Nggak apa-apa."

Apa masih kurang? Ini tidak sama dengan yang kubayangkan. Aku berpikir, lalu kali berikutnya aku menjadi lebih berani, mengulurkan tangan ke sisi dalam pahanya, bahkan terus bergerak ke atas.

Meskipun terhalang stoking hitam, aku tetap bisa merasakan kelembutan kulit di baliknya. Karena gerakanku yang tiba-tiba, dia tampak kebingungan, bahkan secara refleks menjepit kedua kakinya, memperlihatkan ekspresi malu.

Namun, tanganku masih berada di antara pahanya, sehingga gerakan refleksnya justru membuat tanganku yang tadinya ingin berhenti menjadi serbasalah.

Di antara paha wanita itu terasa lembut dan hangat. Samar-samar, aku juga bisa merasakan getaran tubuhnya. Dengan canggung, aku ingin menarik tanganku, tetapi kedua kakinya justru semakin menjepit.

Tanganku meronta sejenak. Bukan saja tidak terlepas, malah menyentuh bagian tersembunyi di balik rok.

Aku terdiam. Di sana, sepertinya basah ....

Monica sangat gugup. Seluruh tubuhnya kaku di tempat. Wajahnya menampakkan rasa takut, lalu dia langsung menggenggam pergelangan tanganku. Dia mengedipkan sepasang mata yang agak basah, bibir kecilnya membuka dan menutup. Dengan nada agak tertekan, dia berkata, "Kak Ferdi, kamu ini ...."

Aku menatap lurus ke depan, ke arah jalan. Karena merasa bersalah, aku tidak berani menoleh padanya, hanya berulang kali meminta maaf, "Maaf sekali, tanganku entah kenapa hari ini."

Monica tidak berkata apa-apa lagi. Melihat dia tak bereaksi, aku diam-diam mengertakkan gigi. Kenapa masih tidak berhasil? Kalau begitu hanya bisa ....

Di persimpangan berikutnya, aku dengan santai menoleh ke luar jendela mobil sambil bersiul seadanya, sementara tangan yang lain menyentuh tubuh Monica. Di balik rok ketat berenda yang membungkus pinggulnya adalah pinggang ramping yang bisa digenggam dengan satu tangan.

Dengan sudut mataku, kulihat Monica menggigit bibirnya. Wajahnya memerah. Dia memejamkan mata, bahkan satu tangannya sudah menyentuh pahanya sendiri, mencengkeram ujung roknya dan menggosoknya bolak-balik, seolah-olah sedang menahan sesuatu.

Stoking yang menempel di sisi paha yang bergesekan dengan kursi pengemudi sudah berlubang. Kulit putih mulus pun terpampang di sana. Tepi stoking menjerat pahanya, meninggalkan bekas merah yang menggoda. Sementara kedua kaki itu bergerak menggesek dengan tak tertahankan.

Mengingat kelembapan yang tadi kusentuh, sulit bagiku untuk tidak menyadari apa yang sedang dia lakukan sekarang. Melihat tubuhnya yang bergetar halus, aku tak kuasa menelan ludah. Dia menyadari tatapanku. Sepasang mata yang basah menoleh ke arahku.

Aku tertegun sejenak, lalu berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan menarik kembali pandanganku, bersiap sekali lagi menutupinya dengan alasan tidak sengaja. Namun tepat pada saat itu, di telapak tanganku tiba-tiba ada sesuatu yang lembut dan hangat, bahkan naik turun mengikuti napas.

Dalam sekejap, hatiku berdegup keras. Aku segera menoleh. Kulihat tanganku mencengkeram erat dada Monica. Daging lembut itu hampir meluap dari sela-sela jariku. Sensasi yang ekstrem terus mengalir, ditambah hantaman visual bak gelombang besar, membuatku menginjak rem.

Mobil berhenti di pinggir jalan. Jantungku berdegup kencang karena kegirangan. Kerah berenda yang lebar sedikit bergeser turun, hamparan kulit putih terbuka lebar di hadapanku, bahkan aku seakan-akan bisa melihat warna merah muda pucat di bawah belahan yang dalam itu.

Aku tak lagi bisa mengendalikan diri. Satu tanganku meremas tanpa henti. Saat aku mengira Monica akan memakiku cabul, justru kulihat wajahnya memerah, tubuhnya lunglai bersandar di kursi, dan kedua kaki yang saling bertaut terus bergesekan. Dia menggigit bibirnya, tetapi tetap mengeluarkan erangan-erangan yang membuat darah berdesir.

Monica menggenggam tanganku dan menyelipkannya ke dalam kerah. Dengan terengah-engah, dia berkata, "Kak Ferdinan, kenapa? Kalau memang nggak sengaja, boleh kok diraba dulu semuanya, biar hafal posisinya sebelum lanjut nyetir."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status