LOGINSejak membeli mobil baru, rekan kerja cantik yang jalur pulangnya tidak searah menumpang mobilku setiap hari. Aku sudah tak tahan lagi. Untuk menakut-nakutinya, aku langsung meraba payudaranya yang berukuran 36E hingga hampir merobek atasan. Tak disangka, rekan kerja perempuan itu bukan saja tidak menghindar, malah menggenggam tanganku dan menyelipkannya ke dalam kerah. Wajahnya memerah saat mendesah pelan. Dia menghadapku sambil membuka kedua kakinya yang sejak tadi sudah basah.
View MoreDi jalan yang sepi, mobil itu terus bergoyang.Suhu di dalam mobil sangat tinggi. Rasa pengap hampir membuat orang sulit bernapas. Setelah segalanya berlangsung dengan memuaskan, aku dan Monica bersandar di sandaran kursi, tak mampu menenangkan napas kami yang kacau untuk waktu lama.Aku menatap semua yang ada di hadapanku dengan linglung, tak berani percaya pada apa yang baru saja terjadi. Aku menoleh, melihat Monica yang duduk di sampingku. Kami sama-sama terdiam. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan dan menyentuh bahunya.Bahu Monica terasa agak dingin. Aku menghangatkannya dengan telapak tanganku yang hangat. Monica perlahan memalingkan kepala, lalu tersenyum manis ke arahku."Sekarang kita pacaran ya?"Aku mengangguk, tetapi ragu sejenak. Kemudian, aku tiba-tiba mengubah arah pembicaraan.Melihat ekspresiku, Monica tampak sedikit panik. Dia berkata, "Nggak apa-apa. Meskipun kamu nyesal sekarang, juga nggak masalah. Lagi pula, aku sudah menjadi orang seperti ini. Aku nggak nyesal."P
Aku tidak menjawab, melainkan menggenggam erat pergelangan tangan Monica, menekannya ke sandaran kursi. Jemari kami saling bertaut.Perlahan, Monica memejamkan mata.Suhu di dalam mobil semakin meningkat. Keringat mengalir dari dahiku.Pakaian Monica berangsur-angsur menjadi berantakan dan bagian dadanya terbuka lebar. Dia terengah-engah dengan gugup, tetapi tetap mengambil inisiatif melingkarkan lengannya di leherku.Dia mendekat ke telingaku, menggigit daun telingaku, lalu berbisik, "Gendong aku ke kursi belakang."Mendengarnya, aku menjilat bibirku. Memanfaatkan saat di luar tak ada orang, aku menggendongnya ke kursi belakang.Monica berbaring di sana. Matanya masih kemerahan. Bekas air mata di wajahnya terlihat jelas. Dia menggigit bibirnya, mengangkat ujung roknya dengan inisiatif sendiri, lalu menarik tanganku dan perlahan-lahan melepas stokingnya yang sudah rusak."Maaf, tadi aku sudah gegabah. Sampai merobek stokingmu. Di luar dingin ya?"Monica menggeleng pelan. "Nggak apa-apa
Monica menatapku dengan ragu. Satu tangannya segera menyeka air mata di wajahnya. Namun, begitu air mata itu terhapus, air mata baru kembali mengalir. Dia menunduk. Tetesan air mata jatuh satu per satu ke lantai."Aku lihat kamu begitu terburu-buru, takut kamu kenapa-napa sendirian. Setelah kupikir-pikir, akhirnya aku mencarimu sampai di sini."Aku berhenti sejenak, lalu menyentuh leherku dengan agak canggung. "Aku sudah keliling ke beberapa rumah sakit. Kukira aku nggak akan menemukanmu. Aku sampai takut kamu kenapa-napa. Benar-benar membuatku panik."Di mata Monica berkilat cahaya aneh. Dia berdiri, merapikan roknya.Aku menunjuk ke arah ruang rawat di belakangnya. "Kenapa kamu nangis di sini? Apa orang tuamu ...."Aku belum selesai berbicara, Monica sudah mengangguk."Sejak kecil setelah orang tuaku cerai, aku ikut ayahku. Beberapa tahun kemudian ayahku juga meninggal. Di dunia ini, tinggal nenek dan aku yang hidup saling bergantung. Sekarang beliau ...."Monica menangis tersedu-sed
"Kak Ferdi, hari ini Monica lagi-lagi numpang mobilmu, 'kan?" Nada suara sahabatku di seberang telepon terdengar sangat cemas.Aku jadi agak bingung mendengarnya. Aku mengiakan, lalu menjawab, "Akhir-akhir ini dia memang selalu numpang mobilku. Bukannya kamu sudah tahu?""Aku juga baru dengar. Monica pernah pinjam 20 juta dari seorang rekan kerja pria yang dulu dekat dengannya dan sampai sekarang belum dikembalikan."Begitu kata-kata itu keluar, jantungku langsung berdegup kencang. Saat mengatakan ini, suaraku bahkan sedikit bergetar. "Serius? Monica kelihatannya bukan orang seperti itu."Walaupun 40 juta bukan jumlah yang terlalu besar, bagiku yang baru saja punya sedikit tabungan dan membeli mobil, kehilangan 40 juta begitu saja benar-benar berat.Di seberang sana, Laurence menghela napas. "Dulu pria itu juga begitu. Setiap hari dikejar Monica dan Monica terus bilang suka padanya. Pada akhirnya dia nggak bisa menahan diri dan uang 20 juta itu diambil, tapi dia nggak dapat keuntungan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.