MasukKaisar jarang mengunjungi harem belakangan ini. Namun, akhir-akhir ini para selir selalu terlihat berseri-seri. Aku merasa bingung melihat hal ini. Sampai suatu saat, aku melihat seorang makhluk aneh dengan ekor seperti binatang muncul di hadapanku. Barulah aku menyadari, makhluk yang seperti manusia tapi bukan manusia ini, membuat para wanita di harem menantikan datangnya malam dengan penuh harap.
Lihat lebih banyakSejak ular perak dihukum mati, seluruh negeri dilanda badai berdarah. Keluarga-keluarga tercerai-berai, tangisan dan ratapan terdengar di mana-mana.Namun, yang dilihat Kaisar hanyalah, "Tak kusangka, begitu banyak manusia hewan yang mengincar kerajaanku.""Anita, menurutmu, apakah caraku terlalu lembut?" katanya sambil tersenyum dingin."Anak-anak yang lahir dari manusia hewan dan manusia, apakah mereka juga harus dibasmi sampai tuntas?"Aku sempat mengusulkan agar anak-anak itu diserahkan kembali kepada suku manusia hewan. Namun, Kaisar tidak mengizinkan.Bagi Kaisar, anak-anak itu tetaplah "makhluk asing" yang tidak diizinkan hidup di wilayahnya, meskipun mereka juga membawa darah rakyatnya Saat dia berbaring di pangkuanku, dia menatapku dan bertanya dengan lembut, "Kenapa?"Aku menjawab bahwa dengan cara itu, pembantaian bisa dikurangi dan juga menunjukkan keagungan sebuah bangsa besar.Namun, ekspresi Kaisar penuh ketidaksetujuan. Dia mengangkat pena merahnya dengan santai dan men
Selir Yinari terlihat sangat sedih. "Kaisar memanggilmu waktu itu, sepertinya dia hanya memilih seseorang secara acak.""Hari itu, setelah kamu keluar dari istananya, kami semua pergi mencarimu. Mungkin dari situlah Kaisar mengetahui siapa saja selir yang takut dipanggil ke istananya, dan dari situ dia menduga siapa yang memiliki manusia hewan."Seluruh tubuhku terasa dingin. Aku tidak menyangka Kaisar bisa memiliki rencana sedemikian matang dan penuh intrik. Langkah demi langkah, setiap bagian saling berkaitan. Namun, ada satu hal yang masih sulit kumengerti.Kaisar sendiri adalah manusia hewan. Lalu, kenapa dia begitu gigih untuk membasmi kaumnya sendiri?Selir Yinari menghela napas dalam kesedihan. "Karena para selir sudah satu per satu meninggal, kurasa giliranku juga akan segera tiba," katanya dengan nada getir.Manusia hewannya ingin membawanya pergi dan dia menyarankan agar aku juga memikirkan rencana untuk melarikan diri. Namun, aku tidak akan pergi. Aku tahu, Kaisar tidak akan
Apakah Kaisar memang sejak awal adalah manusia hewan, atau dia telah diam-diam digantikan oleh mereka? Aku tidak berani memikirkannya lebih jauh.Tiba-tiba, Zian mengangkatku dalam pelukannya."Anita, ternyata kamu nggak sepolos dan selembut yang aku kira," katanya dengan nada menggoda."Bagaimana kalau aku bilang, tiga tahun lalu itu aku, dan tiga tahun kemudian juga aku? Aku adalah satu-satunya pria dalam hidupmu, sejak awal sampai sekarang. Apa lagi yang kamu pikirkan?"Aku menundukkan kepala, kata-katanya membuat hatiku kacau. Aku memberanikan diri bertanya, "Jadi, orang yang memasukkanku ke istana ini juga kamu?"Dia meletakkanku di atas ranjang dan menjawab, "Tentu saja. Anita, aku adalah suamimu."Ketika Zian mendekat, tubuhku menegang tanpa sadar. Dia tersenyum lembut. "Ini bukan pertama kalinya, kenapa masih malu?"Tangannya perlahan meraih kancing pakaianku dan mulai melepaskannya. Sejak malam itu, Zian datang setiap malam. Namun, aku tetap tidak mengerti kenapa dia tidak per
Setelah Kaisar memanggilku, selama tujuh hari berikutnya tidak ada kabar apa pun darinya. Banyak selir mulai kembali merasa bebas, pikirannya menjadi lebih ceria dan bersemangat.Dalam waktu singkat, aku lagi-lagi tanpa sengaja melihat beberapa pertemuan antara manusia dan manusia hewan. Seluruh harem dipenuhi dengan suasana yang semakin sensual dan penuh hawa nafsu.Akhirnya, Kak Vina datang mencariku. Dia bilang, para selir ingin berkumpul bersama.Berkumpul? Aku tahu, pertemuan ini pasti bukan hanya sekadar untuk minum teh atau menikmati anggur seperti biasanya."Dik, jangan terlalu malu-malu. Jadi, kamu mau datang atau nggak?" Tatapan Kak Vina dipenuhi dengan kesedihan. "Setelah pertemuan ini, entah kapan kita bisa berkumpul lagi."Kata-kata Kak Vina membuatku tak bisa tersenyum sedikit pun. Akhirnya, aku setuju untuk datang sesuai waktu yang ditentukan. Namun, Kak Vina memberitahuku bahwa semua selir akan membawa manusia hewan mereka masing-masing.Lalu, dia bertanya apakah aku ak
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.