Share

Bab 31. Rencana Mengobati Rindu

last update Last Updated: 2025-10-20 06:04:07
Kehadiran Nenek Lasmi yang tiba-tiba sungguh mengejutkan Kevin. Memang sejak papanya menikah lagi dengan Mili, Nek Las tidak pernah datang ke rumahnya. Pernah Kevin menyambangi rumah orang tua mamanya itu di Depok, lantaran tidak bisa dihubungi lewat telepon, tapi rumah yang ditempatinya kosong, tidak ada satu orang pun di sana.

“Kenapa Nenek selama ini tidak bisa dihubungi?” tanya Kevin setelah mengajak Nek Las ke ruang depan di lantai satu rumahnya.

“Telpon Nenek hilang, Vin, jatuh waktu Nenek pergi ke pasar,” jelas Nek Lasmi.

“Kalau begitu, Nenek jangan pergi lagi, tinggallah di sini,” pinta Kevin.

“Nenek tidak bisa tinggal serumah dengan ibu tirimu, Vin. Pasti akan terjadi perselisihan. Ini Nenek terpaksa datang ke sini, karena Nenek ingin minta alamat kakakmu di Semarang. Lebih baik Nenek tinggal dengan kakakmu saja,” jelas Nek Lasmi.

“Semua orang sibuk memperhatikan Kak Chantika, aku ini siapa yang mau memperhatikan?” protes Kevin.

“Jangan bicara seperti itu, Vin, Nenek juga saya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 212. Nung Naik Kuda-Kudaan

    “Kevin mau pergi ke mana, Mbak?” tanya Rasya pada Mbak Nung sejurus ia keluar dari kamar mandi. “Mas Kevin tidak bilang mau pergi ke mana, setelah Bu Mili keluar rumah dia langsung pergi,” jawab Mbak Nung yang masih mengemas tempat tidur Kevin.“Loh… berarti di dalam rumah ini sekarang tinggal kita berdua saja dong, Mbak,” ujar Rasya terdengar antusias .“Iya betul, Mas…” jawab Mbak Nung sambil tersenyum salah tingkah.“Wah, aku jadi takut nih, Mbak?”“Takut kenapa, Mas Rasya?”“Takut nggak bisa nahan diri, soalnya pagi ini Mbak Nung kelihatan seksi sekali,” ucap Rasya menggoda si pembantu rumah itu.“Ah, bisa aja Mas Rasya nih…” Mbak Nung kembali tersipu dibuat Rasya.“Tapi…, aku lapar, Mbak, apa masih ada makanan untuk sarapan?”“Iya ada, Mas, tadi aku bikin nasi goreng dan telor ceplok. Tapi… sebelum sarapan nasi goreng, apa Mas Rasya tidak ingin sarapan yang lain?” tanya Mbak Nung mulai menjalankan rencananya menggoda anak muda yang hanya mengenakan boxer dan masih bertelanjang d

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 211. Membuntuti Tante Mili

    Kevin menekan gas motor yang dikendarainya keluar dari rumah, dengan sedikit ngebut ia mengejar mobil merah metalik yang ditumpangi Tante Mili. Setelah mobil itu terlihat jelas sudah berada di depan, ia memelankan laju motornya, kemudian mengikutinya dengan jarak dua kendaraan yang berada di belakangnya. Setelah sampai di pertigaan jalan, tampak mobil Mili berbelok arah ke kiri, Kevin terus membuntuti, hingga ia berhenti saat mobil itu memasuki halaman parkir sebuah klinik 24 Jam. “Rupanya benar ia mau mengecek kesehatan,” batin Kevin. Kevin memutuskan untuk memarkir motor di dekat sebuah kedai makan pinggir jalan. Tidak lama kemudian, Rony keluar dari dalam mobil lalu membukakan pintu penumpang bagian tengah. Mili pun turun dari mobil, lalu berjalan dengan gayanya yang elegan dan modis menuju ke dalam klinik. Rupanya Rony pun ikut mengantar masuk ke dalam klinik yang tampak sepi pengunjung itu. Sekadar menunggu, Kevin memesan segelas minuman, lalu mengeluarkan ponsel dari saku cela

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 210. Ditinggal Berduaan Dalam Rumah

    “Bro… bangun, bro!” usik Kevin pada Rasya yang masih tertidur pulas, Rasya hanya terbangun sebentar karena merasa terusik, lalu matanya terpejam kembali. “Gw mau pinjam motor, Sya… gue mau keluar dulu sebentar,” ucapnya memberitahu sahabatnya itu.“Hmm…” gumam Rasya mengiyakan. Kevin bergegas mengambil kunci motor Rasya yang ditaruh di dalam tasnya, lalu dengan mengenakan jaket hitam dan topi biru tua ia keluar kamar untuk mengikuti Tante Mili bersama sopir pribadinya.“Mbak Nung, coba lihat di depan, Tante Mili masih ada apa sudah pergi?” pinta Kevin pada pembantunya yang sedang mengepel lantai ruang tamu.Mbak Nung segera mengintip dari balik jendela, tampak di halaman mobil yang ditumpangi Mili mulai bergerak perlahan menuju pintu keluar. “Tante Mili mau jalan tuh, Mas,” ucap Mbak Nung memberitahu Kevin.“Iya, Mbak, aku mau keluar dulu ya…,” jelas Kevin bergegas keluar rumah.“Loh, emang Mas Kevin mau kemana?”Kevin tak menghiraukan pertanyaan Mbak Nung, ia terus keluar rumah lal

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 209. Sopir Pribadi Baru

    Saat sarapan pagi, Mili melayani Gun dengan penuh perhatian, dari makan dan minum ia sendiri yang menyediakan, untuk menunjukkan kalau saat ini sudah berubah menjadi istri paling berbakti pada suami.“Pah…, hari ini Mamah mau ke klinik, mau cek kesehatan,” ujar Mili sekadar beralasan agar bisa keluar rumah dengan bebas.“Loh, memangnya Mamah sakit apa?”“Nggak sakit apa-apa sih, Pah, cuma kan Mamah lama tinggal bersama orang-orang di tahanan, takutnya ada penyakit yang ditularkan mereka pada Mamah, Pah.”“Oh, papah ngerti sekarang. Mamah mau ditemani Papah atau bagaimana?”“Nggak usah, Pah, biar Mamah pergi sendiri saja diantar sopir.”“Ya sudah, nanti setelah Papah sampai kantor, Papah suruh si Bas antar Mamah ke klinik.”“Gimana ya, Pah, sekarang kan Baskoro sudah jadi bagian dari keluarga kita, kakak iparnya Chantika, jadi menurut Mamah kalau masih dijadikan sopir pribadi keluarga sepertinya kurang etis, kurang beretika, Pah. Apalagi harus menyuruh ini-itu, jadi sungkan, Pah.”Gun

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 208. Semua Rencana di Kepala Mili

    Saat melintas di ruang keluarga, Mili melihat Kevin sedang tertidur pulas di atas sofa sambil memegang ponsel yang masih menyala di tangannya, “Oh, rupanya ada di sini si setan kecil,” ucapnya sambil mengangguk-anggukkan kepala.Dengan penuh perhatian, Mili memindahkan ponsel dari tangan Kevin ke atas meja, lalu menutupi tubuh anaknya itu dengan selimut. “Tidur yang nyenyak ya, anakku sayang, aku mau senang-senang dulu dengan temanmu,” gumam Mili sambil tersenyum, kemudian ia berjalan ke dapur untuk mengambil minuman dan camilan di atas meja makan, lalu pergi kembali ke kamar tidurnya di lantai 2.Sejurus Mili pergi, Rasya membersihkan diri di kamar mandi, lalu berpakaian. Ia penasaran terlebih dahulu mencari keberadaan Kevin, lalu ia melihatnya sedang tidur berselimut di atas sofa. “Jangan-jangan dia kelelahan setelah ML dengan ibu tirinya. Dasar, Kevin!” pikir Rasya. “Kini giliran aku yang mereguk kenikmatan,” semangatnya menyala penuh hasrat berjalan menuju ke kamar Mili. Namun, ba

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 207. Diusik Saat Tidur, Ditinggal Saat Tegang

    Kevin masuk ke dalam kamarnya, ia mendapati Rasya sudah tidur terlentang di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan selembar boxer berwarna kelabu. “Aku curiga, kok bisa dia langsung tertidur pulas. Biasanya kalau keinginannya belum tersalurkan, sampai pagi pun dia tidak bisa tidur dengan nyenyak,” gumam Kevin merasa keheranan.Sampai akhirnya, terdengar langkah seseorang menaiki anak tangga, Kevin segera mengintip dari celah pintu kamarnya. Tampak Mili sedang berjalan sambil menuju kamarnya sambil menenteng beberapa tas belanjaan. Jika ingin menurutkan kata hati, ingin rasanya Kevin mengikuti istri ayahnya itu ke kamar tidurnya, lalu ia akan berpura-pura perlu pinjam sesuatu, kemudian sudah pasti disuruh masuk ke dalam kamar yang sepi oleh Tante Mili. Saat itulah kemungkinan besar terjawab semua hasrat dan rasa penasarannya. Tapi, Kevin tidak ingin mengambil risiko untuk masuk ke dalam kamar papa dan ibu tirinya itu. Ia menyadari kalau Mili adalah perempuan li

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status