Home / Romansa / Berondong Kesayanganku / Dirawat - Hari Pertama

Share

Dirawat - Hari Pertama

Author: Suci Komala
last update publish date: 2026-08-28 19:53:10

Kenan tidak bisa duduk tenang. Ia nampak gelisah di ruang tunggu IGD.

Pria itu menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi dengan Rania siang itu. Selama ini, Kenan memang mencoba berkomitmen dengan beberapa syarat yang diajukan Rania, salah satunya perihal kontak fisik. Segala jenis kontak apa pun Kenan coba hindari agar Rania tidak membencinya. Akan tetapi, dengan kejadian siang itu, syarat itu akan Kenan hancurkan sendiri. Ia menyadari jika beberapa hari kemarin kondisi Rania tidak sep
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Berondong Kesayanganku   Restu Untuk Vino

    Kenan mengganti mode panggilan menjadi vidio. "Malam, Bun?" sapa Kenan. "Malam, Nak. Oh, iya, Vino ada di bengkel, kan? Perasaan Bunda gak enak soalnya."Rania mengernyit. Tatapannya menyelidik ke arah Vino.Wanita itu mengambil alih ponsel dari tangan Kenan. Tangannya melambai menyapa sang Bunda. "Bunda!" seru Rania antusias. "Vino ada bersama kami di sini, Bun.""Oh, gak jadi lembur di bengkel? Syukurlah, kalau ada sama kalian."Rania melirik Vino dan Kanaya yang ternyata sedang menunduk. "Iya, Bunda. Ini juga kebetulan, Bun. Kami bertemu di mall," terang Rania, sambil menatap tajam adiknya. "Oh, iya, Bunda mau aku jemput? Kita makan malam bareng.""Tidak, Nak. Lain kali saja."Rania dan Husna lanjut berbincang sampai akhirnya Husna memutus sambungan. "Mbak?" sapa Vino. "Kita makan dulu, Mbak laper," kata Rania tanpa menoleh. Ia fokus pada menu makan malam yang sudah terhidang. Rania menyuap nasi. Ia menikmatinya tanpa menoleh pada siapapun. Setelah sekian menit berlalu, wan

  • Berondong Kesayanganku   Persiapan Reuni dan Tentang Vino

    Rania dan Kenan sudah berada di penthouse. Keduanya sudah tampil segar dan menggunakan pakaian tidur. Sebelum mereka tidur sudah satu keharusan bagi mereka untuk deep talk terlebih dahulu."Jadi, tadi bahas apa sama Dona?""Tadi Dona ke restoran. Dia ajak aku untuk jadi panitia reuni.""Tidak!"Rania tersenyum tipis. "Dengar dulu, Ay. Aku belum selesai bicara."Kenan mengangguk. "Lanjutkan!"Rania melanjutkan. "Jadi, peserta reuni tahun ini mulai angkatan aku sampai angkatan baru kemarin, Ay. Dana didapat dari sponsor, iuran peserta, dan tentunya bantuan dari pihak sekolah. Kenapa Dona milih aku, karena dia merasa aku bisa diandalkan."Kenan menggenggam tangan Rania. "Aku tidak mau kamu capek. Apalagi ngurus orang banyak."Rania Mengangguk. "Oke! Tapi, kamu izinin aku datang, kan?"Kenan diam. "Sama pasangan, kok, datangnya. Bahkan kalo sudah berkeluarga, boleh bawa anak."Kenan mengerutkan kening. "Bukankah waktu itu kamu bilang tidak jadi ikut?"Kenan menghela napas pelan. "Alasan

  • Berondong Kesayanganku   Direktur Makan di Emperan

    Sementara di Arkana, Lim tidak bisa menunda lagi. Sore itu juga ia memutuskan untuk mengadakan rapat dadakan penting. Ruang rapat utama PT Arkana Food dipenuhi suasana serius sore itu.Jajaran komisaris, direksi, dan beberapa pemegang saham telah menempati kursi masing-masing. Di ujung meja, Lim duduk sebagai Komisaris Utama, sementara Kenan berada di sisi kanan meja dengan wajah tenang.Agenda rapat hari itu hanya satu. Penetapan susunan Direksi baru.Lim membuka map di hadapannya."Baik. Kita masuk ke tujuan utama, yaitu pengangkatan Direktur Utama PT Arkana Food."Beberapa pasang mata langsung tertuju kepada Kenan.Lim melanjutkan. "Nama yang diajukan untuk posisi tersebut adalah Kenan."Ruangan mendadak hening.Seorang komisaris senior mengangkat tangan. "Maaf, Tuan Lim. Saya tidak mempersoalkan kemampuan Kenan. Namun, usianya masih terlalu muda untuk memimpin perusahaan sebesar Arkana Food."Kenan tetap diam.Pria itu melanjutkan, "Direktur Utama bukan sekadar jabatan. Ada ratus

  • Berondong Kesayanganku   Makan Siang Bersama dan Tips Dari Dona

    Kenan memacu mobilnya sedikit kencang siang itu. Namun, seketika rasa kesal meraja kala barisan mobil nampak di hadapannya. Pria itu terus menerus membunyikan klakson walaupun tahu cara itu tidak dapat mengurai kemacetan. "Sial!" cicitnya. Sesekali ia melihat jarum jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jam satu. Kenan telat satu jam. Buk! Pria itu memukul setir. Kenan mengambil ponsel yang ia simpan di dashboard. Tidak ada pesan dari Rania? Apa Rania marah? Akhirnya ia mengirim pesan. "Sayang, aku masih di jalan."Pesan itu dikirim. Kenan menatap layar ponselnya berharap ada balasan dari Rania. Nihil, layar itu malah menghitam, mati. Ia yakin jika istrinya pasti marah. Tidak berhenti sama di situ, Kenan mengambil gambar kondisi jalan raya di depannya. Kirim. Pria itu mengembuskan napas kasar. Berharap Rania mengerti. ***Tepat jam dua, Kenan memarkirkan mobilnya di restoran. Pria itu bergegas turun setelah mesin mobil baru saja mati. Ia berlari. "Rania di mana?

  • Berondong Kesayanganku   Panggilan Sayang

    Dua bulan berlalu. Pagi-pagi sekali Rania sudah berkutat di dapur. Pagi itu ia memasak masakan spesial untuk Kenan. Mulai dari capcay seafood, iga bakar, dan sayur bayam bening. Setelah semua terhidang di meja makan, Rania segera mandi. Dua puluh menit berlalu. Rania sudah tampil lebih segar dengan handuk kimono yang membalut tubuhnya. Melihat Kenan yang masih mengulat di balik selimut, Rania segera menghampiri. Entah, Rania sendiri merasa bingung, pria itu selalu bermalas-malasan untuk bangun setelah kebutuhan biologisnya terpenuhi. "Ken, bangun!" Rania menepuk-nepuk pipi suaminya. "Hem!" Pria itu hanya menggumam saja sambil membenarkan posisi tidurnya. Beberapa menit Rania terdiam sambil memperhatikan Kenan. Tak kunjung bangun, akhirnya Rania mengeluarkan jurus saktinya. "Kalau begitu aku mau jalan sama Danu. Bye!"Rania bangkit dari duduknya. Namun, seketika Kenan menarik tangannya. "Aaa ... Ken?!"Kenan membawa Rania ke dalam pelukannya. "Bilang apa barusan?!" tanya Kenan

  • Berondong Kesayanganku   MP - Milik Kenan Seutuhnya

    Sesampainya di penthouse, Rania tidak langsung beristirahat. Begitu barang-barang yang dibeli tadi sampai, perempuan itu justru membawa semuanya ke balkon. Beberapa barang seperti meja kecil dan kursi lantai sedang dalam perjalanan. Wanita itu sibuk sendiri tanpa meminta bantuan Kenan.Karpet rumput sintetis dibentangkan memenuhi sebagian lantai, menyisakan ruang di dekat pagar agar pemandangan kota tetap terlihat jelas. Warna hijaunya membuat balkon yang semula didominasi lantai dingin dan dinding berwarna netral terasa jauh lebih hidup. Kursi gantung kemudian ditempatkan di beberapa sudut. Sebuah bantal lembut diletakkan di dalamnya, lengkap dengan selimut tipis yang sengaja ia ambil dari ruang keluarga. Setelah selesai, ia mulai menata pot bunga. Dua pot mawar diletakkan berdekatan. Pot lavender diletakkan lebih jauh diikuti beberapa tanaman berbunga kecil yang memberikan semburat warna di antara dedaunan hijau. Rania bahkan menambahkan beberapa pot kecil di sepanjang sudut ba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status