Início / Romansa / Berondong Kesayanganku / Rania - Rasa Yang Aneh.

Compartilhar

Rania - Rasa Yang Aneh.

Autor: Suci Komala
last update Data de publicação: 2026-09-11 21:10:28

Rania tersenyum sarkas sambil mengalungkan kedua tangannya pada tengkuk Kenan, lalu...

Tuk!

Rania menyentil dahi Kenan membuat Kenan meringis pelan.

"Jangan macam-macam!" hardik Rania, kemudian bangkit dan duduk cukup jauh dari Kenan.

Kenan menggeleng pelan sambil mengusap dahinya, dengan sudut bibir yang ikut terangkat tipis.

Kenan berdiri. "Mau ikut?" Ia berjalan menuju meja kerjanya.

Rania yang sedang berselancar dengan ponselnya menoleh. "Kemana?"

"Siang ini ada kunjungan ke Arkana Food."
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Berondong Kesayanganku   Makan Siang Bersama dan Tips Dari Dona

    Kenan memacu mobilnya sedikit kencang siang itu. Namun, seketika rasa kesal meraja kala barisan mobil nampak di hadapannya. Pria itu terus menerus membunyikan klakson walaupun tahu cara itu tidak dapat mengurai kemacetan. "Sial!" cicitnya. Sesekali ia melihat jarum jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jam satu. Kenan telat satu jam. Buk! Pria itu memukul setir. Kenan mengambil ponsel yang ia simpan di dashboard. Tidak ada pesan dari Rania? Apa Rania marah? Akhirnya ia mengirim pesan. "Sayang, aku masih di jalan."Pesan itu dikirim. Kenan menatap layar ponselnya berharap ada balasan dari Rania. Nihil, layar itu malah menghitam, mati. Ia yakin jika istrinya pasti marah. Tidak berhenti sama di situ, Kenan mengambil gambar kondisi jalan raya di depannya. Kirim. Pria itu mengembuskan napas kasar. Berharap Rania mengerti. ***Tepat jam dua, Kenan memarkirkan mobilnya di restoran. Pria itu bergegas turun setelah mesin mobil baru saja mati. Ia berlari. "Rania di mana?

  • Berondong Kesayanganku   Panggilan Sayang

    Dua bulan berlalu. Pagi-pagi sekali Rania sudah berkutat di dapur. Pagi itu ia memasak masakan spesial untuk Kenan. Mulai dari capcay seafood, iga bakar, dan sayur bayam bening. Setelah semua terhidang di meja makan, Rania segera mandi. Dua puluh menit berlalu. Rania sudah tampil lebih segar dengan handuk kimono yang membalut tubuhnya. Melihat Kenan yang masih mengulat di balik selimut, Rania segera menghampiri. Entah, Rania sendiri merasa bingung, pria itu selalu bermalas-malasan untuk bangun setelah kebutuhan biologisnya terpenuhi. "Ken, bangun!" Rania menepuk-nepuk pipi suaminya. "Hem!" Pria itu hanya menggumam saja sambil membenarkan posisi tidurnya. Beberapa menit Rania terdiam sambil memperhatikan Kenan. Tak kunjung bangun, akhirnya Rania mengeluarkan jurus saktinya. "Kalau begitu aku mau jalan sama Danu. Bye!"Rania bangkit dari duduknya. Namun, seketika Kenan menarik tangannya. "Aaa ... Ken?!"Kenan membawa Rania ke dalam pelukannya. "Bilang apa barusan?!" tanya Kenan

  • Berondong Kesayanganku   MP - Milik Kenan Seutuhnya

    Sesampainya di penthouse, Rania tidak langsung beristirahat. Begitu barang-barang yang dibeli tadi sampai, perempuan itu justru membawa semuanya ke balkon. Beberapa barang seperti meja kecil dan kursi lantai sedang dalam perjalanan. Wanita itu sibuk sendiri tanpa meminta bantuan Kenan.Karpet rumput sintetis dibentangkan memenuhi sebagian lantai, menyisakan ruang di dekat pagar agar pemandangan kota tetap terlihat jelas. Warna hijaunya membuat balkon yang semula didominasi lantai dingin dan dinding berwarna netral terasa jauh lebih hidup. Kursi gantung kemudian ditempatkan di beberapa sudut. Sebuah bantal lembut diletakkan di dalamnya, lengkap dengan selimut tipis yang sengaja ia ambil dari ruang keluarga. Setelah selesai, ia mulai menata pot bunga. Dua pot mawar diletakkan berdekatan. Pot lavender diletakkan lebih jauh diikuti beberapa tanaman berbunga kecil yang memberikan semburat warna di antara dedaunan hijau. Rania bahkan menambahkan beberapa pot kecil di sepanjang sudut ba

  • Berondong Kesayanganku   Sama-sama Cemburu

    Setelah berkutat dengan restoran, akhirnya Rania benar-benar bisa menikmati waktu santai bersama Kenan. Hari itu hari minggu. Rania bersama Kenan mengawali hari dengan jalan pagi bersama di kawasan Gelora Bung Karno. Rania berjalan di samping Kenan dengan langkah santai. Rania mengenakan kaus putih polos berbahan lembut yang dimasukkan sebagian ke dalam celana jogger berwarna hitam. Rambut panjangnya diikat rendah dan sneakers warna putih menjadi pelengkap penampilannya. Tidak ada riasan berlebihan. Wajah segar dan penampilan sederhana membuatnya terlihat jauh lebih muda dari biasanya. Sementara Kenan, ia mengenakan kaus hitam polos dengan celana jogger berwana putih dimana sneakers hitam membungkus kakinya. Rambutnya ditata sederhana bahkan dibuat sedikit berantakan, dengan sebuah jam tangan sebagai pelengkap penampilannya. Rania menarik napas panjang. Udara pagi bercampur aroma pepohonan menguar menusuk hidung. "Nyaman juga," katanya pelan. "Sering jalan pagi di sini?"Rania

  • Berondong Kesayanganku   Perombakan Restoran

    Hari berganti. Rania merasa lega karena ternyata Kenan menolak Putri sebagai calon sekretarisnya. Kenan berdalih jika dirinya sudah ada kandidat, yakni Rania. Walaupun Rania belum memberikan jawaban pasti untuk jadi sekretaris. Pagi itu, Rania dan Kenan sudah tiba direstoran. Hari itu adalah hari dimana Rania akan memulai merombak sistem restorannya. Rania duduk di sisi meja dengan beberapa berkas terbuka di hadapannya. Wajahnya tampak serius. Untuk pertama kalinya, ia tidak hanya melihat restoran sebagai tempat yang selama ini ia bangun dan rawat, tetapi sebagai sebuah sistem yang ternyata memiliki begitu banyak celah.Di seberangnya, Kenan membaca laporan pembelian lama dengan teliti. Luky berada di samping laptop, membuka data persediaan yang tersimpan dalam sistem.Hari itu mereka sepakat tidak mengambil keputusan apa pun sebelum melakukan pemeriksaan menyeluruh.Mereka memulainya dari internal audit.Selama berjam-jam, seluruh dokumen pembelian diperiksa. Invoice dibandingkan

  • Berondong Kesayanganku   Obrolan Rumah Tangga

    Mereka sudah sampai di penthouse. Hal yang pertama kali Rania lakukan adalah membersihkan diri dan berganti pakaian. Pun dengan Kenan.Rania mengenakan kaus berbahan katun lembut berwarna putih gading dengan potongan longgar, dipadukan dengan celana panjang rumahan berbahan ringan berwarna abu-abu muda. Rambutnya yang tadi tergerai kini hanya diikat rendah dan longgar di belakang kepala, menyisakan beberapa helai rambut di sekitar wajahnya. Tidak ada riasan di wajahnya. Wajah bersih dan alami membuatnya terlihat jauh lebih sederhana. Kakinya dibungkus kaus kaki tipis dan sandal rumahan berbahan empuk. Tangannya terangkat memegang handuk dingin yang ia kompreskan pada matanya. Kenan datang. Ia mengenakan kaus hitam polos dengan potongan pas di tubuh, dipadukan dengan celana jogger hitam berbahan lembut. Rambutnya sedikit berantakan dan justru terlihat santai. Pria itu bertelanjang kaki. "Di sini rupanya."Rania menoleh. "He'em. Nyaman juga di sini."Kenan duduk di sampingnya."Sini

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status