เข้าสู่ระบบ“Nyonya... buang jauh-jauh semua obsesi gila itu. Berdamailah dengan takdir dan masa lalu. Nyonya sudah terlalu tua untuk meneruskan kebencian ini, jangan sampai Nyonya menghabiskan sisa hidup di masa tua dalam kesendirian yang membunuh. Rangkullah anak-anakmu... Semoga semuanya belum terlambat. Putri angkat Gu Chen baru saja berpulang ke pangkuan Tuhan, dan ini satu-satunya kesempatan emas bagi Nyonya untuk merengkuh kembali hati Nona Anqi.”**”Lonceng kematian baru saja berhenti berdentang, namun duka di dalam dada Anqi masih menganga begitu lebar. Di tengah suasana rumah duka yang hening dan dipenuhi aroma dupa serta taburan bunga kamboja, Anqi sedikit terkejut saat melihat sosok yang paling tidak disangkanya melangkah masuk melewati pintu depan, ibunya, Nyonya Zou.Seperti para pelayat lainnya, wanita paruh baya itu datang mengenakan setelan pakaian serba hitam, menampakkan ekspresi berduka. Namun, bagi Anqi yang paling mengenal wanita itu, ada garis-garis kelelahan dan kehan
“Iya, Sayang... Mama di sini. Mama ada di sini bersama Tang Tang,” racaunya di sela isak tangis yang begitu memilukan, jemarinya menggenggam erat tangan mungil itu seolah bisa menahan waktu agar tidak berjalan.Tang Tang tersenyum tipis. Wajah pucat itu mencoba menampilkan seulas senyuman paling tulus, seolah ingin meyakinkan ibunya bahwa ia tidak merasakan sakit lagi.“Jangan... jangan menangis, Ma... Wajah Mama jadi jelek kalau nangis terus...” ucap Tang Tang yang kini suaranya tak lebih dari sekadar bisikan angin.Napasnya kian memburu dan pendek, naik-turun dengan ritme yang menyayat hati siapa pun yang mendengarnya. Ia kemudian mengalihkan tatapannya yang sayu pada Gu Chen yang berdiri terpaku di sisi lain ranjang, sekujur tubuhnya bergetar hebat. Tang Tang tak mampu lagi merangkai kata, hanya genangan air mata di sudut matanya yang mewakili seluruh rasa terima kasihnya.Gu Chen langsung menjatuhkan lututnya ke lantai dengan lemas, ikut menggenggam tangan kecil Tang Tang yan
Anqi menatap suaminya dalam-dalam, lalu menarik napas panjang. “Satu hal lagi... Aku juga sudah mengajukan pengunduran diri dari perusahaan developer.”Gu Chen sontak terperanjat kaget. Ia menatap istrinya dengan sorot tak percaya, mengingat bahwa pekerjaan itu batu loncatan awal dan kebanggaan terbesar dalam karir mandiri Anqi. “Kenapa...?”“Kau tidak suka?” tanya Anqi balik.“Bukan begitu. Bahkan jika kau ingin di rumah saja sepanjang waktu, aku tidak masalah. Aku masih sanggup memanjakan dan menafkahimu seumur hidup. Tapi... kau sudah bekerja keras mati-matian membangun karier itu sampai ke titik ini.”“Kau benar. Dan sekarang, seluruh penghasilan dari situ juga ikut habis. Aku seperti terhempas kembali ke titik nol.”Gu Chen meraih tangan Anqi, menggenggamnya erat dengan tatapan penuh empati.“Tapi, jika perkebunan itu pada akhirnya benar-benar bisa pulih, aku tidak akan pernah menyesalinya. Lagipula... aku ingin membe
Anqi menyerahkan dua buah kunci logam ke atas meja kerja.“Ming Yue, tolong bantu aku mengurus proses penjualan seluruh aset pribadiku. Apartemen lamaku, seluruh koleksi perhiasan berharga yang kumiliki, dan juga mobil yang biasa kupakai sekarang. Jual semuanya dalam waktu secepat mungkin, habiskan tanpa sisa.”Ming Yue terkesiap kaget luar biasa, matanya membelalak tak percaya menatap kunci-kunci tersebut. “Apa?! Bos... Anda serius mau menjual semua aset pribadi itu? Anda benar-benar yakin dengan keputusan sebesar ini?”Anqi mengangguk pasti tanpa keraguan. “Sebelum itu, tolong atur juga jadwal meeting secepatnya dengan pihak perwakilan distributor.”“Baik, Bos...” sahut Ming Yue lemas, lalu bergegas keluar ruangan.Selepas kepergian asistennya, Anqi terduduk lemas di kursi kerjanya. Sesaat, ia merenung, menghitung kembali seluruh hasil keringat dan kerja keras yang ia bangun selama bertahun-tahun. Yang paling menyesakkan
Ia sempat bertanya-tanya dalam hati, kapan sebenarnya perubahan drastis pada rumah masa kecilnya itu mulai terjadi. Mengingat dulu sang nenek sangat menyukai wanita simpanan ayahnya, mungkin saja perombakan interior itu sudah dilakukan jauh sebelum sang nenek menghembuskan napas terakhir.“Ada apa memanggilku ke sini?” tanya Anqi tanpa basa-basi, langsung menembak inti tujuan pertemuan itu. Bahkan di dalam hatinya, ia merasa tidak perlu lagi repot-repot memanggil pria renta di hadapannya dengan sebutan 'Papa'.“Papa... sudah mendengar masalah yang menimpa perkebunanmu,” buka Tuan Lin dengan suara serak.“Lalu?” desak Anqi dingin.Tuan Lin menghela napas panjang, mencoba meredam egonya dan bersabar menghadapi sikap putri yang tidak bersopan santun. “Papa ingin menawarkan bantuan.”“Seberapa banyak?” tanya Anqi tanpa senyum.“Seberapa pun yang kamu mau. Jika tabungan perusahaan tidak mencukupi, Papa akan membantumu menjembat
“Bertiga...” batin Gu Chen berulang-ulang, sementara dadanya mendadak terasa begitu sesak oleh beban yang tak kasat mata.Pikirannya langsung melompat pada hasil catatan medis terakhir dari dokter spesialis yang menangani Tang Tang. Vonis itu menyatakan bahwa kondisi organ dalam bocah tersebut sebenarnya sudah berada di ambang tahap akhir yang sangat buruk. Tidak ada yang tahu pasti, entah berapa lama lagi waktu pinjaman yang tersisa bagi Tang Tang untuk bisa bertahan di dunia ini.Ia tidak sanggup membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Anqi jika wanita itu tahu kondisi asli Tang Tang di tengah situasi krisis yang sudah menghimpit hidupnya dari berbagai sisi.Sementara itu, Anqi memejamkan matanya rapat-rapat. Bukan berarti hidupnya tanpa masalah, justru masalahnya tengah menumpuk gunung. Namun, berbaring di dalam pangkuan Gu Chen membuat beban emosional di dadanya terasa sedikit lebih ringan.“Gu Chen...” panggilnya pelan.“Hmm?







