Share

Asa 24

Author: Amih Lilis
last update publish date: 2023-11-01 14:57:35

*Happy Reading*

Sepeninggal Naira, Nissa pun terlarut dalam pikirannya. Tentang apalagi kalau bukan masalahnya dengan Tante Farida. Sepertinya dia memang harus segera membayar hutang agar wanita itu tak mengusiknya lagi.

Akan tetapi, dari mana dia mendapatkan uang untuk membayar hutang tersebut. Sialnya, Nissa sudah tidak menyimpan tanda bukti pembayaran kuliahnya waktu itu yang ditanggung Tante Farida. Dia hanya punya bukti pembayaran operasi ayahnya. Alhasil nominal yang di sebutkan Tante Fa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Astaqfirullah....hanya karena hutang budi ,Papa Ridwan tega menyiksa Annisa....
goodnovel comment avatar
Puji Utami
ayah macam apa si Ridwan tega bgt menghjar Nissa sampe tak berdaya seperti ini.bnr2 ayah yg dzol!m
goodnovel comment avatar
Siti Khotimah
jangan dong amih...kasian Nissa lho
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa terakhir

    Perlahan, luka yang dulu terasa menghancurkan akhirnya berubah menjadi kenangan pahit yang tak lagi terlalu menyiksa.Nissa dan Raid pun memutuskan kembali ke Indonesia setelah Naira melahirkan anak pertamanya. Berjenis kelamin laki-laki dan wajahnya ... plek ketiplek Darius. Bahkan warna matanya juga sama."Gak adil banget, deh. Padahal gue yang ngandung sampai sembilan bulan lebih, eh pas brojol malah mirip bapaknya. plek ketiplek! Ini sih namanya bukan lagi buah jatuh tak jauh dari pohonnya, tapi jatuhnya sa'akar-akarnya sampe kebonnya juga," keluh Naira sambil menjawil hidung putranya yang mancungnya sudah tidak diragukan lagi."Alhamdulilah. Masih untung mirip bapaknya, loh. Kalau mirip cowok lain kan berabe, Nai.""Gak gitu maksud gue. Tapi ya ... harusnya ada gitu satu bagian yang mirip gue. Ini gak ada satu pun. Kesel, deh.""Cengengnya mirip kamu," celetuk Raid asal, langsung di hadiahi delikan tajam Naira."Udah, udah. Gak usah sewot gitu ah. Namanya bayi baru brojol mukanya

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 142

    “Cih!” Naira langsung berdecih begitu melihat Nissa dan Raid keluar bersama dari arah lorong kamar. Wanita hamil itu melipat tangan di dada dengan wajah sengaja dibuat keruh. Namun alih-alih terlihat menyeramkan, ekspresi Naira justru tampak lucu. Apalagi dengan pipi gembulnya yang makin bulat akibat kehamilannya saat ini. “Ini yang katanya masih trauma? Masih sakit hati? Gak mau lihat muka laki-laki itu masih butuh waktu entah sampai kapan?” omelnya sambil menyipit tajam ke arah Nissa. “Ujung-ujungnya luluh juga.” Nissa langsung salah tingkah. Sementara Raid di sampingnya malah tampak santai sekali. Bahkan pria itu tanpa rasa bersalah melingkarkan tangannya di pundak Nissa possessive. Seolah sengaja memperjelas jika ia telah memenangkan keadaan. Naira langsung mencibir. “Hih! Dasar bucin!” Raid tersenyum kecil penuh kemenangan. Nissa yang sadar sedang digoda langsung menyikut pinggang suaminya pelan. “Abang, ih.” “Abang kenapa? Abang diem aja kok,” jawab Raid santai, padaha

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 141

    Malam itu, setelah kejadian dengan Nichole, Nissa sama sekali tak bisa tidur.Ia berbaring menatap langit-langit, tapi yang terlihat justru wajah Raid — pria yang paling ingin ia lupakan, sekaligus yang paling tak bisa ia lepaskan.Suara tawa itu, cara Raid memanggil namanya dengan lembut, bahkan aroma tubuhnya yang dulu menenangkan… semuanya masih lekat, menolak pergi.Nissa menutup mata, menggigit bibir bawah, mencoba menahan sesak yang menumpuk di dada.“Kenapa sih aku masih begini…” bisiknya pelan.Ia memutar tubuh, tapi semakin mencoba melupakan, bayangan itu malah kian jelas. Pelukan yang dulu membuatnya tenang kini justru menjadi luka yang paling menyakitkan.Malam terasa panjang. Di tengah kesunyian, hanya satu kenyataan yang sulit ia tolak: ia merindukan suaminya.Dan rindu itu membuat dada terasa sesak — campuran antara cinta dan benci yang sama-sama menyiksa.Setiap kali mengingat tatapan penyesalan Raid di depan ruang rawat dulu, Nissa merasa seperti diremas dari dalam.Ia

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 140

    Raid keluar dari kamar rawat dengan langkah berat. Di luar, Darius dan Naira masih menunggu. Wajah Naira masih penuh amarah, tapi ia tidak mengatakan apa-apa."Kamu diusir?" tebak Darius, menepuk bahu Raid.Raid tidak menjawab, hanya mengangguk pelan."Bagus," Naira mendengus. "Harusnya dia usir kamu lebih jauh lagi."Raid mendongak, menatap Naira tajam. Tapi ia tidak dalam posisi untuk membalas. Apa pun yang dikatakan wanita itu benar."Aku akan menunggu." Hanya itu yang Raid ucapkan sebelum berjalan pergi.Naira mendengus muak. "Terserah."Hari-hari berikutnya, Raid tetap setia di rumah sakit. Ia tidak masuk ke kamar Nissa, tapi ia selalu ada di luar, setia menunggu. Setiap kali dokter atau perawat keluar dari kamar itu, Raid akan bertanya tentang kondisi istrinya itu dengan detail sekali. Sementara itu, seiring hari berganti Nissa sendiri semakin pulih secara fisik, tapi tidak untuk hatinya. Sebongkah daging dalam dadanya itu masihlah sangat terluka. Wanita itu masih belum bisa m

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 139

    Suara sirene ambulans memecah keheningan malam, membawa Nissa yang tak sadarkan diri menuju rumah sakit terdekat. Raid mengikuti dari belakang dengan perasaan kalut, bayangan Nissa yang terbaring berlumuran darah terus menghantuinya.Di ruang tunggu rumah sakit, Raid mondar-mandir dengan gelisah. Setiap detik terasa seperti siksaan, menunggu kabar dari tim medis yang tengah berjuang menyelamatkan istrinya. Pikirannya dipenuhi penyesalan; andai saja ia tidak asal tarik tadi, mungkin semua ini tak akan terjadi.Faktanya yang terjadi hanyalah kesalahpahaman semata. Raid yang tadi sedang menunggu Nissa di ruang vvip, tiba-tiba matanya ditutup sebuah tangan yang lembut. Raid kira itu Nissa, makanya dia main tarik saja tangan itu hingga jatuh dalam pangkuan. Raid pun syok saat akhirnya tau tangan tadi ternyata milik Nichole, bukan istrinya.Sialnya, Nissa malah datang di saat tidak tepat. Raid yang masih syok pun butuh beberapa detik menyadari kesalahpahaman itu hingga akhirnya gegas mengej

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 138

    "Sayang, hari ini Abang ada urusan di knightsbridge. Kamu mau ikut nggak?""Di mana itu, Bang? Jauh nggak dari sini?""Knightsbridge terletak di jantung kota London yang modis, menggabungkan jalur Hyde Park yang dilalui kuda, kedutaan besar Belgravia, museum Kensington, dan kediaman seniman Chelsea. Saat ini, lingkungan itu dipenuhi dengan berbagai toko, restoran, townhouse bersejarah kelas dunia, dan merupakan rumah bagi dua properti Jumeirah . Di sana, kita juga bisa melihat sejarah Knightsbridge dan bagaimana ia bisa mempertahankan reputasi yang dimilikinya saat ini." Raid menjelaskan dengan sabar dan panjang lebar. "Nggak tahu ah, Bang. Nggak ngerti juga. Udahlah, Abang aja yang pergi. Nissa lagi mager," sahut Nissa kemudian dengan malas. Raid mengerutkan keningnya bingung. Beberapa hari ini entah kenapa Nissa memang berubah jadi pemalas. Tak seperti biasanya yang selalu antusias jika di ajak ke tempat baru. Apa mungkin Nissa sudah bosan tinggal di sini? Akan tetapi, mereka baru

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 53

    *Happy Reading*Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. PCOS ditandai dengan gangguan menstruasi dan kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan.Hormon androgen yang berlebihan pada penderita PCOS da

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 30

    *Happy Reading*Setelah kejadian di Mall, Raid kembali menghilang. Entahlah apa yang membuatnya marah waktu itu? Jawaban Nissa atau karena hal lain. Yang jelas, setelah obrolan terakhir mereka, Raid nampak kesal padanya. Naira yang notabene-nya adalah orang paling kenal dengan Raid pun menggeleng tak

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 137

    Sebenarnya enggan sekali untuk Nissa menerima tawaran Naira pergi ke London. Bukan hanya karena dia tidak suka naik pesawat, tapi juga karena malas ketemu Nichole. Gimana ya, jelasinnya? Semua orang memang bilang Nichole itu sudah berubah. Tetapi sebagai sesama wanita, jelas Nissa tahu dan bisa mera

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 136

    Raid mengulas senyum manis sambil menatap Nissa yang terlelap paska percintaan panas mereka. Panas dan menegangkan seperti permintaan wanita itu. Sungguh, Raid selalu dibuat kagum setiap kali bercinta dengan Nissa. Wanita itu banyak kejutan. Gadis alim itu sudah tidak ada. Wanita polos, cengeng, dan

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status