Share

Ide

Author: Nic Arhsy
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-16 21:26:02

Suasana di ruang keluarga kediaman utama keluarga Anderson yang megah mendadak terasa begitu haru dan hening.

Pintu utama terbuka lebar, memperlihatkan sosok Jessica Anderson yang melangkah masuk dengan koper di tangannya.

Wajahnya yang biasa dipenuhi senyum kini pucat, sembab, dan menyuratkan kepedihan mendalam setelah perjalanan panjang dari luar negeri.

Nyonya besar Anderson yang sedang duduk di sofa utama langsung terperanjat bangkit dari duduknya. Namun bukannya wajah angkuh yang terliha
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
roso wulan
buktikan kalau kamu menyesal dan saat nya buktikan dengan kamu bisa menemukan Stella lebih dulu
goodnovel comment avatar
roso wulan
tobat juga akhirnya kamu Jessica setelah terlalu lama menyakiti Stella
goodnovel comment avatar
E❤️‍🩹A
siapa yah nnti yg bakalan pertama kali mnemukan Stella ...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Bayangan

    Langkah awal dari sebuah perburuan senyap telah resmi dimulai di balik dinding-dinding megah kediaman keluarga Anderson. Malam yang tadinya dipenuhi isak tangis penyesalan kini bergeser menjadi markas strategi penuh perhitungan matang.Di bawah pimpinan Sean, didukung tekad bulat Nyonya Selvie dan ide cemerlang Jessica, mereka menyusun strategi berlapis untuk menemukan Stella tanpa memicu kecurigaan sang kepala keluarga besar."Kita tidak boleh gegabah," ujar Sean sambil melipat kedua tangannya di atas meja kerja pribadinya, sorot matanya tajam menatap ibu dan adiknya. "Jika kita menggunakan yayasan atau instansi yang terlalu besar, informasi pergerakan kita pasti akan tercium oleh anak buah Papa nanti papa murka. Kita butuh sesuatu yang organik, kecil, dan murni bergerak atas nama kemanusiaan."Jessica mengangguk setuju. "Benar, Kak. Seperti yang kubilang tadi, kita dirikan sebuah yayasan amal berskala mikro yang sama sekali baru. Tanpa embel-embel Anderson, tanpa donatur korporat ra

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Ide Mantap

    Kata-kata Jessica bekerja bagaikan hantaman palu godam yang menghancurkan seluruh pertahanan rasional di kepala Sean. Dinding ketenangan yang selama ini ia bangun di hadapan publik dan keluarganya runtuh tanpa sisa dalam hitungan detik.Bayangan Stella tersenyum manis pada pria lain, bayangan tangan mungil Liam yang digandeng oleh lelaki asing, serta bayangan suara kecil putranya yang memanggil orang lain dengan sebutan 'Papa' mendadak berputar hebat di ingatannya. Keringat dingin bercucuran di pelipis sang CEO. Dadanya sesak luar biasa, seolah pasokan udara di dalam ruangan mewah itu mendadak diisap habis.Sean mundur dua langkah, mencengkeram tepi meja marmer di dekatnya dengan buku-buku jari yang memutih sempurna. Tubuhnya yang tinggi tegap bergetar hebat akibat kombinasi emosi antara cemburu membara, ketakutan mendalam, dan penyesalan yang membakar jiwa."Tidak... tidak boleh..." gumam Sean parau, suaranya serak dan hampir tak terdengar. Matanya yang memerah menatap kosong ke la

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Waktu Adalah Emas

    Suasana ruang keluarga kediaman utama keluarga Anderson masih diselimuti sisa-sisa isak tangis haru. Nyonya Selvie dan Jessica duduk berdampingan di sofa beludru merah, merumuskan rencana rahasia untuk berkeliling Indonesia dengan kedok bakti sosial tanpa membawa nama besar keluarga Anderson demi mencari Stella."Jadi fix ya, Ma? Kita gunakan jaringan arisan sosialita Mama untuk blusukan ke panti-panti asuhan dan pelosok daerah tanpa embel-embel Anderson," bisik Jessica penuh semangat, maniknya menyala oleh secercah harapan.Nyonya Selvie mengangguk mantap. "Mama setuju, Jes. Kita mulai susun jadwalnya besok pagi..."Suara pintu utama yang dibuka dengan kasar menghentikan kalimat Nyonya Selvie seketika. Langkah kaki tegas bernada dingin terdengar menggema di lorong marmer, mendekat ke arah ruang keluarga. Belum sempat ibu dan anak itu menoleh sepenuhnya, sosok Sean Anderson sudah berdiri di ambang pintu.Pria itu mengenakan kemeja kerja yang lengannya digulung hingga siku, dasinya sed

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Ide

    Suasana di ruang keluarga kediaman utama keluarga Anderson yang megah mendadak terasa begitu haru dan hening. Pintu utama terbuka lebar, memperlihatkan sosok Jessica Anderson yang melangkah masuk dengan koper di tangannya. Wajahnya yang biasa dipenuhi senyum kini pucat, sembab, dan menyuratkan kepedihan mendalam setelah perjalanan panjang dari luar negeri.Nyonya besar Anderson yang sedang duduk di sofa utama langsung terperanjat bangkit dari duduknya. Namun bukannya wajah angkuh yang terlihat, raut wajah sang ibu kini justru penuh dengan beban penyesalan yang teramat berat. Sejak kebenaran tentang manipulasi licik Chelsea terbongkar, hidup Nyonya Anderson tak pernah tenang. Wajahnya tampak jauh lebih tua dari sebelumnya."Jessica...? Kamu sudah pulang, Nak?" bisik sang ibu dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca menatap putri bungsunya.Jessica berjalan mendekat, lalu menjatuhkan tubuhnya di samping sang ibu. Tanpa kata-kata pembuka yang dingin, kedua wanita itu saling memanda

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Akses

    Pagi menyingsing menyelimuti kompleks mess perwira. Sinar matahari tipis menerobos celah ventilasi, memantulkan bayangan hangat di dalam kamar tempat Stella dan Liam menginap. Di luar, aroma udara pagi yang segar perlahan menggantikan kehangatan malam."Pagi, Ste," tegur Satria pelan, suaranya agak serak khas orang baru bangun tidur. Pria itu sudah berdiri di dekat cermin kecil, mengancingkan kemeja hitam dengan jaket kulitnya dan merapikan sabuk senjata di pinggangnya.Stella yang sedang duduk di tepi kasur sambil menggendong Liam mendongak. Wajahnya masih menyisakan lingkaran hitam di bawah mata, namun binar lega tampak di raut wajahnya melihat Liam tidur lelap setelah menyusu."Pagi, Mas Satria. Kamu sudah mau berangkat sekarang?" tanya Stella, suaranya sepelan mungkin agar Liam tidak terbangun.Satria mengangguk, lalu meraih jaket kulit gelapnya dan mengenakannya. "Iya, apel pasukan sebentar lagi dimulai di polda. Semua anggota tim operasi penangkapan bandar narkoba sudah siap d

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Mata

    "Sean kawati kalau tim medis yang menangani papa Mertua bukan yang terbaik, Nek," bisik Sean dengan suara parau, masih memosisikan kepalanya di pangkuan sang Nenek. "Aku tidak boleh kehilangan beliau. Beliaulah satu-satunya alasan dan jembatan yang tersisa agar Stella mau kembali menatap mataku tanpa rasa benci."Nenek mengusap lembut kepala cucunya, membiarkan keheningan malam menyerap seluruh keputusasaan pria tangguh yang kini hancur di hadapannya. "Nenek paham, Sean. Tapi malam ini, istirahatlah dulu. Tubuhmu sudah terlalu lelah, pikiranmu juga sudah sangat kacau. Biarkan orang-orang kita yang menjaga rumah sakit. Nenek pastikan mereka tidak akan lalai lagi.”“Tapi, Nek. Sean sulit memejamkan mata rasanya…”“Sean. Kalau kau mau Stella kembali padamu kau harus tetap menjadi pria tampan dan gagah. Jangan membuat Stella risih melihat penampilanmu. Apalagi anakmu, sekarang istirahatlah, kau sudah seperti mayat hidup. Serahkan sisanya sama nenek selama kau tidur, paham itu?!”“Baiklah,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status