Compartilhar

Pamit

Autor: Nic Arhsy
last update Data de publicação: 2026-08-15 23:55:44

“Argh! Ribut banget.” Dengkusnya kesal karena tidurya terganggu oleh dering nyaring dari panggilan masuk di ponsel Sean yang memecah keheningan kamar utama yang mewah. Seketika matanya mendadak terbuka. Rasa pening akibat efek sisa alkohol malam tadi membuat dahinya berkerut tajam. Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, lalu memiringkan kepala melirik layar ponsel dan jam tangan mahal yang tergeletak di atas meja samping tempat tidur.

Mata Sean membulat seketika saat melihat nama panggilan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (35)
goodnovel comment avatar
E❤️‍🩹A
aku suka cara membangkang mu itu Stella ...
goodnovel comment avatar
E❤️‍🩹A
apa yg sdang kmu rencanakan Stella ? apakah sesuai dengan prediksi ku klu kmu akan pergi diam" dri Sean ? klu iya aku sangat mendukung biar kmu bsa bernapas dngan lega
goodnovel comment avatar
roso wulan
setelah ini jangan pernah kembali lagi ke mansion itu .
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Final

    Langkah kaki Stella yang anggun berayun pasti membelah kerumunan tamu. Begitu tubuhnya melewati tirai kain merah tebal di dekat lorong belakang, area yang sepenuhnya luput dari jangkauan pandangan Sean dan para pengawal pribadinya, sikap tenang Stella seketika berganti menjadi gerakan cepat dan penuh determinasi.Ia tidak melangkah menuju toilet wanita. Jemari lentiknya meremas kuat tas kecil mewahnya, menyusuri lorong sepi berlantai marmer dingin menuju pintu keluar darurat berlabel merah. Di dalam tas kecil itu tersimpan paspor baru, dokumen identitas, dan akses rekening rahasia yang telah ia persiapkan matang-matang. Semua yang ia butuhkan untuk memulai hidup baru bersama janin di dalam kandungannya, jauh dari cengkeraman keluarga Anderson.Namun, tepat saat jemari lentiknya menyentuh gagang besi pintu darurat itu, sebuah suara perempuan yang sangat familier mendadak bergema memanggil namanya dari arah belakang."Stella!"Langkah Stella terhenti seketika. Jantungnya berdegup kencan

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Pamit

    Suasana di sekitar mereka mendadak diliputi keheningan canggung usai klaim kepemilikan mutlak yang diucapkan Sean. Ethan dan Zavier saling melempar pandang, lalu terkekeh pelan untuk mencairkan ketegangan yang mendadak terasa di antara mereka."Wah, luar biasa. Selamat ya, Sean, Stella," ujar Ethan seraya menganggukkan kepalanya penuh rasa hormat. "Kami benar-benar tidak menyangka kalian berdua yang akhirnya bersatu. Pasangan yang sangat serasi.""Benar," puji Zavier menimpali dengan tulus. "Ratu sekolah kita akhirnya jatuh ke tangan sang kapten basket. Takdir memang tidak ada yang tahu."Stella hanya mengulas senyum tipis yang anggun, jemari lentiknya menepuk pelan lengan Sean yang masih merangkul pinggangnya dengan sangat erat. "Terima kasih, Ethan, Zavier. Senang sekali bisa bertemu kalian lagi setelah sekian lama.""Iya, lama banget gak dapet kabar kamu, Ste. Tiba-tiba udah sold aja."celetuk Zavier cepat lalu di senggol oleh Ethan karena Sean seketika merengut."Kalau begitu, kami

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Reuni Akbar

    Sedan mewah dengan kaca gelap itu perlahan berhenti tepat di bawah lobi megah drop-off zone Grand Ballroom Hotel Anderson. Lampu kristal raksasa memancarkan kilau keemasan, memantul sempurna pada deretan mobil mewah yang sedang antre di sepanjang karpet merah depan lobi. Keriuhan suara jepretan kamera para awak media dan gumaman kagum dari tamu VIP memenuhi ruangan malam ini.Sopir pribadi Sean bergerak cepat membukakan pintu. Sean melangkahkan kaki jenjangnya keluar terlebih dahulu, merapikan jas tuksedo hitamnya yang tampak sangat sempurna menempel di tubuh tegapnya. Pria itu menyunggingkan senyum ketampanan yang begitu dominan, lalu berbalik dan mengulurkan tangannya untuk menyambut sang istri.Stella menyambut uluran tangan kokoh itu, melangkah keluar dengan gerakan yang sangat anggun. Gaun malam hijau zamrud berpotongan A-line yang membalut tubuh indahnya bergerak melambai halus. Lengan panjang transparan bermotif sulur emas yang melekat di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Anderson Hotel

    "Hasil riasannya sangat sempurna, Mbak Elena. Terima kasih banyak," puji Stella tulus saat memandangi pantulan dirinya di cermin besar.Elena tersenyum bangga seraya merapikan kuas terakhirnya. "Sama-sama, Nyonya Muda. Kecantikan alami Nyonya mempermudah tugas kami. Riasan soft glam ini benar-benar menonjolkan aura keanggunan Nyonya tanpa berlebihan."Stella mengangguk anggun. Ia berdiri dari kursi rias, membiarkan asisten MUA membantunya mengenakan gaun malam hijau zamrud berpotongan A-line yang telah ia siapkan sebelumnya. Bahan sutra berkilau itu melingkupi tubuhnya dengan indah, menyamarkan lekuk perutnya yang mulai berisi tanpa mengorbankan kesan mewah. Gaun itu dipadukan sempurna dengan lengan panjang transparan bermotif sulur emas yang memberikan sentuhan berkelas.Dokter Fiona yang masih berdiri tak jauh dari meja rias menatap Stella tanpa kedip. Ada perasaan campur aduk di dalam dadanya—antara kekaguman pada pesona Stella dan rasa bersalah yang makin dalam menancap di jiwanya

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Petuah

    "Wajahmu cerah sekali malam ini, Sean... anakmu di dalam sini pasti akan sangat bangga memiliki ayah setampan kamu," bisik Stella lembut, melangkahkan kakinya mendekati sang suami yang sudah terbalut sempurna dalam setelan tuksedo mewahnya.Sean berbalik, menyunggingkan senyum ketampanan yang begitu memikat. Aura positif dan kebahagiaan terpancar sangat jelas dari wajahnya yang segar usai mandi. Ketampanan pria itu seolah berada di puncaknya malam ini, begitu sempurna tanpa cela hingga Stella sendiri sempat berdecak kagum dalam hatinya.Mendengar pujian manis dari bibir istrinya, binar bahagia di mata Sean makin meluap. Pria itu melangkah maju, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Stella yang masih terbungkus handuk tebal, lalu merengkuh tubuh wanita itu ke dalam pelukan hangat yang begitu protektif."Aku juga sangat bangga dan bersyukur bisa menikah denganmu, Stella," balasku Sean tulus, mengecup puncak kepala Stella dengan penuh kasih sayang. "Kamu dan anak kita adalah harta pal

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Kehangatan

    "Ste, tolong aku, Sayang..." bisiknya dengan suara bergetar, jemari tangannya membelai lembut milik Stella yang telah basah. "Punya mu juga udah basah banget, Sayang. Udah siap buat di masukin, bentar aja, ya, Sayang." Desahan napas Sean yang kian memburu memenuhi setiap sudut kamar berpendingin udara itu. Lidahnya menyapu lembut kulit sensitif Stella, memicu getaran halus yang tak bisa dihindari oleh tubuh wanita itu. Sean terbakar gairah yang tak terkendali saat berhadapan dengan sang istri. Dia terus menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya membuat Stella akhirnya menggelinjang dengan desisan pelan."Nghhh....Sean...ka-kamu...""Iya, Sayang. Aku gak kuat, aku masukin ya, sekarang..." desahnya sambil menuntun miliknya. Dengan penuh penekanan dan dominasi. Pria itu menyatukan jemarinya di jemari Stella, menekan lengan istrinya di atas kasur seraya terus memacu ritme dengan napas yang tak teratur."Ste... ahh, kamu selalu bikin aku gila..." bisik Sean serak tepat di depan telinga Stell

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status