Share

Sentuhan Terakhir

Author: Nic Arhsy
last update publish date: 2026-09-21 16:25:47

"Nyonya Muda, ada kiriman beberapa kotak gaun yang dikirimkan langsung oleh Nyonya Besar," panggil Syahnaz lembut dari balik pintu kamar yang terketuk perlahan.

Stella membuka matanya, menyapu lembut sisa embun tipis di sudut matanya. Bisikan doa untuk sang ibu yang telah tiada tersimpan rapi dalam sanubarinya. Ia berbalik, melangkah anggun membukakan pintu kamar utama. Di hadapannya, Syahnaz berdiri bersama dua orang pelayan yang membawakan beberapa kotak besar berbalut pita sutra mewah dari p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
𝙽𝚊𝚟𝚎𝚍
ko aQ curiga ya knpa tiba" mak Lampir ngasih gaun buat Stella?
goodnovel comment avatar
𝙽𝚊𝚟𝚎𝚍
ish ya ampun Sean kmu yaaa bisa"nya si Stella baru mau istirahat udah kmu buat ajak Olga lg
goodnovel comment avatar
roso wulan
Sean mana tahan sejak pagi sudah di beri kelembutan oleh Stella hingga tak fokus kerja
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Pinggiran Kota

    "Siapkan helikopter pribadi sekarang juga dan perketat radius penjagaan!" bentak Sean dengan suara serak yang memecah keheningan koridor utama Mansion Anderson.Pria itu melangkah lebar menembus pintu kaca besar, mengabaikan lengannya yang terbalut perban bersimbah darah segar. Deru mesin helikopter yang mendarat di helipad halaman belakang mansion menyambut penampilannya yang kacau. Rambutnya berantakan, kemeja mewahnya kusut, namun kilat mata merahnya memancarkan obsesi gila yang tak tergoyahkan."Sean, tunggu! Kamu tidak bisa bertindak gegabah seperti ini!" teriak Samuel seraya berlari menyusul dari belakang, berusaha mengimbangi langkah lebar sahabatnya. "Tim pengawal di rumah sakit baru saja mengonfirmasi bahwa permohonan pemindahan ayah Stella diajukan secara daring menggunakan identitas dan tanda tangan digital resmi milik Stella!"Langkah Sean terhenti mendadak. Pria itu berbalik cepat, mencengkeram kerah kemeja Samuel dengan satu tangan yang gemetar hebat."Apa katamu?! Tand

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Dosa

    Tak menungu wakatu lama, Sean langsung bangkit dan melangkah panjang menuju lantai bawah mencari ibunya dengan mata memerah dan nafas tak teratur.“Mama!!” Teriak Sean menggelegar memenuhi seisi ruangan.“Mamaaa!! Mama dimana?!!” Teriaknya lagi mencari ibunya berjalan mondar mandir, sampai dia menemukan ibunya di dalam kamar dan keluar.“Ada apa, Sean?” Tanya ibunya dengan suara parau sambil berjalan dan duduk di sofa menatap anaknya."Mama sadar apa yang udah Mama lakukan?!"Teriakan menggelegar Sean memecah keheningan ruang keluarga utama Mansion Anderson. Pria itu berdiri bagai iblis yang bangkit dari neraka, melemparkan ponsel pintar milik Stella ke atas meja kaca hingga berdering nyaring dan retak di permukaannya.Nyonya Anderson yang duduk terpekur di sofa mewah tersentak hebat. Wajah wanita paruh baya itu pucat pasi, matanya sembap dipenuhi penyesalan mendalam. Sejak kebenaran terungkap bahwa Stella adalah sosok penolong nyawa Sean di masa lalu, Nyonya Anderson tak pernah bisa

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Diary

    "Stella... keluar, Sayang... Aku tahu kamu cuma sembunyi," racau Sean dengan suara parau yang menyayat hati.Pria itu bertekuk lutut di samping ranjang, mencengkeram sprei sutra yang dingin dan sepi di dalam kamar lantai tiga Mansion Anderson. Kemeja mewahnya kusut berantakan, dan perban di tangan kanannya telah mengering dipenuhi noda darah kehitaman. Pria yang biasanya memancarkan dominasi mutlak itu kini tampak hancur, meraba-raba sisi tempat tidur yang biasa diduduki istrinya tanpa arah.Tidak ada jawaban. Tidak ada aroma harum melati. Hanya keheningan mencekam yang menyapa indranya.BUGH!Sean menghantamkan kepalannya ke atas kasur dengan penyesalan membakar dada. Binar obsesi gila dan keputusasaan menyatu di dalam matanya yang merah menyala akibat tidak tidur semalaman."Aku tahu aku salah... tapi jangan siksa aku begini, Stella!" raung Sean menengadahkan kepalanya yang terasa mau pecah, menatap langit-langit kamar yang hampa.Tok, tok, tok."Sean," panggil Samuel yang melangkah

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Nyesal

    "Chelsea... beraninya dia justru mencoreng nama baik Sean dan menghancurkan Sean dengan masa lalunya. Dia yang selama ini mengaku bahwa dia adalah korban, ternyata dia adalah penjahatnya!" geram Nyonya Anderson karena selama ini salah memahami sang menantu."Sudah, Ma. Lagian Mama juga, bukannya mengenal Kak Stella dulu di awal masuk, malah langsung nyerang hanya karena Kak Stella punya keluarga yang bangkrut dan papanya di bawah tanggungan Kak Sean," sahut Clarissa menyalahkan ibunya yang tidak bijaksana dalam menilai orang."Mama hanya percaya kata-kata Sean, bahwa Chelsea-lah yang menjadi penyelamat hidup Sean. Apa salahnya Mama juga ingin menjadikan Chelsea yang Mama pikir benar-benar sudah dirusak oleh Sean menjadi mantu Mama? Mama hanya memikirkan Mama punya anak perempuan. Bagaimana perasaan Mama kalau anak perempuan Mama dirusak oleh anak laki-laki orang lain? Mama pasti akan sedih, kecewa, mungkin bunuh diri karena merasa hancur.""Nah! Buktinya ternyata yang dirusak itu Kak

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Paris!

    "Seret dia ke hadapanku malam ini juga! Aku tidak mau tahu bagaimana caranya!" gertak Sean dengan urat leher menegang keras. Pria itu baru saja membanting pintu ruangan kerjanya di lantai paling atas Anderson Group Tower, memecah keheningan malam kota yang sepi."Tenang dulu, Sean! Dengarkan aku!" sela Samuel seraya menahan dada sahabatnya agar tidak bertindak lebih gila lagi. "Detektif swasta terbaik yang kita sewa baru saja mengirimkan laporan resmi beberapa menit lalu. Data lokasi ini seratus persen akurat!""Di mana Julian?!" desak Sean penuh desakan liar, mencengkeram kemeja Samuel hingga kancing atasnya terlepas."Julian ada di Paris, Sean!" sahut Leonel setengah berteriak, menunjukkan layar tablet pintarnya tepat di depan wajah Sean. "Pria itu sedang menghadiri konferensi tingkat tinggi bersama rekan-rekan bisnis farmasinya di Hotel Ritz, Paris! Titik koordinat GPS dan geotagging ponsel pribadinya aktif di sana sejak delapan jam yang lalu. Dia sama sekali tidak berada di Indo

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Terlacak

    Suasana di area lobi dan koridor Anderson Hotel berubah menjadi kekacauan massal. Puluhan pengawal berjas hitam berlarian menyisir setiap sudut gedung, sementara sirene sistem keamanan internal meraung-raung memecah keheningan malam. Tamu-tamu undangan yang tersisa di ballroom mulai berbisik-bisik panik, menyaksikan kepanikan luar biasa yang melanda keluarga penguasa Anderson Group.Di dalam ruang IT yang pengap, bau anyir darah menyengat udara. Sean masih berdiri mematung di depan monitor yang retak bergaris-garis merah. Kepalan tangan kanannya yang robek terus meneteskan darah segar membasahi lantai marmer putih, namun tatapan matanya yang kosong dan memerah terlihat bagaikan iblis yang kehilangan jiwanya."Sean, cukup! Kamu bisa kehabisan darah kalau begini!" bentak Samuel seraya merenggut paksa lengan Sean, menariknya keluar dari ruang IT. Pria itu menyuruh dua pengawal memegangi bahu Sean yang kaku untuk membawanya ke area ruang medis darurat di lantai dasar.Dokter Fiona yang le

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status