MasukThe Harris family is a wonderful family on the outside, but rotten on the inside. Savannah Harris, the oldest among four siblings, is labeled as the black sheep of the Harris Family. Her family owns one of the biggest company in Casterdale; SH Holdings. She’s a model and she’s totally uninterested with her family’s business, that is why neither her father or grandfather is fond of her. Her father wasn’t please when she was born, he was rather disappointed that the first born is a daughter and not a son. Since then, she’s the most disliked in the family. She’s been living her life recklessly and freely to rebel against her family, until she got pregnant by her bodyguard because of a one-night-stand and it became the huge turning point in the heiress’s life. The first thing she thought is her family’s reaction but unexpected twist started to happen.
Lihat lebih banyak“Apa?! Menikah dengan Pak Kelvin? Papa bercanda?!”
Amaya hampir saja menjerit saat mengatakan itu pada sang ayah—Athan—yang sedang berbaring di atas ranjang rawat rumah sakit. Mata Amaya melebar pada ayahnya yang mengangguk dengan tegas membenarkan, “Iya, May,” jawabnya. “Nggak mau!” tolak Amaya. “Pak Kelvin itu umurnya jauh beda sama aku! Papa belum tahu saja gosip apa yang dibilang sama semua mahasiswa kalau dia itu sukanya sama … cowok juga,” lanjutnya sedikit lirih. “Mengarang!” kata ayahnya, mendengus mendegar celotehannya. Amaya hampir saja kembali memprotes Athan sebelum pria yang rambutnya bersemburat putih itu menyela, “Gimana kalau ini permintaan terakhir Papa?” tanyanya. “Apakah kamu juga masih akan menolak?” “Pa—“ “Papa lelah menghadapi kamu yang nakal dan nggak bisa diatur!” potongnya. “Menikahlah … maka dengan begitu kamu akan memiliki tanggung jawab dan memikirkan sesuatu bukan untuk kesenanganmu sendiri.” Bibir Amaya tertekuk sedih. Ia tak serta-merta menjawab ayahnya, melainkan lebih dulu memandang seorang pria berkemeja hitam yang berdiri tak jauh dari pintu. Kelvin Indra Asgartama, pria yang namanya disebutkan oleh ayahnya itu ada di sini. Kelvin yang tadi kebetulan ada di rumah orang tuanya yang bertetangga dengan Amaya membantu Athan yang jatuh pingsan terkena serangan jantung. Sebelumnya tak ada yang salah dengan Athan, ayahnya itu baik-baik saja bahkan saat menjemput Amaya yang ada di kantor polisi karena menabrak seorang pedagang sayuran. Amaya yang tak memiliki surat izin mengemudi diamankan polisi sebelum diamuk ibu-ibu yang sedang berbelanja. Untungnya … kejadian tersebut tidak mengakibatkan cedera berat—selain si bapak sayur yang luka ringan dan dagangannya amblas—serta berakhir dengan cara kekeluargan. Tetapi sebagai gantinya, justru ayahnya yang tumbang. Amaya yang dilanda kepanikan meminta bantuan dari rumah seberang, yang berbaik hati membawa Athan ke rumah sakit. Lalu saat ayahnya sadar, Amaya malah dijodohkan dengan gunung es bernama Kelvin. “Pokoknya … aku nggak mau nikah sama Pak Kelvin,” putus Amaya dengan suara yang bulat. Matanya berair menatap Kelvin yang hanya bersedekap di antara kedua orang tuanya, menikmati perdebatan Amaya dan Athan. “Lalu mau jadi apa kamu?” tanya Athan. “Kamu sudah sering ribut dengan mahasiswa lain, dan baru saja menyetir mobil saat Papa sudah melarangmu? Kamu nggak bisa diatur, Amaya!” “Aku ribut juga karena—” “Harus bilang apa Papamu ini saat bertemu dengan Mamamu di akhirat nanti, May?” potong Athan mendesak. “Papa nggak akan pergi secepat itu menyusul Mama!” tepis Amaya tak terima jika ia juga harus kehilangan sang ayah. “Sure, asalkan kamu mau memenuhi keinginan Papa.” “Tapi Pak Kelvin itu dosenku, Pa,” terang Amaya. “Gimana aku bisa nikah sama dia?” ‘Atau lebih tepatnya apa ada manusia yang tahan hidup dengan sikapnya yang seperti kulkas itu?’ lanjut Amaya dalam hati. Menolak mentah-mentah perjodohan darurat ini! Amaya menoleh pada Kelvin yang tampak mendengus saat ibunya berujar, “Terima saja,” bujuk ibunya Kelvin. “Om Athan ‘kan pernah membantu dan membuat keluarga kita bisa hidup dengan baik selama ini, Vin,” tuturnya lembut. “Kamu ganteng, Amaya cantik, apa lagi yang kurang? Menikahlah dan bimbing dia sebagai cara kita membalas budi.” “Apa yang Mama harapkan dengan aku menikahinya?” tanya Kelvin lirih. “Papanya saja menyerah, bagaimana aku bisa menjinakkannya?” ‘Menjinakkan?’ ulang Amaya dalam hati. ‘Dia pikir aku ini kuda liar?!’ Sociopath itu benar-benar menunjukkan wajah aslinya! Mulutnya tak bisa dijaga! “Apakah … Nak Kelvin juga nggak setuju?” tanya Athan dari ranjang tempat ia berbaring. Matanya yang sayu menatap penuh harap. “Saya nggak pernah ada pikiran ke sana, Om,” jawabnya. “Apalagi menikah dengan Amaya.” “Baguslah!” sahut Amaya, mendengus pada Kelvin. “Lagian saya juga punya pacar yang seribu kali jauh lebih ganteng daripada Pak Kelvin!” “Aah … cowok kerempeng itu?” Ulu hati Amaya rasanya tertohok mendengar betapa tanpa bebannya Kelvin saat menyebut pacarnya sebagai ‘cowok kerempeng.’ Sepasang matanya membola memandang Kelvin yang bahkan ekspresi wajahnya tak berubah sekalipun ibunya mendesis mengisyaratkan agar ia sebaiknya diam saja! “Pak Kelvin jangan body shaming dong!” tuding Amaya, rahangnya mengetat memandang Kevin yang justru menyunggingkan seringai. “Dari mana saya body shaming?” tanya Kelvin. “Bukankah itu benar? Saya curiga dia pemakai—“ “Anda nggak berhak menilainya seperti itu!” potong Amaya menggebu-gebu. “Uhuk—uhuk—“ Athan terbatuk-batuk, pria itu memegangi dadanya yang membuat Amaya dengan cepat menoleh padanya. “Papa ….” panggilnya cemas. “Sudah, nggak usah bertengkar,” pinta Athan. “Dan nggak usah menikah.” Amaya senang karena akhirnya ayahnya berubah pikiran sehingga ia tidak perlu menikah dengan— “Biar Papa mati saja dengan nggak tenang,” lanjut Athan yang membuat Amaya urung bersuka cita. Amaya mendekat seraya meraih kedua tangannya yang terasa dingin. “Jangan, Pa ….” lirihnya menahan air mata. “Aku sudah kehilangan Mama loh, masa iya Papa juga akan ninggalin aku?” Athan tidak menjawab selain meremas dadanya semakin kuat. Matanya terpejam saat napasnya terengah-engah dan ia kembali tidak sadarkan diri. “PAPA!” panggil Amaya seraya mengguncang tubuh Athan yang tak memberikan reaksi selain pulse yang semakin melemah di layar monitor. “PAPA!” Amaya berseru, ketakutan memenuhi dadanya, mengubahnya pada putus asa yang samar memberi petunjuk betapa menyakitkannya sebuah kehilangan. Ibunya Kelvin meraih kedua bahunya, memintanya menyisih memberi ruang saat dokter dan beberapa perawat datang untuk memeriksa kondisi Athan. Kaki Amaya terasa lemas kala melihat tubuh ayahnya yang berguncang saat alat kejut jantung diletakkan di dadanya. “Jangan tinggalin aku, Pa!” Matanya basah saat jemarinya mengepal saling memberi kekuatan. Kelegaan yang besar menimpanya saat mereka kembali bisa melihat denyut teratur detak jantung Athan. “Beliau memang membaik,” ujar dokter saat mendekat pada Amaya dan mereka yang berdiri di sisi lain ruangan. “Tapi kami tidak bisa menjamin Pak Athan akan bisa bertahan lebih lama jika sekali lagi kondisinya drop.” Mendengar itu, hati Amaya sakit. Ia mendengar desah napas ibunya Kelvin sebelum wanita itu mengatakan, “Kalian dengar itu?” tanyanya, bergantian memandang Amaya serta anak lelakinya yang menunduk. “Hidupnya sudah nggak lama lagi dan kalian masih menolak memenuhi keinginan terakhirnya? Baik—“ Wanita berambut sebahu itu mengangguk seraya bersedekap. “Nanti kalau Pak Athan benar-benar pergi dan kalian nggak sempat memenuhi keinginannya, kalian yang akan menyesal!” Ibunya Kelvin mendengus teriring oleh suaminya yang menyahut, “Kalian tolong pikirkanlah ….” Amaya menelan ludah dengan gugup. Ia memandang Kelvin melalui sudut matanya sebelum menatap Athan yang terpejam di atas ranjang rawatnya. Bibir Amaya gemetar, ia dirundung oleh ancaman rasa bersalah seandainya Athan pergi dan ia tak mau mengabulkan keinginan terakhirnya. Tapi jika ia lakukan permintaan itu, bukankah artinya dirinya akan terperangkap dalam pernikahan bersama dengan Kelvin? Lalu bagaimana hubungannya dengan pacarnya? ‘Sial!’ umpatnya dalam hati. ‘Tapi yang lebih penting biar Papa sembuh dulu ‘kan sekarang?’ batinnya mempertimbangkan. Barangkali ayahnya akan membaik dan hidup lebih lama jika Amaya menuruti keinginannya. Seisi ruangan yang tadinya tenggelam dalam senyap tiba-tiba hidup saat Amaya membuka suaranya yang serak dan menahan tangis. “Baik,” katanya. “Saya akan pikirkan keinginan Papa agar saya menikah sama Pak Kelvin.” ….The day went fast and it’s now getting closer to midnight. Everyone is having fun chatting, laughing, eating and drinking. “This year is really memorable and fruitful, if I must say,” Cameron’s father said. “You had your first grandchild this year! You must be really happy!” Uncle Jacob said and I can’t help but smile. “I also had my first daughter-in-law this year! It’s really memorable.” I turned to Cameron who’s sitting on my left while feeding Via. “This is my favorite year,” I whispered. “We have more years to look forward to, together.” “I know, but this year is where you and Via came into my life.” “We’ll... that’s true.” We both chuckled. I sometimes feel like I’m still dreaming. It was just like yesterday when my life has no directions and all I do is party and drink, now I have Aviana and Cameron. Not to mention, me and my brothers are able to fix our relationship this year. We still fight, but we understand each other more. “Sav, pass me the salad.” I got back to
It’s been a couple of weeks, and today is New Year’s Eve. We are busy preparing for our family’s celebration later at night. Both the Harris and the Zach are together in a private resort to welcome the New Year. “Aw! Ouch! Sav help!” I turned to Vester and saw Via pulling his hair. I quickly grabbed my daughter from him and pulled her hand away. “Why does she keep on pulling my hair?! I’m not yet married but I think I’ll be bald even before I say I do!” “Let me see your scalp.” I looked at his head and smirked as I thought to play a little prank. “Oh, my gosh. This is bad!” “W-Why?! Am I going bald?!” “There are bald spots. This is a major turn off to all women. Tsk, this is bad.” “WHAT?! What should I do?!” “Well, stay single for life, I guess?” I think he realized what I’m doing. He stood up straight and glared at me. “You think that’s funny? If I get bald, you’ll have to compensate me on behalf of your daughter!” “Only your hair will disappear, don’t stress too much!” Sudde
“I’m sorry! I can’t hold it any longer! I think I’m going to fart if I keep holding my laughter!” Sylvester said while laughing. I can’t stop myself from laughing too.“You’re so bad at acting! Why did I never realize that your face is so funny! I almost lost it when I saw you squeezing Skyler!” I said while laughing. I looked at Cameron, who looks flustered and confused. “That’s what you get! You think you’re the only one who can pretend to have an amnesia?!”“You think that’s funny?! I was so worried!”“I only pretended for a few minutes but you did it for weeks! I wouldn’t lose this kind of chance to pay you back!”“That’s different! I did it for a reason!”“I did it for fun, but it’s not different!”“You two should stop, you might end up fighting. You just got married,” mom said.“You also played along, mom?” Cameron asked.“Of course. I also wouldn’t miss the chance to play with my kids. Also, I’m Savanah’s mother. She got the humor from me.” I smiled and fist bump mom. Cameron t
“Let’s start the preaching with dad as soon as we get back.” It’s been two days, and it’s the last day of my business conference. Savannah is still unconscious and is still at the ICU. I make sure to be updated on her condition, and Stefano updates me all the time.“We should just head back tomorrow. We need more information—”“You can just stay here, and let’s just do the preaching when you get back. I have to go back for my wife and daughter.”“I understand but—”“Cassandra, two days for me is enough. I’ve seen and heard enough. I don’t know what else you want to explore in this place, but you can stay if you want. I’ll head back later at the afternoon, and you head back tomorrow noon. Got it?”“You’ll leave me alone here?” I stopped walking and turned to her.“You have your secretary and security with you. What do mean you’ll be left alone?”“I mean, it’s our first business conference together ever since you publicize your position. Shouldn’t we work on this together?”“I already d






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ulasan-ulasan