Share

Proyek Besar

Penulis: NaoMiura
last update Tanggal publikasi: 2026-05-14 20:00:45

Pagi itu kantor sudah cukup ramai meski jam kerja baru berjalan beberapa jam. Naomi baru saja selesai mengecek email ketika suara Claudia terdengar dari area pantry. Beberapa staf tampak berkumpul di sana.

“…jadi akhirnya meeting langsung ditangani pihak pusat,” kata Claudia sambil menyandarkan tubuh santai di meja pantry. “Aku juga tidak menyangka bakal ditangani langsung olehnya.”

Nada suaranya terdengar ringan. Tapi cukup keras untuk didengar se

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bilur Bulir Bertaut   Rumah

    Langit sudah benar-benar gelap ketika Naomi keluar dari gedung kantor. Hari Jumat terasa panjang. Terlalu banyak percakapan yang membuat kepalanya penuh.Naomi sudah menunggu di depan gedung. Dia meminta kakaknya untuk menjemputnya. Terlalu banyak hal yang harus dibahas.Mobil hitam milik Vino sudah berhenti tidak jauh dari pintu lobby. Begitu Naomi masuk, aroma kopi dan parfum familiar langsung menyambutnya.Vino melirik sekilas. “Capek?”Naomi menyandarkan tubuh ke kursi. “Sedikit.”“Kerjaannya?”“Orangnya.”Vino terkekeh kecil sambil mulai menjalankan mobil.Naomi menatap kakaknya beberapa detik. Di kantor, banyak orang mengenal Vino sebagai sosok yang sulit didekati. Namun Vino tetap kakaknya yang selalu datang kalau Naomi meminta dijemput.Mereka akhirnya berhenti di restoran Jepang kecil yang biasa mereka datangi sejak dulu. Tidak terlalu ramai. Tenang.Begitu

  • Bilur Bulir Bertaut   Proyek Besar

    Pagi itu kantor sudah cukup ramai meski jam kerja baru berjalan beberapa jam. Naomi baru saja selesai mengecek email ketika suara Claudia terdengar dari area pantry. Beberapa staf tampak berkumpul di sana.“…jadi akhirnya meeting langsung ditangani pihak pusat,” kata Claudia sambil menyandarkan tubuh santai di meja pantry. “Aku juga tidak menyangka bakal ditangani langsung olehnya.”Nada suaranya terdengar ringan. Tapi cukup keras untuk didengar sekitar. Naomi yang sedang membuat minum sempat melirik sekilas.Claudia tampak jauh lebih segar dibanding beberapa hari lalu. Make up-nya rapi, senyumnya percaya diri seperti biasa. Untuk orang yang habis sakit, dia terlalu senang menerima pekerjaan berat itu.“Serius?” tanya salah satu staf penasaran. “Bukannya proyek Gigantic biasanya susah ditembus?”Claudia tersenyum kecil. “Memang. Rahaal yang berusaha menembusnya. Tapi sebelumnya ditangani

  • Bilur Bulir Bertaut   Cemburu dan Marah

    Naomi masuk ke gedung. Koridor mulai sepi. Beberapa karyawan sudah bersiap pulang. Ia melangkah masuk dengan tenang, hingga langkahnya terhenti.Mareeq berdiri tidak jauh dari pintu masuk. Tatapannya langsung tertuju pada Naomi. Naomi sedikit terkejut, tapi segera tersenyum kecil.“Kamu belum pulang?” tanya Mareeq.“Baru saja dari sky terrace. Mencari udara segar.”Mareeq mengangguk pelan. Ia memperhatikan Naomi beberapa detik, terlalu lama untuk sekadar percakapan biasa."Bisa kita bicara?" tanya Mareeq kemudian."Tentu." jawab Naomi."Aku tunggu di mobil."Naomi pikir dia akan berbicara di sini atau sekitar sini. Jika Mareeq ingin bicara di mobil, pasti dia ingin mengatakan hal penting. Dia lalu mengangguk."Baiklah, aku ambil tasku dulu."Mereka pun berpisah. Naomi kembali ke ruang kerja untuk mengambil tas. Sementara Mareeq pergi ke tempat parkir.Area parkir sudah lebih lengang

  • Bilur Bulir Bertaut   Percakapan di Sky Terrace

    Rahaal menatapnya beberapa detik. Lalu berkata pelan,“Kalau kamu terus bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Orang akan terus memperlakukanmu seperti itu.”Naomi terdiam. Ia tidak menyangka itu. Bukan karena kata-katanya keras, tapi karena tidak ada yang pernah berbicara seperti itu padanya.“Aku hanya tidak ingin membuat semuanya terasa tidak adil,” jawab Naomi pelan. "Bagaimana denganku dan Mareeq?" Naomi menatap Rahaal."Apakah kalian berselingkuh?" tanya Rahaal.Naomi terdiam. Pertanyaan yang menusuk. Badannya terasa panas dan dingin bersamaan. Memikirkan perjalanan bisnis kemarin. Malam itu. Seolah Rahaal telah membaca semuanya, meskipun Naomi tahu bahwa Rahaal tidak tahu kejadian itu."Kami ada di posisi yang sama bukan?""Jika itu hanya perasaan saling menyukai atau mencintai itu bukan selingkuh." lanjut Rahaal.Naomi mengalihkan pandangannya. "Sama dengan mereka bukan? Mungkin mereka hanya be

  • Bilur Bulir Bertaut   Gosip

    Leon hanya mengangguk singkat. Naomi menatap Maya yang pergi, lalu kembali ke Leon. Beberapa detik hening.“Aku benar-benar mengganggu, kan?” tanya Naomi pelan.Leon menggeleng lagi, kali ini lebih santai. “Kamu hanya datang di waktu yang kebetulan.”Naomi tersenyum kecil. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda di baliknya. Bukan hanya sindiran ringan. Tapi juga sesuatu yang lebih dalam.Leon melirik jam tangannya, lalu kembali menatap Naomi. “Aku harus ke ruang meeting, Sayang.” katanya pelan. “Nanti kita bicara lagi.”Naomi mengangguk. “Iya.”Leon sempat menahan pandangannya sebentar, seolah ingin memastikan sesuatu. Lalu tersenyum tipis sambil mengusap pucuk kepala Naomi sebelum akhirnya pergi. Langkahnya menjauh di koridor. Dan Naomi tetap berdiri di tempatnya. Sendirian.“Naomi?”Suara lain menyapanya. Naomi menoleh dan melihat Diky berjalan me

  • Bilur Bulir Bertaut   Baik-baik Saja

    Pagi dengan ritme yang biasa. Suara keyboard, langkah kaki, dan percakapan ringan mengisi ruangan. Semua terlihat normal. Terlalu normal, jika dibandingkan dengan apa yang Naomi rasakan di dalam dirinya.Ia baru saja duduk ketika melihat sosok Claudia di mejanya. Naomi sedikit terkejut. Claudia terlihat seperti biasa, rapi, profesional, bahkan tersenyum tipis saat mata mereka bertemu.“Aku senang kamu sudah kembali. Kondisimu sudah membaik?” tanya Naomi lembut.“Yah, semuanya baik-baik saja.” Claudia menutup map di tangannya. “Sayang sekali aku melewatkan perjalanan itu.”Naomi tersenyum kecil. “Lain kali kamu bisa.”Claudia membalas senyuman itu. Rapi dan terukur. “Tapi tidak apa,” lanjutnya. “Sesekali kamu bisa merasakan perjalanan bisnis yang menyenangkan.”Naomi menoleh sedikit. Kalimat itu terdengar seperti ada sesuatu di baliknya yang tidak sepenuhnya hangat. Naomi

  • Bilur Bulir Bertaut   Jamuan yang Mencekam

    Cahaya matahari Sabtu pagi yang biasanya menenangkan kini terasa menyengat di mata Naomi. Ia masih bergelung di bawah selimut, menikmati aroma kopi yang sedang diseduh Leon di dapur, sampai getaran ponsel di atas nakas menghancurkan ketenangannya. Nama Mareeq berkedip di layar."Ya, Mareeq

  • Bilur Bulir Bertaut   Kotak Mewah dan Rasa Bersalah

    Malam itu, suasana apartemen terasa begitu sunyi, hanya ada suara rendah dari televisi. Naomi sedang menyandarkan kepalanya di bahu Leon, sambil menatap layar televisi tanpa benar-benar memperhatikan tayangannya. Leon yang fokus dengan ponselnya, sesekali mengelus rambut Naomi dengan lembut.

  • Bilur Bulir Bertaut   Rasa Cheese Cake yang Tertinggal

    Restoran ini berada di lantai tertinggi salah satu gedung ikonik. Begitu pintu lift terbuka di lantai 18, Naomi disambut oleh pemandangan cakrawala kota di balik dinding kaca raksasa. Suasananya begitu sunyi, hanya ada alunan musik jazz instrumental yang sangat halus."Selamat siang, Tuan

  • Bilur Bulir Bertaut   Di Luar Kantor

    Jumat pagi itu, udara di kantor Legacy terasa lebih berat dari biasanya. Naomi melangkah masuk dengan setelan blazer yang rapi dan riasan wajah yang sedikit lebih tebal untuk menutupi lingkaran hitam di bawah matanya. Ia menarik napas panjang, mencoba menanamkan pada dirinya sendiri bahwa hari in

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status