Startseite / Fantasi / Blue Flame / 20. Keluarga Baru

Teilen

20. Keluarga Baru

last update Veröffentlichungsdatum: 30.12.2025 11:36:53

Raven menatap gadis kecil itu dengan penuh rasa ingin tahu sebelum akhirnya bertanya, "Siapa namamu?"

Gadis itu mengangkat wajahnya, sorot matanya masih menyimpan kelelahan dan trauma yang belum sepenuhnya hilang. Namun, ada keteguhan di sana, sebuah tekad yang tidak bisa diabaikan.

"Rohana," jawabnya, suaranya jernih meskipun lembut. "Dari kerajaan Solaria."

Dean mengangguk pelan, mencerna informasi itu. Nama dan asal usulnya bukanlah hal yang ringan. Solaria adalah kerajaan besar di negara Au
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Blue Flame   Chapter 67. Musuh yang Berevolusi

    Malam telah menyelimuti Dawnshire ketika Dean bergabung dengan kelompok pemburu untuk pertama kalinya.Mereka bergerak menyusuri jalan-jalan kecil di pinggiran kota, menghindari jalan utama yang masih dilalui beberapa pedagang malam. Garrick berjalan paling depan bersama Darius, sementara Dean berada beberapa langkah di belakang mereka.“Jangan terlalu jauh dari kelompok,” bisik Garrick.Dean mengangguk. Tangannya sesekali menyentuh gagang belati elf di balik pakaiannya.Mereka telah berpatroli hampir satu jam tanpa menemukan sesuatu yang mencurigakan. Hanya suara serangga malam dan dedaunan yang bergesekan tertiup angin menemani perjalanan mereka.Ketika melewati sebuah taman kecil di antara deretan rumah, Darius tiba-tiba mengangkat tangan.Semua orang berhenti.“Ada seseorang di sana,” bisiknya.Garrick mengikuti arah pandangannya. Di bawah pohon besar dekat bangku taman, terlihat sepasang manusia sedang dudu

  • Blue Flame   Chapter 66. Para Pemburu

    Langit Dawnshire mulai menggelap ketika Dean akhirnya bangkit dari tepi jalan. Belati elf masih berada dalam genggamannya. Ia memasukkannya ke balik pakaian, lalu berjalan menyusuri jalan utama menuju penginapan.Namun, pikirannya belum juga tenang.Ia sudah memeriksa beberapa tempat di kota, tetapi Rohana seolah menghilang begitu saja. Tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang mengetahui ke mana ia pergi.“Kalau sampai kau melakukan sesuatu yang berbahaya sendirian, aku benar-benar akan mengomelimu,” gumamnya.Dean melewati sebuah gang sempit yang menghubungkan kawasan pasar dengan deretan bangunan tua. Langkahnya melambat ketika mendengar suara percakapan dari sebuah kedai kecil.“Dua orang lagi ditemukan mati di pinggiran kota. Tubuh mereka hampir tidak menyisakan darah.”“Vampir lagi?”“Siapa lagi? Para penjaga hanya menyebutnya sebagai serangan binatang buas. Seolah-olah kita semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.”Dean berhenti.Ia menoleh ke arah kedai. Beberapa pria dud

  • Blue Flame   Chapter 65. Seminggu Tanpa Jawaban

    Dean membawa setumpuk pakaian bersih menaiki tangga menuju loteng. Beberapa hari terakhir, Rohana terlalu sibuk hingga kamar tidurnya mulai berantakan. Pakaian menumpuk di kursi, buku-buku tergeletak di meja, dan selimutnya bahkan belum dilipat.“Perempuan itu benar-benar tidak punya waktu untuk membereskan kamarnya,” gumam Dean.Ia meletakkan pakaian di atas kursi, kemudian mulai merapikan meja. Sebuah buku catatan terbuka di sana, tetapi Dean tidak berniat membacanya. Ia hanya menggesernya agar tidak terkena debu.Setelah itu, ia menghampiri tempat tidur.Dean menarik selimut yang kusut, merapikan seprai, lalu mengangkat bantal untuk menepuk-nepuknya.Sesuatu terasa keras di bawah bantal kedua.Ia mengerutkan kening.“Apa ini?”Dean mengangkat bantal tersebut.Seketika tangannya terhenti.Sebuah belati elf tergeletak di atas kasur, tersembunyi di balik lipatan bantal.Dean mengenali

  • Blue Flame   Chapter 64. Aroma dari Masa Lalu

    Perpustakaan istana selalu menjadi tempat yang paling tenang dibandingkan ruangan lainnya. Rak-rak buku yang menjulang tinggi memenuhi hampir seluruh dinding, sementara aroma kertas tua dan kayu memenuhi udara. Cahaya matahari masuk melalui jendela-jendela tinggi, jatuh di atas meja panjang yang tertata rapi.Pagi itu, Rohana mendapat tugas untuk mengambil beberapa catatan lama dari perpustakaan. Ia membawa daftar buku yang harus dikumpulkan, lalu mulai menyusuri rak demi rak.Sesekali ia harus berjinjit untuk membaca judul buku yang terletak di bagian atas. Beberapa di antaranya bahkan terlalu tinggi untuk dijangkau tanpa bantuan tangga kecil.Rohana berhenti di depan sebuah rak. Matanya tertuju pada buku bersampul cokelat tua yang berada di bagian paling atas. Ia mengulurkan tangan, berusaha menariknya, tetapi ujung jarinya hanya berhasil menyentuh punggung buku tersebut.Saat ia mencoba sekali lagi, sebuah tangan muncul dari samping dan mengambil buku itu dengan mudah.“Ini yang ka

  • Blue Flame   Chapter 63. Di Balik Pintu Jerry

    Sore itu, setelah menyelesaikan tugasnya di beberapa bagian istana, Rohana menerima panggilan untuk menemui Jerry di kamar pribadinya. Ia sudah menduga apa yang dibutuhkan pangeran itu. Luka di bahu Jerry belum pulih sepenuhnya sejak pertarungan mereka, dan selama bekas tebasan belati elf itu masih terbuka, Jerry tidak bisa membiarkan pelayan lain melihatnya.Rohana membawa kotak perlengkapan pengobatan yang biasa digunakannya. Ia mengetuk pintu dua kali sebelum mendengar suara Jerry dari dalam."Masuk saja, pintunya tidak dikunci," ujar Jerry.Rohana membuka pintu, kemudian masuk sambil membawa kotak obat. Jerry duduk di tepi ranjang dengan kemeja hitam yang bagian atasnya terbuka. Mantelnya tergeletak di kursi, sementara lengan kirinya bertumpu di atas paha. Begitu melihat Rohana, ia menggeser posisi duduknya agar gadis itu bisa bekerja dengan leluasa."Perbanmu harus diganti," kata Rohana sambil meletakkan kotak obat di meja kecil.Jer

  • Blue Flame   Chapter 62. Bayangan Abyss Noctis

    Rohana terbangun dengan napas tersengal. Punggungnya terasa lembap oleh keringat, sementara kedua tangannya mencengkeram seprai seolah baru saja berusaha menyelamatkan diri dari sesuatu yang mengejarnya. Ia masih bisa melihatnya dengan jelas. Gua yang luas, nyala api biru di tengah altar, serta enam sosok berjubah gelap yang berdiri mengelilinginya. Suara-suara mereka terdengar samar dalam ingatannya, tetapi ada satu hal yang terus mengusik pikirannya: pengorbanan manusia.Rohana duduk perlahan di tepi ranjang. Cahaya pagi menyelinap melalui celah jendela kamarnya, menerangi meja kecil di sudut kamar. Ia menoleh ke sana, kemudian bangkit dengan langkah gontai. Di atas meja terdapat buku catatan yang biasa digunakannya untuk menuliskan hal-hal penting. Rohana mengambilnya, membuka halaman kosong, lalu mencoretkan beberapa garis berdasarkan simbol yang dilihatnya dalam mimpi. Ia berhenti sejenak, memperhatikan bentuk yang baru saja dibuatnya. Ada sesuatu yang terasa akrab. Bukan k

  • Blue Flame   46. Spotlight

    Di balkon menara yang menghadap taman belakang istana, seorang pria berdiri tegap di balik bayang lembut tirai yang berkibar pelan tertiup angin pagi.Pangeran Jerry menatap tajam ke bawah. Matanya, setajam elang, terkunci pada dua sosok di taman, Sebastian dan Rohana.Meski wajahnya tampak tenang,

  • Blue Flame   42. Bohong

    Dean berdiri di depan pintu penginapan, bersandar dengan kedua tangan terlipat di dada. Tatapannya yang tajam terarah ke ujung jalan, seolah ia sudah menunggu dua sosok yang kini berjalan mendekat perlahan. Begitu melihat mereka, alisnya langsung berkerut.“Kalian berdua dari mana saja?”

  • Blue Flame   34. Dawnshire Berduka

    Pagi buta menyelimuti desa Dawnshire dalam selubung awan kelabu.Meski hujan telah berhenti sejak tengah malam, aroma tanah basah masih terasa kuat di udara, bercampur dengan dinginnya embun yang menggigit kulit. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan pinus, menambah kesuraman desa yang biasan

  • Blue Flame   26. Tatapan yang Terkunci

    Sementara itu, sang juru bicara masih dengan semangat memperkenalkan pangeran-pangeran lainnya, suaranya bergema di seluruh alun-alun istana. Namun, semua itu hanya menjadi latar belakang bagi Rohana. Fokusnya tak beralih dari sosok yang telah menarik perhatiannya, Felix. Setiap gerakan pria itu,

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status