Share

7. Rencana Musuh

Author: rindiyoon
last update publish date: 2026-07-07 18:46:00

Menit berlalu. Tubuh Reyhan lemas. Reyhan tidak mengerti kenapa pikirannya sangat kotor pada Mona, nyonya muda.

"Brengsek!" Reyhan mengumpat.

Reyhan menyelesaikan mandinya. Setelah itu keluar dengan menggunakan handuk di pinggangnya. Reyhan melangkah menuju meja.

Ponselnya bergetar ada pesan masuk dari seseorang, dan Reyhan segera membuka pesan tersebut.

[Naya: Reyhan, kapan kamu bisa menjenguk adikmu? Dia merindukan kamu.]

Mata Reyhan mulai berkaca-kaca, walaupun tubuhnya besar seperti preman,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   7. Rencana Musuh

    Menit berlalu. Tubuh Reyhan lemas. Reyhan tidak mengerti kenapa pikirannya sangat kotor pada Mona, nyonya muda."Brengsek!" Reyhan mengumpat.Reyhan menyelesaikan mandinya. Setelah itu keluar dengan menggunakan handuk di pinggangnya. Reyhan melangkah menuju meja.Ponselnya bergetar ada pesan masuk dari seseorang, dan Reyhan segera membuka pesan tersebut.[Naya: Reyhan, kapan kamu bisa menjenguk adikmu? Dia merindukan kamu.]Mata Reyhan mulai berkaca-kaca, walaupun tubuhnya besar seperti preman, tapi hatinya hello kitty jika sudah membahas adiknya, Dea.Reyhan segera membalas pesan itu dan menyimpan ponselnya kembali di atas meja. Reyhan melangkah menuju lemari dan memilih pakaian tidurnya."Setelah besok selesai kerja, aku harus menyempatkan diri bertemu Dea," gumamnya.Setelah menggunakan pakaian. Reyhan mulai membaringkan tubuhnya. Reyhan menatap langit-langit kamar yang sudah menjadi temannya selama beberapa tahun.Selama Reyhan menjadi bodyguard di keluarga Henderson, Reyhan tidak

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   6. Nyaris Melupakan Batas

    Mona tidak hanya menduduki tubuh besar Reyhan, tapi Mona menjatuhkan tubuhnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Reyhan.Reyhan terkejut setengah mati saat bibirnya saling menempel. Namun, mata Mona terpejam.Sepertinya Mona pingsan, pikir Reyhan."MONA!"Seseorang teriak dari dalam kamar, dan suara itu terdengar sangat familiar ditelinga Reyhan. Reyhan langsung menyingkirkan tubuh Mona ke samping, lalu Reyhan bangun dari baringnya."Reyhan!" Seseorang masuk ke dalam kamar. Reyhan segera menunduk sopan pada seseorang itu."Selamat malam, Tuan Jordan." Reyhan menyapa.Jordan melangkahkan kakinya menuju ranjang. Reyhan mulai melangkah mundur kebelakang, dan keringat dingin keluar dengan cukup banyak dari tubuhnya."Kenapa dengan istri saya? Kenapa kalian ada...,""Maafkan saya, Tuan." Reyhan segera meminta maaf. "Saya baru datang dan melihat Nyonya seperti ini, saya diberitahu oleh temannya Nyonya Mona," jelasnya.Jordan mengusap wajahnya dengan kasar. Jordan segera membenarkan pakaia

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   5. Tak Sadarkan Diri

    Tanpa menoleh, Reyhan mengatakan. "Saya tidak ada tenaga untuk berdebat dengan anda!" Suaranya sangat tegas."Bukankah mengawal Nyonya banyak waktu istirahat? Tidak seperti mengawal Tuan," sindirnya.Reyhan mengepalkan tangannya."Baru hari pertama sudah terlihat lelah, sebenarnya kau mengantar Nyonya ke mana? Ke hotel?" Suaranya mulai pelan.Reyhan langsung membalikkan tubuhnya, bahkan paper bag yang ia bawa mulai terjatuh di lantai."Anton, bisakah kau berhenti mencari masalah dengan saya!"Reyhan menarik kerah baju pria yang ada didepannya. Pria yang sejak tadi sudah memancing amarahnya.Pria yang bernama Anton mulai takut, wajahnya pucat, tapi bibirnya tersenyum miring."Kalau tidak pergi ke hotel, kenapa marah?" Anton tidak jera bahkan tatapannya melirik pada paper bag. "Lihat, baru hari pertama sudah dibelikan banyak barang-barang."Reyhan sudah tidak bisa menahan emosinya. Reyhan hampir saja menghajar Anton, tapi untung saja ada Ane yang menengahi mereka."Ya ampun, kalian ini

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   4. Batasan

    "Maaf Nyonya, saya hanya pengawal, jadi saya berdiri di sini saja," ucap Reyhan.Dengan tubuh kekar dan berdiri tegak, Reyhan memang terlihat seperti prajurit, tapi ia hanya seorang bodyguard. "Baiklah." Mona tidak ingin protes lagi.Mona membuka laptop yang ada di atas meja dan menyalakannya. Sesekali Mona memergoki Reyhan yang sedang mengamati situasi di ruangan. Mona menggeleng-gelengkan kepalanya.Jordan memang tidak salah pilih memilih seorang bodyguard. Reyhan memang kaku dan sangat profesional. Namun, apakah sikap profesional akan selalu diterapkan oleh Reyhan jika majikannya seperti Mona?Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawab semuanya."Saya harus meeting online, kau bisa keluar dari ruangan jika merasa bosan," kata Mona."Saya bisa di sini sampai Nyonya selesai.""Hm." Mona hanya berdehem.Suasana di ruangan kembali hening dan tidak ada pembicaraan apapun. Mona mulai melakukan meeting online melalui laptop, dan Reyhan hanya bisa menatap serta mendengarkannya.Reyhan menat

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   3. Sentuhan Tak Terduga

    Pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan lagi. Sekilas Reyhan kembali menatap Mona dari kaca spion, dan kali ini pandangan mereka saling beradu.Reyhan segera menatap jalanan yang ada didepannya. Reyhan ketahuan sedang menyantap sang Nyonya. Reyhan khawatir ini akan hal ini akan menjadi masalah bagi tugas barunya."Kalian pacaran atau...,""Kami hanya rekan kerja, tidak lebih," jelas Reyhan."Okay!" Mona mengangguk paham.Menit berlalu. Mobil mewah yang dikemudikan oleh Reyhan berhenti tepat di depan Zenith Boutique.Reyhan keluar terlebih dahulu, ia membukakan pintu untuk sang Nyonya."E ... Eh."Mona hampir terjatuh saat keluar dari mobil, dan dengan cepat Reyhan merangkul pinggang Mona yang begitu ramping.Sentuhan tak terduga akhirnya terjadi hari ini, hari pertama Reyhan menjadi pengawal sang Nyonya."Ma ... Maafkan saya, Nyonya."Dengan cepat Reyhan melepaskan tangannya dari pinggang Mona. Namun, Mona memeluk tubuh kekar Reyhan."Nyo ... Nyonya!" Reyhan terkejut dengan membel

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   2. Demi Tiga Digit

    Reyhan segera mengusap wajahnya sendiri dengan kasar, ia tidak ingin mengingat kejadian itu, karena mulai sekarang Reyhan harus menjaga sang Nyonya.Reyhan sudah membayangkan betapa membosankan pekerjaan barunya karena menjaga sang Nyonya. Namun, Reyhan tidak bisa menolak pekerjaan itu, semua demi tiga digit.Dea harus segera melakukan operasi sebelum sel-sel yang ada di dalam tubuhnya rusak karena penyakitnya. Reyhan tidak akan membiarkan satu-satunya keluarga meninggal karena dirinya tidak bisa menghasilkan uang untuk pengobatan.Apapun akan Reyhan lakukan demi adiknya, Dea."Reyhan!" Seseorang memanggilnya.Reyhan menghentikan langkahnya dan menoleh sumber suara itu, suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya.Reyhan sedikit membungkuk. "Ada yang bisa saya bantu Bu Vina?" tanyanya.Vina adalah sekretaris Jordan, ia sudah lama bekerja dengan perusahaan Erson Company."Kenapa sih selalu panggil saya Ibu? Apakah wajah saya sudah seperti ibu-ibu? Padahal saya belum menikah," ucap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status