Share

Bab 11

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-08-19 23:58:10

“Bruk.”

Luna sengaja menjatuhkan langkahnya dengan keras di anak tangga terakhir supaya baik Mentari atau Tara sadar keberadaannya.

Dan benar saja, Mentari dan Tara sama-sama menoleh ke arah tangga.

Kemudian Luna berjalan melewati ruang tengah, tetapi gadis itu menghentikan langkahnya tepat di dekat Mentari dan Tara.

“Mentari, dekat tangga masih kotor. Seharusnya kamu pastikan semuanya bersih dulu sebelum kamu melakukan hal yang lain,” ucap Luna sambil menatap ke arah Mentari dengan ekspresi da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 47

    Tara mengatupkan bibirnya, tidak membantah sedikit pun. Tara memilih duduk di sofa, membiarkan Luna menyelesaikan apa pun yang mau dia katakan lebih dulu.Sesudah itu Tara mulai bercerita dari bagian yang paling bisa dia jelaskan, yaitu alasannya memilih masuk ke keluarga Mahawira dengan menjadi bodyguard, satu-satunya posisi yang memungkinkan dia berada di dalam lingkaran keluarga Mahawira tanpa perlu menunjukkan wajahnya di acara mana pun. Seolah semesta mendukung tujuannya, tanpa sengaja ia menyelamatkan Alvin dari serangan para preman. Karena itu jalannya untuk menjadi bodyguard di keluarga Mahawira semakin di permudah.Tara juga menyebut soal kamar kos di gang sempit yang disewa atas nama orang lain, soal mobil hitam yang ia pakai selama ini, sampai soal kacamata bingkai tipis yang cuma keluar kalau ada kemungkinan bertemu orang yang mengenali keluarganya."Berarti mobil hitam yang biasa kamu bawa itu punya Gilang?" Luna mengernyitkan dahi, sekaligus menyipitkan matanya."Iya, L

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 46

    "Tara, makasih ya untuk hari ini.""Kamu bahagia kan?"Luna mengangguk. Lalu gadis itu langsung pamitan dengan Tara untuk masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Setelah mengambil tas belanjanya di kursi belakang, Luna langsung turun dari mobil meninggalkan Tara yang masih berada di sana.Dari dalam mobil, Tara menatap Luna."Apa perasaanku saja sepanjang perjalanan pulang, dia lebih banyak diam. Bisa jadi dia sedang lelah makanya banyak diam," gumam Tara.Kemudian Tara pun keluar dari dalam mobil.Ketika mereka tiba di rumah Luna, hari memang sudah gelap. Begitu Tara masuk ke dalam rumah, lantai satu sangat sepi karena tidak ada satu pun di sana. Mbak Sarti, Mentari dan Pak Deden pasti sudah kembali ke paviliun belakang.Ia mendongak ke arah lantai dua dimana kamar Luna berada. Pintu kamar gadis itu tertutup. Sementara di dalam kamar Luna, gadis itu sedang menatap layar laptopnya. Setelah melihat senyum lebar Tara, Luna merasa penasaran dimana ia pernah melihat senyum itu.Luna merasa

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 45

    Tara mengajak Luna menuju taman bermain di lantai empat.Begitu pintu lift terbuka, suara riuh anak-anak langsung menyambut mereka. Kebetulan posisi lift tepat berada di taman bermain itu. Terdengar suara tawa, teriakan kegirangan, dan musik ceria yang berpadu menjadi satu.Di lantai empat itu terdapat pusat taman bermain terbesar di mall ini. Area bermainnya bahkan terlihat seperti dunia kecil yang penuh warna.Dari balik dinding kaca, Luna bisa melihat berbagai wahana yang tersedia. Ada perosotan spiral yang menjulang tinggi, jembatan tali, terowongan warna-warni, trampolin, hingga kolam bola raksasa yang dipenuhi bola-bola berwarna cerah.Mata Luna langsung berbinar.“Wah!”Tara menoleh ke arah Luna. Tampak sekali wajah ceria gadis di sampingnya ini. "Semoga saja Luna bisa melupakan tentang Nyonya Clarissa," batin Tara.Ia mengajak Luna ke sini memang bukan tanpa alasan. Luna yang ingin hidup bahagia tanpa memikirkan suaminya dan madunya, Tara hanya ingin membantunya.Tara juga ti

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 44

    "Tara, itu bukannya Mbak Clarissa ya. Tapi siapa pria yang bersamanya?"Tara menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Luna. Tapi sayangnya pria yang di maksud Luna posisinya membelakangi mereka. Yang jelas hanya wajah Clarissa yang sedang ngobrol sambil tertawa dengan pria di depannya."Aku yakin kalau pria itu bukan Mas Alvin. Tidak mungkin Mbak Clarissa..."Luna menutup mulutnya tetapi matanya masih menatap ke arah Clarissa dan seorang pria."Mungkin temannya Nyonya Clarissa," ucap Tara yang mencoba menenangkan Luna agar tidak berpikir macam-macam.Meski bukan urusannya, tetapi Tara juga penasaran dengan pria itu."Kamu jadi mau makan di sini?" tanya Tara.Tanpa menjawab pertanyaan Tara, Luna menarik tangan pria itu lalu keluar dari restoran Jepang."Loh, nggak jadi makan sushi?""Kita ganti tempat saja. Aku nggak mau Mbak Clarissa melihat kita di sana."Luna berhenti ketika mereka sudah berada di luar restoran. Tiba-tiba Luna menepuk jidatnya hingga membuat Tara bingung menatap Luna."A

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 43

    "Kalau kamu hamil bagaimana, Luna?""Jangan khawatir Tara, setelah ini aku akan minum pil pencegahnya.""Baiklah." Tara sebenarnya setuju-setuju saja. Apalagi ia juga ingin merasakan bagaimana rasanya ketika ia melepaskan bibit-bibit premiumnya ke dalam rahimnya Luna.Gelombang kenikmatan yang sudah ingin menghampirinya, Tara pun mulai melakukan gerakan hunjaman semakin cepat dari sebelumnya.Tak lama kemudian, baik Tara maupun Luna sama-sama menjerit panjang ketika mereka sama-sama merasakan puncak pelepasan.Tara menekan miliknya kuat-kuat dan desiran panjang memancar hingga berkali-kali.Untuk beberapa saat lamanya, Tara menikmati sisa-sisa dari pelepasannya. Dan setelah itu Tara menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Luna.Napas keduanya sama-sama masih terengah-engah."Makasih Tara," lirih Luna sambil baring miring ke arah Tara."Aku juga berterima kasih."Luna bangun dan ia membuka laci di samping ranjangnya. Kemudian gadis itu meminum pil kecil dan setelah itu ia kembali baring d

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 42

    "Eengghh..."Luna terus saja mengerang saat puncak bukit miliknya berada dalam kekuasaan bibir Tara yang mengeksekusinya dengan rakus.Suara decap bacah bibir yang terdengar dari proses menghisap dan mengulum itu membuat wajah Luna semakin panas.Percikan api gairah dalam tubuhnya kian membesar dan menjalar ke seluruh tubuhnya.Ia yang memang sangat merindukan sentuhan dari suaminya, kini Tara yang memberikannya dan anehnya ia sangat menyukai cara Tara menyentuhnya.Sementara itu Tara begitu rakus mengeksekusi bukit kembar milik Luna. Ia seperti bayi besar yang sedang meminum sumber kehidupan yang bisa menghilangkan dahaganya."Mulai sekarang, gunung kembar Luna milikku," batin Tara.Menggunakan telapak tangannya, Tara kembali meremas salah satu bukit milik Luna ketika ia sedang menjamah bukit yang lainnya.Ia menjamah dari bukit yang satu berpindah ke bukit yang lain. Lidahnya bersinergi dengan bibirnya mengulum dan menjilat puncak bukit yang sudah sangat tegang itu.Di bawah sana, T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status