/ Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 13 - Break Up

공유

BAB 13 - Break Up

작가: Isrrinya JENO
last update 게시일: 2026-04-23 09:55:47
Sean semalam tidur di kantor, sampai hari esoknya pria itu bangun akan suara dering panggilan telefon di ponselnya. "Siapa orang yang menelfonku sepagi ini?!" teriak pria itu.

Sean bangun dari tidurnya dengan terpaksa, karena panggilan itu terus masuk ke ponselnya berulang. Semalam pria itu begadang sampai tengah hari hinggah akhirnya tidak sadar kalau tertidur di meja kerja sang sekertaris, harum parfum wanita itu seakan tertinggal di setiap sudut ruangan sekertaris yang berukuran lima meter
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (8)
goodnovel comment avatar
Masruroh Masruroh
hhhhh,,,,,padahal Sean menyuruh Fara pergi karena Bella akan pergi, tapi sekarang Bella udh datang kamu malah ingat Fara, ish,,,ish,,,,,kamu baru sadar dg perasaan kamu Sean,setelah Fara pergi
goodnovel comment avatar
Raisa
kasian deh lho Sean. smua pergi
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
bagus fara kamu pergi
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 84 - Yoga bersama mama Sarah dan Sella

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar, menyinari wajah Fara yang masih terlelap. Sean sudah bangun lebih awal, Pria itu tampak rapi dengan kemeja kerjanya yang sudah terpasang sempurna, namun dasinya masih dibiarkan menggantung longgar di kerah. Sean duduk di tepi ranjang, memandangi istrinya yang masih terlelap dengan senyum yang tidak pernah pudar sejak semalam. Pikiran Sean pagi ini sudah terbagi. Di satu sisi, ia memiliki tumpukan rapat penting di kantor yang tidak bisa ditinggalkan, namun di sisi lain, ia tidak ingin melewatkan jadwal rutin kesehatan istrinya. Tadi malam, ia telah menemukan sebuah modul latihan yoga pranatal yang dirancang khusus untuk ibu hamil di trimester akhir. Baginya, kebugaran Fara dan kenyamanan sang buah hati adalah prioritas utama. "Sayang, bangun..." bisik Sean lembut, menyentuh pundak Fara. Fara menggeliat pelan, matanya terbuka dengan sisa kantuk yang masih kentara. "Sudah pagi, Mas?" "Sudah. Aku harus segera ke kantor untuk urusan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 83 - Obrolan Sean & Sean Jr

    Suasana kamar Sean di rumah mama papanya sangat tenang. Cahaya lampu kamar yang temaram menciptakan bayangan lembut di dinding, memberikan kesan hangat yang kontras dengan hiruk-pikuk pesta pengumuman jenis kelamin pewaris baru keluarga Narendra yang baru saja selesai beberapa jam lalu. Bunga-bunga segar sisa dekorasi masih menyisakan aroma harum yang samar di sudut ruangan. Fara dan Sean sedang berbaring santai di atas ranjang king size dengan seprai sutra yang halus. Namun, alih-alih beristirahat setelah hari yang panjang, Sean justru masih duduk bersandar di kepala ranjang. Sebuah MacBook Pro berada di pangkuannya, layarnya yang terang memantulkan cahaya ke wajahnya yang tampak serius sekaligus antusias. Fara, yang tadinya memejamkan mata, perlahan membuka kelopaknya. Rasa penasaran mengalahkan rasa kantuknya. Ia miring ke samping, mencoba mengintip apa yang sedang dikerjakan sang suami. Ternyata, layar itu tidak menampilkan laporan bisnis atau grafik saham yang biasanya me

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 82 - Pengumuman, dia Jagoan!

    Sepekan berlalu begitu cepat, Hari yang dinanti-nantikan oleh keluarga besar Narendra akhirnya tiba. Sinar matahari pagi yang cerah masuk melalui jendela kamar Fara dan Sean, seolah memberi restu pada hari istimewa ini. Fara berdiri di depan cermin, memperhatikan bayangannya sendiri dengan pakaian yang anggun namun nyaman untuk ibu hamil. Ia masih merasa gugup, namun kehadiran Sean di belakangnya, yang memeluk pinggangnya dengan lembut, mampu meredakan degup jantung yang tidak beraturan. "Kamu terlihat sangat cantik, Sayang," bisik Sean di dekat telinga Fara. Fara tersenyum ke arah cermin, lalu menoleh menatap suaminya. "Apa aku terlalu berlebihan? Bagaimana kalau mereka menganggapku terlalu banyak bergaya?" Sean tertawa kecil, mencium kening istrinya dengan kasih sayang. "Berhenti berpikir berlebihan. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Ingat, ada Mama dan Sella yang akan menjagamu." Sesampainya di kediaman utama keluarga Narendra, suasana sudah sangat ramai. Halaman luas y

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 81 - Rencana Pengumuman Penerus Kecil

    Malam harinya, ruang keluarga di kediaman Sean dan Fara terasa lebih hangat. Aroma teh melati dan sisa tawa masih menggantung di udara, memberikan kenyamanan yang menyelimuti hati Fara. Setelah puas makan asinan bogor siang tadi, malam ini semuanya tengah duduk-duduk di sofa sembari berbincang ringan. Tangannya sesekali mengusap perutnya yang mulai membuncit, sementara Sean duduk tepat di sampingnya, jemarinya bertaut erat dengan jemari sang istri.Sebelum mereka benar-benar berpamitan untuk pulang ke rumah mereka sendiri, Mama Sarah meletakkan cangkir tehnya ke atas meja porselen dengan pelan. Matanya yang teduh menatap Fara dan Sean bergantian, memancarkan binar antusiasme yang sulit disembunyikan."Fara, Sean," panggil Mama Sarah lembut. "Mama ingin memberitahu sesuatu. Pekan depan, Papamu ingin mengadakan pertemuan keluarga besar. Acara ini akan dihadiri oleh kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu-sepupu Sean dari luar kota. Kami akan mengumumkan jenis kelamin cucu pertama keluar

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 80 - Mengidam

    Berita mengenai jenis kelami calon cucu keluarga Narendra sudah terdengar oleh seluruh keluarga, "Bayinya, laki-laki." informasi dari Sean bukan sekadar kabar angin belaka, melainkan sebuah gelombang kebahagiaan yang menyapu seluruh keluarga besar. Kabar mengenai jenis kelamin calon buah hati Fara dan Sean telah tersebar luas, memicu antusiasme yang tak terbendung. Ponsel Fara hampir tidak pernah berhenti bergetar. Alex dan Sella, Om dan Tante yang kini menetap di Surabaya, menjadi pihak yang paling heboh. Mereka tak henti-hentinya mengirimkan pesan suara yang penuh dengan tawa dan sorak-sorai, diselingi pesan teks berisi daftar perlengkapan bayi yang sudah mereka siapkan untuk dikirim segera ke Jakarta. Hari ini, suasana di kediaman Fara dan Sean terasa lebih hangat dari biasanya. Papa Narendra dan Mama Sarah memutuskan untuk berkunjung. Bagi pasangan muda itu, kehadiran orang tua bukan hanya sekadar silaturahmi, melainkan suntikan semangat yang luar biasa. Di ruang tengah, peman

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 79 - He is a BOY!

    Suasana di dalam ruang periksa dr. Adya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo terasa begitu tenang namun sarat akan antisipasi. Sesuai dengan rencana yang mereka susun bersama dr. Winda sebelumnya, hari ini Sean dan Fara akhirnya berada di sini untuk mendapatkan kepastian yang sudah membuat mereka penasaran selama berbulan-bulan.​Setelah sesi konsultasi singkat, dr. Adya memberikan saran profesionalnya. "Untuk mendapatkan visualisasi yang lebih detail dan akurat mengenai kondisi janin serta memastikan apa yang ingin kalian ketahui, saya sarankan kita lakukan USG transvaginal," jelas dokter tersebut dengan nada menenangkan.​Fara, yang memang sudah tidak sabar dan menyimpan rasa ingin tahu yang sangat besar, langsung mengangguk mantap. "Saya setuju, Dokter. Lakukan saja yang terbaik agar kita bisa melihatnya dengan jelas."​Berbeda dengan istrinya yang begitu tenang, Sean justru terlihat sedikit tegang. Sisi protektifnya langsung muncul, ia merasa khawatir jika prosedur tersebut akan mem

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 16 - Dugaan

    Sudah dua minggu sejak laporan detektif itu masuk, dan Sean merasa seolah-olah ia sedang mengejar bayangan. Setiap sudut Jakarta yang pernah mereka lalui terasa hampa, Ardi tiba namun lelaki itu tak kunjung berucap kepada Sean. "Bagaimana hasilnya?" tanya Sean yang berhasil membuyarkan lamunan Ar

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 15 - Penyesalan

    Hujan badai sore hari di luar gedung pencakar langit itu seolah mencerminkan kekacauan di dalam dada Sean. Di atas meja kerjanya yang terbuat dari mahoni mahal, tergeletak selembar kertas yang baru saja ia dapatkan dari asprinya beberapa jam yang lalu— hasil tes milik mantan sekretaris sekaligus wan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 11 - Jujur Kepada Giselle

    Suasana apartemen Giselle terasa lebih sunyi dari biasanya, aroma kopi susu yang mengepul di meja ruang tamu tidak sanggup mengusir kekosongan yang menyesakkan dada. Fara masih terdiam, seoalh tengah memantapkan diri sebelum bercerita kepada Giselle tentang apa yang terjadi dengannya, sampi membu

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 9 - Membujuk Bella

    Kondisi mobil terasa begitu dingin dan sunyi setelah lerdebatan antar Sean dan Bella sebelumnya. Dengan segudang fikiran Sean yang tengah memikirkan kabar Sekretarisnya, pria itu kerap sesekali linglung saat sedang mengobrol bersama Bella. Suasana apartemen terasa mencekik, hanya ada suara denting

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status