หน้าหลัก / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 14 - Selembar duplikat hasil LAB

แชร์

BAB 14 - Selembar duplikat hasil LAB

ผู้เขียน: Isrrinya JENO
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-24 11:54:16
Setelah memutuskan semua hubungannya dengan Bella, Sean tidak menyentuh pekerjaan kantornya sedikitpun. Ruang kerjanya yang biasanya rapi kini dipenuhi dengan berkas laporan detektif swasta dan tumpukan manifes perjalanan bisnisnya.

Sean seolah tak tertarik dengan semua pekerjaannya, karena pria itu sangat kacau. Sampai terdengar suara BEL ruang kerjaanya berbunyi, sepertinya ada yang datang. diantaranya Ardi sang aspri, atau karyawannya mengantarkan berkas baru.

Pintu besar itu terbuka ot
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (18)
goodnovel comment avatar
Arz Kaf
carilah sampe dpat lw udh dpat jgn kamu buat Fara sdih lagi..
goodnovel comment avatar
Arz Kaf
udah jauh Sean fara nya dia udh gk mau kembali karna kata2 mu membuat Fara menyerah.. harusnya kamu inget pas kamu bilang hbunganmu dgn fara cma kontrak kan jadi pwrgi fara nya
goodnovel comment avatar
nurafiqahmj
please sean carik bella. kasihan lohhhh…. aa dipikirin bella hingga pergi gitu aja
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 142 - HAP HAP HAP

    Hari-hari setelah percakapan di meja makan itu berjalan dengan ritme yang jauh lebih manis dan menghangat di dalam keluarga kecil Sean dan Fara. Keputusan mereka untuk menjalani program kehamilan secara alami, tanpa tekanan target yang ketat ataupun obat-obatan kimia tambahan, justru menciptakan atmosfer rumah yang santai, penuh tawa, dan sarat akan romansa baru di antara pasangan suami istri tersebut. Sean menepati setiap janjinya dengan sangat baik. Pria yang dulunya sering pulang larut malam karena tumpukan pekerjaan kantor itu kini menjelma menjadi sosok suami teladan. Jam kerja di kantor benar-benar ia batasi secara ketat. Pukul lima sore, Sean sudah berdiri di lobi kantornya, membereskan meja kerja, dan memastikan ponselnya senyap dari urusan pekerjaan berat. Bagi Sean, prioritas utamanya saat ini adalah pulang ke rumah, menemani Fara, dan merajut asa bersama untuk kehadiran buah hati kedua mereka. Malam itu, jarum jam baru menunjukkan pukul delapan malam. Sefan sudah t

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 141 - Keputusan

    Pagi hari datang dengan cahaya matahari yang merangsek masuk melalui celah gorden kamar utama, menghangatkan ruangan tempat Sean dan Fara tidur. Udara pagi terasa sejuk, membawa serta sisa-sisa ketenangan dari percakapan mendalam mereka semalam. Sefan, seperti biasa, adalah alarm alami keluarga kecil itu. Bocah laki-laki berusia tiga tahun tersebut sudah berdiri di samping tempat tidur dengan piyama bergambar mobil balap, mengetuk-ngetuk pelan paha papanya yang masih berbaring. "Papa... banun! Banun, Pa! Sefan tsudah lapal, mau salapan seleal tsama tutu," rengek Sefan dengan suara cadelnya yang menggemaskan, berusaha menarik selimut Sean. Sean membuka matanya perlahan, mengerjapkan mata beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan cahaya, lalu tersenyum lebar. Ia langsung mengangkat tubuh mungil Sefan ke atas tempat tidur dan menggelitik pinggang bocah itu hingga tawa renyah membahana di kamar. "Siap, jagoan! Hari ini bos kecil mau minta apa lagi selain sereal?" sapa Sean den

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 140 - talk the talk

    Malam semakin larut, dan suasana di dalam rumah keluarga kecil Sean terasa begitu tenang. Setelah melalui hari yang melelahkan namun membahagiakan di rumah sakit untuk menjenguk sepupu baru Sefan, kini kewajiban membersihkan diri telah usai. Sefan sudah terlelap pulas di kamar tidurnya sendiri, mendengkur halus dalam mimpi indah setelah seharian penuh keceriaan. Di kamar utama, lampu tidur temaram dinyalakan. Fara duduk bersila di atas tepi ranjang king-size mereka, sementara Sean baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang menggantung di lehernya. Pria itu berjalan mendekati meja rias, menyisir rambutnya sebentar, lalu berbalik menatap sang istri. Sean tahu betul, topik di rumah sakit tadi siang belum sepenuhnya selesai. Topik itu masih menggantung di udara, menunggu untuk dibahas secara serius di tempat privat ini. Sean melangkah mendekat, lalu duduk perlahan di samping Fara. Ia merangkul bahu istrinya dengan penuh kelembutan, memberikan pijatan kecil yang s

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 139 - Hallo Babby!

    Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat membawa serta berbagai perubahan kecil yang manis di dalam kehidupan rumah tangga mereka. Tiga bulan lamanya, Sean benar-benar membuktikan keseriusannya untuk berbenah. Ia tidak lagi menjadi seorang pecandu kerja yang kerap menghabiskan malam di kantor. Pria itu menyusun ulang seluruh jadwal pekerjaannya dengan sangat disiplin, memastikan bahwa setiap detik waktu luangnya didedikasikan sepenuhnya untuk keluarga kecilnya. Bagi Sean, tawa kecil Fara dan celoteh aktif Sefan adalah rumah tempat ia selalu ingin kembali. Hari ini, suasana pagi di kediaman mereka terasa jauh lebih hidup dan berwarna dari biasanya. Sefan, buah hati mereka yang kini berusia satu tahun tiga bulan, berlari kecil mondar-mandir di ruang tamu sambil mengoceh riang tanpa henti. Bocah laki-laki berkaus biru cerah itu sudah tidak sabar ingin segera berangkat ke rumah sakit. Hari ini adalah hari yang spesial, mereka akan pergi menjenguk sepupu baru Sefan yang lahir kemari

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 138 - Merajut Asa di Balik Kebahagiaan Sederhana

    Mentari pagi hari Minggu merangsek masuk melalui celah-celah tirai kamar utama, menghantarkan kehangatan yang perlahan membangunkan dua insan dan seorang bocah kecil di atas ranjang yang sama. Setelah malam penuh ketenangan menggantikan sisa-sisa isak tangis dan rasa takut sore sebelumnya, hari baru ini menyambut mereka dengan janji kebahagiaan yang utuh. Sean, Fara, dan putra kecil mereka, Sefan, masih meringkuk dalam dekapan kenyamanan rumah tangga yang kembali menemukan porosnya. Sesuai dengan janji yang terukir dalam hati Sean untuk menyeimbangkan waktu antara tanggung jawab pekerjaan dan kewajibannya sebagai suami serta ayah, hari ini sepenuhnya didedikasikan untuk keluarga kecilnya. Tidak ada laptop yang terbuka, tidak ada dering ponsel kantor yang mencemaskan, dan tidak ada lagi bayang-bayang kesibukan duniawi yang merenggut kebersamaan mereka. Suasana ruang makan terasa begitu hidup. Pagi ini, mereka menikmati sarapan bersama-sama jauh lebih lama dari biasanya. Fa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 137 - Merajut Asa di Balik Lelahnya Kegelisahan

    Uap air hangat masih menempel di kulit Sean setelah ia keluar dari kamar mandi. Dengan handuk yang melilit di pinggang dan rambut yang masih basah, ia melangkah masuk ke kamar utama. Namun, pemandangan di atas tempat tidur membuatnya tertegun. Fara, istrinya, sudah berada di sana, lengkap dengan Sefan, jagoan kecil mereka yang tampaknya sudah terjaga. "Loh, Sefan di sini?" tanya Sean sedikit dramatis, matanya berbinar melihat anak dan istrinya berkumpul di tempat tidur. Fara menatapnya dengan senyum tipis, meski ada jejak kelelahan di sana. "Iya, kenapa? Masa iya kamu masih enggak mau ngalah sama anak sendiri, lagian sudah sebulan ini kalian berdua jarang banget ada waktu, kan? Gapapa lah Sefan disini, jangan pada rewel kalian berdua, pusing aku." "Sebulan sibuk banget, sampe kebawa mimpi kamu aneh-aneh terus meninggal," cletuk Fara lagi, suaranya terdengar sedikit parau. Mendengar itu, Sean teringat akan janji mereka. Jika sang istri sudah tenang, ia berharap Fara bisa mencerit

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 1 - Garis Dua di Ujung Kontrak

    "Nona, selamat. Anda positif hamil! Usia kandungannya *empat minggu*." Pernyataan itu, membuat dunia Fara seketika melenyap, matanya perlahan tetlihat kabur dan hampir gelap. Suara bising pendingin ruangan, aroma khas antiseptik, hingga hiruk-pikuk lorong rumah sakit di balik pintu kayu itu seolah

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status