ホーム / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 66 - Sella Hilang

共有

BAB 66 - Sella Hilang

作者: Isrrinya JENO
last update 公開日: 2026-06-14 08:38:42

Pagi yang seharusnya tenang di distrik bisnis Jakarta seketika berubah menjadi medan perang tak kasat mata, Sean melangkah lebar membelah koridor kantor dengan aura dingin yang menusuk.

Langkah kakinya yang tegas mendadak terhenti tepat di depan meja asisten pribadinya, kabar yang baru saja ia terima bagai petir di siang bolong. Sella, adik perempuan yang sangat ia jaga, pergi bersama Alex.

Sean mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih, dan rahangnya mengeras menahan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (15)
goodnovel comment avatar
Masruroh Masruroh
Sean,,,Shella bukan di culik, sepertinya memang Shela lah yg menghubungi Alex buat bawa pergi dirinya, kamu sih terlalu over sama Shella, udh tahu Shella sifatnya persis kek kamu keras kepala, masih aja kamu kekang
goodnovel comment avatar
ganispgr57
kemana pula Alex mau bawa sella ini, malah makin susah dia dpt restu dari keluarga sella
goodnovel comment avatar
ganispgr57
sella bikin panik seluruh keluarga ini mah namanya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 147 - Dinner

    Restoran rooftop berkonsep terbuka itu menawarkan pemandangan gemerlap lampu kota dari ketinggian lantai dua puluh lima. Angin malam berhembus lembut, membawa serta alunan musik jazz instrumental yang diputar dengan volume pas, menciptakan atmosfer yang romantis sekaligus hangat bagi siapa saja yang datang berkunjung. Di salah satu meja sudut yang menghadap langsung ke arah lanskap kota, Sean Narendra sudah menyiapkan tempat duduk privat untuk eluarga kecilnya. "Papa ganteng banget, iya kan Ma?" seru Sefan riang, mulut anak kecil itu entah meniru siapa, bisa se-Jayus itu. Sambil terawa, Sean mengecup pipi gembil Sefan berkali-kali. "Jagoan Papa, hari ini ganteng juga, kayak aktor Korea," puji Sean sambil merapikan kerah kemeja anaknya. "Sefan memang ganteng dari lahir, Pa. Kata Mama mirip Papa," jawab bocah tiga tahun itu dengan nada percaya diri tinggi, sukses membuat Fara yang duduk di sebelah mereka menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum geli. Fara duduk dengan angg

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 146 - Kejutan untuk Dua Kesayangan Papa

    Badai air mata dan kekecewaan yang sempat melanda psikis Fara beberapa waktu lalu kini telah sepenuhnya mereda, menyisakan kelegaan yang luar biasa di dalam dada Fara. Sejak di mana Sean merengkuhnya dengan penuh cinta dan tawa, perspektif wanita itu berubah drastis. Fara sampai pada satu titik di mana ia memilih untuk masa bodoh. Mau program kehamilan itu berlangsung cepat atau lama, ia tidak lagi peduli. Intinya adalah sedikasihnya Tuhan. Sedikasihnya titipan kembali dipercayakan ke dalam rahimnya. Wanita itu benar-benar bertekad untuk tidak mau stres lagi, terlebih karena Sean–suami tercintanya sudah mewanti-wanti dan melarangnya untuk terburu-buru atau merasa terbebani. Kini, Fara menjalani hari-hari biasa dengan ritme yang jauh lebih santai dan bahagia. Beban mental yang selama ini menghimpit pundaknya seolah terangkat tak bersisa. Terlebih lagi, setelah mereka akhirnya menyempatkan diri berkonsultasi ke dokter kandungan beberapa waktu lalu, sang dokter memberikan sara

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 145 - Konsultasi

    Hari berganti minggu, dan janji yang terucap di bawah temaram lampu kamar utama itu akhirnya ditepati. Pagi ini, langkah kaki Sean dan Fara beriringan memasuki ruang konsultasi klinik fertilitas yang bersih dan bernuansa menenangkan. Tak ada lagi isak tangis atau ketakutan yang mendominasi dada Fara, genggaman erat tangan Sean di jemarinya menjadi jangkar ketenangan yang paling kokoh. "Selamat pagi, Pak Sean, Ibu Fara. Silakan duduk," sambut Dr. Nara, seorang spesialis obstetri dan ginekologi berwajah ramah dengan senyum menenangkan. Setelah berbasa-basi ringan untuk mencairkan suasana dan meninjau kembali catatan medis awal mereka, Dr. Nara mulai menjelaskan tahapan pemeriksaan hari itu. "Penantian satu tahun program alami kalian adalah waktu yang wajar bagi pasangan muda untuk mulai melakukan evaluasi menyeluruh. Jadi, kalian tidak perlu merasa khawatir berlebihan," ujar Dr. Nara bijak, seolah membaca sisa-sisa kecemasan di mata Fara. Pemeriksaan berjalan lancar. Dimulai dari

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 144 - Pesimis

    Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa lembaran kalender telah berganti selama hampir satu tahun penuh sejak malam kesepakatan mereka di kamar utama. Di ruang keluarga yang sama, gelak tawa Sefan masih menjadi pengisi hari-hari Sean dan Fara. Bocah laki-laki itu kini sudah berusia hampir empat tahun, tumbuh semakin aktif, cerdas, dan tentu saja semakin gencar menagih janjinya soal kehadiran seorang adik bayi di rumah. Namun, suasana di balik senyuman Fara menyimpan cerita yang berbeda. Hampir dua belas bulan sudah mereka menjalani program alami yang disepakati bersama. Tanpa obat penyubur, tanpa intervensi medis yang memaksa, dan tanpa jadwal ketat yang membebani pikiran. Namun, kenyataan berkata lain. Dua garis merah pada test pack yang selalu dinanti-nantikan tak kunjung muncul sekali pun. Setiap bulan, rasa harap itu selalu diuji dengan kekecewaan yang datang berulang-ulang, menghujam pelan hati wanita itu. Sore itu, rumah tampak tenang karena Sefan sedang tidur siang di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 143 - Ngadon Adek 🌚

    "Mmhh nghh mas.. aahhnnmm" desah Fara tertahan. Sean membuka daster istrinya cepet dan melempar nya ntah kemana. "Loh, ngga pakai dalaman kamu?!" kaget Sean, karena sang istri sekarang benar benar sudah naked tanpa busana. "Mau bobo, mana pernah aku pakai daleman?" jujur Fara. "Kok, Mas gatau?!" cecar Sean lagi. "Salah sendiri pelor, jadi nggak perna grayang-grayang dulu sebelum bobo." jawab Fara meledek suaminya. Sean menatap tubuh itu dengan lapar. Pemandangan yang sangat indah, dada yang besar dengan kulit seputih susu, pucuk gunung berwarnah pink yang menonjol, pinggang ramping, bagian bawah mulus tanpa rambut. Lengkap sudah, ditambah dengan ekspresi wajah horny sang istri. Menambah asensi libiodo Sean. tak berselang lama, Sean pun ikut membuka seluruh pakaian nya dan langsung menyerang kedua gunung besar itu dengan mulut nya. "Aahhh mas... Nghh ahh, Sefan baru bobo. Akuuhh takuthhh... Mmhhh Sefan dengerhh." racau Fara, sembari mendesah tertahan. "Engga, desa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 142 - HAP HAP HAP

    Hari-hari setelah percakapan di meja makan itu berjalan dengan ritme yang jauh lebih manis dan menghangat di dalam keluarga kecil Sean dan Fara. Keputusan mereka untuk menjalani program kehamilan secara alami, tanpa tekanan target yang ketat ataupun obat-obatan kimia tambahan, justru menciptakan atmosfer rumah yang santai, penuh tawa, dan sarat akan romansa baru di antara pasangan suami istri tersebut. Sean menepati setiap janjinya dengan sangat baik. Pria yang dulunya sering pulang larut malam karena tumpukan pekerjaan kantor itu kini menjelma menjadi sosok suami teladan. Jam kerja di kantor benar-benar ia batasi secara ketat. Pukul lima sore, Sean sudah berdiri di lobi kantornya, membereskan meja kerja, dan memastikan ponselnya senyap dari urusan pekerjaan berat. Bagi Sean, prioritas utamanya saat ini adalah pulang ke rumah, menemani Fara, dan merajut asa bersama untuk kehadiran buah hati kedua mereka. Malam itu, jarum jam baru menunjukkan pukul delapan malam. Sefan sudah te

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status