Share

Bab 458

Author: Hare Ra
last update publish date: 2026-06-24 10:31:02

“Kamu itu kayak anak kecil aja, Selena. Masa ke dokter aja harus dibujuk-bujuk,” ujar Bu Risma tanpa rasa bersalah.

Selena menoleh ke arah mertuanya itu. Kalau bukan memikirkan Bu Risma yang juga sebenarnya sakit, depresi memendam masalah bertahun-tahun, mungkin Selena sudah ngamuk-ngamuk.

Kepalanya lagi pusing, dikoreksi seperti itu sudah pasti membuatnya emosi. Tapi yang Selena pikirkan adalah Haris. Suaminya itu begitu terbebani dengan ibunya.

Haris selalu merasa bersalah pada Selena jika ib
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 660

    “Nanti coba ajak Ara bicara lagi, tapi jangan sekarang. Karena pastinya sekarang fokus kita pada kesehatan Papa,” ucap Haris.Yuda kembali menghela nafas berat. “Aku tidak paham, kenapa Mama dan Papaku tiba-tiba saja ngide ingin berobat keluar negeri. Padahal selama ini tidak pernah ada cerita seperti ini. Apalagi katanya sudah antri dari lama. Aku tidak percaya itu.”“Tapi, sebenarnya bagaimana kondisi Papa kamu yang sesungguhnya? Apakah ini hanya alasan belaka, atau memang keadaan Papa kamu sedang mengkhawatirkan? Meskipun sebenarnya tidak bisa dibenarkan juga, karena saat disampaikan posisi Papa juga sedang di rawat di rumah sakit. Mama kamu seolah ingin menyelamatkan Papa kamu tapi tidak memikirkan keadaan Papa disini,” ujar Haris.Yuda tidak membantah, karena dia pun berpikir seperti itu. Ibunya sangat egois, tidak memikirkan keadaan Pak Benny. Padahal sudah jelas di depan matanya kalau Pak Benny di rawat. Tapi, tetap saja mengatakan ingin menunda pernikahan.“Semuanya dalam kead

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 659

    “Pa, sehat lagi ya. Kita jalan-jalan setelah ini, aku belum pernah liburan sama Papa,” ucap Selena.Meskipun dia terlihat tegar dan kuat, tapi hatinya remuk redam melihat kondisi sang ayah. Rasanya juga tidak tega melihat Pak Benny sangat kesulitan bernafas.Meskipun dalam keadaan lemah, Pak Benny tersenyum lalu mengangguk. “Iya.”Selena mundur, dokter dan perawat akan memeriksa kondisi Pak Benny, dan beruntungnya tidak berapa lama kondisi Pak Benny kembali normal.Haris memeluk Selena erat, dia tahu istrinya itu begitu sedih. Dia bisa melihat Selena berkali-kali menghela nafas berat, mengalihkan pandangannya agar tidak terlihat air matanya jatuh di depan sang ayah.Selena tidak ingin Pak Benny tahu kesedihannya. Melihat kondisi sang ayah yang sedang berjuang ini, dia sangat takut kehilangan. Dia belum sanggup menghadapi kehilangan, sekalipun Pak Benny dulu pernah membuangnya, tapi ia tahu setiap orang berhak berubah.Pak Benny sudah menyesali semua yang ia lakukan, beliau sudah memin

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 658

    “Untuk apa kamu mau menemuinya?” tanya Selena.“Untuk memberinya pelajaran.”Selena menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu, Sayang. Nanti katanya kita yang memohon-mohon agar Yuda dan Ara menikah. Dan saat ada masalah, kita yang disalahkan. Aku tidak mau lagi ada masalah, aku ingin kita bahagia.”Haris menggenggam tangan Selena. “Tidak memaksanya, aku hanya ingin mendengar dari mulut ibunya Yuda, apa alasannya meminta penundaan padahal beliau sendiri tahu kalau Yuda dan Ara sudah menyiapkan semuanya. Bahkan bisa dikatakan sudah seratus persen.”“Mungkin seperti yang Papa katakan, sebenarnya mereka tidak ingin Yuda dan Ara menikah.”“Kalau begitu, harusnya dari awal katakan kalau tidak setuju.”“Kan dari awal memang keberatan, hanya saja Yuda memaksa. Akhirnya begini.”Disaat itu, dari kejauhan Yuda datang dengan setengah berlari. Nafasnya tersengal-sengal, sepertinya ia baru membaca pesan yang dikirimkan oleh Haris. Pastinya dia panik, sebab keadaan Pak Benny memburuk itu karena ulah i

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 657

    “Aku tidak gila, Kak. Memang seperti itu adanya,” jawab Ara lemah.Selena menggelengkan kepalanya. Ia memegang tangan Ara dan menatap adiknya itu lekat.“Kakak tidak mengerti. Yang Kakak tahu, kalian tidak lama lagi akan menikah. Kalian sudah menyiapkan semuanya.”“Itu permintaan Papa, Kak. Dan aku akan mengembalikan semua biaya yang sudah dikeluarkan oleh Yuda untuk persiapan ini.”“Ara, jangan main-main.”“Kak, aku tidak main-main. Aku yang membatalkan pernikahan kami dan akulah yang menyebabkan Papa semakin parah seperti ini.”“Apa yang terjadi, Ara? Kenapa seperti ini?” tanya Selena.Ara kemudian menceritakan dengan suara begitu pelan tentang maksud kedatangan ibunya Yuda dan akhirnya Pak Benny memutuskan untuk membatalkan pernikahan Ara dan Yuda.Suara Ara begitu tenang, datar, dan penuh dengan keputusasaan.Tatapan matanya menerawang. Saat ini, bukan hanya Ara yang sakit. Semuanya pasti sakit. Pak Benny sakit, begitu juga Yuda pasti sakit.Selena hanya bisa menghela nafas berat.

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 656

    "Papa!" panggil Ara.Selang oksigen sudah terpasang, tetapi nafas Pak Benny masih terlihat sesak. Beliau juga mengalami hipertensi.“Kita harus pindahkan pasien ke ruang ICU. Keadaannya cukup berat,” ujar dokter yang beberapa saat lalu datang ke kamar untuk memeriksa kondisi Pak Benny.Meskipun sudah dipasang oksigen, ternyata tekanan darah Pak Benny melonjak naik. Mungkin karena emosi yang ditahan, mengingat masalah yang begitu berat.Belum selesai masalah Tyas, sekarang Ara harus mengalami seperti ini.Pak Benny segera dipindahkan ke ruang intensif, sedangkan Ara duduk sendirian di depan ruang tunggu sambil menangis.Sekarang dia benar-benar merasa sendiri hingga akhirnya, tanpa sadar, tangannya menelepon Selena.Di rumahnya...Selena yang saat itu sudah bersiap untuk tidur setelah mempersiapkan barang yang akan dibawa berangkat ke desa besok, terkejut saat Ara meneleponnya di malam-malam seperti ini.“Halo, Ara. Ada apa?” tanya Selena.Ara tidak langsung menjawab, tetapi suara sese

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 655

    "Kenapa, Pa? Semuanya sudah siap," tanya Yuda kebingungan.Pak Benny menggelengkan kepalanya. "Kalian tidak berjodoh. Semoga setelah ini kalian menemukan jodoh masing-masing.""Tidak, Pa. Kami akan menikah. Semuanya sudah siap, hanya menunggu hari-H saja.""Papa mau istirahat. Nanti, berapa jumlah yang harus Papa bayarkan, kamu kasih tahu Ara. Setelah itu, kalian tidak boleh lagi bertemu."Pak Benny kembali tiduran dan memejamkan matanya.Sementara Yuda berbalik menatap Ara. Gadis itu menundukkan kepalanya dengan mata yang terus menangis.Yuda memegang tangan Ara. "Jelaskan padaku apa yang terjadi, sayang."Ara menggigit bibirnya. Ia menghela napas berat, kemudian mengajak Yuda untuk keluar dari ruangan Pak Benny.Keduanya memilih duduk di kantin rumah sakit."Aku tidak mengerti mengapa tiba-tiba Papa ingin pernikahan kita dibatalkan, padahal Papa sendiri tahu kita sudah menyiapkan semuanya," ucap Yuda pelan."Mama Riska datang ke rumah sakit tadi bukan untuk membesuk Papa," jawab Ara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status