Accueil / Fantasi / Bu, Jangan, Juna Masih Muda! / Bab 86 Ritual Singkat di Ruang Kerja

Partager

Bab 86 Ritual Singkat di Ruang Kerja

Auteur: Irbapiko
last update Date de publication: 2026-07-16 08:05:17

Remasan kuat tangan kekar Bu Endang pada pusaka jantannya bener-bener membuat Juna mendelik pasrah menahan sanksi kenikmatan mendadak.

Aliran hangat dari energi kultivasi pengasihan kuno tingkat kedua justru merespons beringas, membuat batangan nakal Juna semakin mengeras kokoh bagai tiang beton baja.

Bu Endang mendesah parau, sepasang mata tuanya bener-bener sudah buram tertutup kabut nafsu biologis akibat pengaruh uap pengasihan.

"A-Aa... anu, Mbak Endang! S-Su-Sumpah,

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 185 Kembalinya Harmoni Aliansi Harem

    Lampu kristal gantung di ruang tengah penthouse mewah menyala gemerlap, memantulkan panorama gemerlap lampu malam ibu kota dari balik dinding kaca setinggi lima meter. Sofa melingkar berbalut kulit beludru hitam dipenuhi oleh seluruh wanita tercantik dan paling berkuasa di sekeliling sang pahlawan muda.Juna duduk santai di kursi utama mengenakan jubah sutra hitam berkerah emas, menikmati aroma wangi dupa cendana berpadu semerbak parfum mewah para ratunya.Ibu Arini Kusuma duduk anggun tepat di sisi kanan Juna, memangku cangkir teh porselen dengan daster sutra merah marun yang sangat memikat.Clarissa Wijaya bersama Madam Elena menduduki sofa kulit di sisi kiri, memeriksa berkas neraca ekspansi rumah sakit.Aurel dan Nyai Sekar duduk berdampingan di sofa tengah, sementara Mbak Ratna menata aneka kudapan buah segar di atas meja marmer."A-Aa... anu, semuanya! S-Su-Sumpah, kumpul l

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 184 Pesta Syukuran Kantin Mbak Ratna

    Aroma sedap ayam goreng kremes, sambal bawang terasi, dan kepulan wangi jamu beras kencur memenuhi area kantin sekolah dan kampus Fakultas Kedokteran. Ratusan meja panjang berjajar rapi, dipenuhi tumpukan piring saji, tumpeng megah berhias sayuran segar, dan aneka jajanan pasar yang dibagikan secara gratis kepada ribuan siswa, mahasiswa, serta warga sekitar.Juna berdiri di tengah lorong kantin mengenakan kemeja batik sutra hitam bercorak emas, tersenyum hangat memandangi lautan orang yang berpesta ria.Ibu Arini Kusuma bersama Clarissa Wijaya, Madam Elena, Aurel, dan Siska Anastasya mendampingi di samping sang juragan muda dengan pesona ratu yang memukau.Mbak Ratna yang mengenakan kebaya kutubaru merah marun pas badan tampak sibuk memegangi centong nasi raksasa, mengusap peluh di keningnya yang merona cerah.Dada bahenol sang janda kantin berguncang montok saat langkah kakinya mendadak terhenti kak

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 183 Penaklukan Rasionalitas Aurel

    Lampu sorot utama auditorium kampus perlahan padam setelah ratusan profesor internasional membubarkan diri dengan rasa kagum yang mendalam. Juna melangkah santai menuju laboratorium riset lantai lima, ditemani oleh Aurel yang berjalan berdampingan sambil mendekap erat map hasil ekstraksi molekuler.Pintu kaca kedap suara laboratorium tertutup rapat secara satset, mengunci kesunyian di antara deretan tabung reaksi dan mesin sentrifugasi.Aurel meletakkan map tebal di atas meja periksa baja steril, lalu memutar badannya menatap Juna dengan napas yang mulai memburu halus.Jas putih laboratorium yang dikenakan sang ilmuwan tampak ketat mencetak lekuk pinggang rampingnya, menonjolkan sepasang melon padat yang membusung kencang."A-Aa... anu, Kak Aurel! S-Su-Sumpah, kamu beneran mau bahas jurnal lagi malam-malam berdua di lab begini?!" cicit Juna pura-pura lugu diawal."Saya tidak mau

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 182 Sensasi Dunia Medis Internasional

    Layar proyektor digital di aula rektorat Fakultas Kedokteran memancarkan notifikasi resmi dengan stempel emas dari London, Inggris. Jurnal medis paling prestisius di planet bumi, The Lancet, secara resmi menerbitkan artikel riset utama berjudul “Integrasi Fitofarmaka Molekuler Emas & Kedokteran Modern: Terapi Kuratif Kanker Stadium Awal oleh Arjuna Dewangga dan Aurel Wijaya”.Server publikasi ilmiah global seketika tumbang akibat jutaan unduhan dari para peneliti di seluruh dunia.Ibu Amanda selaku Dekan Kedokteran menatap layar monitor dengan mata berkaca-kaca haru, memegangi pundak tegap Juna.Aurel Wijaya melompat gembira, merangkul leher Juna secara satset hingga jas laboratorium putihnya tersingkap anggun.Sepasang melon padat milik sang ilmuwan farmasi menempel kencang di dada bidang sang mahasiswa kedokteran."A-Aa... anu, Kak Aurel! S-Su-

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 181 Sinergi Medis Aurel dan Ilmu Pengasihan Juna

    Pintu kaca kedap udara laboratorium steril lantai lima terbuka mendesing secara satset. Suhu ruangan terkunci stabil pada angka delapan belas derajat Celsius, diiringi dengungan puluhan mesin pemutar sentrifugasi dan mikroskop elektron beresolusi atom.Aurel berdiri membelakangi meja isolasi kaca, mengenakan jas laboratorium putih ketat yang mencetak lekuk pinggang rampingnya.Sepasang melon padat milik sang ilmuwan farmasi membusung anggun di balik kancing jas, berguncang halus saat tangannya mengocok tabung reaksi berisi larutan tanaman keladi tikus dan daun sirsak emas.Juna melangkah tegap mendekati meja isolasi, mengenakan kacamata pelindung radiasi berbingkai titanium."A-Aa... anu, Kak Aurel! S-Su-Sumpah, formula ekstrak herbal di tabung nomer empat itu suhunya sudah lewat batas didih!" cicit Juna pura-pura lugu diawal."Secara kalkulasi biokimia molekuler, senyawa flavono

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 180 Penyaiapan Arena Riset Rumah Sakit Modern

    Ratusan ekskavator dan alat berat berderu kencang di lahan seluas lima puluh hektare di kawasan pusat medis ibu kota. Papan proyek raksasa berhuruf emas terpampang megah di hadapan ribuan tamu undangan, bertuliskan "Pembangunan Rumah Sakit Herbal & Kedokteran Modern Arjuna Dewangga".Juna berdiri tegap di podium utama mengenakan jas putih dokter berpadu kemeja sutra hitam, memegang sekop perak peletakan batu pertama.Ibu Arini Kusuma bersama Clarissa Wijaya, Madam Elena, Aurel, Siska Anastasya, dan Mbak Ratna mengapit di barisan VIP dengan gaun resmi yang sangat memikat.Beberapa Guru Besar dan dokter senior berkacamata tebal di barisan akademisi tampak berbisik sinis sambil menggelengkan kepala."A-Aa... anu, para dokter senior! S-Su-Sumpah, peletakan batu pertama ini beneran langkah awal kolaborasi medis kita!" cicit Juna berpura-pura santun diawal."Secara teori kedokteran

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 6 Kantin: Saksi Bisu Hubungan Tabu

    Suara manja Mbak Ratna yang bocor melalui speaker ponsel seketika membuat Juna panik sampe keringat dingin. Ibu Arini Kusuma pun mengernyitkan alisnya yang indah, menatap saku celana Juna dengan pandangan menyelidik yang penuh curiga."A-A-Anu Bu... ini... ini panggilan darurat dari konter jamu!" s

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 5 Ketua OSIS Cantik nan Jelita

    Pak Broto terbelalak syok, matanya nyaris keluar melihat kelancangan murid melarat di depannya yang berani merangkul aset berharga sekolah.Clarissa Wijaya pun membeku seketika, napasnya tertahan saat punggungnya menempel pas pada dada bidang Juna yang terasa hangat menembus seragam.Gejolak energi

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 4 Kultivasi untuk Bu Arini

    Siska Anastasya berdiri dengan berkacak pinggang, matanya melotot menatap Juna dan Ibu Arini bergantian. "Kak Juna kok malah berduaan sama Bu Arini di depan toilet sihhh...?" tanya Siska dengan nada manja yang dibuat-buat.Juna menelan ludah kesat, keringat dinginnya mengalir semakin deras melintas

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 3 Sentuhan Penyembuh

    Juna panik setengah mati melihat tubuh Ibu Arini Kusuma yang tergeletak kaku di atas lantai toilet yang sedikit basah.“Duh, Gusti! Kalau beliau mati di sini, aku pasti dituduh melakukan malapraktik atau lebih parah lagi dituduh berbuat mesum sama mayat!” batin Juna dengan keringat dingin yang meng

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status