Home / Fantasi / Bu, Jangan, Juna Masih Muda! / Bab 183 Penaklukan Rasionalitas Aurel

Share

Bab 183 Penaklukan Rasionalitas Aurel

Author: Irbapiko
last update publish date: 2026-08-19 08:00:45

Lampu sorot utama auditorium kampus perlahan padam setelah ratusan profesor internasional membubarkan diri dengan rasa kagum yang mendalam. Juna melangkah santai menuju laboratorium riset lantai lima, ditemani oleh Aurel yang berjalan berdampingan sambil mendekap erat map hasil ekstraksi molekuler.

Pintu kaca kedap suara laboratorium tertutup rapat secara satset, mengunci kesunyian di antara deretan tabung reaksi dan mesin sentrifugasi.

Aurel meletakk

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 188 Persiapan Wisuda dan Gaun Khusus Ibu Arini

    Deretan gaun malam sutra berpayet emas tergantung rapi di dalam butik pribadi lantai teratas griya perancang busana istana. Lampu gantung kristal memantulkan kilauan mewah di atas cermin rias setinggi tiga meter, membungkus ruangan dengan semerbak wangi parfum melati keraton.Juna duduk di sofa beludru hitam mengenakan kemeja sutra gelap, mengamati kesibukan puluhan asisten perancang busana dengan tatapan tenang.Clarissa Wijaya berdiri di samping meja rias, memeriksa sampel kain sutra tenun sutra emas bersama perancang busana kepresidenan.Madam Elena dan Aurel duduk berdampingan di sofa samping, menikmati jus jeruk segar sambil sesekali memberi masukan desain."A-Aa... anu, Kak Clarissa! S-Su-Sumpah, gaun buat Bu Arini ini beneran dirancang langsung oleh penjahit pribadi ibu negara?!" cicit Juna pura-pura lugu diawal."Keluarga Wijaya secara khusus memesan gaun kebaya adibusana

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 187 Penetapan Dokter Muda Terbaik

    Palu sidang kehormatan majelis dekanat diketuk tiga kali oleh Rektor universitas di podium aula agung Fakultas Kedokteran. Gema ketukan tersebut memecah keheningan ribuan hadirin, disusul pembacaan lembar penetapan yudisium tertinggi yang disiarkan langsung ke seluruh jaringan kampus.Juna berdiri tegap di tengah karpet merah mengenakan selempang beludru biru tua berhias sulaman benang emas murni.Ibu Amanda selaku Dekan Kedokteran berdiri di samping mimbar utama, memegang map ijazah kelulusan dengan senyuman anggun yang memikat.Ibu Arini Kusuma bersama Clarissa Wijaya, Madam Elena, Aurel, Nyai Sekar, Siska Anastasya, dan Mbak Ratna duduk di barisan kursi VIP terdepan."A-Aa... anu, Ibu Dekan Amanda! S-Su-Sumpah, nilai transkrip akhir Juna beneran dicetak angka bulat empat koma nol tanpa cela?!" cicit Juna pura-pura lugu diawal."Bukan cuma empat koma nol, Arjuna... kamu memecah

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 186 Ujian Praktik Bedah Tingkat Akhir

    Lampu operasi melingkar berdaya sepuluh ribu lumen menyala benderang di ruang bedah utama Rumah Sakit Pendidikan Universitas. Bau cairan antiseptik menyengat tajam di udara dingin bersuhu enam belas derajat Celsius, diiringi bunyi monitor elektrokardiogram yang berdetak ritmis.Juna berdiri kokoh di samping meja operasi, mengenakan pakaian bedah hijau steril lengkap dengan masker bedah dan sarung tangan lateks ganda.Di balik dinding kaca observasi lantai atas, lima puluh Guru Besar dan dokter spesialis bedah saraf dari Majelis Penguji Nasional duduk mengawasi dengan sorot mata menguji.Ibu Amanda selaku Dekan Kedokteran bersama Aurel, Clarissa Wijaya, dan Ibu Arini Kusuma duduk di barisan kehormatan dengan raut wajah tegang cemas.Profesor Hendrawan yang merupakan ketua dewan penguji senior menekan tombol mikrofon interkom dengan senyuman sinis."A-Aa... anu, Prof Hendrawan! S-S

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 185 Kembalinya Harmoni Aliansi Harem

    Lampu kristal gantung di ruang tengah penthouse mewah menyala gemerlap, memantulkan panorama gemerlap lampu malam ibu kota dari balik dinding kaca setinggi lima meter. Sofa melingkar berbalut kulit beludru hitam dipenuhi oleh seluruh wanita tercantik dan paling berkuasa di sekeliling sang pahlawan muda.Juna duduk santai di kursi utama mengenakan jubah sutra hitam berkerah emas, menikmati aroma wangi dupa cendana berpadu semerbak parfum mewah para ratunya.Ibu Arini Kusuma duduk anggun tepat di sisi kanan Juna, memangku cangkir teh porselen dengan daster sutra merah marun yang sangat memikat.Clarissa Wijaya bersama Madam Elena menduduki sofa kulit di sisi kiri, memeriksa berkas neraca ekspansi rumah sakit.Aurel dan Nyai Sekar duduk berdampingan di sofa tengah, sementara Mbak Ratna menata aneka kudapan buah segar di atas meja marmer."A-Aa... anu, semuanya! S-Su-Sumpah, kumpul l

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 184 Pesta Syukuran Kantin Mbak Ratna

    Aroma sedap ayam goreng kremes, sambal bawang terasi, dan kepulan wangi jamu beras kencur memenuhi area kantin sekolah dan kampus Fakultas Kedokteran. Ratusan meja panjang berjajar rapi, dipenuhi tumpukan piring saji, tumpeng megah berhias sayuran segar, dan aneka jajanan pasar yang dibagikan secara gratis kepada ribuan siswa, mahasiswa, serta warga sekitar.Juna berdiri di tengah lorong kantin mengenakan kemeja batik sutra hitam bercorak emas, tersenyum hangat memandangi lautan orang yang berpesta ria.Ibu Arini Kusuma bersama Clarissa Wijaya, Madam Elena, Aurel, dan Siska Anastasya mendampingi di samping sang juragan muda dengan pesona ratu yang memukau.Mbak Ratna yang mengenakan kebaya kutubaru merah marun pas badan tampak sibuk memegangi centong nasi raksasa, mengusap peluh di keningnya yang merona cerah.Dada bahenol sang janda kantin berguncang montok saat langkah kakinya mendadak terhenti kak

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 183 Penaklukan Rasionalitas Aurel

    Lampu sorot utama auditorium kampus perlahan padam setelah ratusan profesor internasional membubarkan diri dengan rasa kagum yang mendalam. Juna melangkah santai menuju laboratorium riset lantai lima, ditemani oleh Aurel yang berjalan berdampingan sambil mendekap erat map hasil ekstraksi molekuler.Pintu kaca kedap suara laboratorium tertutup rapat secara satset, mengunci kesunyian di antara deretan tabung reaksi dan mesin sentrifugasi.Aurel meletakkan map tebal di atas meja periksa baja steril, lalu memutar badannya menatap Juna dengan napas yang mulai memburu halus.Jas putih laboratorium yang dikenakan sang ilmuwan tampak ketat mencetak lekuk pinggang rampingnya, menonjolkan sepasang melon padat yang membusung kencang."A-Aa... anu, Kak Aurel! S-Su-Sumpah, kamu beneran mau bahas jurnal lagi malam-malam berdua di lab begini?!" cicit Juna pura-pura lugu diawal."Saya tidak mau

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 6 Kantin: Saksi Bisu Hubungan Tabu

    Suara manja Mbak Ratna yang bocor melalui speaker ponsel seketika membuat Juna panik sampe keringat dingin. Ibu Arini Kusuma pun mengernyitkan alisnya yang indah, menatap saku celana Juna dengan pandangan menyelidik yang penuh curiga."A-A-Anu Bu... ini... ini panggilan darurat dari konter jamu!" s

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 5 Ketua OSIS Cantik nan Jelita

    Pak Broto terbelalak syok, matanya nyaris keluar melihat kelancangan murid melarat di depannya yang berani merangkul aset berharga sekolah.Clarissa Wijaya pun membeku seketika, napasnya tertahan saat punggungnya menempel pas pada dada bidang Juna yang terasa hangat menembus seragam.Gejolak energi

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 4 Kultivasi untuk Bu Arini

    Siska Anastasya berdiri dengan berkacak pinggang, matanya melotot menatap Juna dan Ibu Arini bergantian. "Kak Juna kok malah berduaan sama Bu Arini di depan toilet sihhh...?" tanya Siska dengan nada manja yang dibuat-buat.Juna menelan ludah kesat, keringat dinginnya mengalir semakin deras melintas

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 3 Sentuhan Penyembuh

    Juna panik setengah mati melihat tubuh Ibu Arini Kusuma yang tergeletak kaku di atas lantai toilet yang sedikit basah.“Duh, Gusti! Kalau beliau mati di sini, aku pasti dituduh melakukan malapraktik atau lebih parah lagi dituduh berbuat mesum sama mayat!” batin Juna dengan keringat dingin yang meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status