Short
Cinta Lama Ditinggalkan, Cinta Baru Bersambut

Cinta Lama Ditinggalkan, Cinta Baru Bersambut

By:  Starry SkyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sehari sebelum pernikahan, suamiku, Lewis, tiba-tiba berkata kepadaku, "Pernikahan ditunda seminggu. Aku harus pergi dinas." Aku memandang suamiku yang bersikap dingin, lalu tanpa sadar teringat pesan yang dikirim asistennya kemarin malam. [ Pak Lewis ingin menemaniku keliling dunia sebelum nikah. Kakak seharusnya nggak keberatan, 'kan? ] Aku menyetujui permintaan suamiku dan diam-diam membatalkan pernikahan. Keesokan harinya, Lewis dan Mary berpelukan mesra di bawah Menara Eiffel. Aku pergi sendirian ke rumah sakit untuk menggugurkan kandungan. Hari ketiga, Lewis dan Mary saling menyatakan cinta di depan jendela kaca Burj Khalifa. Aku pun memberi tahu ibu Lewis bahwa mulai sekarang aku tidak akan bertemu dengan anaknya lagi.

View More

Chapter 1

Bab 1

Sehari sebelum pernikahan, suamiku, Lewis, tiba-tiba berkata kepadaku, "Pernikahan ditunda seminggu. Aku harus pergi dinas."

Aku memandang suamiku yang bersikap dingin, lalu tanpa sadar teringat pesan yang dikirim asistennya kemarin malam.

[ Pak Lewis ingin menemaniku keliling dunia sebelum nikah. Kakak seharusnya nggak keberatan, 'kan? ]

Aku menyetujui permintaan suamiku dan diam-diam membatalkan pernikahan.

Keesokan harinya, Lewis dan Mary berpelukan mesra di bawah Menara Eiffel. Aku pergi sendirian ke rumah sakit untuk menggugurkan kandungan.

Hari ketiga, Lewis dan Mary saling menyatakan cinta di depan jendela kaca Burj Khalifa. Aku pun memberi tahu ibu Lewis bahwa mulai sekarang aku tidak akan bertemu dengan anaknya lagi.

....

"Ruby, mungkin Lewis cuma terlalu sibuk dengan pekerjaan. Nanti setelah dia pulang, aku pasti akan menasihatinya baik-baik dan suruh dia minta maaf padamu."

Ibu Lewis, Isabel, berkata tanpa menoleh sedikit pun. Seluruh perhatiannya tertuju pada nail art yang sedang dia kerjakan.

Baginya, seheboh apa pun aku membuat masalah, itu tidak penting. Bagaimanapun, aku sudah mengandung. Mengenai keberadaan Mary, mungkin justru membuatnya sangat senang.

Karena Mary memanggilnya "Ibu" jauh lebih cepat dariku. Sudah sejak lama Mary memanggilnya seperti itu. Sementara aku, calon menantu yang belum sah, mungkin hanya dipandang sebagai alat untuk melahirkan anak bagi mereka.

Aku tersenyum pahit, lalu diam-diam pergi. "Aku sudah memutuskan untuk merelakan Lewis dan Mary."

Ibu Lewis sama sekali tidak menyadari kepergianku. Bahkan kata-kataku pun tidak dia dengar.

"Ruby, Lewis itu presdir perusahaan, pasti ada saatnya dia harus berpura-pura di luar. Semua ini demi keluarga kalian di masa depan."

"Kamu harus ngerti. Toh meskipun nggak ada Mary, nanti akan ada wanita lain. Kalau kamu setiap kali marah, lama-lama tubuhmu sendiri yang rusak."

"Sekarang kamu sudah hamil. Selain Lewis, siapa lagi yang mau sama kamu? Semua orang yang sudah berpengalaman pasti ngomong begitu."

Ibu Lewis terus berbicara sendiri, sementara aku sudah meninggalkan vila. Aku perlahan meletakkan tangan di perutku.

Karena ada anak, mereka merasa bisa melakukan apa saja, seolah-olah aku hanyalah layang-layang yang terikat tali. Seberapa keras pun aku berjuang, tetap tak bisa lepas dari genggaman mereka.

Namun sekarang, tali layang-layang yang mereka banggakan itu akan segera kuputuskan.

Setelah pulang, aku berbaring di tempat tidur, diam-diam menangis, sampai tidak tahu kapan tertidur.

Ketika aku setengah sadar, Lewis pulang. Dia memelukku, mengeluarkan sebuah kalung, dan memakaikannya di leherku.

"Hadiah pernikahan, suka?"

Aku menunduk melihat kalung itu. Harus diakui, kalung yang dibeli di Paris ini memang sangat indah.

Kalau saja aku tidak melihat kalung ini di postingan media sosial Mary, mungkin aku akan sangat senang.

Hanya saja, di sana ada enam kalung dan yang diberikan Lewis padaku adalah yang paling murah, yang paling tidak disukai Mary. Di interaksi postingannya, Mary menulis sebuah keterangan.

[ Kalung seharga 360 juta ini cuma bonus dari Blue Lover. Kalau bukan karena Lewis suruh simpan, aku sudah mau membuangnya. ]

Ya, kalungku ini hanyalah bonus dari karya master bernilai lebih dari puluhan miliar.

Aku diam-diam melepas kalung itu. "Bonus dari hadiah Mary masih ingat kamu bawa pulang dan dikasih ke aku. Lumayan perhatian."

Tubuh Lewis di belakangku sedikit menegang. Nada bicaranya berubah dingin. "Hanya pura-pura, kenapa kamu pelit sekali?"

Aku berkata dengan datar, "Kamu juga nggak perlu repot-repot. Apa yang kamu lakukan nggak ada hubungannya denganku."

Lewis mulai marah. "Kita sudah mau nikah, kamu harus bikin ribut seperti ini? Kamu memang nggak mau nikah ya?"

Sebelum aku hamil, Lewis tidak pernah berani berbicara seperti ini kepadaku. Namun, sekarang aku bisa mendengar maksud tersirat dari ucapannya.

Karena sudah ada anak, aku harus patuh. Selain dia, tidak akan ada yang menginginkanku lagi.

Napasku tercekat. Aku ingin mengungkapkan semuanya. Namun, suara pintu yang dibanting keras oleh Lewis sudah menggema di dalam ruangan.

Keesokan paginya, begitu aku bangun, aku mendapati Lewis sudah duduk di samping tempat tidur.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status