Share

Adu Mulut

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-07-23 09:26:08

"Kenapa diam, Alina? Tersentil dengan ucapan saya, hm?"

Ibu Karin mengulas senyum sinis yang teramat lebar, merapatkan posisinya sembari menatap Alina penuh keangkuhan. "Tersadar kalau dirimu itu cuma janda udik yang tidak tahu diri? Sudah bagus Pak Reynard mau memperkerjakanmu, eh malah melunjak pura-pura jadi ibu penyayang!"

Dada Alina berguncang hebat menahan gelegak emosi yang membakar. Matanya menatap lurus ke dalam manik mata wanita paruh baya itu tanpa gentar sedikit pun.

"Jaga mulut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Pengacau Cilik

    "Selamat pagi, Istriku," bisik Reynard lirih, suara seraknya khas bangun tidur memecah keheningan pagi yang hangat. Alina perlahan membuka matanya, mengerjap pelan menyesuaikan pendar cahaya matahari yang menyusup di celah gorden kamar. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya yang berjarak sangat dekat. Tangan kokoh Reynard terlingkar sempurna di pinggangnya, menahan tubuh polos Alina agar tetap menempel rapat di dada tegapnya. "Pagi, Mas..." sahut Alina seraya menyunggingkan senyum tipis, merasa rona merah langsung menyapu kedua pipinya saat mengingat kembali kejadian semalam. Reynard mendaratkan kecupan lembut di dahi Alina, lalu turun ke ujung hidungnya, dan berakhir di bibir manis sang istri. Ciuman hangat yang semula lembut itu perlahan berubah menjadi lumatan-lumatan kecil yang penuh kerinduan. "Mas, geli..." rengek Alina sembari menahan dada Reynard, meski jemari lentiknya justru meremas pelan bahu sang suami. "Geli atau suka, hum?" goda Reynard dengan senyu

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Gairah Yang Membakar

    "Mumpung anak ini sudah lelap, saatnya memindahkan pengacau kecil ke wilayahnya sendiri," bisik Reynard dengan nada penuh kemenangan. Pria itu beranjak dari posisi berbaringnya, melangkah amat pelan agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun. Dengan kehati-hatian tingkat tinggi, Reynard mengangkat tubuh mungil Sean beserta boneka dinosaurusnya ke dalam dekapan. Alina menyangga tubuhnya dengan siku, menahan senyum geli melihat suaminya yang rela berjingkat-jingkat demi memuluskan niat terselubungnya. "Pelan-pelan, Rey. Jangan sampai dia terbangun." "Tenang saja, Jagoan kalau sudah tertidur lelap tidak akan bangun walau ada petir menyambar," sahut Reynard setengah berbisik sembari mengedipkan satu matanya nakal. Hanya butuh waktu kurang dari lima menit bagi Reynard untuk mengantar Sean ke kamarnya, membaringkan anak itu di atas kasur empuknya, dan kembali ke kamar utama. Cklek. Suara kunci pintu yang diputar dua kali terdengar begitu nyaring di keheningan malam. Alina yang masih

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Malam Pertama Yang Kacau

    "Bisa tolong bantu buka resleting belakangnya?" bisik Alina pelan, jemarinya sedikit gemetar saat berdiri menyamping di depan cermin besar kamar pengantin mereka. Reynard tersenyum tipis, melangkah mendekat hingga hembusan napas hangatnya terasa mengelus tengkuk Alina. Tangannya yang lebar bergerak perlahan, menyentuh tepi gaun pengantin mewah yang masih melekat cantik di tubuh Alina. Ziper gaun itu diturunkannya perlahan, membuat gaun berbahan sutra itu melonggar. "Terima kasih, Tuan Reynard," ucap Alina canggung, mengusap bahunya yang kini terpapar udara dingin pendingin ruangan. Langkah Reynard terhenti. Pria itu memutar tubuh Alina agar memandangnya. Ditatapnya manik mata wanita yang kini telah sah menjadi istrinya itu dengan dalam. "Tuan? Alina, kita sudah menikah. Apa kau masih ingin memanggilku dengan sebutan kaku seperti itu?" Alina menunduk malu, memilin jarinya. "Maaf, saya... saya hanya belum terbiasa." "Dan satu hal lagi," Reynard mengusap lembut pipi Alina, "Jangan k

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Malam Sebelum Pernikahan

    "Papa! Kelopak bunganya jangan diinjak! Itu buat jalan Tante Alina besok!" seru Sean nyaring, tangannya melambai heboh memperingatkan Reynard yang hampir saja menginjak karpet bertabur mawar merah di koridor lantai dua. Reynard langsung menghentikan langkahnya, mengangkat kedua tangannya ke udara sambil terkekeh pelan. "Iya, Jagoan, Papa tidak injak. Galak sekali kau malam ini, kalah Kakekmu." Suasana rumah mewah keluarga Dirgantara malam itu sangat ramai dan penuh kesibukan. Puluhan pekerja dekorasi lalu-lalang menyempurnakan setiap sudut ruangan. Bunga-bunga segar dipasang anggun, kain tirai sutra menjuntai indah, dan aroma harum mawar bercampur vanila menyerbak ke seluruh penjuru rumah. Hari esok adalah hari yang paling ditunggu, hari pernikahan Reynard dan Alina. "Tante Alina, lihat deh! Kamarnya jadi harum sekali dan banyak bunganya!" celetuk Sean heboh. Anak kecil itu menarik-narik ujung gaun santai yang dikenakan Alina, membimbingnya masuk ke dalam kamar utama yang kini te

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Janji

    "Janji, Nyonya," ucap Alina, suaranya bergetar, memecah keheningan yang sempat tercipta di antara mereka. Air mata yang sejak tadi menggenang di pelupuk matanya akhirnya meluncur deras, membasahi pipi. Manik mata Alina menatap lurus pada Nyonya Ella, membalas genggaman tangan wanita tua itu dengan sama eratnya, seolah menyalurkan seluruh ketulusan yang bermekaran di dalam dadanya. "Saya berjanji dari lubuk hatiku yang paling dalam," lanjut Alina, menegaskan setiap kata yang keluar dari bibirnya, "Saya akan menyayangi Sean dan Tuan Reynard dengan segenap jiwa saya. Saya tidak akan pernah membuat mereka kecewa, apalagi meragukan keberadaan saya di sisinya. Saya berjanji, Nyonya." Nyonya Ella menghela napas lega, senyum tipis yang sarat akan kehangatan mengembang di bibirnya. Tangan tuanya yang lembut terangkat, mengusap air mata di pipi Alina dengan penuh kasih sayang, layaknya seorang ibu kepada putrinya sendiri. "Memanggilku Nyonya lagi?" goda Nyonya Ella lembut, mencoba mencairka

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Perjanjian Nyonya Ella

    "Minggu depan?! Kenapa mendadak sekali?!" pekik Mirna histeris, menatap Nyonya Ella dengan pandangan yang sulit diartikan. Nyonya Ella membetulkan posisi duduknya, menyilangkan kaki dengan anggun. "Segala persiapan di kota sudah hampir selesai, Bu Mirna. Kami hanya butuh formalitas izin dan kepastian dari Anda sebagai ibu kandungnya." Mirna bersedekap dada, menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa kusam. Wajahnya yang tadinya terkejut perlahan berubah menjadi licik. Otak bisnis liar di kepalanya mendadak berputar cepat memanipulasi situasi. "Tidak bisa begini!" cetus Mirna melengking, memotong cepat. "Kalian pikir kalian ini siapa, hah?! Datang tiba-tiba lalu mau membawa dan menikahkan anak saya minggu depan tanpa ada omongan dari jauh-jauh hari! Saya ini ibu kandungnya! Saya merasa sangat tidak dihargai!" Alina yang duduk di samping Nyonya Ella hanya bisa meremas tangannya yang mulai dingin, menunduk dengan bibir terkatup rapat. "Lalu, apa yang Anda inginkan, Bu Mirna?" tanya N

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status