Share

Bab 1113

Author: Ayesha
Faye benar-benar sudah tidak punya mood untuk bekerja. Dia langsung mengajukan cuti, mengambil tasnya, lalu berjalan cepat keluar dari laboratorium dan pulang ke rumah.

Di perjalanan, seluruh dirinya dipenuhi amarah. Dia memikirkan bagaimana Devina mendapatkan 13% saham dari perusahaan ayahnya dengan begitu mudah. Meskipun tidak berhasil menikah ke Keluarga Pramudita, saham itu sudah cukup membuatnya hidup tanpa kekhawatiran seumur hidup.

Lantas, bagaimana dengan dirinya? Ayahnya bahkan tidak me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Suryat
devina..makanya jangan serakah jd orang..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1208

    "Apa? Kenapa dia melakukan ini? Kapan Keluarga Datau pernah menyinggungnya?" Flora juga terkejut dan tidak percaya."Aku ini bahkan menganggapnya calon menantu, tapi dia justru menusuk dari belakang seperti ini." Dada Declan naik turun dengan hebat. Mengingat bagaimana dulu dia menghormati dan menjilat Raka, kini yang tersisa hanya kebencian dan amarah.Kalau dipikir-pikir, sejak dulu Raka membantunya go public, lalu membantunya mengurus investasi luar negeri, setiap langkah seperti jebakan yang dirancang rapi. Dari awal sampai akhir, semuanya adalah bagian dari rencananya, hanya untuk membuat Grup Datau bangkrut."Bagaimana bisa Pak Raka melakukan ini? Bukankah dia dan Devina ...." Mata Flora memancarkan amarah besar. "Jangan-jangan semua ini disuruh oleh gadis sialan itu, Devina?"Baru saat itu Declan teringat pada putrinya, anak haramnya, orang yang dulu menjadi penghubung antara Keluarga Datau dan Raka.Declan langsung mengambil jaketnya dan keluar. Dia harus menanyakan semuanya de

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1207

    Di rumah Keluarga Datau.Declan duduk di sofa, dalam semalam seolah-olah menua sepuluh tahun. Rambutnya berantakan, matanya cekung, sebatang rokok terselip di mulutnya, sementara sorot matanya dipenuhi amarah dan ketidakrelaan.Flora turun dari lantai dua. Sampai sekarang dia masih belum bisa menerima kenyataan. Bagaimana mungkin perusahaan yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba jatuh ke jurang kehancuran?Declan sedang menelepon. Begitu panggilan tersambung, dia langsung merendahkan sikapnya dan memohon, "Halo! Akhirnya kamu angkat juga. Bisa nggak kasih aku dana talangan jangka pendek? Begitu perusahaanku pulih, pasti langsung aku kembalikan.""Maaf sekali, kali ini aku benar-benar nggak bisa bantu.""Demi hubungan kita ....""Maaf ya, Pak Declan."Telepon langsung ditutup.Brak! Declan menggebrak meja dan meraung, "Dasar sekumpulan pengkhianat! Dulu sok akrab panggil saudara, sekarang satu per satu nggak angkat telepon atau bilang nggak punya uang! Sialan!"Dia masih ingat beberapa b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1206

    Setelah keluar dari laboratorium, Brielle kembali ke kantor. Cherlina menjulurkan kepala masuk. "Kak Brielle, tadi kamu lihat Pak Raka nggak?"Gerakan Brielle yang hendak minum air sempat terhenti, "Dia sempat ke sini?""Ya, setengah jam yang lalu dia masuk ke ruang laboratorium, sekitar 20 menit baru keluar. Mungkin kalian lagi sibuk semua," kata Cherlina.Brielle sama sekali tidak menyadarinya. Namun, Raka memperhatikan perkembangan eksperimen itu sepenuhnya karena dia juga memikul tekanan, tekanan dari negara.Hari ini ada kabar baik dari perkembangan eksperimen. Brielle melirik waktu, sudah pukul 3.30 sore, sementara dia masih harus pergi ke laboratorium Derrick untuk rapat. Dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Raka.[ Malam ini aku ada rapat, kamu sempat jaga Anya? ][ Fokus kerja saja, Anya biar aku yang urus. ]Balasan singkat dan lugas, gaya khas Raka.Melihat pesan itu, hati Brielle sedikit lega. Terlepas dari bagaimana masa lalu mereka, dalam hal menjaga anak, Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1205

    Faye kembali ke dalam mobil, pikirannya masih kosong. Mengingat keberaniannya tadi memanggil Raka "kakak ipar" di depan umum, kini semuanya berubah menjadi rasa malu yang tak tertahankan.Tatapan dingin Raka masih terbayang di benaknya, seperti kutukan yang tak bisa dihapus, membuat rasa malunya semakin menjadi-jadi.Bagaimana sebenarnya Devina menjaga hubungan dengan Raka? Bukankah saham Grup Pramudita di Grup Datau juga diberikan kepadanya? Bukankah itu juga bentuk cinta?Apalagi, 6 triliun bagi Raka sama sekali bukan angka besar.Baru sekarang Faye menyadari, hubungan Raka dan Devina benar-benar sudah sampai di ujung jalan. Artinya, mimpi Devina menjadi Nyonya Pramudita benar-benar sudah hancur.Kesadaran ini justru seperti suntikan penenang dalam dirinya, membuatnya sedikit merasa lega.Dulu, saat mengetahui hubungan Raka dan Devina, dia memang sangat iri. Memikirkan seorang anak haram justru memiliki kehidupan yang lebih baik darinya, dia sama sekali tidak rela.Baru saja tadi, si

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1204

    Faye yang masih hendak memohon tiba-tiba mendengar sekelompok orang berjalan dari arah lobi lift. Dia langsung mengangkat kepala dan menoleh.Terlihat sekelompok pria berjas mengelilingi seorang pria muda dengan aura kuat yang berjalan di tengah. Sosok pria itu tegap, rambut putihnya sangat mencolok. Kalau bukan Raka, siapa lagi?Raka sedikit menoleh mendengarkan pria di sampingnya berbicara. Tatapannya tajam, langkahnya mantap.Jantung Faye langsung berdegup kencang. Hampir tanpa berpikir, dia berlari ke arah Raka dan berteriak, "Kakak Ipar!"Panggilan itu begitu keras dan mendadak, langsung memecah suasana tertib di lobi. Semua orang berhenti dan menatap gadis yang berteriak itu dengan heran.Langkah Raka terhenti. Dia menoleh ke arah wanita yang berlari dari depan resepsionis. Tatapannya yang dalam dan dingin tertuju pada Faye, seperti pisau tajam tanpa sedikit pun kehangatan.Tubuh Faye langsung merinding karena tatapannya, tetapi dia tetap memaksakan diri berbicara, "Kak Raka, tol

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1203

    Faye menggigit bibirnya erat-erat. Dia berjalan menuju toilet untuk menenangkan diri. Baru saja masuk ke bilik, dia mendengar rekan-rekan kantor masuk."Kalian lihat berita tentang Grup Datau? Katanya Keluarga Datau sudah mau bangkrut.""Dari dulu juga sudah banyak kabar buruk tentang mereka, aku saja heran mereka bisa sampai go public.""Bukan cuma bangkrut, di berita katanya bisa terkait masalah ekonomi serius, mungkin ada yang sampai masuk penjara.""Gelar putri kaya Faye itu sudah nggak bakal bertahan lagi, lihat saja dulu dia betapa sombongnya.""Dulu posisinya tinggi sekali, tapi sekarang? Hah, asal nggak terlilit utang saja sudah bagus."Di dalam bilik, Faye menahan emosinya sekuat tenaga. Dulu orang-orang ini selalu mengagumi dan menjilatnya, sekarang justru menghinanya saat dia jatuh. Bahkan untuk keluar membantah mereka pun dia tidak punya keberanian.Setelah masuk ke mobil, Faye menelepon Devina. Meskipun membenci Devina karena mengambil saham perusahaan, sekarang perusahaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 528

    Pekerjaan pendampingan Brielle di Kyoza berjalan sangat lancar. Tim dari Universitas Medis Militer Kyoza benar-benar luar biasa dan respons para peserta uji coba juga stabil. Efek obat berhasil diuji dengan akurat.Waktu berlalu cepat. Lima hari kemudian, Festival Pertengahan Musim Gugur tinggal seh

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 541

    Lambert menyadari gerakan Brielle. Dia seperti menangkap sesuatu dan pandangannya sedikit beralih ke arah ruang VIP.Makanan pun mulai dihidangkan. Lambert mengalihkan pembicaraan dengan topik anak-anak, membuat suasana seketika terasa lebih santai.Satu jam kemudian, Brielle dan Lambert selesai mak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 536

    Brielle memasang wajah dingin. Kilatan tidak setuju melintas di matanya. "Aku mau pergi atau nggak, nggak butuh persetujuanmu."Raka menatap tajam ke arahnya. "Brielle, jangan keras kepala. Apa yang bisa kuberikan padamu itu adalah sumber daya terbaik yang orang lain nggak akan bisa berikan."Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 529

    Brielle menggandeng tangan putrinya dan berkata kepada Raka, "Kamu lanjutkan pekerjaanmu! Anya ikut dengan aku."Anya bertanya dengan kaget, "Mama, kita nggak makan bersama Papa?"Brielle tersenyum lembut pada putrinya, "Nanti Mama ajak kamu jalan-jalan ke pusat kota, mau?""Tapi ... tapi aku ingin

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status