Teilen

Bab 1153

Ayesha
Vila Devina.

Devina menatap deretan perhiasan di lemari kaca. Dia menyilangkan tangan sambil memilih aksesori yang akan dipakai untuk penampilannya di Kyoza. Dia punya kebiasaan yang cukup pemilih, setiap perhiasan yang sudah dia pakai keluar, dia tidak mau memakainya untuk kedua kalinya. Selain agar tetap terlihat unik, juga untuk mencegah media membahas dirinya memakai perhiasan lama saat tampil.

Saat dia mengangkat sebuah kalung berlian dan mencobanya di depan cermin, ponselnya berbunyi. Dia
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (1)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
senjata makan tuan....sukurin si pelakor mulai kena batunya
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1404

    Lastri yang berdiri di samping tersenyum melihat pemandangan itu. "Lihat saja Anya, senangnya bukan main. Pasti dia sangat merindukan Pak Raka."Brielle melangkah keluar rumah. Pada tubuh Raka masih terlihat aura lelah setelah perjalanan jauh, seolah baru saja turun dari pesawat."Pulanglah dan istirahat dulu. Aku yang antar Anya," kata Brielle. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa pria itu tampak sedikit kelelahan."Aku ikut denganmu." Raka menggenggam tangan putrinya sambil menatap Brielle. Anya juga segera menggenggam tangannya lebih erat."Mama, aku mau Papa ikut antarin aku ke sekolah. Tolong ya, Mama."Brielle akhirnya hanya bisa mengangguk. "Baik."Di kursi belakang mobil, Anya dan Raka terus mengobrol. Topiknya tentu saja seputar perjalanan dinas Raka. Tak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Anya masuk ke sekolah dengan riang.Setelah kembali ke mobil, Brielle menoleh ke arah pria yang masih duduk di kursi belakang. "Aku antar kamu pulang untuk istirahat.""Kamu sendiri mau k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1403

    Di dalam kafe, Brielle sedang memegang cangkir kopi dan menyesapnya perlahan. Tatapannya penuh minat saat melihat Ferdian yang duduk di hadapannya. Kekaguman di matanya tidak pernah benar-benar hilang sepanjang percakapan mereka.Karena terlalu fokus pada diskusi, dia sama sekali tidak menyadari bahwa sesosok pria tinggi baru saja masuk ke dalam kafe. Sampai akhirnya sebuah suara rendah dan menarik terdengar dari sampingnya. "Nggak mau perkenalkan kami?"Brielle terkejut dan langsung mengangkat kepala.Saat melihat pria yang tiba-tiba muncul itu, dia tidak bisa menahan rasa herannya. "Bukannya kamu sudah berangkat ke bandara?""Kebetulan lewat. Aku masuk untuk beli kopi," jawab Raka dengan nada santai seolah tidak terjadi apa-apa. Di belakangnya, Gavin langsung memahami situasi dan segera berjalan ke meja pemesanan untuk memesan kopi.Sementara itu, tatapan Raka beralih kepada Ferdian yang duduk di seberang Brielle. Di matanya terdapat penilaian yang jelas.Brielle langsung merasakan a

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1402

    Pada saat itu, ponsel Brielle juga bergetar karena pesan masuk. Pesan itu berasal dari Raka.[ Aku akan pergi dinas selama tiga hari. Anya aku titip sama kamu. ]Brielle melirik layar ponselnya lalu membalas.[ Fokus saja sama kerjaanmu. Anya akan aku jaga dengan baik. ]Sementara itu, pria tinggi yang baru melangkah keluar dari pintu rumahnya sedang membaca pesan tersebut. Sudut bibir Raka terangkat tipis. Setidaknya sekarang Brielle tidak lagi membalas pesannya dengan jawaban singkat dan kaku seperti dulu.Di sisi lain, Gavin menoleh ke arah kafe yang berada tidak jauh dari sana. Dia sedang mempertimbangkan apakah perlu membelikan kopi untuk bosnya selama perjalanan ke bandara. Namun tanpa sengaja, pandangannya menangkap sosok yang sangat dikenalnya di dekat jendela kaca besar.Itu Brielle.Tentu saja dia tidak merasa aneh. Dia tahu Brielle sedang beristirahat di rumah akhir-akhir ini. Jadi, melihatnya berada di kafe dekat kompleks apartemen bukanlah sesuatu yang mengejutkan.Saat Ga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1401

    Saat mereka kembali dari alun-alun, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sesampainya di depan rumah, Anya berlari masuk lebih dulu. Brielle menoleh ke belakang dan memandang pria yang masih berdiri di sana."Terima kasih untuk malam ini."Raka menatap ekspresi sopan dan berjarak di wajahnya, lalu tersenyum tipis. "Sudah seharusnya.""Selamat malam."Setelah mengatakan itu, Raka berbalik dan pergi lebih dulu. Brielle juga menutup pintu lalu masuk ke rumah. Anya sudah dipanggil Lastri untuk mandi.Brielle meletakkan tasnya. Saat itu, ponselnya berdering. Dia melirik layar dan melihat nomor yang tidak dikenalnya."Halo, siapa ini?""Brielle, ini Paman Adnan."Dari seberang telepon terdengar suara yang hangat dan ramah. Mata Brielle langsung berbinar karena terkejut sekaligus senang. "Paman Adnan! Apa kabar? Paman baik-baik saja?""Aku baik.""Begini, aku punya cucu keponakan yang baru lulus dari fakultas kedokteran. Kondisinya cukup baik dalam berbagai aspek. Aku ingin dia magang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1400

    Namun sekarang?Cherlina memiliki pekerjaan yang stabil. Posisinya di sisi Brielle juga semakin penting dari hari ke hari.Sedangkan dirinya? Dia kini menjadi putri seorang pembunuh.Mungkin kehidupan Cherlina tidak akan dipenuhi kekayaan luar biasa. Akan tetapi, hidupnya akan stabil, tenang, dan perlahan menjadi semakin baik. Sedangkan dirinya harus memikul noda dan beban yang ditinggalkan ayahnya. Masa depannya terasa suram.Faye refleks menegakkan punggungnya dan menjawab dengan nada dingin, "Aku baik-baik saja."Cherlina tersenyum. "Kalau begitu syukurlah."Setelah mengatakan itu, Cherlina memesan dua cangkir kopi. Tak lama kemudian, beberapa karyawan datang dan berinisiatif menyapanya. Cherlina pun tampak semakin disukai oleh rekan-rekan kerjanya.Faye menggigit bibirnya dengan erat. Dulu, dia dikenal sebagai dewi dingin yang dikagumi banyak orang. Namun, sekarang ... siapa lagi yang peduli padanya?"Itu Faye, 'kan? Ketua Grup Datau yang masuk berita hari ini itu ayahnya, ya?""Iy

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1399

    "Aku baru saja menerima pemberitahuan. Uang perusahaan yang diselewengkan ayahmu ... sudah ditemukan oleh pihak berwenang. Sekarang seluruhnya akan disita kembali ...."Suara Flora terdengar hampir putus asa. "Seluruh aset atas namaku sudah dibekukan. Bahkan apartemen yang terdaftar atas namaku juga sudah disegel .... Sekarang aku bahkan nggak bisa pulang."Faye langsung berdiri dari kursinya. "Apa?""Kenapa mereka bisa tahu?""Dengar-dengar Windy sudah ditangkap. Dia dan ayahmu bekerja sama memindahkan uang itu. Mereka ternyata sudah lama merencanakan untuk hidup di luar negeri. Kalau saja ayahmu nggak tertangkap, mereka pasti sudah lama hidup bebas tanpa tersentuh hukum."Meskipun suara Flora mengandung sedikit kepuasan karena akhirnya mengetahui kebenaran, tak lama kemudian dia kembali menangis. "Faye ... apa yang harus kita lakukan sekarang?"Faye memejamkan mata. Ayahnya memang sudah masuk penjara. Namun, dia juga meninggalkan kekacauan besar yang kini harus ditanggung oleh diriny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 253

    Brielle kerap memanfaatkan urusan pekerjaan untuk muncul di sisi Raka, maksudnya jelas sekali."Bu Devina, saya antar Anda ke atas." Resepsionis menyambutnya dengan ramah.Devina tersenyum tipis, lalu menenteng tas dan melangkah menuju lift pribadi milik Raka.Sore harinya, Brielle menghadiri rapat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 248

    Brielle mengangguk. "Ayo!"Brielle juga ingin mencari tempat yang tenang sebentar.Keduanya berjalan menuju balkon sambil mengobrol. Tak jauh dari sana, Raka melihat pemandangan itu. Tangannya yang memegang gelas pun menegang.Devina menyadari perhatian Raka teralihkan. Dia bertanya dengan lembut, "

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 203

    Tatapan Raka menyelidik seolah bertanya apakah Brielle sudah memberi tahu putri mereka soal perceraian. Brielle menatapnya beberapa detik. Enam tahun menjadi suami istri, sorot matanya tetap bisa terbaca dengan mudah oleh Raka."Mama sedang sibuk dengan pekerjaannya belakangan ini, biarkan Mama beri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 205

    Brielle juga sudah memperhatikan konferensi itu. Itu adalah sebuah forum diskusi ilmiah yang diikuti banyak lembaga riset dalam negeri. Dia pun mengangguk. "Oke, setelah aku mengatur urusan anakku, kita bisa ikut bersama."....Grup Pramudita.Setelah mendapat kabar bahwa pemasok harus diganti dan k

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status