مشاركة

Bab 1212

مؤلف: Ayesha
Yang dia inginkan hanyalah menyingkirkan pebisnis penuh catatan buruk seperti Declan, agar tidak lagi berbuat semena-mena di dunia bisnis. Kebangkrutan Keluarga Datau bukan sekadar hasil, tapi juga sebuah peringatan bagi pihak luar.

"Baik, Pak Raka. Untuk urusan selanjutnya, kami akan memproses sesuai prosedur bisnis normal."

"Mm," jawab Raka singkat.

Gavin juga paham, tujuan bosnya sudah tercapai. Sisa-sisa yang ditinggalkan Keluarga Datau sudah tidak layak lagi menarik perhatiannya. Badai yang
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Herawati Wiria
raka ....semangat yaah....mudah2an kesalahanmu menjadi pelajaran mu...Aamiin semangat
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1541

    Anya juga memberikan kartu ucapan ulang tahun yang dibuatnya sendiri kepada Raka. Raka melihat tulisan tangan putrinya yang ditulis dengan sungguh-sungguh.[ Papa, selamat ulang tahun. Aku akan selalu, selalu mencintaimu! ]Mata Raka langsung memerah.Melihat putri kecilnya, dia baru benar-benar menyadari bahwa Anya telah tumbuh besar. Dia bukan lagi anak kecil yang setiap saat harus digendong dan dibujuk olehnya.Raka mengusap lembut puncak kepala putrinya dan berkata, "Terima kasih, sayangnya Papa."Setelah lewat pukul sembilan, Brielle juga harus pulang. Halaman rumah malam ini dihias dengan sangat indah dan Anya masih belum ingin pulang. Brielle pun mengizinkannya tetap tinggal, lalu membawa tasnya dan keluar lebih dulu.Baru saja melangkah keluar, dia mendengar suara langkah kaki dari belakang. Saat menoleh, dia melihat Raka membawa kantong hadiah dan menyusulnya."Boleh nebeng mobilmu?" tanya Raka sambil tersenyum. Lalu dia menambahkan, "Aku minum alkohol malam ini."Brielle meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1540

    Kini, melihat pemandangan di hadapannya, dia akhirnya mengerti. Semua yang telah dia lakukan adalah demi saat seperti ini. Agar keluarganya dapat hidup tenang, bahagia, dan tanpa kekhawatiran."Kak, kok melamun sih? Ini ulang tahunmu, 'kan? Cepat ke sini!" Raline melambaikan tangannya sambil memanggil Raka."Raka, kami tinggal menunggumu." Emily juga melambaikan tangan kepadanya.Raka pun tersadar. Senyum lembut perlahan muncul di matanya. Dia melangkah maju, lalu berjalan menuju cahaya hangat yang seakan memang menyala untuk dirinya."Papa!" Anya turun dari kursinya, lalu berlari menghampiri seperti seekor burung kecil yang riang.Raka langsung mengangkat putrinya ke dalam pelukan, lalu menggendongnya menuju meja makan dan mendudukkannya di samping Brielle. Setelah itu, dia duduk di kursi yang berada tepat di seberang Brielle. Tatapannya secara alami tertuju pada wanita itu.Brielle mengangkat kepala menatapnya. Kali ini, dia tidak menghindari pandangan Raka. Dengan suara pelan, dia b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1539

    "Sudahlah, jangan asal bicara. Ayo, temani aku beli pena untuknya," kata Brielle sambil menarik tangan Syahira.Syahira tidak melanjutkan godaannya. Meski dia tidak mengatakannya, Brielle sebenarnya juga tahu. Raka sudah melakukan begitu banyak hal. Tujuannya sudah sangat jelas."Ayo. Tapi kamu yakin mau kasih dia pena?""Ya." Brielle mengangguk dengan mantap. "Aku sudah yakin.""Pena juga boleh sih. Siapa tahu Raka malah berpikir suatu hari nanti dia akan pakai pena itu untuk menandatangani surat rujuk kalian."Makin dipikirkan, tebakan Syahira makin tidak masuk akal.Brielle meliriknya. "Syahira.""Ya, ya, aku nggak akan bercanda lagi. Ayo, di depan ada toko Montblanc." Kali ini Syahira benar-benar berhenti menggodanya.Setelah membeli pena itu, Brielle menemani Syahira berkeliling toko pakaian anak. Brielle juga membeli tiga set pakaian untuk bayi Syahira.Pukul 3 sore, Brielle pulang ke rumah. Dia tidak berniat datang terlalu awal ke rumah Keluarga Pramudita. Dia baru berangkat set

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1538

    Tatapan Raka seketika menjadi makin dalam.Brielle mengenakan pakaian kasual dengan warna-warna lembut yang membuat sosoknya memancarkan aura wanita yang anggun dan cocok menjadi istri serta ibu dalam sebuah keluarga.Tak lama kemudian, Lastri pulang. Ketika melihat Brielle sudah berada di rumah, dia tersenyum."Nyonya, silakan duduk dulu. Sebentar lagi aku buatkan pangsit untuk kalian.""Bi Lastri, ada yang bisa kubantu?" tanya Brielle."Nggak usah. Masih belum terlalu malam, aku masih sanggup mengerjakannya sendiri."Lastri sama sekali tidak ingin mengganggu kebersamaan keluarga kecil mereka. Setelah masuk ke dapur, dia bahkan menutup pintu.Brielle duduk di samping putrinya tanpa mengganggu Anya yang sedang berkonsentrasi berpikir.Saat itu, Raka menoleh kepadanya. "Lusa malam ... apa kamu ada waktu?"Brielle langsung mengerti apa yang dia maksud. Itu hari ulang tahun Raka. "Ada," jawab Brielle pelan.Anya mengangkat kepala dan memandang ayahnya dengan heran. "Papa, kenapa Papa ngga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1537

    Di dalam negeri, hari sudah pagi. Brielle merapikan dokumen yang semalam belum sempat dia selesaikan karena lembur, lalu memasukkannya ke tas laptop.Saat turun ke lantai bawah, Anya masih bermain tebak benda bersama Gaga di sofa ruang tamu.Rasa bersalah seketika menyelimuti hati Brielle. Karena pekerjaan, waktu yang bisa dia habiskan bersama putrinya memang masih terlalu sedikit.Dia meletakkan tas laptopnya, lalu menghampiri Anya. "Hari ini Mama akan pulang lebih cepat supaya bisa menemani kamu, ya.""Ma, ulang tahun Papa sebentar lagi. Apa Mama akan menyiapkan hadiah ulang tahun untuk Papa?" Anya mendongak dan bertanya.Brielle sedikit tertegun. Ulang tahun Raka? Benar .... Tanggal 12 Agustus adalah hari ulang tahunnya.Selama mereka masih menikah, setiap tahun dia selalu mengingat tanggal itu. Namun, setelah bercerai selama tiga tahun, dia sudah hampir melupakannya. Atau lebih tepatnya, dia memang tak lagi sengaja mengingat tanggal itu."Ya, Mama akan siapkan hadiah buat Papa." Br

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1536

    Sejak kecil, yang dia terima hanyalah pukulan dan bentakan.Saat beranjak remaja, ibunya membiarkannya hidup tanpa perhatian. Baru setelah Devina berhasil mengubah nasib dengan berada di sisi Raka, sang ibu perlahan mulai bersikap baik kepadanya.Namun, kini ucapan ibunya membuat Devina akhirnya mengerti. Selama bertahun-tahun, meski dia telah memberi ibunya kehidupan yang serba berkecukupan, pada akhirnya dia tetap tidak pernah mendapatkan sedikit pun perhatian atau kasih sayang dari ibunya.Padahal dirinya pernah dipuja oleh jutaan penggemar, pernah dijuluki sebagai dewi piano kelas dunia. Bagaimana bisa harga dirinya yang begitu tinggi harus jatuh hingga ke titik seperti ini?"Devina, Jay ... Jay itu dulu pernah suka sama kamu, 'kan? Memang sekarang dia sudah menikah, tapi kamu masih bisa mencarinya! Minta saja sedikit belas kasihan darinya. Pasti sudah cukup untuk melunasi utang Ibu, 'kan?""Diam!" Devina membentak dengan marah. Suara tajamnya hampir memekakkan telinga. Dia menatap

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 387

    Setibanya di restoran, Faye sudah mengganti setelan profesionalnya dari siang tadi dengan gaun bertali bahu yang penuh pesona. Sementara itu, Brielle masih mengenakan kemeja putih dan celana jeans gelap. Penampilannya sederhana, tetapi segar.Di dalam ruang VIP, semua orang sedang asyik membicarakan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 390

    Di laboratorium, Brielle melapor kepada Madeline bahwa dia akan pergi ke MD untuk menetap selama dua bulan. Hal ini membuat Madeline cukup terkejut."Bukankah Raka selalu mendesak agar proyek di tanganmu cepat selesai? Kenapa tiba-tiba kamu dipindahkan ke MD?" tanya Madeline dengan bingung."Kali in

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 379

    Tak lama kemudian, Raka keluar dari ruang rapat dengan langkah cepat menuju area lift. Wajahnya tampak tegang, ekspresinya menunjukkan bahwa pikirannya masih penuh dengan gelang giok itu.Begitu tiba di mobil, dia langsung memerintahkan Gavin untuk menelusuri rekaman CCTV hotel tempat dia turun mala

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 376

    Raka menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Di dalam ruang makan pribadi itu, semua adalah teman-teman dari kalangan Devina. Di atas meja ada kue besar bertuliskan ucapan selamat. Jelas ini pesta kecil untuk merayakan penghargaan yang baru saja diraihnya."Kak, maaf ya! Aku benar-benar nggak berma

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status