Share

Bab 141

Penulis: Ayesha
Namun di mata Raka, Brielle seolah tidak pernah ada. Bahkan jika Brielle menyerahkan hatinya, pria itu tetap tak akan peduli.

"Ayo naik! Malam ini aku yang traktir," ucap Brielle dengan lugas.

"Kalau begitu, aku nggak akan sungkan," jawab Syahira.

Keduanya pun melangkah masuk ke dalam lift. Tepat saat itu, lift naik dari arah basemen. Begitu pintu terbuka, keduanya sontak terdiam dan menyingkir ke sisi berbeda. Betapa kebetulannya, yang muncul adalah Raka bersama Devina.

Devina sempat menutup bi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Indrawati Iin
aku suka author tidak bertele-tele, mantap thor, buat mereka terdiam ga bisa berkomentar apa " atas kehebatan Brie...
goodnovel comment avatar
Renadwijo
Ruuaaarrr biasah Brie.....aku padamulah Brie...
goodnovel comment avatar
Jihan Dwi Annisa
brengsek banget si Raka..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1008

    Sejak awal penelitian, Brielle sudah memusatkan perhatian pada satu hal, yaitu melepaskan status Devina sebagai satu-satunya donor.Brielle lebih memilih menghabiskan sepuluh bahkan seratus kali lebih banyak energi untuk penelitiannya daripada suatu hari harus bergantung dan memohon pada orang lain.Kali ini, selain melakukan terapi untuk Raline, dia juga memisahkan satu proyek penelitian lain. Dia menggunakan sampel darahnya sendiri untuk mencari kemungkinan adanya reaksi antibodi khusus di antara kerabat sedarah langsung.Gagasan ini bukan muncul begitu saja. Sejak kemungkinan putrinya mewarisi penyakit itu diketahui, ide tersebut sudah ada di benaknya.Sebagai seorang ibu, dia tidak bisa menerima bahwa masa depan putrinya akan bergantung pada orang luar seperti Devina yang memiliki niat buruk dan sewaktu-waktu bisa menggunakan nyawanya sebagai ancaman.Raka memilih untuk berkompromi dan berurusan dengannya, tetapi Brielle tidak bisa melakukan hal yang sama. Pilihannya adalah mematah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1007

    "Brielle, kamu lihat bekas luka di pergelangan tangan Devina? Tindakannya memotong pergelangan tangan itu kemungkinan besar hanya cara untuk mengendalikan Pak Raka."Brielle mengerutkan kening. Dengan status Devina sebagai satu-satunya donor di dunia, dia memang bisa menggunakan nyawanya sendiri untuk mengendalikan Raka kapan saja. Jadi, apa pun yang dia inginkan, Raka harus memenuhinya.Termasuk mengorbankan pernikahannya.Brielle teringat kejadian di kolam renang waktu itu. Devina sengaja menjegalnya, lalu menariknya ke dalam air. Dia sudah yakin bahwa Raka akan melompat lebih dulu untuk menyelamatkannya, karena di tubuhnya terikat nyawa tiga generasi Keluarga Pramudita.Hari itu, Brielle juga masih ingat bagaimana Raka memeriksa keadaannya dengan cemas, serta ekspresi bangga dan puas di wajah Devina. Saat itu Brielle mengira semua itu adalah bukti bahwa Raka mencintainya.Lalu kejadian di meja makan ... ketika Devina sengaja minum alkohol hingga Raka merebut gelasnya. Dulu dia mengi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1006

    Masa observasi 48 jam itu memang sangat melelahkan, tetapi dia tetap harus melewatinya.Pukul lima pagi, Brielle akhirnya beristirahat di ruang istirahat. Seorang perawat mengantarkan satu set perlengkapan mandi untuknya.Keesokan paginya ketika Brielle membuka mata, dia mendapati ada sebuah koper di sampingnya. Itu adalah kopernya sendiri. Sepertinya Lastri telah membereskan beberapa pakaian hangat untuknya lalu meminta Raka membawanya ke sini.Di tubuh Brielle juga ada tambahan sebuah selimut, yang juga berasal dari rumahnya.Brielle menggosok pelipisnya dan langsung tahu siapa yang menyelimutinya.Setelah berjaga selama tiga hari dua malam, Raline akhirnya berhasil melewati masa aman dari efek obat. Ini adalah hal yang membuat Brielle sangat gembira.Tentu saja, dengan dukungan data ilmiah yang ketat, semuanya tetap berada dalam kendali. Teori Brielle menopang eksperimen ini dan ada harapan besar untuk berhasil menembusnya."Brielle, kalau kamu berhasil, maka pasien penyakit darah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1005

    Raline menggelengkan kepala, matanya berbinar terang. "Kak, aku nggak apa-apa. Aku baik-baik saja." Setelah berkata demikian, dia segera menambahkan dengan tergesa, "Kalau aku nggak apa-apa, berarti selanjutnya kita bisa menyelamatkan Ibu, 'kan?"Baru saat itu Raka mengalihkan pandangannya ke Brielle. "Bagaimana data eksperimen tahap kedua?""Cukup bagus," jawab Brielle dengan nada tenang. "Toleransi adikmu terhadap obat bahkan lebih baik dari yang aku perkirakan. Indikator kunci juga menunjukkan perbaikan yang jelas."Raka menatapnya lalu sedikit mengangguk. "Kerja kerasmu nggak sia-sia. Berapa lama lagi perlu pengamatan lanjutan?""Setidaknya masih perlu pemantauan ketat selama 48 jam," jawab Brielle secara profesional."Malam ini aku akan minta Doktor Smith datang untuk melakukan pemantauan. Kamu pulang dan istirahat saja," kata Raka dengan suara rendah dan terkesan peduli."Nggak perlu. Kamu saja yang jaga Anya. Aku tetap di sini," jawab Brielle."Kak Brielle, sebaiknya kamu dengar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1004

    Devina juga tidak sungkan. Setelah Jay menyuapinya menghabiskan semangkuk bubur itu, dia menyeka sudut bibirnya lalu bersandar di sofa. Dengan suara pelan dia bergumam, "Terima kasih, Jay. Untung masih ada kamu di sisiku."Devina memejamkan mata setengah, seluruh tubuhnya meringkuk di dalam selimut. Dia tampak sangat rapuh dan membuat orang merasa iba.Melihat kondisinya, Jay semakin yakin akan satu hal di dalam hatinya. Hubungan antara Devina dan Raka pasti sedang bermasalah."Devina, katakan padaku, gimana sebenarnya sikap Raka padamu sekarang?" tanya Jay dengan khawatir.Devina perlahan membuka matanya. Sudut matanya tampak berkaca-kaca. Dia menatap Jay dengan tatapan bingung dan sedih. Lalu dia menghela napas pelan, suaranya penuh kesedihan."Jay, menurutmu ... kalau seseorang sudah berusaha selama 10 tahun tapi tetap nggak mendapatkan apa yang dia inginkan, apakah ... seharusnya dia menyerah?"Hati Jay tiba-tiba terasa berat. "Devina, kamu dan Raka ...."Devina tersenyum getir, la

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1003

    Wajah Devina tiba-tiba menjadi semakin pucat. Dia menatap Jay. Meskipun pria itu masih tersenyum cerah dengan tatapan lembut, dia tahu ada sesuatu yang sudah berubah. Dan semua ini terjadi sejak kemunculan Siria.Jay merasa sedikit canggung ditatap dengan mata penuh perasaan seperti itu. Dia menggaruk bagian belakang kepalanya, lalu berkata, "Devina, ada apa denganmu hari ini? Kenapa kamu terlihat sedih sekali? Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Raka?"Pada saat itu, pelayan datang membawa semangkuk bubur bergizi. Dia meletakkannya di meja depan sofa, lalu berkata kepada Devina, "Nona Devina, buburnya sudah siap.""Baik, letakkan di sini," kata Devina. Setelah itu dia bangkit ingin mengambil bubur tersebut, tetapi tiba-tiba dia mengeluarkan rintih kesakitan."Ada apa?" tanya Jay dengan khawatir.Devina duduk kembali. Lalu dia mengangkat sedikit bagian lengan di tempat bekas pengambilan darah, memperlihatkan luka yang baru saja berdarah. Kulitnya yang putih tampak dipenuhi memar kebiru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 92

    Brielle sedang merapikan dokumen. Kemeja putih berbahan sutra yang dikenakannya tampak bersih tanpa noda. Rambut hitamnya diikat rapi ke belakang kepala, kulitnya seputih salju. Di dalam ruang rapat sore itu, kehadirannya tampak sangat mencolok.Harvis mendorong pintu masuk. Dia sempat terpana beber

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 108

    Harvis mengambil kontrak itu dan membukanya pada halaman pernyataan pengalihan. "Ayahmu yang memberi izin pada Raka untuk memegang sampel donor ini. Secara hukum, pemberiannya sah."Air mata Brielle menggenang saat menatap halaman itu. Di sana memang tertera tanda tangan ayahnya.Kenapa? Bagaimana R

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 77

    Di foto kedua, Anya tampak duduk di atas kuda poni berwarna merah, tertawa riang sambil membentuk tanda peace dengan jarinya ke arah kamera Devina.Foto-foto itu membuat dada Brielle terasa sesak dan sakit. Baru sehari dia tidak di rumah, Raka sudah membawa putri mereka bertemu dengan Devina.Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 84

    "Aku lagi kerja. Kalau nggak ada hal penting, jangan ganggu aku." Brielle menutup telepon Raka dengan dingin.Saat ini, dia benar-benar sibuk. Sampel hidup yang telah dia kembangkan selama dua jam itu harus terus dipantau. Dia tidak boleh kehilangan fokus sedetik pun.Brielle meletakkan ponselnya di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status