Share

Bab 141

Penulis: Ayesha
Namun di mata Raka, Brielle seolah tidak pernah ada. Bahkan jika Brielle menyerahkan hatinya, pria itu tetap tak akan peduli.

"Ayo naik! Malam ini aku yang traktir," ucap Brielle dengan lugas.

"Kalau begitu, aku nggak akan sungkan," jawab Syahira.

Keduanya pun melangkah masuk ke dalam lift. Tepat saat itu, lift naik dari arah basemen. Begitu pintu terbuka, keduanya sontak terdiam dan menyingkir ke sisi berbeda. Betapa kebetulannya, yang muncul adalah Raka bersama Devina.

Devina sempat menutup bi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Hebat Brielle , sya suka cewe jenius , cantik , rendah hati , cepat cerai Brielle jgn mau balik sama suami bekas pelakor...
goodnovel comment avatar
Heni Haweer
top bgt brie.. genius cantik tegas hempaskan raka dan Devina dan teman2
goodnovel comment avatar
Indrawati Iin
aku suka author tidak bertele-tele, mantap thor, buat mereka terdiam ga bisa berkomentar apa " atas kehebatan Brie...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1555

    Brielle kembali duduk di kursinya. Saat itu, para pelayan mulai menghidangkan makanan penutup. Di depan setiap orang diletakkan semangkuk kecil mango sago.Tampilannya begitu menggugah selera.Namun, Raka tidak menyentuh bagiannya. Dia hanya mendorong mangkuk itu perlahan ke depan Brielle. "Buat kamu saja."Suaranya rendah, dengan nada yang samar-samar terdengar seperti sedang membujuk.Brielle menatapnya beberapa saat, lalu mengambil sendok dan mulai menyantapnya. Tiba-tiba, sebuah pikiran muncul di benaknya. Apa tadi sikapnya sedikit keterlaluan?Bagaimanapun juga, hari ini Raka adalah salah satu tokoh utama dalam pesta perayaan ini sekaligus presdir Pramudita Biotech. Kalau dipikir-pikir, semua sikap anehnya tadi mungkin juga karena ....Brielle menghentikan pikirannya di situ. Dia menghabiskan mango sago miliknya dalam beberapa suapan. Setelah itu, dia mengambil mangkuk milik Raka dan ikut menghabiskannya.Raka menatapnya. Kesuraman di matanya perlahan menghilang, sementara sudut b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1554

    Melihat hidangan mulai disajikan, Brielle baru menyadari bahwa dia memang sudah lapar.Dia mengangguk. "Baiklah, kita makan dulu saja. Jangan sampai perut kosong."Brielle sedang berpikir ingin mengambil lauk apa, ketika Raka mengangkat sendok saji dan mengambil bagian perut ikan kukus yang paling lembut, lalu meletakkannya ke piring Brielle dengan alami.Bersamaan dengan itu, dia berkata kepada Harvis, "Profesor Harvis memang sosok berbakat di bidang ini. Cara berpikirmu selalu visioner. Aku benar-benar kagum."Brielle mengedip pelan, lalu menoleh ke arah pria di sampingnya.Nada bicara Raka terdengar tenang, tak ada yang aneh. Namun entah mengapa, Brielle merasa ada makna lain yang tersirat di balik ucapannya.Harvis tersenyum tipis sambil mendorong kacamatanya. "Pak Raka terlalu memujiku. Aku hanya berusaha menjalankan pekerjaanku sebaik mungkin."Brielle kembali menatap Raka dengan sorot mata yang seolah sedang mengamatinya.Raka menyadari tatapannya, tetapi tidak membalas pandanga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1553

    Siang harinya, Raka mentraktir seluruh anggota tim proyek makan bersama di aula perjamuan. Malam harinya, dia juga telah menyiapkan sebuah pesta perayaan berskala besar.Tim Harvis kini telah berkembang menjadi lebih dari 30 orang. Ditambah para asisten dan staf dari berbagai divisi, total ada lima meja yang terisi di aula perjamuan.Brielle duduk bersama tim Harvis di salah satu meja.Raka datang sedikit lebih lambat, tetapi kursi di samping Brielle sengaja dibiarkan kosong untuknya. Seolah semua orang sudah memiliki kesepahaman bahwa tempat di sebelah Brielle memang disediakan bagi Raka.Brielle tidak menyadari hal itu. Dia sedang mendengarkan Harvis menjelaskan rencana proyek berikutnya. Saat membahas topik yang berkaitan dengan bidang mereka, Brielle dan Harvis memang memiliki perasaan seolah menemukan seseorang yang benar-benar memahami diri masing-masing.Seakan ada hal-hal yang tak perlu Brielle ucapkan karena Harvis sudah bisa menebaknya. Begitu pula sebaliknya. Harvis kadang h

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1552

    Brielle tidak menghampirinya, melainkan berjalan ke arah Harvis yang sedang berada di samping panggung.Tatapan Raka mengikuti langkahnya. Saat melihat Brielle menyapa dan mengobrol dengan Harvis, dia mendorong pelan kacamata di pangkal hidungnya. Di balik wajahnya yang tampak tenang dan elegan, tersirat gejolak yang sulit disembunyikan.Kemudian, Raka berkata kepada para tamu di sampingnya, "Permisi sebentar."Dengan satu tangan dimasukkan ke saku celana, dia melangkah ke arah Brielle.Brielle sedang menanyakan kondisi Harvis ketika sebuah suara pria yang rendah terdengar dari belakangnya. "Kamu cantik sekali."Brielle menoleh. Tatapan Raka tertuju lurus kepadanya."Terima kasih." Brielle menatapnya sejenak. Kacamata yang dipakainya hari ini ternyata adalah kacamata yang dulu pernah dia hadiahkan kepada Raka.Harvis berkata kepada Brielle, "Brielle, kalian ke tempat duduk kalian saja. Acara akan segera dimulai."Brielle mengangguk. Dia tidak ingin mengganggu persiapan terakhir Harvis,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1551

    Di balik jendela kaca besar, panorama cakrawala kota terbentang luas.Harvis telah pulih dengan sangat baik. Dia mengenakan pakaian rumahan yang nyaman. Wajahnya tampak segar seperti biasa, sorot matanya masih memancarkan kelembutan yang khas.Dibandingkan tiga tahun lalu, kini dia terlihat jauh lebih dewasa."Silakan duduk," kata Harvis. "Mau minum apa? Teh, kopi, atau jus?""Biar aku ambil sendiri." Brielle tidak ingin merepotkannya. Dia kemudian membawa dua gelas air hangat dan kembali duduk.Tatapannya penuh perhatian saat mengamati Harvis. "Gimana keadaanmu? Masih sakit?""Jauh lebih baik. Hanya lukanya mulai terasa gatal karena sedang tumbuh jaringan baru." Harvis tersenyum sambil menggenggam gelasnya. "Jangan khawatir. Dokter bilang pemulihanku berjalan sangat baik."Mendengar itu, Brielle pun merasa lega.Tak lama kemudian, ponsel Harvis berdering. Ternyata telepon dari pengacaranya. Setelah menyelesaikan panggilan itu, dia menoleh kepada Brielle."Vonis untuk Faye kemungkinan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1550

    Tetap saja, dia terlalu gegabah. Padahal dia sudah berkali-kali mengingatkan dirinya untuk melangkah perlahan.Namun barusan, saat melihat Brielle memejamkan mata, dengan sudut mata yang berkilau oleh cairan obat sehingga membuatnya tampak begitu rapuh, kebanggaannya atas akal sehat dan pengendalian dirinya seketika runtuh.Yang dia inginkan hanyalah mendekati Brielle dan menyentuhnya, meski hanya dengan sentuhan yang sangat ringan.Kini, dia justru mulai menyesal. Kenapa tadi dia tidak memastikan lebih dulu apakah Brielle masih merasa jijik padanya atau masih menolaknya?Dia bisa merasakan setiap perubahan emosi Brielle terhadap dirinya. Dari rasa benci dan penolakan sebelum perceraian, lalu kebencian setelah mereka resmi bercerai, hingga setahun yang lalu ketika tatapan Brielle akhirnya kembali tenang.Tak ada lagi kebencian, tak ada lagi keluhan. Yang tersisa hanyalah sikap acuh tak acuh. Ekspresi itu jauh lebih membuatnya gelisah daripada kebencian. Seolah dirinya benar-benar telah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 768

    Brielle mengerutkan kening. Dengan ekspresi dingin, dia melangkah melewati Raka tanpa menoleh."Sepertinya aku harus mengucapkan selamat padamu," ujar Raka. Ujung alisnya yang tajam terangkat, sorot matanya yang gelap memancarkan dingin.Brielle tahu apa maksudnya. Raka mengira hubungannya dengan Ni

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 773

    "Lepaskan aku." Brielle meronta dan berusaha mendorong Raka menjauh.Pada saat itu, di kursi sebelah, seorang penumpang wanita tampaknya tidak mengenakan sabuk pengaman dengan benar. Tubuhnya terlempar ke arah lorong dan dia menjerit histeris.Lengan Raka mengunci pinggang Brielle dengan kuat. Satu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 759

    Malam hari, Brielle sedang membereskan beberapa urusan pekerjaan. Pukul 9 malam, dia menerima pesan dari Niro yang mengatakan bahwa dirinya sudah tiba di Amadeus dan besok pagi akan menemaninya terbang ke Kyoza.[ Besok jam 8 pagi aku jemput kamu ke bandara. ]Brielle sebenarnya tidak ingin merepotk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 784

    Xena berdiri di samping, menatap Brielle yang sudah melangkah masuk ke lobi. Dia tak kuasa bertanya kepada Faye, "Faye, tadi yang antar Brielle pulang itu siapa?"Naik mobil mewah dan juga tampan.Faye menjawab singkat, "Lambert, presdir Grup Seraphine."Xena langsung terkejut dalam hati. Tak disang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status