Share

Bab 189

Penulis: Ayesha
Rapat dimulai. Perwakilan dari berbagai cabang naik ke panggung untuk melaporkan hasil kerja. Raka duduk di kursi tengah barisan pertama, mendengarkan laporan satu per satu.

Tak lama kemudian, giliran Jared naik ke panggung. Hasil penelitiannya membuat semua orang yang hadir terkagum-kagum. Perpaduan sempurna antara AI dan dunia medis jelas menjadi fokus masa depan semua pihak.

Setelah tepuk tangan meriah bergema, Jared kembali ke tempat duduknya. Dia mencondongkan badan ke arah Brielle, berbisi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
brielle hanya menginginkan perceraian secepatnya selesai terpaksa menyetujui syarat Raka yg ga masuk akal itu....tp 5 th bukan wkt yg lama...kalau mmg nanti nya Lambert ato siapapun yg berniat serius dgn brielle seharusnya menunggu 5th pun bukan hal yg sulit..biarkan Raka menyesal seumur hidupnya
goodnovel comment avatar
Fabriana Cannavaro
Brieli oncom bgt harusnya perjanjianya tuntut raka juga donk biar dia ga bs nikah juga selama 5 tahun enak aja dikerjain kaya gt mana pembagian hartanya jd dikit, mending lewat jalur hukum , pembagianya set ngah, udh dibilang ama temenya jgn buru2 dia cerai jg sama aja ga bs cari laki2 lain
goodnovel comment avatar
Lianzzah
pede x loo... jgn kepedean nanti nangis..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1396

    Saat Brielle melangkah masuk ke lobi gedung apartemen, tanpa diduga dia berpapasan langsung dengan pria yang baru keluar dari lift. Raka mengenakan kemeja gelap dengan jas tersampir di lengannya. Rambutnya juga ditata dengan rapi dan elegan. Jelas dia hendak pergi keluar.Langkah Raka tanpa sadar terhenti.Setelah bercerai, penampilan Brielle yang paling sering dilihatnya adalah saat mengenakan jas laboratorium putih di ruang penelitian, sosoknya yang penuh percaya diri di atas podium, atau penampilannya yang anggun di berbagai jamuan makan malam.Namun, sudah sangat lama dia tidak melihat Brielle seperti sekarang. Penuh semangat hidup.Sinar matahari pagi menyinari dari belakang tubuhnya. Dengan tinggi sekitar 168 cm, pakaian olahraga ketat yang dikenakannya membentuk siluet tubuh yang ramping tetapi tetap proporsional. Beberapa helai rambut yang basah oleh keringat menempel di pipinya.Entah mengapa, pemandangan itu memancarkan daya tarik yang sulit dijelaskan. Raka langsung merasa t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1395

    Raka mengulurkan tangan menerima obat itu. Dia menelan tablet tersebut dengan bantuan air hangat, lalu mengangkat pandangan ke wajah Brielle."Terima kasih." Suaranya terdengar pelan.Brielle membuang gelas kertas bekas pakai, lalu menyerahkan kotak obat itu kepadanya. "Nanti bawa pulang dan lanjutkan minumnya di rumah."Setelah itu, Brielle kembali masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju area parkir bawah tanah apartemen.Raka kembali memejamkan mata, seolah tertidur. Ketika Brielle selesai memarkir mobil, Raka perlahan membuka mata. Rasa sakit di lambungnya tampaknya sudah sedikit mereda. Dia membuka pintu dan turun dari mobil. Keduanya berjalan berdampingan menuju lift."Brielle, terima kasih untuk malam ini," kata Raka akhirnya dengan nada rendah dan sungguh-sungguh."Nggak usah berterima kasih."Brielle mengatupkan bibirnya pelan. Baginya, tidak peduli apakah itu Raka, Kak Harvis, atau siapa pun yang sedang dia antar, dia tetap akan melakukan hal yang sama.Raka menatapny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1394

    Pria itu mengikuti dari belakang. Dia membuka pintu kursi penumpang depan, lalu membungkuk dan masuk ke dalam mobil. Saat Brielle hendak menyalakan mobil, dia menoleh dan menyadari bahwa Raka belum mengenakan sabuk pengaman. Dia bersandar di kursi dengan mata sedikit terpejam, seolah lupa."Sabuk pengaman," ucap Brielle mengingatkan.Raka perlahan membuka mata dan menoleh ke arahnya. Tatapannya tampak sedikit kabur karena pengaruh alkohol. Dia mencoba menarik sabuk pengaman, tetapi setelah beberapa kali mencoba, tetap tidak berhasil menguncinya.Brielle mengernyit. Dia tidak punya pilihan selain membungkuk mendekat untuk membantunya.Raka membiarkannya memasangkan sabuk pengaman.Namun tepat saat Brielle hendak menarik kembali tangannya, telapak tangan pria itu tiba-tiba menggenggam pergelangan tangannya dengan lembut. Hawa panas dari telapak tangannya membuat napas Brielle sedikit tertahan. Dia langsung mengangkat kepala dan menatapnya dengan alis berkerut."Jangan macam-macam."Raka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1393

    Brielle kembali menoleh dan meliriknya sekilas, lalu dengan santai mengangkat cangkir teh dan menyesapnya. Rekan-rekan kerja di sekitarnya tidak memperhatikan hal itu sama sekali. Di meja makan, perhatian seperti itu terlihat terlalu biasa dan wajar.Setelah itu, Raka benar-benar tidak menyentuh gelas anggurnya lagi. Dia hanya mengambil beberapa suap makanan dengan tenang dan perlahan.Tak lama kemudian, Harvis kembali dari toilet. Jelas terlihat bahwa dia sudah cukup mabuk, tetapi kesadarannya masih terjaga. Dia menoleh kepada Brielle dan bertanya, "Sudah kenyang?"Brielle mengangguk. "Sudah. Kamu juga makan sedikit lagi."Harvis mengangguk. Seseorang di sampingnya menyerahkan sebotol air mineral. Harvis menerimanya dan mulai minum.Di bawah cahaya lampu, aura lembut dan berwibawa yang dimilikinya tampak semakin menonjol, membuat beberapa rekan kerja wanita muda diam-diam melirik ke arahnya. Di perusahaan, sebenarnya tidak sedikit orang yang menyukai Harvis.Hanya saja, selama ini Har

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1392

    Setelah itu, para anggota tim kembali bergantian datang untuk bersulang dengan Harvis.Bagaimanapun juga, dia adalah pemimpin tim sekaligus salah satu kontributor terbesar proyek ini.Harvis jelas tidak pandai menolak. Sambil tersenyum, dia terus melayani ajakan bersulang satu demi satu. Ditambah lagi, dia memang tidak terlalu kuat minum alkohol dan wajahnya mudah memerah. Tak lama kemudian, pipinya mulai terlihat kemerahan.Saat melihat masih ada orang yang hendak datang untuk bersulang, Brielle teringat bahwa kemampuan minum Harvis jelas tidak sebaik Raka yang duduk di seberang. Dia pun tersenyum kepada rekan yang hendak mengangkat gelas dan berkata, "Sudahlah, jangan paksa Kak Harvis lagi."Kalimat itu belum sempat diproses oleh Harvis. Namun, jari-jari pria di seberang yang sedang menggenggam gelas anggur langsung menegang.Tatapan dalam Raka terkunci pada wajah Brielle. Dia melihat senyum lembut di wajah wanita itu saat membela Harvis dan membantunya menolak minuman, seperti seora

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1391

    Tatapan Raka menyapu kerumunan orang, lalu berhenti tepat pada Brielle yang duduk di ujung kiri meja panjang dekat jendela. Rambut panjangnya tergerai, senyum tipis menghiasi bibirnya, dan ekspresinya tampak sangat rileks. Di bawah cahaya lampu bernuansa hangat, seluruh dirinya seolah diselimuti lapisan cahaya lembut.Raka memandangnya selama beberapa detik sebelum akhirnya melangkah ke arahnya."Pak Raka sudah datang, ya." Seorang karyawan paruh baya menjadi orang pertama yang menyadarinya dan segera berdiri menyambut.Tak lama kemudian, seluruh karyawan yang duduk di meja panjang itu ikut berdiri menyambut sang bos besar.Kecuali Brielle.Brielle tampak sedikit terkejut. Dia sama sekali tidak tahu bahwa Raka akan datang."Pak Raka, silakan cari tempat duduk." Harvis berdiri dan menyapanya, lalu menoleh kepada Gavin. "Pak Gavin, silakan duduk juga."Gavin tersenyum dan mengangguk sebelum menarik sebuah kursi dan duduk.Di seberang Brielle ada satu kursi kosong. Di sebelahnya duduk Har

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 528

    Pekerjaan pendampingan Brielle di Kyoza berjalan sangat lancar. Tim dari Universitas Medis Militer Kyoza benar-benar luar biasa dan respons para peserta uji coba juga stabil. Efek obat berhasil diuji dengan akurat.Waktu berlalu cepat. Lima hari kemudian, Festival Pertengahan Musim Gugur tinggal seh

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 541

    Lambert menyadari gerakan Brielle. Dia seperti menangkap sesuatu dan pandangannya sedikit beralih ke arah ruang VIP.Makanan pun mulai dihidangkan. Lambert mengalihkan pembicaraan dengan topik anak-anak, membuat suasana seketika terasa lebih santai.Satu jam kemudian, Brielle dan Lambert selesai mak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 536

    Brielle memasang wajah dingin. Kilatan tidak setuju melintas di matanya. "Aku mau pergi atau nggak, nggak butuh persetujuanmu."Raka menatap tajam ke arahnya. "Brielle, jangan keras kepala. Apa yang bisa kuberikan padamu itu adalah sumber daya terbaik yang orang lain nggak akan bisa berikan."Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 529

    Brielle menggandeng tangan putrinya dan berkata kepada Raka, "Kamu lanjutkan pekerjaanmu! Anya ikut dengan aku."Anya bertanya dengan kaget, "Mama, kita nggak makan bersama Papa?"Brielle tersenyum lembut pada putrinya, "Nanti Mama ajak kamu jalan-jalan ke pusat kota, mau?""Tapi ... tapi aku ingin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status