Share

Bab 198

Author: Ayesha
"Profesor Louie, Bu Madeline, masalah ini akan aku tangani dengan baik. Aku pastikan nggak akan membuat nama universitas tercoreng," janji Brielle.

"Baiklah, tapi sebelum masalah ini selesai, sebaiknya kamu hentikan dulu proyek yang sedang kamu tangani. Untuk sementara, biar Faye yang menggantikan posisimu," kata Madeline.

Brielle mengangguk. Saat ini memang hanya Faye yang bisa menggantikannya.

Setelah Brielle pergi, Madeline memanggil Faye secara khusus untuk membicarakan hal ini. Faye tampak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Jihan Dwi Annisa
jangan kasih izin Brie..bisa bisa si Anya di pengaruhi sm bu Meira..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1012

    Cahaya yang sempat menyala di mata Raka kembali meredup, tertutup oleh pembuluh darah merah yang memenuhi matanya."Aku ambilkan air hangat untukmu." Dia berdiri dan berjalan ke arah meja minum, lalu menuangkan segelas air hangat untuk Brielle.Brielle tidak langsung menerimanya. Suara Raka kembali menjadi rendah seperti biasa. "Dokter menyarankan kamu harus lebih banyak minum air."Brielle akhirnya mengulurkan tangan dan mengambilnya. Setelah meneguk beberapa kali dia berkata, "Aku benar-benar sudah nggak apa-apa. Kamu bisa pergi."Raka tetap duduk di sana. "Aku akan pergi setelah kamu melakukan pemeriksaan jantung dan memastikan kamu benar-benar baik-baik saja.""Pemeriksaan jantung?" Brielle mengerutkan kening."Ya. Itu saran dokter." Raka mengangguk.Brielle menggeleng. "Nggak perlu. Aku tahu kondisi tubuhku sendiri.""Kalau memang benar begitu, kamu nggak akan pingsan sampai masuk rumah sakit," Raka mendengus pelan.Brielle terdiam."Kalau kamu nggak ingin mengalami nasib seperti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1011

    Semalam para perawat di meja jaga masih membicarakannya. Namun, hari ini dia malah melihat pria itu berubah beruban hanya dalam satu malam demi wanita yang terbaring di tempat tidur itu.Di antara rambut hitamnya yang tebal, helai-helai uban itu tampak semakin jelas. Meski tidak mengurangi ketampanannya, pemandangan itu tetap membuat orang merasa iba.Perawat itu diam-diam menyelesaikan pekerjaannya lalu keluar. Ketika dia menceritakannya kepada rekan-rekannya, semua orang terkejut. Meski mereka bekerja di rumah sakit dan sudah sering melihat berbagai tragedi manusia, kejadian rambut memutih dalam satu malam tetap jarang terjadi."Benarkah?""Benar. Karena dia terlalu tampan, semalam aku sampai melihatnya beberapa kali. Waktu itu rambutnya masih hitam semua. Tapi pagi ini waktu aku melihatnya lagi, sudah ada banyak uban di antara rambut hitamnya. Kalau tekanannya bertambah sedikit lagi, mungkin suatu hari rambutnya bisa benar-benar memutih.""Bu Brielle itu mantan istrinya, 'kan? Kalia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1010

    Smith menerima kabar bahwa Brielle pingsan. Pria yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu langsung berlari ke sana. Para perawat juga sudah menelepon ambulans darurat.Melihat wajah Brielle yang pucat, Smith ikut ketakutan. Dia segera menelepon Raka."Pak Raka, Bu Brielle pingsan ...."Di sisi lain telepon, pria yang memegang ponsel itu langsung kosong pikirannya selama beberapa detik. Ketika tersadar kembali, dia mencengkeram ponsel itu dengan kuat."Segera bawa ke rumah sakit. Aku akan segera datang."Lastri terbangun karena suara ketukan pintu. Dia segera mengenakan pakaian luar dan bangkit. Raka berdiri di depan pintu, dadanya naik turun karena napas yang berat."Tolong turun ke bawah dan jaga Anya. Besok biarkan dia istirahat di rumah. Tolong jaga dia dengan baik," kata Raka kepada Lastri.Ini pertama kalinya Lastri melihat Raka dalam keadaan kehilangan kendali dan panik seperti ini. Dia juga merasa terkejut."Baik, Pak Raka. Saya akan menjaga Anya di rumah."Lastri turun bersam

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1009

    Tatapan Brielle malah tampak sangat jernih. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Aku tahu, terima kasih atas pengingatnya.""Oh ya, Pak Raka sedang di telepon. Dia mau bicara sama kamu," kata Smith sambil segera menyerahkan ponselnya.Brielle langsung teringat bahwa Raka sedang menemani putri mereka. Apakah terjadi sesuatu pada Anya? Dia segera mengambil telepon itu. "Ada apa dengan Anya?"Dari seberang, terdengar suara pria yang rendah. "Anya sudah tidur, dia baik-baik saja. Brielle, istirahatlah. Jangan terus berada di laboratorium."Begitu mendengar putrinya baik-baik saja, Brielle pun merasa lega. Nada bicaranya kembali datar, "Kamu nggak perlu ikut campur urusanku.""Kamu nggak ingin hal yang terjadi pada ayahmu, kembali terjadi padamu, dengarkan nasihatku, Brielle." Suara Raka tiba-tiba menjadi sedikit emosional.Brielle tertegun.Pria di seberang kemudian menurunkan kembali nada suaranya. "Eksperimen itu bisa dilanjutkan besok. Jangan sampai kamu merusak tubuhmu sendiri karena kele

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1008

    Sejak awal penelitian, Brielle sudah memusatkan perhatian pada satu hal, yaitu melepaskan status Devina sebagai satu-satunya donor.Brielle lebih memilih menghabiskan sepuluh bahkan seratus kali lebih banyak energi untuk penelitiannya daripada suatu hari harus bergantung dan memohon pada orang lain.Kali ini, selain melakukan terapi untuk Raline, dia juga memisahkan satu proyek penelitian lain. Dia menggunakan sampel darahnya sendiri untuk mencari kemungkinan adanya reaksi antibodi khusus di antara kerabat sedarah langsung.Gagasan ini bukan muncul begitu saja. Sejak kemungkinan putrinya mewarisi penyakit itu diketahui, ide tersebut sudah ada di benaknya.Sebagai seorang ibu, dia tidak bisa menerima bahwa masa depan putrinya akan bergantung pada orang luar seperti Devina yang memiliki niat buruk dan sewaktu-waktu bisa menggunakan nyawanya sebagai ancaman.Raka memilih untuk berkompromi dan berurusan dengannya, tetapi Brielle tidak bisa melakukan hal yang sama. Pilihannya adalah mematah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1007

    "Brielle, kamu lihat bekas luka di pergelangan tangan Devina? Tindakannya memotong pergelangan tangan itu kemungkinan besar hanya cara untuk mengendalikan Pak Raka."Brielle mengerutkan kening. Dengan status Devina sebagai satu-satunya donor di dunia, dia memang bisa menggunakan nyawanya sendiri untuk mengendalikan Raka kapan saja. Jadi, apa pun yang dia inginkan, Raka harus memenuhinya.Termasuk mengorbankan pernikahannya.Brielle teringat kejadian di kolam renang waktu itu. Devina sengaja menjegalnya, lalu menariknya ke dalam air. Dia sudah yakin bahwa Raka akan melompat lebih dulu untuk menyelamatkannya, karena di tubuhnya terikat nyawa tiga generasi Keluarga Pramudita.Hari itu, Brielle juga masih ingat bagaimana Raka memeriksa keadaannya dengan cemas, serta ekspresi bangga dan puas di wajah Devina. Saat itu Brielle mengira semua itu adalah bukti bahwa Raka mencintainya.Lalu kejadian di meja makan ... ketika Devina sengaja minum alkohol hingga Raka merebut gelasnya. Dulu dia mengi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 39

    "Oh! Kenapa kamu bilang begitu?""Semalam aku menginap di rumah mereka. Dari pengamatanku, mereka bahkan sudah nggak ada keintiman yang paling dasar. Kakakku bersikap dingin padanya, dia juga terus memasang wajah masam dan bersikap angkuh sama kakakku. Pernikahan seperti itu cepat atau lambat pasti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 14

    Jangan-jangan ... Arka ingin memaksa berhubungan malam ini? Devina belum bisa memuaskannya?Mereka sudah pergi ke hotel, kenapa masih harus kembali ke rumah dan membuat dirinya jijik lagi?"Aku sudah terbiasa tidur sendiri. Nggak perlu tidur sama-sama." Brielle mengernyit, menolak dengan tegas. Peno

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 31

    Saat itu, pintu terbuka dan Raka melangkah masuk. Dia berdiri di sisi tempat tidur dan mengulurkan tangan untuk meraba dahi Anya, lalu telapak tangannya yang besar berpindah ke dahi Brielle.Sepertinya sedang memeriksa suhu tubuh Brielle.Brielle memilih berpura-pura tertidur bersama putrinya. Tak l

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 59

    Brielle menggigit bibir, merasa dirinya benar-benar bodoh. Raka adalah tipe pria yang bertindak langsung. Asalkan Devina merindukannya, satu panggilan telepon bisa membuatnya langsung pergi menemaninya. Apa mereka masih perlu obrolan romantis di WhatsApp?Kalimat-kalimat cinta itu bisa dia ucapkan l

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status