Share

Bab 205

Author: Ayesha
Brielle juga sudah memperhatikan konferensi itu. Itu adalah sebuah forum diskusi ilmiah yang diikuti banyak lembaga riset dalam negeri. Dia pun mengangguk. "Oke, setelah aku mengatur urusan anakku, kita bisa ikut bersama."

....

Grup Pramudita.

Setelah mendapat kabar bahwa pemasok harus diganti dan kerja sama dengannya diputus, Declan langsung panik bukan main. Dia kini sangat ingin bertemu dengan Raka, agar bisa menegosiasikan ulang proyek itu.

Gavin berjalan melewati lobi lift dan melihat Decla
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Declan ga tau diri , bisanya cuma menipu , anaknya gunain segala cara buat menjerat Raka hm
goodnovel comment avatar
Jihan Dwi Annisa
bucin tolol si Raka.. jadi pengen baca pov Raka..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1531

    Brielle tidak menyangka Raka akan mengakui semua itu dengan terus terang. Dia menatapnya selama beberapa detik sebelum berkata, "Semuanya sudah terjadi. Yang terpenting sekarang adalah menyelesaikan masalah ini dan memastikan kejadian seperti ini nggak terulang lagi. Soal Faye, biarkan hukum yang menanganinya."Menurut Brielle, sudah tidak ada gunanya memperdebatkan siapa yang benar atau salah.Kebencian Faye terhadapnya sudah terlalu dalam. Sekalipun yang memecat Faye bukan Raka, melainkan Harvis atau orang lain, besar kemungkinan Faye tetap akan menyalahkan dirinya.Ditambah lagi keluarganya sudah bangkrut, ayahnya dipenjara, ibunya masuk daftar hitam karena gagal memenuhi kewajiban finansial. Hidup Faye sudah jatuh ke titik paling rendah. Dalam keadaan seperti itu, kejadian apa pun bisa memicu kegilaannya."Baik. Kita nggak usah bahas ini lagi. Makan dulu."Raka mengambil sendok dan lebih dulu mengambilkan lauk untuk Brielle.Brielle sedikit tertegun."Aku bisa ambil sendiri.""Mala

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1530

    Pikiran Brielle kembali melayang pada tatapan Raka yang terus bersikeras menanyakan soal gelas air tadi. Perasaannya menjadi semakin rumit.Pukul tujuh malam, Harvis masih tertidur. Brielle mendengar suara pintu dibuka dari luar. Dia mengira seorang perawat yang masuk. Namun saat menoleh, ternyata Raka yang datang. Di tangannya ada sebuah tas berisi kotak makanan, juga sebuah tas pakaian."Kenapa kamu datang lagi?" tanya Brielle dengan suara pelan dan penuh keterkejutan."Aku bawain pakaian bersih untukmu. Pergilah mandi dan ganti baju di kamar mandi sebelah."Sambil berbicara, Raka melirik lengan baju Brielle yang masih berlumuran darah.Sebenarnya Brielle tidak terlalu memedulikannya. Namun karena Raka sudah membawakannya, dia pun pergi ke kamar mandi di ruangan sebelah.Ketika mengeluarkan isi tas itu, dia terkejut mendapati bahwa isinya bukan hanya pakaian, tetapi juga pakaian dalam dan handuk mandi. Barulah dia teringat Raka tadi memang menyuruhnya mandi sebelum berganti pakaian.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1529

    Brielle berdiri di tempatnya, perasaannya menjadi semakin rumit. Dia tahu semua yang dilakukan Raka adalah demi kebaikannya, tetapi ...."Brielle, aku beliin buah untuk Kak Harvis. Apa dia sudah sadar?" Suara Cherlina terdengar dari belakang."Sudah. Ayo masuk jenguk dia."Brielle mengangguk.Di ruang rawat, Harvis sedang bersandar di ranjang. Saat melihat mereka masuk, dia langsung bertanya kepada Brielle, "Pak Raka sudah pergi?""Dia ada urusan di perusahaan," jawab Brielle singkat, lalu bertanya dengan penuh perhatian, "Lukanya masih sakit?"Harvis menggeleng. "Obat biusnya masih bekerja, jadi belum terasa sakit."Cherlina berkata dengan kesal, "Kali ini Faye benar-benar keterlaluan. Ini sudah termasuk percobaan pembunuhan, 'kan? Kalau bukan karena Kak Harvis, Brielle pasti sudah ...."Baru sampai di situ, dia melihat Harvis menatapnya. Dia langsung menghentikan ucapannya. Tatapan Harvis pun berubah lebih dingin. "Perbuatan Faye memang sudah termasuk percobaan pembunuhan."Biasanya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1528

    Raka berkata dengan suara rendah untuk menenangkan Brielle, "Tenang saja. Dia akan baik-baik saja."Brielle mengangguk. Menatap luka Harvis, pikirannya dipenuhi ketakutan. Kalau saja garpu yang diayunkan Faye menusuk sedikit lebih ke bawah, dia benar-benar tidak berani membayangkan akibatnya.Mata Brielle kembali dipenuhi air mata. Dia menggigit bibirnya pelan, sementara air mata terus berputar di pelupuk matanya.Melihat hal itu, Raka mengambil selembar tisu lalu menyodorkannya kepada Brielle. Brielle menerimanya dan mengusap sudut matanya.Saat itu, Harvis perlahan membuka mata. Efek obat bius tampaknya mulai hilang. Dia berkedip beberapa kali sebelum pandangannya akhirnya terfokus pada wajah Brielle. Melihat tatapan penuh kekhawatiran itu, bibirnya yang pucat sedikit bergerak. Suaranya terdengar serak karena tenggorokannya kering."Aku nggak apa-apa ...."Kemudian pandangannya beralih ke Raka yang berdiri di ujung ranjang. Dia tampak sedikit terkejut."Pak Raka juga ada di sini."Ha

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1527

    Melihat Brielle menangis, Harvis segera menghiburnya. "Nggak apa-apa. Sungguh, aku baik-baik saja.""Jangan bicara dulu, hemat tenagamu." Brielle menahan air matanya dan berusaha menenangkan diri.Di samping mereka, Cherlina sudah lebih dulu menghubungi polisi.Faye terduduk lemas di lantai. Dia mendongak menatap pria yang telah dicintainya diam-diam selama tiga tahun. Kini karena dirinya, tubuh Harvis berlumuran darah. Dunia seolah berputar di sekelilingnya. Jantungnya terasa seperti ikut ditembus garpu itu, begitu sakit hingga dia sulit bernapas."Kak Harvis ... Kak Harvis ... maaf ... maaf ...."Tanpa sadar dia merangkak mendekati Harvis, tetapi Cherlina mengulurkan tangan untuk menghalanginya. "Kamu masih berani manggil dia Kak Harvis? Kamu sudah nggak pantas mendekatinya lagi.""Maaf ... aku nggak sengaja ... aku benar-benar nggak ingin melukaimu ...."Faye menutupi wajahnya sambil menangis tersedu-sedu. Penyesalan yang begitu besar menelannya hingga tak mampu berpikir jernih.Tak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1526

    Brielle berbalik dan menatap Faye dengan dingin. "Kalau ada urusan, langsung saja katakan.""Aku dipecat karena kamu menghasut di depan Pak Raka, 'kan? Brielle, kamu benar benar licik. Mengandalkan kekuasaan mantan suamimu untuk seenaknya menindas karyawan Grup Pramudita. Kamu bangga sekali, ya?" Suara Faye menjadi tajam, wajahnya dipenuhi kebencian yang sudah lama terpendam terhadap Brielle."Faye, tolong jaga ucapanmu." Brielle berkata dengan dingin, "Kalau kamu nggak puas, silakan ajukan keberatan sesuai prosedur.""Memangnya ada gunanya? Seluruh Grup Pramudita milik mantan suamimu. Kalau dia mau memecatku, alasan apa pun bisa dipakai." Mata Faye dipenuhi rasa sakit dan kebencian."Brielle, berhenti berpura pura. Semua orang tahu sekarang kamu dekat lagi sama Raka. Mau mengandalkan putrimu untuk kembali jadi Nyonya Pramudita, ya? Kenapa? Mau balas dendam dengan memanfaatkan jabatan? Aku sudah nggak menghalangimu lagi, tapi kamu masih nggak mau melepaskanku? Masih ingin menendangku k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 512

    Hari ini setelah Brielle dan Madeline selesai menyusun laporan, ponsel Brielle berbunyi. Brielle mengira itu pesan kerja, tetapi ketika melihat, ternyata pesan itu dikirim oleh Niro.[ Brielle, ada paket yang kemungkinan akan dikirim hari ini. Ingat untuk menerimanya. ]Brielle terkejut. Apakah Niro

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 517

    "Aku ada urusan," sahut Harvis.Namun, Faye mengira itu cuma alasan untuk menutupi kenyataan bahwa dia diabaikan. Dia merasa tidak adil untuk Harvis dan berkata dengan nada tak puas, "Bahkan Brielle saja bisa ikut makan bareng Pak Justin dan yang lain. Bu Madeline sama Profesor Louie agak pilih kasi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 535

    "Aku sudah kasih tahu Bu Madeline tentang keputusanku. Nggak ada lagi yang perlu kita bicarakan." Setelah menuangkan kopi, Brielle menuju kantor pribadinya."Setengah jam lagi, aku akan datang menemuimu." Nada bicara Raka tidak memberi ruang untuk penolakan.Brielle bahkan belum sempat menjawab keti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 510

    Devina berjalan mendekat ke arah Jay. Dia melihat pria itu baru saja menutup ponselnya, tetapi pandangannya masih tertuju ke arah ruang VIP. Melalui kaca besar, tampak Brielle sedang berbincang dengan manajer penjualan."Jay, lagi lihat apa?" tanya Devina sambil mengikuti arah pandangannya. Kekesala

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status